RSS

Simposium: Muslim Bikin Quran Baru

15 Aug

Simposium:

Sebuah Upaya Mereformasi

Ayat-ayat Biadab Dalam Quran


Bikin Quran Baru?

oleh: Jamie Glazov
FrontPageMagazine.com – April, 2008


Sebuah organisasi bernama Muslims Against Sharia (Muslim Menentang Syariat) MENCIPTAKAN SEBUAH QURAN BARU dimana ayat-ayat kejamnya dibuang. Seberapa sah dan bijak-kah tindakan ini? Di Turki contohnya, juga ada upaya utk merevisi ayat-ayat Quran. Harapan apa yang bisa kita dambakan dari upaya utk membawa islam menuju dunia demokratis dan modern ini?

Utk mendiskusikan isu tsb, bersama kita hari ini, Frontpage Simposium telah mengumpulkan panel terhormat. Tamu kita adalah:

KHALIM MASSOUD, presiden dari organisasi Muslims Against Sharia (Muslim Menentang Syariat), sebuah gerakan reformasi islam.

EDIP YUKSEL, seorang penulis keturunan Kurdi-Turki-Amerika dan seorang aktivis progresif yang telah menghabiskan empat tahun hidupnya dalam penjara Turki tahun 1980 karena tulisan-tulisan politik serta aktivitasnya mempromosikan revolusi islam di Turki. Dia mengalami sebuah perubahan paradigma ditahun 1986 yang mengubahnya dari seorang pemimpin Muslim Sunni menjadi seorang muslim reformasi atau monoteis rasional.


THOMAS HAIDON, seorang analist ttg masalah muslim dalam masalah HAM, counter terorisme dan masalah-masalah islamik. Dia aktif dalam pergerakan Quran dan bekerja dengan sejumlah organisasi islam reformasi sebagai penasihat. Dia telah memberi bimbingan pada beberapa pemerintah dalam isu-isu counter terorisme dan karyanya telah diterbitkan dalam berbagai media. Mr.HAIDON juga bekerja sebagai penasihat bagi PBB di Sudan dan Indonesia.

[-foto tidak ada karena alasan keamanan-]
ABUL KASEM
, mantan muslim yang telah menulis ratusan artikel dan beberapa buku tentang Islam, termasuk, Women in Islam. Dia juga salah seorang penyumbang tulisan dalam buku Leaving Islam – Apostates Speak Out juga buku Beyond Jihad: Critical Views From Inside Islam.

ROBERT SPENCER, akademisi sejarah islam, teolog Kristen dan ahli hukum serta direktur dari Jihad Watch. Dia penulis dari tujuh buah buku, delapan monograf dan ratusan artikel tentang Jihad dan terorisme islam, termasuk buku Bestseller NY Times The Politically Incorrect Guide to Islam (and the Crusades) [sudah diterjemahkan disini] dan The Truth About Muhammad. Buku terakhirnya adalah Religion of Peace?

Dan, BILL WARNER, direktur dari Center for the Study of Political Islam (CSPI) dan pembicara utk politicalislam.com. Tujuan CSPI adalah utk mengajarkan doktrin politik islam lewat buku-bukunya dan telah menghasilkan sebelas seri buku tentang politik islam. Mr. WARNER tidak menulis serial CSPI tapi dia bertindak sebagai agen bagi sebuah kelompok akademisi yang menjadi penulisnya. Buku terakhir dari CSPI adalah The Submission of Women and Slaves, Islamic Duality.


FRONTPAGE: Khalim MASSOUD, Abul KASEM, Edip YUKSEL, Thomas HAIDON, Bill WARNER dan Robert SPENCER, selamat datang di Frontpage Simposium.

Khalim MASSOUD, mari kita mulai dengan anda.

Kelompok anda, Muslims Against Sharia membuat sebuah Quran baru dengan membuang ayat-ayat kejamnya. Tolong ceritakan tentang usaha ini dan apa yang anda harap utk dicapai dan seberapa realistis hal tersebut anda pikir.

MASSOUD: Thank you Jamie.

Kami tidak menganggapnya sebagai Quran baru, tapi lebih pada pengembalian pada aslinya. Kami mendasarkan pada tiga pemikiran:

– Tuhan itu Maha Sempurna
– Tuhan itu Maha Pengampun dan Maha Penyayang
– Quran berisi ayat-ayat kontradiksi

Kami percaya, kecuali anda seorang muslim fundamentalis, penyembah berhala atau ateis (dan tidak ada yg salah dg menjadi penyembah berhala atau ateis), anda akan setuju dengan tiga pemikiran tsb.

Jika dua ayat Quran saling bertentangan, maka setidaknya salah satu mesti bukan dari Tuhan karena akan melawan doktrin Kemaha-sempurnaan Tuhan. Dan karena Tuhan itu Maha Pengampun dan Maha Penyayang, ayat-ayat damai mestilah berasal dari Tuhan, dan bukannya ayat-ayat yang kejam.

Jika anda muslim dan mengikuti logika kami, anda akan setuju. Jadi apa yang coba kita capai adalah utk mendidik muslim bahwa doktrin supremasi islam tidaklah kudus (suci), tapi semata hanya hal jahat yang ditaruh pada Quran oleh orang-orang keji untuk memenuhi agenda mereka sendiri. Setelah kami menyingkirkan superioritas doktrin islam, yang menjadi batu penjuru dari semua kejahatan dalam islam, islam sekali lagi akan menjadi agama damai, kasih, pencerahan seperti yang kami percaya dimaksudkan Tuhan utk demikian.

Mengenai seberapa realistis hal tsb, ini sungguh tergantung pada berapa banyak muslim yang bisa kami jangkau dan sikap apa yang akan diambil non-muslim. Sialnya, pemerintah dan media Barat memilih untuk memeluk gerakan-gerakan muslim Barat yang dipenuhi oleh para islamis garis keras yang menyamar sebagai moderat, & dg demikian mengabaikan Muslims moderat sejati. Tidak jelas bagi saya kenapa banyak orang Barat mengabaikan kaitan para Islamis dgn terorisme dan percaya pernyataan para Islamis yang jelas-jelas bertentangan dengan tindakan mereka. Contoh terakhir dari kegilaan ini adalah Persekutuan URJ-ISNA. Jika ini arah yang diambil oleh Barat, apapun yg kita lakukan akan gagal.

FP: Sorry, with all due respect, saya agak bingung mengenai masalah manusia membentuk Tuhan dalam gambaran mereka sendiri. Siapa yg bilang bahwa ayat-ayat kontradiksi itu tidak datang dari Tuhan? Siapa yang bilang bahwa hanya ayat-ayat damai itu yg berasal dari Tuhan dan bukan ayat-ayat yang kejam? Manusia mana yang jadi wasit utk hal ini? Prosesnya bagaimana? Anda membuka Quran dan dengan seenak saja berkata: “Tidak ada Tuhan yang mungkin berkata demikian, jadi aku… BUANG saja ayat ini ahh..?”

Dan jika Tuhan itu hanya damai dalam pandangan anda, dg demikian tidak mampu membuat perintah kejam, lalu bagaimana anda menjelaskan kehidupan Muhammad? Apa anda akan dgn mudah saja mencoret fakta-fakta sejarah yang sudah terbukti mengenai kehidupan Muhammad seperti yg ingin anda lakukan pada ayat-ayat Quran?

Saya bertanya pada panel, dan para pembaca, untuk menelaah catatan sejarah yang digaris bawahi oleh Bill WARNER dan Abul KASEM mengenai kehidupan Muhammad. Saya ingin anda, Mr. MASSOUD, dan lalu panel lainnya, utk menjelaskan bagaimana semua itu cocok dengan mengembalikan Quran pada “aslinya” – atau pada kenyataan akan “Allah yang damai”. Jika Quran diniatkan untuk damai dari semula, lalu bagaimana kita menjelaskan aspek-aspek dari kehidupan Muhammad?

MASSOUD: Pesan kontradiksi tidak dapat berasal dari Tuhan, karena tuhan itu maha sempurna. Jika kita mengasumsikan tuhan itu tidak sempurna, maka dia berhenti jadi Tuhan.

Kita percaya bahwa Tuhan adalah Tuhan PenCinta, itu sebabnya kita percaya hanya ayat-ayat damai yang bisa datang dariNya. Para jihadi percaya bahwa ayat-ayat kejam berasal dariNya. Itu perbedaan diantara kita dan jihadi. Kami cinta Tuhan kita dan mereka takut Tuhan mereka.

Mengenai fakta sejarah yg terbukti tentang kehidupan nabi Muhammad, pertimbangkanlah hal berikut. Kita semua tahu, atau setidaknya kita pikir kita tahu, bahwa Muhammad itu buta huruf, dg demikian dia tidak menulisnya sendiri. Quran, Sirat dan hadis ditulis oleh orang yang kebanyakan bahkan tidak sejaman dengan Muhammad. Jadi kita membicarakan mengenai tradisi oral (mulut ke mulut) yg berlangsung dari satu orang ke orang lain, kadang pada selusin orang, malah dalam beberapa kasus sampai ratusan tahun kemudian sebelum benar-benar dituliskan. Maka, ada lebih dari satu abad bagi tulisan-tulisan itu utk berubah.

Sekarang mari pertimbangkan kejadian 11 September 2001, kejadian yang paling didokumentasikan dalam sejarah manusia. Hanya beberapa tahun setelahnya, mudah sekali menemukan versi ‘sejarah’ lain dari apa yang ‘sebenarnya’ terjadi, termasuk beberapa versi yang secara diametrik bertentangan satu sama lain. Jadi pernyataan seperti “fakta sejarah yang terbukti” itu sendiri adalah sebuah pem-ulur-an. Karena itu, saya ingin menekankan bahwa kita percaya Muhammad adalah utusan Allah, tapi tidak membuatnya jadi manusia sempurna. Sangat mungkin dia melakukan semua hal yang dituduhkan padanya itu. Kita juga perlu mempertimbangkan bahwa norma-norma masyarakat saat ini sangat berbeda dari norma beberapa abad lalu. Perbudakan, poligami, pedofil, diskriminasi gender, dll tidak unik bagi Arab abad ke-7. Kita menemukan semua itu dalam ayat-ayat religius Quran.

FP: I don’t know, mungkin saya salah tangkap, tapi saya tidak mengerti bagaimana seorang manusia dgn begitu yakin menganggap diri bisa menjelaskan siapa Tuhan itu, bagaimana Dia bertindak dan berpikir. Mosok ayat-ayat kontradiksi tidak mungkin berasal dari Tuhan? Really? Siapa yang memutuskan ini? Bgm kalau ayat-ayat kontradiksi ini MEMANG berasal dari Tuhan? Apa yang terjadi jika benak kita yang kecil ini menganggap sesuatu ayat sbg sebuah kontradiksi, padahal Tuhan sendiri tidak menganggapnya kontradiktif sama sekali?

Mengenai Muhammad, saya tidak mengerti juga: Jadi sekarang anda mengatakan bahwa nabi Islam mungkin sekali terlibat dalam perbudakan, poligami, pedofil, diskriminasi gender, pembunuhan, perkosaan dll, seperti yg ditegaskan oleh catatan sejarah [lihat disini dan disini], tapi kita harus oke-oke saja karena tindakan-tindakan itu DULU tidak konflik dengan norma-norma yg DULU berlaku itu? Jadi sebuah moralitas yg berlaku secara universal dan sepanjang jaman sebenarnya TIDAK ADA? Bukannya sosok Tuhan sebenarnya tidak setuju dgn tindakan-tindakan demikian karena Dia Maha Damai dan Maha Adil dan tidak mampu melakukan kontradiksi? Bukannya nabiNya sendiri tidaklah mungkin melakukan tindakan-tindakan demikian? Atau ada semacam pemikiran bahwa karena sang nabi cuma utusan Tuhan dan bukan manusia sempurna, maka oke-oke saja dia melakukan segala tindakan keji tsb? Atau, seperti yang kelihatannya diartikan oleh anda, Mr. MASSOUD, karena semua itu terjadi jaman DULU kala, dan kita tidak bisa mempercayai kisah manapun mengenai apapun, kita bisa saja tempelkan atribut apa saja dan kualitas apa saja pada Muhammad semau kita masing-masing?

In any case, Thomas HAIDON go ahead.

HAIDON: Thank you for inviting me to partake in this discussion Jamie.

Pertama, saya ingin secara kategoris menyatakan bahwa pendekatan Mr. MASSOUD mengenai “reformasi islam” sangat menggelikan. Walau saya bisa menerima dirinya sbg seorang muslim progresif atau moderat, saya tetap melihat tesisnya kurang rasional, tanpa metodologi yg jelas. Jika Mr. MASSOUD mendasarkan argumennya dengan cara sama dg yang dipakai oleh alm. Mohammed Taha, dimana ia berpendapat bahwa berdasarkan perspektif sejarah dan teologis, ayat-ayat Mekah Quran harus dibuang, saya mungkin akan lebih banyak menaruh perhatian padanya. TAPI bukan saja Mr. MASSOUD gagal menyediakan argumen persuasif yang intelek (sejauh ini) pada simposium ini, tapi sedihnya dia juga gagal melakukan itu dalam situsnya yg menetapkan ide-ide organisasi dan pernyataan misinya. Sebuah ide yang kehilangan intinya menjadi tidak berarti dan bisa merusak. Kita seharusnya mendukung argumen kita dengan gagasan-gagasan & bukan dengan emosi.

Mr. MASSOUD sudah tepat menunjuk pada bahaya Islamis yang menyamar sebagai ‘moderat.’ Saya akan menyatakan lebih jauh bahwa muslim yang membuat argumen ttg reformasi Islam secara tidak kompeten dan tidak lengkap juga bisa merusak, khususnya karena ini membuai non-muslim dng rasa keamanan dan harapan palsu. “Islam Moderat Sejati” (istilah yang dipakai Mr. MASSOUD) harusnya tidak hanya bicara tentang problema-problema islam, tapi juga isu-isu yang berakar dalam islam, kalau kita mau meraih sukses.

Sementara saya mendukung usaha-usaha utk memodernisasi dan mengkontekskan tafsiran-tafsiran Quran, saya juga menentang pembuangan sebagian dari Quran. Dg kata lain, saya mendukung ‘pengertian baru’ dari Quran bukannya penciptaan Quran yang Baru. Semua Muslim setuju bahwa Quran itu ‘norma’ dan mewakili kulminasi (puncak) dari wahyu Allah pada Muhammad. Quran sendiri memastikan keunggulan dan kelengkapannya (Q 6.114-116, 16.89, 39.23 dll). Dg demikian utk mendebatkan bahwa sebagian dari Quran harus begitu saja dibuang sangat cacat fatal. Mr. MASSOUD sendiri tidak menawarkan cara bagaimana dia ingin mencapai cara ini. Inilah penghalang doktrin utama. Sementara itu, dari segi kepraktisan, saya pikir jelas bahwa Muslim manapun tidak akan pernah menerima pembuangan sebagian ayat-ayat Quran. Dlm dunia Islam, tidak pernah ada debat internal atau tulisan, ceramah dll tentang apakah Quran itu lengkap atau ‘sempurna’.

Saya sadar bahwa topik simposium ini mau tidak mau akan menggeser diskusi pada pertanyaan fundamental, yi reformasi islam, atau mengenai apakah ada kapasitas akan terjadinya reformasi dalam islam. Dlm hal ini, saya rasa kita akan temukan kecilnya konsensus antara panelis muslim dan non-muslim. Tapi, untuk menanggapi pendekatan rancu Mr. MASSOUD, saya akan mengatakan bahwa kunci utk mereformasi islam bukan dgn cara mengabaikan Quran, tapi dgn kembalinya kita pada pengertian konteks modern dari Quran dan menolak hadis-hadis buatan manusia yang menjadi sumber utama terciptanya Islam spt yg ada sekarang ini.

Mr. MASSOUD jelas mengasumsikan bahwa Quran hanya mampu ditafsirkan seperti yang dilakukan para ulama selama ini. Mr.MASSOUD menerima tanpa kritik konsep abrogasi dalam Quran dan catatan sejarah Muhammad. Saya lihat ini sungguh aneh. Kolega saya dalam panel ini, Edip YUKSEL, telah menulis sebuah tafsir kontekstual, modern dan terjemahan Quran yang akan mengkonfrontasi ayat-ayat yang ingin dibuang oleh Mr. MASSOUD.

Saya serahkan kpd Mr. YUKSEL utk mengemukakan pendapatnya akan fallacy dari pendekatan Mr. MASSOUD ini.

Ringkasnya, ‘gerakan reformasi islam’-nya Mr. MASSOUD bukanlah sebuah gerakan sama sekali. Tesis Mr MASSOUD secara intelek miskin sekali dan kosong metodologi atau substansi apapun, juga tanpa prospek untuk diterima dalam skala besar dikalangan Muslim. Saya menduga bahwa Mr. SPENCER dan Abul KASEM akan setuju dengan saya, meski dengan alasan yg mungkin berbeda.

Debat umum tentang islam dan perannya dalam terorisme, pelanggaran HAM dan penganiayaan, sudah dikaburkan oleh political correctness, disinformasi dan kekeras-kepalaan. Kalau kita ingin maju, kita perlu memereteli wacana ilmiah ini hingga ketulang-tulangnya hingga kejelekan-kejelekannya terlihat. Para reformer sejati punya kewajiban untuk menyumbang lewat diskusi terbuka dan solusi praktis. Kita tidak bisa menyaring dan mencuci rekor islam, kita harus menghadapinya, khususnya elemen-elemen yang tidak menarik. Reformer sejati juga perlu menyumbang dlm debat ini tanpa meningkatkan harapan. Reformasi Islam dlm skala luas sialnya cuma bersifat aspirasi, dan ya, memang ada sih upaya-upaya baik, tapi kita menyentuh permukaannya saja belum.

FP: Bill WARNER?

WARNER: Thank you Jamie for this opportunity to discuss the reform of Islam.

Pertama, ijinkan saya menetapkan dasar-dasar bagi logika saya tentang Islam. Bagi Mr. MASSOUD, saya katakan: Saya tidak tertarik apakah Tuhan itu tidak ada, cuma berjumlah satu ataupun jutaan. Saya juga tidak tertarik apakah ayat-ayat Quran, Sirat dan Hadis (Islamik trilogi) itu akurat atau keliru. Bagi lebih dari semilyar muslim, trilogi ini adalah dasar doktrin kehidupan, politik dan peradaban mereka. Mereka percaya trilogi ini benar dan mendasarkan hidup mereka padanya.

Quran, Sirat dan Hadis itu satu baju. Mereka membentuk satu ideologi lengkap dan berpadu. Logika kesempurnaan trilogi adalah alasan kenapa hal itu bisa bertahan begitu lama.

Dasar lain bagi logika saya adalah bahwa reformasi itu harus meliputi banyak hal dan mengikuti logika. Kita harus punya prinsip, bukan hanya pendapat yang melambung indah saja.

Salah satu pendapat yang dinyatakan oleh Mr. MASSOUD, “Tuhan adalah Tuhan Pencinta.” Saya tidak tahu tentang Allah, tapi saya tahu apa yang dinyatakan Quran. Sementara ada lebih dari 300 referensi dalam Quran mengenai Allah dan rasa takut, hanya ada 49 referensi tentang cinta (kasih). Dari 49 referensi Kasih ini, 39 diantaranya bernada negatif spt ke 14 referensi negatif akan cinta uang, tuhan lain dan status lain.

3 ayat memerintahkan umat manusia untuk mencintai Allah dan 2 ayat tentang betapa Allah mencintai orang-orang beriman (alias muslim). Bandingkan dgn ke-25 ayat tentang bagaimana Allah membenci (tidak mencintai) orang Kafir.

Ini menyisakan 5 ayat tentang Kasih. Dari yang 5 ini, 3 diantaranya tentang mencintai saudara atau sesama muslim. Satu ayat memerintahkan seorang muslim untuk memberikan cinta itu bagi Allah. Ini menyisakan 1 saja ayat tentang cinta: Berikan apa yang kau sayangi untuk amal, dan bahkan hal ini dikontaminasi oleh dualisme karena amalnya orang muslim hanya diberikan bagi muslim saja.

Cuma begitu doang cintanya Allah. Rasa takutlah yang sebenarnya dituntut oleh Allah.

Mr. HAIDON bilang, “…Kita perlu memereteli wacana ilmiah ini hingga ketulang-tulangnya hingga kejelekkannya terlihat.” Saya setuju dan bagian terjelek dari islam adalah tentang konsep kafir, penundukan politis dan dualitasnya.

Satu-satunya kekhawatiran saya adalah cara-cara Islam memperlakukan saya dan orang-orang saya, yg disebut oleh muslim sbg kaum kafir. Pandangan dan tindakan Islam terhadap orang kafir adalah politiknya islam. Triloginya menetapkan doktrin politik dan praktek-praktek yang berhubungan dengan kafir. Quran bilang kafir harus dibunuh, disiksa, dilawan, diperbudak, dirampok, dihina, dipancung, direndahkan, dicaci dsb dsb. Hadis dan Sira pun seragam. Itu sangat buruk.

Trilogi menetapkan prinsip fundamental dari Islam – penundukan politis dan dualitas – dasar dari etika dualistik. Trilogi memajukan satu set etika bagi muslim dan satu set lagi bagi kafir. Seorang muslim tidak boleh berbohong (taqiya) pada muslim lain; tapi BOLEH bohong pada kafir. Seorang muslim tidak boleh membunuh muslim lain; tapi BOLEH membunuh kafir. Dst dst.

Kata “kafir” itu sendiri murni dualisme.

Trilogi tsb juga menetapkan logika dualistis. Ayat-ayat Mekah dan Ayat-ayat Medinah seringkali saling bertentangan, tapi karena keduanya dianggap kalimat Allah, kedua pertentangan itu dianggap benar. Hanya ayat yang datang belakangan dianggap lebih baik dan bisa “menggantikan” ayat-ayat yang datang lebih awal. Logika Barat mengatakan jika dua hal saling bertentangan, maka salah satu diantaranya mestilah salah (tidak mungkin dua-duanya benar) – sebuah Logika Unitary. Dualisme adalah jantung dari logika Trilogi Islam.

Dualisme menjelaskan DUA TIPE MUSLIM dan yang mana muslim yang ‘sejati.’ Muslim ‘baik’ dan muslim ‘jahat’ (jenis taliban) keduanya sama mengikuti dualistis Quran dan keduanya sama-sama ‘muslim sejati’. Dualisme memberi alasan penyangkalan yang masuk akal bagi muslim ‘baik’. Mereka bisa berkata para jihadi itu bukanlah ‘muslim sejati’.

Islam bisa saja direformasi berjuta kali, tapi satu-satunya reformasi yang akan berpengaruh bagi kafir adalah reformasi etika. Yang membuang prinsip-prinsip ‘penundukan politis dan dualitas’. Ada jalan yang sangat mudah utk melihat masalahnya, sekaligus menemukan solusinya. Kembalilah kepada bagaimana Quran mendefinisikan kafir dan apa yang harus dilakukan pada kafir tsb. Tak seorangpun manusia ingin dihina, diperkosa, dirampok, dibunuh, diancam atau disiksa. Tak seorangpun ingin diperlakukan buruk. Tak seorangpun ingin ditolak oleh orang lain dan dianggap kafir.

Saya mengajukan reformasi yang rasional berdasarkan cara-cara bagaimana memperlakukan orang lain – Golden Rule: perlakukan orang lain seperti kamu juga ingin diperlakukan. Golden Rule berpusat pada etika, bukan pada tuhan, dan bersifat universal bagi semua budaya, KECUALI ISLAM. Tentu saja, seluruh trilogi Islamik menyangkal kebenaran dari Golden Rule. Dengan demikian, reformasi Golden Rule harus diterapkan pada Quran, Sirat dan Hadis. Hanya dg begitulah reformasi Islam akan berarti.

Mr. HAIDON berkata, “Muslim tidak akan pernah menerima, dalam tingkatan apapun, pembuangan sebagian ayat Quran.” Mereformasi Sirat dan Hadis saja hanyalah perubahan percuma. Saya ingin SEMUA kejelekan terhadap kafir dibuang. Itu berarti Quran harus dijadikan subjek utk dianalisa.

Golden Rule membuang segala kebrutalan, penghinaan dan prasangka terhadap kafir. Serangan-serangan konstan [terhdp kafir] akan menghilang. Aturannya sangat sederhana dan logis utk diterapkan dalam teks-teks Islam.

Yang luar biasa adalah betapa banyaknya teks-teks Trilogi yang akan dimusnahkan the Golden Rule ini. Sekitar 61% dari Quran akan musnah, 75% Sirat dan 20% Hadis juga akan menghilang. Seperti kata saya, saya hanya peduli tentang bagaimana Islam memperlakukan Kafir, tapi Golden Rule juga akan membuang semua aturan-aturan dualistis tentang perempuan. Jadi Trilogi ini akan semakin TIPIS jika materi-materi mengenai perlakuan perempuan juga turut dihapuskan.

Bahkan Golden Rule akan merenovasi Nerakanya Islam. Neraka islam utamanya bernada politis. Neraka disebut 146 kali dalam Quran. Hanya 9 kali disebut utk kegagalan moral – serakah, kurang amal, cinta sukses duniawi. Yang 137 sisanya melibatkan siksaan abadi karena tidak setuju bahwa Muhammad itu benar. Itu adalah tuduhan politis, bukan moral. Jadi 94% referensi Neraka adalah sebagai penjara politis bagi para pembangkang. Golden Rule akan mengosongkan penjara politik Islam ini.

Golden Rule memusnahkan kekejaman etika dualistis. Golden Rule akan mereformasi islam hingga kafir tidak dianggap najis lagi. Kami, yg dianggap sbg kafir, sudah muak hidup dalam ketakutan karena politik islam. Kami sudah cukup banyak dan lama menderita dan akan senang sekali utk menerima islam yang tidak macam-macam, tidak menuntut aneh-aneh, menekan, men-dhimmi, mengancam, menipu dan menghancurkan kafir serta peradabannya.

Tapi, semua kesuksesan islam hanya didasarkan pada ‘penundukan politis dan dualisme’-nya belaka. Muhammad mengkhotbahkan islam selama 13 tahun di Mekah dan hanya berhasil menarik 150 orang Arab bajingan kedalam Islam. Ketika dia pindah ke Medinah, dia menjadi seorang politisi merangkap jihadi. Dalam 9 tahun terakhir kehidupannya dia berhasil menaklukan seluruh jazirah Arab lewat kekerasan. Dalam 9 tahun saja Muhammad terlibat dalam kekerasan hampir sekali dalam setiap 7 minggu. Kekerasan yang memusnahkan budaya toleransi pribumi Arab. Penundukan Politik dan Dualitas berjaya.

Tapi bahkan jika anggota simposium ini bisa mengubah ideologi politis islam dengan memasukkan Golden Rule, siapa yang akan mengikuti Golden Rule Islam baru ini? Islam itu seperti Internet, tidak punya pusatnya, tidak ada inti tubuhnya. Islam adalah sebuah jaringan distribusi dengan trilogi sebagai sistem operasinya. Meng-upgrade sistem ini adalah mustahil. Tapi jika muslim ingin menunjukkan saya ini salah, satu-satunya reformasi yang berarti bagi kafir adalah reformasi etika berdasarkan Golden Rule.

(catatan teknis: Saya pakai Ishaq untuk Sirat dan Bukhari utk Hadis. Ibn Sa’d, al Tabari, Muslim dan Dawud sebagai informasi tambahan. Persentase yang disebutkan diatas tidak didasarkan pada ayat-ayat. Menganalisa Quran hanya lewat ayat-ayat berujung pada analisa tiap kalimat-kalimatnya. Siapa yang menganalisa Plato atau Kant berdasarkan jumlah kalimatnya? Kita ingin mengukur ide, topik dan konsep; bukan hanya kalimat. Lihat epilog dari artikel A Simple Quran utk rinciannya.)

FP: Mr. YUKSEL?

YUKSEL: Ini simposium yg menarik. Thank you for having me and get ready for a good fight.

Mr. WARNER merangkum dg baik masalah trilogi dari tradisi islam tapi disaat yg sama dia melakukan akrobatik intelektual yg mencengangkan dalam pemutarbalikan dan distorsi terhadap Quran. Pembaca yang teliti akan memperhatikan bahwa seluruh simposium ini didesain utk mempromosikan aktivitas propaganda mengandalkan menu ‘klik sana klik sini” sebuah komplotan rahasia. Ijinkan saya memulai dengan klaim Mr. MASSOUD lalu merespon klaim Mr. Walter dan teman main tenisnya, Mr. Glazov, moderator FP.

Saya menominasikan Khalim MASSOUD, siapapun dia, dimanapun dia, untuk mendapatkan Piala Paling Terhina bagi ketidak konsistenan teologinya, logis yg berlubang seperti keju Swiss, yg secara praktek tak berguna, tidak jujur secara objektif, pada intinya buatan/cetakan kuno, secara akademis level SD, secara matematis tidak terhitung, secara Quran tidak dapat diterima dan secara politis berbau projek neo-tipu-tipu. Saya juga mengakui dan mengenali ada hal baiknya seperti yang diindikasikan Thomas HAIDON: yaitu menghibur dan menggelikan.

Saya topang pengkarakterisasian saya ini sbb:

SECARA TEOLOGIS TIDAK KONSISTEN, karena tidak membicarakan banyak masalah filosofi dan teologis yang penting, seperti pertanyaan Socrates, “Apakah jadi baik karena Tuhan bilang begitu atau Tuhan bilang begitu makanya jadi baik?” Tentu saja, bisa keduanya. Tapi Mr. MASSOUD bahkan tidak sadar akan adanya pertanyaan penting demikian.

Jika Quran itu kalimat Tuhan, lalu siapakah saya hingga berhak “memperbaiki” atau “mensensor” kalimatNya? MASSOUD berpikir dia punya jawaban untuk itu. Yang mana yg tidak dia suka atau yang tidak sesuai dengan budaya dia sekarang, atau yang tidak menyenangkan FrontPage, atau yang tidak bisa dipahami, tidak bisa berasal dari Tuhan. Archimedes perlu sebuah fulcrum (titik topang) utk menggerakkan dunia, teman kita cuma perlu gunting. Gunting tajam reformasi. Dg kata lain, dia menurunkan Tuhan ke level dia atau dia mengangkat dirinya se-level Tuhan. Dia tidak belajar apapun dari Tuhan; malah sebaliknya, dia ingin mengajarkan Tuhan.

Jika MASSOUD hidup diabad pertengahan dan punya gunting, dia akan muncul dengan Quran yang sangat berbeda dengan yang dia pikirkan saat ini. Dia akan memotong ayat 21:30 dan 51:47 karena tidak masuk akal: bagaimana bisa langit dan bumi jadi satu lalu meledak dan mengembang? Dia mungkin punya masalah dengan bulatnya bumi karena dia tidak merasa berdiri terbalik dimanapun dia berjalan; jadi utk mendapatkan akal dan alasan bagi Tuhan Bijak-nya dia akan memotong ayat 10:24, 39:5 dan 55:33. Dia merasa ide bumi berbentuk telur sangat lucu, jadi dia akan membuang kata telur di ayat 79:30 (tentu saja, orang-orang jaman itu yg tidak punya gunting akan mencoba menafsirkan ‘telur’ ini sebagai metafora untuk sarang datar). Dia akan menemukan ayat-ayat yang menyebutkan metoda penciptaan secara evolusi tidak cocok dengan kebijakan Tuhannya dan membuang ayat 7.69; 15.28-29; 24.45; 32.7-9; dan 71.14-17. Dia akan melihat kesetaraan antara lelaki dan perempuan itu aneh dan tidak sesuai bagi Tuhan yang adil, jadi dia akan memotong 3.195; 4.124; 9.71; 16.97; 33.34; 49.13; 60.12 dan ayat-ayat lainnya. Dia akan bermasalah dengan kebebasan berpendapat dan menganggapnya ‘ide jahat’ dan akan menyelamatkan Tuhan Maha Kuasa dari pembebasan pengungkapan ide-ide yang menghujat , jadi dia buang ayat 2.226, 18.29, 10.99 dan 88.21-22. Dia pikir ayat-ayat yang memajukan damai sebagai tidak realistis dan akan memotong ayat 60.8-9, 8.60 dan lainnya. Ayat yang melarang perbudakan (3.79, 4.3,25,92, 5.89, 8.67, 24.32-33, 58.3-4, 90.13, 2.286, 12-39-42, 79.24), ayat yang memajukan pemilihan umum dan konsultasi (42.38, 5.12, 4.58, 58.11), ayat mengutuk laba dari agama dan menolak perantara religius dan ulama (2.48; 9.31; 9.34; 2.41,79; 174.5;44; 9.9) dan ratusan ayat lain yang mempromosikan ide-ide progresif yang akan dihapus oleh Mr. MASSOUD.

SECARA LOGIS MIRIP KEJU SWISS (bolong-bolong). Bukan bermaksud menghina keju swiss, karena saya juga suka itu, tapi paket Quran-pake-gunting ini terlalu banyak lubangnya. Mr. MASSOUD sepertinya melakukan aktivitas logis. Karena saya mengajar logis dan filosofi di universitas, saya tidak bisa mengabaikannya. Dia menyatakan tiga pemikiran utk mencapai kesimpulannya:

1. Tuhan itu Maha Sempurna
2. Tuhan itu Maha Pengampun dan Maha Penyayang
3. Quran berisi ayat-ayat kontradiksi

Dg demikian, KITA perlu melakukan bedah Quran!

Bagaimana jika kita pertanyakan pemikiran nomor tiga? Bagaimana kalau dimodifikasi sbb:

3. Sepertinya buat saya Quran berisi ayat-ayat kontradiksi.

Dg demikian, saya perlu memperbaiki pengetahuan dan pemahaman saya dalam mempelajari Quran, ATAU SAYA perlu bertanya pada reformis sejati yang tidak menyimpangkan pesan-pesan Quran lewat kisah-kisah dongeng. DAN, JIKA SAYA masih melihat kontradiksi dalam Quran, maka saya perlu membedah Quran saya.

SECARA PRAKTIS TAK BERGUNA, karena jika kita bisa mensubjekkan kitab suci kita ketingkat operasi pribadi potong-dan-buang, kita tidak perlu punya seorang pemimpin seperti MASSOUD. Malah, siapapun bisa mengambil gunting dan memotong ayat-ayat yang mereka tidak suka. Bahkan jika misalnya saya gila sebentar dan mengikuti saran MASSOUD, saya tidak akan pernah membeli Quran versi dia, karena saya bukan kloningannya. Jadi, yang MASSOUD coba katakan adalah: “coret ayat-ayat yang anda pikir kontradiktif!” jadi, buat apa orang-orang ikut versi dia atau versi orang lain? Jika saya akan menulis sebuah pengantar untuk buku tsb, maka akan sbb: “Ini adalah sebuah buku Kafir-friendly, kitab suci versi neo-penipu yg bebas kolesterol. Tapi jangan takut, masih berisi banyak sikap-sikap beri-pipi-kiri-dan-pantatmu melawan serangan dan jajahan imperialis. Tiga jempol untuk MASSOUD & co.!”

SECARA OBJEKTIF TIDAK JUJUR, karena MASSOUD harusnya tahu bahwa tidak ada guru yang akan meminta murid-muridnya menyobek halaman sebuah text-book jika mereka pikir berisi ide kontradiktif dan salah. Tidak ada text-book yang bisa bertahan serangan kolektif demikian! Dan tidak ada penulis yang mau melihat pembaca seperti MASSOUD memobilisasi orang lain utk memotong-motong pernyataan, paragraf dan halaman-halamannya dari buku itu lalu menerbitkannya kembali memakai nama MASSOUD sendiri! Jika MASSOUD sungguh percaya ada Quran asli tersembunyi dalam Quran yg beredar sekarang, dia tidak bisa secara jujur berharap menemukannya dengan memakai voting sekelompok orang tak dikenal disatu waktu. Jadi kemungkinannya salah satu dari ini, dia sendiri tidak percaya kekudusan Quran atau dia tidak mengerti apa yang dia katakan.

SECARA SUBSTANSI CETAKAN-KUNO, karena para skeptik sudah melakukan karya besar dalam mencatat Quran dan mengindikasikan hal-hal yang dirasa kontradiksi. Meski saya tidak setuju dengan ke(salah)pahaman mereka, tapi saya lihat karya mereka sangat menyentuh pemikiran dan sangat berguna. Para skeptik menyediakan argumen-argumen kritis mereka. Semua yang disarankan MASSOUD adalah utk membuang argumen-argumen tsb juga bersama dengan ayat-ayat yang mereka bahas! Dan karena ide hebatnya ini dia sekarang ikut berpartisipasi dalam sebuah simposium yang diorganisir oleh FP.

SECARA AKADEMIS TINGKATAN SD, karena tidak menyediakan metodologi utk mencapai tugas itu. Karena Quran adalah kitab yang interkoneksi, dimana setiap ayat secara etimologi dan semantik tersambung dengan banyak ayat lain, modifikasi apapun akan membuat perlunya serangkaian modifikasi lain. Jumlah kombinasi sangat besar sekali dan jadinya berpotensi utk sebuah reaksi-berantai dan akibat yang tak sengaja. Saya bisa memberi lusinan contoh tapi saya dibatasi dalam forum ini.

SECARA MATEMATIS TIDAK TERBILANG. Karena Quran bukan hanya sebuah prosa literatur belaka, tapi juga sebuah buku yang terstruktur secara angka (83.7-21), buku paling menarik sedunia. Contohnya, 29 bab dari Quran dimulai dengan kombinasi angka dan huruf, seperti A1L30M40, atau K20H5Y10A70S90, atau Q50. Contohnya, kemunculan kata ShaHR (bulan) dalam bentuk tunggal tepat ada 12, kata YaWM (hari) tepat 265 kali, dan ada banyak contoh-contoh menarik lain. Contohnya, struktur angka Quran didasarkan pada angka 19 sedemikian sehingga melibatkan setiap elemen dari Quran, hitungan dan urutan angka, huruf, kalimat, ayat dan bab. Semua itu mengisi kitab-kitab. (Anda bisa melihat rangkuman yang baik dari Kode 19 dalam Appendix Quran: sebuah Terjemahan Reformis). Dg demikian, proyek Mr. MASSOUD ditujukan untuk menghancurkan struktur luar biasa yang menjadi saksi sifat ilahi dari Quran.

SECARA QURAN TIDAK BISA DITERIMA, karena banyak ayat-ayat Quran menolak usaha-usaha yang persis sama. Contohnya:

[15.90] Sebagaimana (Kami telah memberi peringatan), Kami telah menurunkan (azab) kepada orang-orang yang membagi-bagi (Kitab Allah),
[15.91] (yaitu) orang-orang yang telah menjadikan Al Qur’an itu terbagi-bagi.
[15.92] Maka demi Tuhanmu, Kami pasti akan menanyai mereka semua,
[15.93] tentang apa yang telah mereka kerjakan dahulu.
[15.94] Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik.
[15.95] Sesungguhnya Kami memelihara kamu daripada (kejahatan) orang-orang yang memperolok-olokkan (kamu),
[15.96] (yaitu orang-orang yang menganggap adanya tuhan yang lain di samping Allah; maka mereka kelak akan mengetahui (akibat-akibatnya).
[15.97] Dan Kami sungguh-sungguh mengetahui, bahwa dadamu menjadi sempit disebabkan apa yang mereka ucapkan,
[15.98] maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan jadilah kamu di antara orang-orang yang bersujud (salat),
[15.99] dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal).

Pastinya MASSOUD akan membuang ayat ini juga, dengan catatan tambahan: “Buang semua ayat-ayat yang menolak aktivitas pemotongan kita!” Ironisnya, MASSOUD tidak menyarankan hal yang baru. Kaum Suni dan Shia sudah membuang banyak ayat-ayat dari Quran: mereka tidak mendengar atapun mengertinya. Lebih jauh lagi, ajaran sektarian mereka berisi aturan yang disebut “abrogasi” hingga mereka menolak titah banyak ayat dari Quran, sementara disaat yg sama mereka menyatakan kepercayaan mereka pada setiap huruf Quran. Saya telah mendiskusikan issue ini secara rinci pada catatan akhir dari QRT.

Dan SECARA POLITIS BERBAU PENIPUAN GAYA BARU. Karena melayani kebijakan penipu gaya baru koalisi dari para penghasut perang. Saya tidak tahu apa MASSOUD ini orang bayaran utk agenda ini atau cuma orang naif saja, tapi jelas bahwa proyeknya hanya akan menyakitkan dan mengundang para muslim yang frustasi dan trauma dibawah jajahan dan pendudukan militer kejam (seperti Palestina, Irak, Afghanistan dan Chechnya), atau yang menderita dibawah Amerika – rejim yang mendukung penekanan (seperti Mesir, Arab Saudi dan Pakistan). Ketika beberapa muslim yg marah dan sedih melakukan tindakan kekerasan yg bodoh, media Barat akan ngiler dan buru-buru memfokuskan kamera mereka pada wajah-wajah buruk para barbar, sementara kapitalis amerika akan meneruskan penipuan mereka dengan mentransfer milyaran dan milyaran uang pajak kita pada rekening industri perang dan sub kontraktornya.

Singkatnya, saya terkejut FP menganggap serius ide lucu ini. Jika kita menganggap serius ide mana saja yang ada di web, maka kita akan mau juga membahas tentang petualangan diculik alien. Saya merasa berbicara dalam sebuah simposium yang diorganisir oleh kelompok orang yg percaya bumi itu datar. Sir, apa anda juga mendiskusikan batu meteor yang ada alpukat ditengahnya?

Karena waktu saya terbatas, saya ingin mengatakan tentang klaim-klaim dari moderator FP. Penggambaran mereka akan Muhammad didasarkan pada kisah-kisah dongeng yang tidak bisa diandalkan, tapi mereka menyebutnya “fakta sejarah yg sudah terbukti” kedalam pertanyaan kompleksnya. Jika dia menyatakan tuduhan-tuduhan tsb sebagai “menurut buku dongeng kaum suni atau siah yang ditulis berabad-abad setelah Muhammad” maka akan menjadi penggambaran yang akurat. Saya menantang integritas dari setiap buku dongeng yang mereka anggap ‘fakta sejarah’. Dari mana mereka tahu itu “fakta yang terbukti”?

Sedang untuk jawaban Mr. MASSOUD, well, ngga heranlah: dia menerima tuduhan palsu “yg terbukti” dari moderator dan setelah memutar balikkan dia kembalikan lagi padanya: Utuh-utuh!

Sedang utk saudara WARNER, mungkin dia lagi melakukan statistik utk Thalmud atau Perjanjian Lama. Klaimnya jauh dari benar. Ayat yang paling banyak diulang dan ditekankan dalam Quran yang membuka setiap surah kecuali satu surah adalah Bismi Allah al-Rahmani al-Rahim, yang artinya “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.” Ijinkan saya menyebutkan atribut Tuhan yang sering disebut dalam Quran (daftar berikut tidak termasuk dalam 112 pembuka diatas). Quran berisi 114 atribut tuhan. Atribut Allah (Allah disebut 1698 kali) yang paling sering dipakai adalah:

Tuhan (Rabb) : 970 (penerjemah: 970/19=51.052631 … lho kok ngga bulat yaa?)
Maha Tahu (Alim) : 153 (dibagi 19 ngga bulat)
Maha Penyayang (Rahim): 114 (114/19=6)
God (Elah): 93 (dibagi 19 ngga bulat)
Bijaksana (Hakim): 91 (dibagi 19 ngga bulat)
Maha pengampun (Ghafur): 91 (dibagi 19 ngga bulat)
Maha Mulia (Aziz): 88 (dibagi 19 ngga bulat)
Maha Pemurah (Rahman):57 (dibagi 19 ngga bulat)
Pendengar (Sami): 45 (dibagi 19 ngga bulat)
Perencana (Qadir): 45 (dibagi 19 ngga bulat)
Maha mengetahui (Khabir): 44 (dibagi 19 ngga bulat)
Peramal (Basir): 42 (dibagi 19 ngga bulat)

(katanya Edip ini penganut Mukjijat 19, tapi kok angka-angka dia ngga dia pilih yang bisa bulat dibagi 19? Piye tho???)

Atribut yg paling sering disebut utk Tuhan, yang dipakai dalam konteks yang relevan secara semantik, menggambarkan Quran yg sangat berbeda dengan yang WARNER ingin utk kita percaya. Mungkin, Quran, seperti juga keindahan, ada pada mata pemiliknya belaka.

Sedang untuk pernyataan WARNER tentang Golden Rule yang bisa membuang 61% dari Quran, saya senang mendengar ini disebut-sebut. Ini menunjukkan bahwa Quran adalah sebuah kitab kenyataan, bukan dongeng belaka. Pertama, Golden Rule versi dia sendiri bukanlah aturan yang realistis dan sangat jarang dipakai, biasanya hanya diantara anggota keluarga dan teman dekat saja. Malah, eksperimen menunjukkan bahwa Golden Rule memajukan imoralitas dan kejahatan dalam kehidupan nyata. Dalam kelas etika saya, saya ulangi eksperimens dan mencapai kesimpulan yang sama. Saya rekomendasikan artikel Carl Sagan berjudul “The Rules of the Game,” dimana Sagan mengutip ayat Quran, “Jika musuh cenderung damai, apa anda juga cenderung damai,” itu menyatakan bahwa aturan terhebat bukanlah Golden Rule, tapi aturan perunggu berlapis emas, yaitu, balas dendam sambil sekali-kali memaafkan, itu tepatnya yang dinyatakan oleh Quran (Lihat Quran 42.20, 17.33)

Ironinya adalah bukan pada kurangnya pengetahuan WARNER; ironinya ada pada aturan besi. WARNER meluruskan dengan mereka yang mempromosikan dan mempraktekan Aturan Besi (serang dulu), tapi dia menyerang muslim karena muslim tidak mengikuti golden rule. Mungkin ini adalah aturan dengan standar ganda dalam hal kemurahan hati: besi utk kita, emas untuk kalian. No my dear: saya tidak bisa menikmati emas kalau anda mendapatkan besi.

FP: Well, Mr. YUKSEL, anda terkejut saya ‘menganggap serius sebuah ide lucu’ tapi tak pernah saya bilang bahwa saya menganggapnya serius. Malah, semua komentar saya sejauh ini mengungkapkan bahwa saya tidak tahu apa ini harus dianggap serius apa tidak. Tapi ide ini harus diletakkan pada meja diskusi karena merupakan salah satu usaha yang dibuat oleh para reformer muslim dan organisasinya sekarang dalam rangka mencoba membawa islam ke dunia modern dan demokratis – jika itu mungkin.

Dan diskusi dari sebuah isu seperti ini bisa berlanjut pada dialog yang sangat penting. Saya lihat aneh sekali anda mengatakan ‘terkejut’ saya menganggap serius ‘ide lucu’ ini tapi masih saja anda mau bergabung dengan panel diskusi ini. Mungkin anda melihat tidak ada untungnya bagi anda ikut simposium ini, meski anda menghabiskan cukup banyak waktu dan energi utk itu.

Saya juga masih bingung tentang bagaimana ‘para penghasut perang” orang amerika berada dibelakang ayat-ayat kejam Quran ini. Dan saya masih ingin mendengar apa yang anda pikir mengenai ayat-ayat kejam itu sendiri dan masalah bahwa Jihad menunjuk ayat-ayat itu sebagai pengilham mereka.

Juga, menghina saya dan menyebut orang lain dengan nama-nama menghina, sayangnya, bukan sebuah cara yang baik untuk mengesahkan aspek kehidupan Muhammad. Seperti WARNER, KASEM dan SPENCER telah tunjukkan.

FP: Abul KASEM, go ahead.

KASEM: Saya hargai pengertian Khalim MASSOUD bahwa ada masalah dengan Quran.

Khalim MASSOUD menulis bahwa Allah itu Maha Sempurna. TAPI KEMUDIAN dia menulis bahwa Quran berisi ayat-ayat kontradiktif. Bagaimana bisa Tuhan yang Maha sempurna mengkontradiksi dirinya sendiri? Disini MASSOUD berperan sebagai TUHAN LAIN utk mengkoreksi ALLAH. Tidakkah ini aneh bahwa seorang manusia biasa, seperti MASSOUD, bisa mengkoreksi Allah?

MASSOUD membuat kita heran lagi dengan berkata:

Quote:

Jika dua ayat Quran saling bertentangan, maka setidaknya salah satu mesti BUKAN dari Tuhan karena akan melawan doktrin Kemahasempurnaan Tuhan. Dan karena Tuhan itu Maha Pengampun dan Maha Penyayang, ayat-ayat damai mestilah berasal dari Tuhan dan yang kejam bukan.

Siapa bilang Allah selalu maha penyayang dan pengampun? Pastinya Dia itu tidak demikian, seperti yang telah di demonstrasikan oleh banyak ayat-ayat lain dalam Quran. Allah punya temperamen khas, ini juga mengecilkan namanya. Dibawah kondisi tertentu kenapa kita harus menerima bahwa Allah hanya mengirim ayat-ayat pengampun? Siapa yang memasukkan ayat-ayat barbar, jahat, benci dan tidak baik itu? MASSOUD tidak mengenali/tahu siapa orang-orang yg memasukkan ayat-ayat ini, MASSOUD menyebutnya orang keji. Kenapa dia tidak tahu siapa orang-orang ini? Mungkinkah mereka itu Muhammad dan para sahabatnya yang lapar kekuasaan, yang dikelilingi pula oleh orang-orang yang kepingin dapet jatah dari jarahan dan rampokan islami mereka?

Jika kita mau menerima Quran sebagai kalimat MUTLAK dari Allah, lalu gimana bisa Allah membiarkan ‘fitnah’ semacam itu mengotori Quran?

MASSOUD bilang:

Quote:

Jika kita mengasumsikan tuhan itu tidak sempurna, maka dia berhenti jadi Tuhan.

Saya tidak mengerti. Quran jelas-jelas bilang Allah Maha Sempurna. MASSOUD malah mengkontradiksi dirinya sendiri.

Sepertinya MASSOUD telah menerima kenyataan bahwa Quran berisi kalimat manusia belaka, seperti Muhammad, dan mungkin juga orang-orang lainnya. Ini sepenuhnya mematahkan logika MASSOUD bahwa Quran yang ‘sempurna’ itu ditulis oleh Allah.

Dalam konteks ini, Thomas HAIDON benar ketika berkata:

Quote:

Dari sudut pandang kepraktisan, saya pikir jelas bahwa muslim tidak akan pernah menerima, dalam tingkat apapun, pembuangan sebagian dari Quran. Hampir tidak ada debat internal atau tulisan, ceramah dll tentang apakah Quran itu lengkap atau ‘sempurna’.

Saya setuju bahwa mayoritas muslim menganggap Quran tidak tersisipi, kalimat Allah yang tidak berubah, valid utk sepanjang masa.

Penting utk dipahami bahwa islam mendapatkan kekuatannya bukan hanya dari Quran tapi juga dari hadis dan sirat. Lalu bagaimana dengan sumber penting lain dari islam ini? Akankah MASSOUD juga mengedit sumber-sumber ini, khususnya hadis yang gila, barbar dan haus darah? Akankah MASSOUD terus maju dengan tugas utk menyucikan Sirah Muhammad dan membuang kisah-kisah tidak manusiawi, kejam dan menjijikan dari Muhammad ini?

Satu poin penting: jika MASSOUD setuju bahwa sebagian dari Quran itu dibuat/disisipkan oleh manusia, lalu kenapa dia tidak abaikan saja seluruh Qurannya? Kenapa dia masih mau cape-cape mengedit Quran? Bukankah itu akan membuat dia dituduh sebagai murtad dan membuatnya halal untuk dibunuh sesuai ukuran hukuman islam?

Kelihatannya MASSOUD lupa bahwa Quran bilang tidak ada apapun yang bisa mengubah perkataan didalamnya (6.34; 6.115; 10.64; 18.27; 27.6).

Ayat 10:15 lebih jelas lagi mengatakan bahwa bahkan Muhammad pun tidak bisa mengubah satu katapun dari Quran. Dg demikian, menurut Quran, tindakan MASSOUD adalah kejahatan paling besar di islam. MASSOUD jangan lupa nasih dari Rashad Khalifa (penemu Kode Mukjijat 19, ia membuang ayat 9.128 dan 9.129 lalu mengaku dirinya nabi. – pntrjmh) yang mencoba melakukan hal yang sama, yaitu merevisi Quran, tapi dia membayar mahal dengan nyawanya.

Muslims tulen membunuhnya ketika ia sedang sholat di mesjid. Sampai hari ini, anak buah dan antek-antek Rashad Khalifa (salah satunya Edip YUKSEL. -pnrjmh) disebut sebagai ‘Submitter’ atau muslim Quran’i, yang percaya Quran saja. Dan mereka tinggal di negara Barat, karena jika mereka mengungkapkan pandangan-pandangan mereka di ‘surga islam’ seperti di arab saudi atau iran, sudah pasti mereka akan di CINCANG HABIS karena mengacak-ngacak Quran.

Namun, saya menghargai usaha-usaha dari MASSOUD dan Thomas HAIDON yang setulusnya ingin mereformasi Islam dan membawanya kedalam kenyamanan dunia beradab jaman sekarang. Mereka asli terkejut dengan aspek tidak manusiawi, kejam dan barbar dari Islam, aspek yang kebanyakan bersumber dari Quran dan Hadis. Sedihnya, sejarah islam menunjukkan bahwa banyak usaha-usaha demikian dimasa lalu hanya berakhir dalam kegagalan dan hanya sedikit saja prospek bahwa usaha-usaha demikian dimasa depan akan berhasil.

Saya mungkin terdengar pesimis, tapi sejarah islam tanpa ampun menceritakan bahwa bermain-main dengan Quran dan Hadis adalah bermain game yang sangat bahaya yang berujung pada nyawa menghilang beserta kegagalan.

Saya sependapat dengan Bill WARNER ketika dia berkata:

Quote:

Quran, Sirat dan Hadis itu satu baju. Mereka membentuk satu ideologi lengkap dan berpadu.

Artinya jika orang mengedit Quran dia harus juga mengedit dua sumber islam lainnya. Apakah Khalim MASSOUD mau melakukan ini? Akankah para muslim, sebagian besar, setuju dengan Sirat dan Hadis versi Khalim MASSOUD? Saya ragukan itu.

Yang saya tidak sependapat dengan Bill WARNER adalah, jika dia menerima bahwa Quran bisa direformasi. Saya sudah menyatakan alasan saya kenapa ini tidak mungkin – Quran sepenuhnya melarang reformasi dirinya, dan siapapun yang berusaha melakukannya akan dibunuh, secara islami.

Hanya ada satu pilihan tersisa, BUANG QURAN SELURUHNYA!

Saya merasa GELI mengenai penemuan ‘mukjijat 19 dalam Quran’-nya Edip YUKSEL. Ini penemuan dari Rashad Khalifa. Saya ragu apakah ada ahli matematika dunia yang setuju dengan penemuan ini.

YUKSEL mengkritik Bill WARNER karena mengungkapkan kegilaan Quran dan ketentuan didalamnya utk membunuh kafir, jika perlu. Sayangnya, YUKSEL tidak dapat menyanggah pernyataan WARNER tentang Quran yg memerintahkan muslim untuk membunuh kafir. YUKSEL hanya menghindar dari topik penting dengan menuduh WARNER melakukan akrobat kata-kata.

Menarik melihat YUKSEL sendiri malah melakukan akrobat intelektual hanya demi menghindari kebenaran: Quran berisi ketetapan barbar bagi mereka yang tidak menerima islam.

Sedih sekali melihat YUKSEL melakukan serangan tajam pada Khalim MASSOUD dan Bill WARNER. Bukannya menyanggah dan/atau mendebat kasus mereka dengan cara yang bermartabat, YUKSEL malah menyerang pribadi dan melakukan fallacy logika. Dia menghindar ke topik-topik yang tidak relevan, kebijakan luar negri Amerika, isu palestina dll. Ini menunjukkan usahanya utk ‘kabur’ dari isu yang ‘membakar dia’ tentang islam dan apa saja yang bisa direformasi.

Kita harus menghargai bahwa MASSOUD dan HAIDON telah, setidaknya, punya rencana untuk mereformasi islam – betapapun kita mungkin tidak setuju dengan metoda mereka.

Saya juga merasa YUKSEL sangatlah tidak akademis dengan mencerca FP Editor karena membuka sesi dialog dengan isu ini dan dengan orang-orang yang mempunyai pandangan bertentangan.

Terakhir, ini beberapa saran yang mampir dibenak saya, mungkin hanya akan menolong MASSOUD dan HAIDON, tapi tidak bagi seluruh dunia.

Kita perlu mengungkap islam, kebenaran tentang islam, dan hanya kebenaran saja tidak yg lain. Dunia harus menaruh perhatian pada pesan-pesan fundamental Quran yang bertujuan untuk menaklukan (lewat pedang) seluruh dunia dan memaksakan hukum Syariah.

Dunia kafir harus mencerna fakta bahwa islam ingin memusnahkan non islam, menggantikan peradaban Barat/non islam dengan peradaban arab/islam.

Penting sekali semua para pemimpin kafir untuk mempunyai pengetahuan sebenarnya tentang Quran dan Islam, dan mengerti bahwa ‘bahasa’ kaum islamis, yaitu ‘selain damai’.

FP: SPENCER.

SPENCER: Khalim MASSOUD benar bahwa ‘doktrin superioritas Islam’ adalah ‘batu penjuru dari semua kejahatan dalam islam,’ atau setidaknya kejahatan yang dilakukan para muslim dalam nama Allah terhadap orang-orang non islam atau kafir. Bill WARNER benar: reformasi harus memusnahkan supremasisme islam dan menginstitusikan penganiayaan perempuan dan non muslim yang diperintahkan oleh hukum islam. Sisanya hanya pemanis belaka. Tapi bagaimana doktrin itu dihapus atau direformasi, dan apakah itu bisa dicapai dengan mengedit Quran secara drastis atau tidak, seperti yang diajukan Mr. MASSOUD, adalah pertanyaan lain lagi.

Thomas HAIDON jelas benar ketika berkata bahwa :

Quote:

Dari sudut pandang kepraktisan, saya pikir jelas bahwa muslim tidak akan pernah menerima, dalam tingkat apapun, pembuangan sebagian dari Quran.

Ini benar, apapun kebaikan logika dan teologis yg mungkin ada atau tidak ada dalam rencana ini. Abul KASEM juga mengangkat pertanyaan konseptual penting bagi Mr. MASSOUD:

Quote:

Jika kita mau menerima Quran sebagai kalimat mutlak dari Allah, lalu gimana bisa Allah membiarkan ‘fitnah’ semacam itu mengotori Quran?

Lalu, bagaimana melakukan ini, jika memang bisa dilakukan?

Patut dicatat bahwa Mr. HAIDON bilang dia akan lebih ‘penuh perhatian’ pada argumen Mr. MASSOUD jika niat mereka mirip dengan niat dari Mahmoud Mohammed Taha, “yang berpendapat,” kata Mr. HAIDON:

Quote:

berdasarkan perspektif sejarah dan teologis bahwa ayat-ayat Mekah Quran secara efektif harus dibuang,

Mr. HAIDON jelas memikirkan ayat-ayat Medinah. Yang diincar oleh Taha, bukan ayat Mekah, tapi masalah utamanya disini adalah pandangan-pandangannya dia sendiri mengenai Taha yang sudah dilaksanakan oleh pemerintah Sudan ditahun 1985. Abul KASEM benar bahwa kebanyakan kaum Quran’i atau Submitter :

Quote:

Dan mereka tinggal di negara Barat, karena jika mereka mengungkapkan pandangan-pandangan mereka di ‘surga islam’ seperti arab saudi atau iran, sudah pasti mereka akan dibunuh karena mengacak-ngacak Quran.

Tak ada yang lebih JELAS lagi dari itu; mereka yang berusaha mereformasi doktrin islam di negara muslim akan kehilangan nyawanya. Satu contoh terkenal adalah Suliman Bashear, yang “berpendapat bahwa islam berkembang sebagai agama secara pelahan bukannya muncul sepenuhnya terbentuk dari mulut nabi.” Untuk ini murid-murid muslimnya di Universitas Nablus di Tepi Barat melempar dia dari jendela lantai dua.

Analis non muslim Barat perlu punya kesadaran penuh dan kuat akan realitas ini. Mr. HAIDON sangat benar bahwa:

Quote:

muslim yang membuat argumen tidak kompeten dan tidak lengkap bagi reformasi islam juga bisa merusak, khususnya ketika non muslim terbuai akan bayangan palsu mengenai keamanan dan harapan

Tapi keterbuaian akan bayangan palsu keamanan itu banyak sekali. Banyak sekali analis Barat, pembuat kebijakan Barat dan bahkan penegak hukum begitu ingin sekali agar ‘tidak kelihatan anti-muslim’, bahwa mereka ingin terlihat mendukung para muslim dan telah dibohongi banyak kali. Mereka harus mengingat bahwa Mr. HAIDON juga benar ketika bilang bahwa :

Quote:

Kita tidak bisa menyaring dan mencuci catatan islam, kita harus menghadapinya, khususnya elemen-elemen yang tidak menariknya.

Dan bahwa :

Quote:

Reformer sejati punya kewajiban untuk menyumbang lewat diskusi terbuka dan solusi praktis.

Tapi sejauh ini hal itu belum pernah dilakukan, meski banyak pernyataan-pernyataan yg kencang akan hal ini dari banyak penjuru dunia.

Dan sebagai sebuah contoh dari seorang muslim yang, meminjam perkataan Mr. HAIDON, ‘membuat argumen tidak kompeten dan tidak lengkap’, bersama kita disini ada Mr. YUKSEL, yang keras dan menyerang panelis simposium lain, ini mungkin menghibur, tapi hanya mengungkapkan kebangkrutan argumennya. Dia menuduh Jamie Glazov karena bersandarkan pada “kisah-kisah dongeng yang tidak bisa diandalkan” utk informasi mengenai Muhammad, tapi gagal memberitahu kita kenapa mayoritas besar muslim seluruh dunia bersandar juga pada “kisah-kisah dongeng yang tidak bisa diandalkan” yang sama, dan tidak menawarkan program apapun utk meyakinkan ratusan juta muslim “yang lemah sejarah bersandar dongeng” ini.

Penyajian Mr. YUKSEL juga mengandung ketidak akuratan yang sangat pasti tidak akan diterima oleh sebagian besar muslim dunia. Kita ambil satu saja dari banyak contoh, dia menyatakan bahwa dalam Quran “kemunculan kata YaWM (hari) tepat sebanyak 365 kali.” Tapi penulis muslim lain mencatat bahwa YUKSEL mendapat angka itu bukan karena hasil menghitung banyaknya bentuk huruf tsb, tapi juga memasukkan kata yang termasuk dalam kata “that day” bukannya “the day” atau “a day”. Ketika teman-teman muslim Mr. YUKSEL menemukan ketidak akuratan hal ini dalam presentasinya, maka pastilah mereka tidak akan menerima program reformasi yg dia sampaikan.

MASSOUD: Mr. Glazov menyatakan,

Quote:

ide Tuhan tidak setuju tindakan-tindakan demikian karena dia maha damai dan adil dan tidak mampu melakukan kontradiksi? Dg demikian nabinya tidaklah mungkin melakukan tindakan-tindakan demikian

Tidak harus begitu. Tuhan memberikan pada manusia, termasuk pada nabi Muhammad, free will (kebebasan kehendak). Saya tidak mengklaim bahwa perbuatan jahat yang dituduh dilakukan Muhammad itu palsu. Saya tidak membenarkan perkosaan dan pembunuhan seperti yang diterima dan menjadi praktek pada abad pertengahan. Yang saya coba lakukan adalah mengangkat kemungkinan bahwa catatan sejarah bisa saja salah. Kita juga perlu menganggap hal-hal seperti poligami kedalam perspektif sejarah. Ketika rasio pria/perempuan sekitar 1 banding 1, poligami adalah sebuah bentuk yg jelas dari diskriminasi gender. Tapi ketika setengah jumlah pria terbunuh dalam perang dan rasionya menjadi 2 banding 1, poligami menjadi solusi praktis. Ketika harapan panjangnya umur seseorang berkisar 75, menikahi anak remaja jelas tidak pantas, tapi bagaimana jika harapan hidup itu 20? Yang ingin saya katakan adalah bahwa nabi Muhammad jangan dilihat dalam perspektif hitam-putih. Dia bukan manusia sempurna, tapi tidak murni jahat juga.

Mr. HAIDON melihat pendekatan kami tidak jujur, menggelikan, dan kurang rasional dan tidak bermetodologi. Saya percaya bahwa Mr. HAIDON menolak untuk melihat apa yang ada dihadapannya, yakni, kontradiksi dalam Quran. Pertanyaannya adalah: Apa Mr. HAIDON percaya bahwa Quran itu berisi kontradiksi? Jika iya, rasio kita harusnya cukup jelas, jika tidak, bagaimana anda menjelaskan sesuatu pada orang yang menolak menerima kenyataan?

Mr. HAIDON mengajukan pengertian baru dari Quran. Saya lihat pendekatan itu tidak jujur dan menggelikan. Usaha-usaha untuk menafsirkan kembali ayat-ayat seperti 2.191 atau 9.5 jelas-jelas menyedihkan. Tidak lebih dari sekedar mencuci nama dari kisah-kisah pembantaian.

“Quran, dalam banyak ayat menegaskan keutamaan dan kelengkapannya (Q 6.114-116; 16.89; 39.23; dll).”

Haruskah saya ingatkan Mr. HAIDON bahwa Quran juga menegaskan supremasi islam dibanyak ayatnya? Jika dia pikir “Dan bunuhlah mereka (kafir) di mana saja kamu jumpai mereka” (2.191) artinya bukan seperti yang tersiratkan, lalu kenapa “Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al Qur’an, sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat mengubah-rubah kalimat-kalimat-Nya” (6.115) tidak bisa diartikan lain juga? Atau bagaimana jika seseorang sudah membuang ayat 6.115 dan menambahkan 2.191?

Mr. HAIDON terus mengemukakan untuk “mengerti Quran secara kontekstual, modern” Bagaimana bisa orang menafsirkan “bunuhlah orang-orang musyrikin itu di mana saja kamu jumpai mereka” (9.5) selain daripada “anda harus membunuh kafir kapanpun anda bisa?” atau apakah “pengertian Quran yang kontekstual dan modern”-nya Mr. HAIDON mengacu pada “cukup cuekkan saja ayat-ayat kejam?” Jika demikian, saya lebih percaya untuk membuang saja ayat-ayat ini daripada mencuekkannya, itu lebih praktis.

“Mr. MASSOUD jelas mengasumsikan bahwa Quran hanya mampu ditafsirkan seperti yang dilakukan para Ulama selama ini.”

Jelas. Setiap non muslim awam yang kita ajak berdiskusi tentang Quran akan menafsirkan Quran persis sama seperti para ulama itu, ini membuat kami jadi percaya bahwa masalahnya bukan pada penafsiran, tapi pada sumber yg ditafsirkannya.

Mr. HAIDON menyatakan bahwa

Quote:

Tesis Mr MASSOUD secara intelek miskin sekali dan tiada metodologi atau substansi apapun, juga tidak punya prospek untuk diterima dalam skala besar dikalangan muslim.

Tidak saya, tidak juga para muslim anggota dari Muslims Against Sharia (yg merupakan sebuah gerakan, bahkan jika Mr. HAIDON tidak menganggapnya demikian) pernah mengklaim bahwa proposal kita utk mereformasi islam ini adalah sempurna. Malah, kami percaya bahwa tidak ada solusi yang baik utk mereformasi islam; ada yang jelek dan yg parah. Kami percaya bahwa solusi kami adalah yang paling praktis, dg demikian, yg terbaik. Atau setidaknya sedikit diatas jelek, terbaik dari yg terjelek, jika kalian mau menyebutnya demikian. Ada tiga sudut pandang: Islam itu sempurna, Islam harus dimusnahkan dan islam harus direformasi. Jika anda percaya Islam harus direformasi dan bisa menawarkan solusi yang lebih efektif dari yg kami punya, kami akan dukung sepenuhnya.

Argumen Mr. WARNER didasarkan pada kepercayaannya bahwa “Quran, Sira dan Hadis… membentuk sebuah ideologi lengkap dan terpadu.” Kami percaya bahwa apapun kecuali Quran adalah murni dongeng belaka. Sebagian Hadis malah begitu busuk hingga jika ada yang mengusulkan pembakaran buku, maka buku itu menjadi buku utama bersama dengan Mein Kampf untuk dibakar. Seperti banyak orang Barat lain, Mr. WARNER gagal utk memisahkan islam yg agama dari islamisme yang ideologi politis. Mengenai konsep dualisme, berasal dari konsep supremasi islamik. Kami percaya bahwa proposal kami, betapapun menggelikan menurut Mr. HAIDON, adalah satu-satunya cara yang sekarang ada dimeja yang sepenuhnya menghilangkan doktrin supremasi islami, dan bersamaan dengan itu, konsep dualisme, konsep kafir dan konsep-konsep lain yang jadi keberatan oleh orang barat dan muslim moderat.

Mr. WARNER menyatakan, “saya mengusulkan sebuah reformasi rasional didasarkan dengan bagaimana memperlakukan orang lain – Golden Rule: Perlakukan orang lain seperti kamu ingin diperlakukan.” Ide ini secara praktis identik dengan paragraf dalam manifesto kita (http://www.reformislam.org) yang berjudul “Equality”.

Saya tidak melihat ada alasan untuk menjawab kecaman Mr. YUKSEL. Muslim mana saja yang menganggap pembebasan dari lebih 50 juta orang Afghan atau Irak sebagai “pendudukan dan penjajahan militer kejam” oleh “koalisi penghasut perang yg dipimpin oleh Penipu gaya baru” atau yg percaya bahwa nabi atau Quran itu tidak bisa dikritik, adalah orang radikal. Dan saya tidak punya kepentingan apapun, nol, utk berdebat dengan ekstremis islam. Tadinya saya ingin menanggapi kemunafikan Mr. YUKSEL yang ternyata dia juga ikut berpartisipasi dalam “forum menggelikan” ini, tapi Mr. Glazov sudah melakukannya.

Berikut. Saya akan menanggapi analisis Mr. KASEM. Dia menulis:

Quote:

“Khalim MASSOUD menulis bahwa Allah itu Maha Sempurna. Lalu dia menulis bahwa Quran berisi ayat-ayat kontradiktif. Bagaimana bisa Tuhan yang Maha sempurna mengkontradiksi dirinya sendiri?”

Itu mustahil. Itu sebabnya kami percaya bahwa bagian kontradiktif dari Quran pasti bukan datang dari Tuhan.

Quote:

Siapa bilang Allah selalu maha penyayang dan pengampun? Pastinya Dia itu tidak demikian, seperti yang telah didemonstrasikan oleh banyak ayat-ayat lain dalam Quran. Allah punya temperamen khas, ini juga mengecilkan namanya.

Lagi-lagi, kami percaya ayat-ayat yang disebutkan Mr. KASEM bukan berasal dari Allah.

Quote:

Siapa yang memasukkan ayat-ayat barbar, jahat, benci dan tidak baik itu? MASSOUD tidak mengenali/tahu siapa orang-orang yg memasukkan ayat-ayat ini, MASSOUD menyebutnya orang keji. Kenapa dia tidak tahu siapa orang-orang ini?

Siapapun yang terlibat dalam rantaian pemeliharaan Quran bisa mengubahnya. Orang yang menulis salinan baru, orang yang menjaga Quran dalam bentuk hafalan, dan mungkin sang Nabi sendiri. Saya sungguh berharap bisa memberi jawaban yang lebih spesifik, tapi saya tidak bisa.

Quote:

lalu gimana bisa Allah membiarkan ‘fitnah’ semacam itu mengotori Quran?

Orang punya kebebasan kehendak (free will).

Quote:

MASSOUD bilang:

Quote:

Jika kita mengasumsikan tuhan itu tidak sempurna, maka dia berhenti jadi Tuhan.

Saya tidak mengerti. Quran jelas-jelas bilang Allah Maha Sempurna. MASSOUD malah mengkontradiksi dirinya sendiri.

Ijinkan saya menjelaskan. Tuhan itu Sempurna. Jika tidak sempurna, bukanlah Tuhan.

Quote:

Sepertinya MASSOUD telah menerima kenyataan bahwa Quran berisi kalimat manusia belaka, seperti Muhammad, dan mungkin juga orang-orang lainnya. Ini sepenuhnya mematahkan logika MASSOUD bahwa Quran yang ‘sempurna’ itu ditulis oleh Allah.

Saya tidak pernah bilang bahwa Quran itu sempurna dan bahwa Allah adalah satu-satunya penulis Quran Modern.

Quote:

Dari sudut pandang kepraktisan, saya pikir jelas bahwa muslim tidak akan pernah menerima, dalam tingkat apapun, pembuangan sebagian dari Quran.

Hasil polling kami justru kebalikan dari itu. Hampir seperempat dari responder muslim setuju dengan rencana kami atau malah berpikir bahwa reformasi kami kurang bertindak lebih jauh.

Quote:

Hampir tidak ada debat internal atau tulisan, ceramah dll tentang apakah Quran itu lengkap atau ‘sempurna’.

Bukankah itu bisa jadi alasan untuk memulainya?

Quote:

Saya setuju bahwa mayoritas muslim menganggap Quran tidak tersisipi, kalimat Allah yang tidak berubah, valid utk sepanjang masa.

Lalu bagaimana dengan para muslim yang tidak setuju dengan pernyataan itu? Apa harus dibunuhi semua?

Quote:

Akankah MASSOUD juga mengedit sumber-sumber ini, khususnya hadis yang gila, barbar dan haus darah?

Saya sudah menjawab ini.

Quote:

Satu poin penting: jika MASSOUD setuju bahwa sebagian dari Quran itu dibuat/disisipkan oleh manusia, lalu kenapa dia tidak abaikan saja seluruh Qurannya?

Karena jika kita membuang bagian ciptaan-manusia, kita akan mengembalikan Quran pada sifat ilahinya.

“Ayat

Quote:

Ayat 10:15 lebih jelas lagi mengatakan bahwa bahkan Muhammadpun tidak bisa mengubah satu katapun dari Quran.

Kami tidak mencoba mengubah Quran, justru kami mencoba mengembalikan Quran yang sudah dirubah itu kebentuk aslinya, unchange it.

Tidak ada alasan untuk membawa-bawa iman sebagian reformer muslim. Kami cukup sadar akan bahaya yang kami akan hadapi.

Saya setuju bahwa “sejarah islam menunjukkan bahwa banyak usaha-usaha demikian dimasa lalu hanya berakhir dalam kegagalan”, tapi tidak berarti bahwa “sedikit saja prospek bahwa usaha-usaha demikian dimasa depan akan berhasil” Usaha masa lalu utk mereformasi islam dilakukan didalam dunia islam ketika para reformer kalah jumlah. Sekarang kami punya non muslim yg berpihak pada kami.

Mr. HAIDON berkata (dan Mr. SPENCER setuju) bahwa :

Quote:

“Dari sudut pandang kepraktisan, saya pikir jelas bahwa muslim tidak akan pernah menerima, dalam tingkat apapun, pembuangan sebagian dari Quran.”

Saya tidak setuju. Pengamalam kami menunjukkan bahwa muslim yang pemikirannya terbuka cenderung menerima ide bahwa Quran telah dirusak dan bahwa bagian rusak itu harus dibuang. Kami sungguh-sungguh percaya bahwa selama konsep supremasi Islamik masih diabadikan dalam Quran, islam tidak bisa direformasi. Menafsirkan ayat-ayat kejam menjadi tidak kejam sama saja dengan menyebut tindakan teroris sebagai “membela kebebasan diri” atau “Sudah Kehendak Tuhan”.

HAIDON: ada banyak pandangan berbeda muncul dalam simposium ini. Saya pikir yang kita perlukan utk mengendalikan diskusi ini dengan sedikit kenyataan. Sebagai seorang muslim dalam panel ini, kami punya kewajiban utk terbuka dan jujur tentang Quran dan solusi potensial mengatasi masalah intinya. Mr. MASSOUD telah terbuka mengenai pengenalan masalah pengertian literal dan tradisional dari Quran, tapi dia menyediakan solusi yang membingungkan dan tidak logis. Meski saya setuju dalam beberapa poin dengan Mr. YUKSEL tentang keutamaan dan tidak terusaknya Quran, serta pengenalan masalah dengan hadis-hadis tradisi muslim. Saya dengan keras tidak setuju dengan penggambarannya terhadap Mr. Glazov, Mr. SPENCER dan Mr. WARNER. Mr. Glazov, Mr. SPENCER dan Mr. WARNER hanya menyatakan posisi dari islam tradisional. Mengingat jutaan dan jutaan muslim bersandar pada hadis Muhammad dan tafsir-tafsir yang menyertainya, sudah benar para panelis menunjukkan hal tsb. Saya juga bingung tentang penggambarannya akan Amerika, yang seakan terkunci dalam peperangan melawan ekstremis islam.

Saya tetap teguh dengan kritik kuat saya pada Mr. MASSOUD dan pendekatan miskinnya utk mereformasi Islam. Mr.MASSOUD sekali lagi telah menghilangkan kesempatan emas utk menjelaskan metodologi pendekatannya yang bermaksud membuang sebagian dari Quran. Utk menjawab pertanyaan awal dari Mr. MASSOUD, saya percaya ada, secara face value, ayat-ayat kontradiktif dalam Quran. Tp saya percaya bahwa ayat-ayat tersebut bisa dimengerti dengan akal, jika dibaca secara kontekstual. Terjemahan Quran yang baru yg diterbitkan Mr. YUKSEL, Amina Wadud dan para muslim progresif menyediakan kerangka kerja pemikiran yang baru mengenai ayat-ayat ini. Pernyataan Mr. MASSOUD bahwa jika saya mengenali ada kontradiksi dalam Quran, saya harusnya secara otomatis mengikuti pendekatan cara dia, adalah kemustahilan belaka.

Mr. MASSOUD dipersilahkan untuk menganggap argumen saya bahwa Quran harus ditafsirkan-baru kembali, sebagai sesuatu yang sama-sama menggelikan dan menghibur. Cukup adil. Kenyataannya adalah, betatapun, ada literatur dan materi-materi akademis yang mendukung argumen-argumen saya. Ada literatur yang berasal dari akademisi muslim, termasuk Ahmed Subhy Mansour, Abdulahi Na’im, KASEM Ahmed, Amina Wadud dan lain-lain yang telah mencoba menantang terjemahan dan tafsir klasik dari Quran. Para akademisi ini bukan berusaha utk “mencuci bersih”, tapi untuk mengakhiri pemahaman dari Quran ‘yg memusnahkan’. Sayangnya, hal yang sama tidak bisa diterapkan bagi Mr. MASSOUD. Mr.MASSOUD telah dg jelas menolak karya dari Mahmoud Mohammed Taha, membuatnya tidak punya dukungan dari literatur atau akademisi islam. Dg kata lain, pendekatan Mr. MASSOUD tidak punya dukungan teologis manapun. Lebih jauh lagi, terlalu inklusif dan mengabaikan keseluruhan tubuh literatur Quran. Ini alasan lain kenapa saya menganggap pendekatan Mr. MASSOUD tidak ada kadar intelektualnya. Pertanyaan saya bagi Mr. MASSOUD adalah, kenapa anda mengabaikan literatur dan apa jawaban anda mengenai argumen-argumen mereka untuk menafsirkan kembali Quran secara berbeda?

Meski Mr. MASSOUD terus berkeras bahwa pendekatannya itu logis dan praktis, dia gagal menunjukkan kasus utk ini juga. Para muslim tidak mungkin menerima pendekatan yang tidak punya metodologi atau dasar teologis. Jika pendekatan ala Mahmoud Mohammed Taha saja yg begitu indah serta hermeneutical tidak diterima, saya duga pendekatan Mr. MASSOUD tidak akan mendapatkan dukungan dari muslim tradisional. Harus saya akui, saya skeptis akan klaim Mr. MASSOUD tentang banyaknya dukungan diantara muslim. Saya tidak akan menganggap ‘polling online’ yg dilakukan Mr. MASSOUD sebagai bukti dari pergeseran paradigma para muslim kearah penerimaan pandangan-pandangannya. Bagi dia jika berusaha memakai hasil polling ini utk menunjukkan maksudnya, akan menyesatkan dan berbahaya. Ini berhubungan dengan poin saya sebelumnya bahwa pseudo-reformer (reformer pura-pura/palsu) bisa berbahaya karena mereka cenderung membangun harapan palsu dan memancing non muslim kearah pengertian rasa aman yg palsu.

Saya tidak menganggap organisasi Mr. MASSOUD sebagai sebuah gerakan. Dg Mr. MASSOUD mengatakan begitu, sangatlah menggelikan. Saya akan menduka organisasi Mr. MASSOUD terdiri tidak lebih dari segelintir anggota saja sebenarnya. Tidak pantas disebut sebagai sebuah gerakan jika melihat tantangannya terhadap badan-badan islam tradisional yang begitu besar. Rangkuman, kebermusuhan saya yang kentara terhadap cara Mr. MASSOUD tidak berasal dari rasa benci saya akan niat membuang sebagian dari Quran, tapi keluar dari ketidak mampuan, kejanggalan atau kecanggungan Mr. MASSOUD untuk mengungkapkan rasionalitas yang cukup.


WARNER: terimakasih Mr. YUKSEL yg mengutip tesis saya. “Keindahan Quran ada pada mata pemiliknya”. Ada tiga macam mata yang memandang Quran – mata kafir, mata dhimmi dan mata orang percaya. Saya ulangi, semua akademisi didalam islam itu berasal dari sudut pandang kafir (kafir-sentris), dhimmi (dhimmi-sentris) atau orang percaya (muslim-sentris).

Bagi muslim, Allah itu bijak, pengampun, maha tahu dll dsb. Tapi bagi Kafir, allah itu pembenci, penyiksa, berkomplot, sadis dan musuh. ALLAH MENJADIKAN KAMI KAFIR. LALU ALLAH BERTERIAK-TERIAK PADA KAUM MUSLIM BETAPA NAJISNYA KAMI INI. Kata “Kafir” adalah kata terjelek dalam bahasa manusia. Tidak ada hal yg merendahkan yg begitu kejam, menghina, fanatik, penuh kebencian seperti kata kafir. Kenapa? Karena bukan cuma para muslim saja yang percaya ini, tapi Allah sendiri juga.

Dari sudut pandang kafir (kafir-sentris), Quran sama sekali bukan kitab suci. Bagi para akademisinya, melihat Quran semata hanya teks-teks kuno belaka. Quran adalah karya turunan/terusan atau jiplakan, dari Torah, Kristen bid’ah aliran sesat, zoroastrianisme dan agama arab asli. Satu-satunya ide baru dalam Quran hanyalah Jihad dan Muhammad ‘utusan’ Allah.

Mr. YUKSEL memanggil saya “saudara WARNER”. Tapi, menurut sekitar 14 ayat Quran, muslim bukanlah teman apalagi saudara dari seorang kafir. Maka, saya tidak mungkin jadi saudara anda. Dan karena anda setuju dengan tesis saya bahwa Islam tidak memakai Golden Rule, tapi malah memakai aturan “pembalasan” (murni submission dan dualitas), anda tidak bisa jadi teman saya juga.

Inilah bagian paling menyedihkan dari Islam. Islam menolak ikatan cinta antara manusia dan menggantinya dengan penundukan, pembalasan dan bentuk-bentuk lain dari dominasi oleh “manusia terhebat”. Quran, Sira dan Hadis bilang anda jauh lebih hebat dari saya dalam hal apapun, dan bahwa saya adalah musuh dari semua muslim. Juga dikatakan bahwa Islam harus menghancurkan peradaban saya kapan saja. Trilogi mengatakan bahwa jika anda ingin jadi saudara dan/atau teman saya maka anda sudah murtad.

Saya juga menghargai Mr. YUKSEL yang memberi kita contoh sempurna dari logika islam dengan penghinaannya. Inilah islam murni karena Quran juga berisi penuh dengan penghinaan-penghinaan. Muhammad menghina kafir juga. Tapi Mr. YUKSEL malah berani bertindak lebih jauh lagi dan memberi kita contoh dualisme. Dia bilang bahwa dia mengajar logika dan filosofi, jadi dia tahu penghinaan adalah sebuah contoh dari fallacy “ad hominem”, menyerang orangnya, bukan ide orang tsb. Mr.YUKSEL adalah pe-logika Barat yang memakai penghinaan ala islam dengan serangan ad hominemnya. Ini kontradiksi. Dia menggenggam dua “kebenaran” yg berlawanan dalam pikirannya disaat yang sama. Dia tidak melihat pembagian/penggolongan dan dualisme dalam pikirannya.

Quran yg terbagi, Quran Mekah dan Quran Medina, adalah fondasi dari dualisme. Kedua Quran itu kontradiksi, tapi islam menganggap keduanya benar. Dualisme menciptakan penghalang mental yang memisah-misahkan pikiran tsb dan membuat para muslim tidak terganggu dengan kontradiksi-kontradiksi tsb, seperti mereka yang ikutan disini.

Dualisme mempengaruhi semua muslim. Menciptakan kurangnya empati akan penderitaan kafir dan ketidak mampuan melihat bagaimana Quran terisi dengan kebencian pada kafir ini. Kafir bukan manusia dimata islam. Ini didukung dengan etika dualistis dari Islam. Didalam islam semua muslim adalah saudara, tapi kafir boleh diperlakukan baik atau dibunuh, dirampok, diperkosa… Ketika hal-hal tsb menimpa kita, kafir, Muslims tidak pernah sungguh-sungguh mengambil tanggung jawab. Yang paling dekat islam mengakui penderitaan kita adalah dengan berkata, “Well, ituuu… bukan islam sebenarnya.” Ini total tidak punya empati.

Para panelis menyinggung kontradiksi dalam Quran dan sifat-sifat dari Tuhan. Tapi mereka melewatkan hal yang kelihatan. Allah sendiri dualistis – dia mengkontradiksi dirinya sendiri, tapi dia katanya tuhan yang sempurna. Dg demikian, Quran terisi penuh dengan kontradiksi, tapi kedua hal yang bertentangan itu dianggap benar dua-duanya.

Disini kita melihat fondasi logika dualistis dari doktrin islamik. Logika kafir didasarkan pada penghilangan kontradiksi. Sebuah kontradiksi dalam sebuah argumen menunjukkan bahwa argumen tsb tidak benar. Logika islam didasarkan pada penerimaan kontradiksi sebagai sebuah kebenaran. Itulah logika dualistis.

Pintarnya islam adalah bahwa ia menetapkan sebuah moralitas dualistis dan logika dualistis yang menciptakan sebuah peradaban yang sepenuhnya berada diluar peradaban kafir. Mencoba menerapkan logika kafir utk menghapuskan kontradiksi Quran dan Muhammad sama saja dengan kehilangan seluruh maksud islam itu sendiri. Islam itu sendiri adalah kontradiksi yg melekat, itu sifatnya. Tidak ada kompromi atau resolusi diantara kedua peradaban ini. Kita hidup dalam alam yang paralel.

Mari kita telaah konsep integritas. Dalam etika kafir, integritas adalah ukuran tertinggi dari sebuah karakter. Artinya perkataan dan tindakan harus konsisten setiap saat. Integritas adalah sebuah ukuran kesatuan dan tidak berkontradiksi. Anda bisa mempercayai orang berintegritas.

Tapi, etika islam mengijinkan muslim utk membohong atau berkata sebenarnya pada kafir. [Muhammad terus menerus mengatakan pada para pejihadnya mereka boleh berbohong dan menipu kafir demi kemajuan islam]. Nilai-nilai etika islam bahkan tidak mengijinkan definisi dari integritas, karena membolehkan penipuan. Penipuan yang paling biasa dalam islam adalah hanya mengkhotbahkan Quran versi Mekah dan mengelak jika menyangkut Quran Medina. Mengatakan hanya setengah kebenaran adalah tanda tidak adanya integritas, tapi ini bukan sebuah kesalahan dalam islam. Muhammad tidak punya integritas menyangkut orang-orang kafir, hanya pada muslim dia punya integritas.

Kafir melihat sebuah kontradiksi dalam Muhammad, karena melihatnya sebagai orang yang keji tapi oleh muslim ia masih saja disebut-sebut sebagai manusia penyayang. Muslim melihat ini sebagai kemurahan berlimpah yang dikirim Allah, versi etik mereka sendiri. Mereka bisa keji dan penyayang. Muslim bisa mendapat semuanya sekaligus menikmatinya. Mereka bisa memilih damai dan perang dan keduanya sama-sama pilihan yang keramat. Islam menawarkan banyak pilihan moral dalam etika dualistisnya.

Saya merasakan ada kebutuhan dari para akademisi muslim kita untuk mencoba menciptakan integritas islam yang sejajar dan sama dengan kriteria punya kafir. Tapi tidak ada yang menjembatani antara etika kafir dan etika dualistik islamik.

Ketika Mr. KASEM bilang bahwa saya percaya Quran bisa direformasi, saya pikir saya tidak mengajukan argumen saya dengan cukup baik. Saya mengatakan jika Quran direformasi, satu-satunya reformasi yang berarti bagi kafir adalah membuang hal-hal kebencian pada kafir. Jika anda mereformasi Quran dengan cara ini, 61% isinya terbuang. Tentu saja itu menghancurkan Quran. Argumen saya adalah utk mengasumsikan bahwa itu bisa direformasi tapi jika kita lihat hasilnya, sangat absurd. Reformasi berujung pada absurditas. Mr. KASEM dan saya sepakat, Quran tidak bisa direformasi, atau jika direformasi bukan lagi menjadi Quran.

Islam adalah doktrin politik dan agama yang ada dalam tiga kitab – Quran, Sira dan Hadis. Kitab-kitab itu dianggap telah lengkap, abadi dan sempurna. Semuanya didasarkan pada prinsip submisi dan dualitas. Kitab-kitab itu membentuk kesatuan yang penuh. Utk mereformasi yg satu sama dengan mereformasi yg lain. Jadi bagaimana reformasi dalam islam bisa mungkin? Muhammad versi Medina tidak dapat dibuang. Quran Medina tidak bisa dihapus. Ayat-ayatnya tidak bisa diubah.

Dan tidak ada mekanisme utk reformasi. Hasilnya – baik, jelek atau berbeda – tidak membuat perbedaan apapun. Tidak ada kelompok atau lembaga yang bisa melakukan voting atau setuju akan perubahan apapun. Islam itu seperti ragi liar. Tidak ada cara untuk mengontrolnya. Tidak punya pusatnya.

Satu-satunya reformasi yang berarti adalah mereformasi para dhimmi menjadi kafir. Hanya menjadi kafir sajalah kami bisa bertahan. Kami adalah peradaban yang di-dhimmi-kan. Kami menolak utk mengakui adanya 270 juta umat manusia yang terbunuh dan diperbudak oleh islam selama 1400 tahun, yg dinamakan “Airmata Jihad”. Kami tidak akan mengajarkan tentang penyebaran islam yang keji yang memusnahkan peradaban kafir di Mesir, Afrika Utara, Anatolia (Turkey) Irak dan Timur Tengah. Kami tidak akan mengakui bahwa islam akan selalu memusnahkan semua peradaban kafir.

ide akan perlunya waktu utk mulai berdebat tentang reformasi islam menunjukkan bagaimana kita ini menjadi peradaban dhimmi. Peradaban Kafir akan mengajarkan doktrin dan sejarah politik islam pada kami sebagai anak-anak. Kami akan tahu dengan siapa kami berhadapan dan kenapa islam melakukan yang mereka lakukan itu. Semua pengetahuan mengenai “Airmata Jihad”, penderitaan para dhimmi dan doktrin politik islam akan datang ketika kami masih menyusu pada ibu kami.

Karena kami tidak mendapat pemikiran bijak demikian dari nenek moyang kami, maka kami harus mengajarkan diri sendiri sifat-sifat politis dari Quran, sira dan Hadis. Kami harus menghargai mereka yang meninggal dengan mempelajari kisah-kisah penderitaan mereka ditangan islam. Usaha-usaha reformasi kami harus tidak diarahkan pada para muslim. Kami harus mereformasi diri kami sendiri, berhenti menjadi dhimmi dan mulai menjadi kafir.

Alih-alih berkompromi dengan muslim, kami harus berkompromi dengan para pemimpin kami yang dhimmi, musuh-musuh terdekat kami. Kami harus secara agresif memanggil mereka dan menantang para politisi, menteri, rabbi dan media yang nunduk-nunduk pada Islam. Kami harus memakai waktu yang kami punyai dengan lebih produktif.

Untuk tujuan politik, para kafir harus menuntut bahwa sejarah para dhimmi dan “Airmata Jihad” – 270 juta orang Eropa, Afrika dan Hindu yang meninggal dan diperbudak – harus diajarkan disetiap tingkat pendidikan di sekolah-sekolah umum. Kelangsungan hidup peradaban kita tergantung pada hal itu.

YUKSEL: Saya berterimakasih pada moderator FP karena sudah mengingatkan kontradiktifnya saya ikut bergabung dalam panel yang saya tuding menganggap serius ide yang menggelikan. Saya mengakui kesalahan saya sudah menjadi kaki tangan FP dengan mendiskusikan agenda yang lucu ini. Tapi, agenda lucu bisa menjadi agenda yang serius lucunya jika menerima perhatian dari media yang juga serius, seperti Frontpage. Tanpa menghiraukan tingkat kesalahan saya akan hal ini ,saya akan membiarkan MASSOUD dengan proyeknya. Jadi saya akan fokus pada isu lain.

Argumen KASEM ada masalah. Dia tanya, “Siapa yg menyisipkan ayat-ayat barbar, tidak baik, benci dan suka perang?” Saya tantang dia utk mengutip ayat-ayat yang sesuai deskripsi tsb dari Quran Terjemahan Reformis tanpa mengeluarkan ayat-ayat tersebut dari konteksnya. Sedang utk membuang Hadis dan Sira, kami sudah punya argumen sejarah dan teologis yang kuat untuk itu. Saya undang KASEM utk membaca Manifesto dari Reformasi Islamik kami.

Undangan KASEM untuk “mereformasi islam dan membawanya kedalam kenyamanan dunia beradab masa kini,” saya harus tidak setuju. Apa yang dia maksut “dunia beradab masa kini”? Jika mengacu pada praktek-praktek adikuasa yang ikut andil besar dalam dua perang dunia dan bertanggung jawab akan banyaknya jajahan, pembantaian, pembunuhan dan kekejian yang menyebabkan kematian dan penderitaan puluhan juta orang, maka “dunia beradab” demikian tidak layak diharapkan. Tapi, jika dia mengacu pada ide-ide dan praktek-praktek demokrasi dari dunia beradab, maka ceritanya lain lagi. Pasti saya juta akan membenarkan “islam reformasi” menjadi “muslim reformasi” atau “Islamik reformasi”.

KASEM melanjutkan: “Sayangnya, YUKSEL tidak dapat menyanggah pernyataan WARNER tentang Quran memerintahkan muslim untuk membunuh kafir.” Well, simposium ini punya batasan dan saya tidak dapat menjawab dengan baik semua daftar tuduhan-tuduhan dan penyimpangan-penyimpangan kotor yg dilemparkan KASEM dan WARNER. jIka dia jujur percaya pada tuduhan WARNER, saya sarankan utk membaca terjemahan saya akan ayat-ayat tsb dan argumen saya untuk ayat-ayat tsb, khususnya catatan untuk ayat 9.29. Dia akan belajar bahwa Quran membenarkan perang terhadap agresor dan kafir yang keji, yaitu orang tak tahu diri yg gila perang bukan orang tak tahu diri yang cinta damai seperti KASEM dan WARNER.

Ijinkan saya menjawab keluhan WARNER tentang penjelasan Nerakanya yang mengerikan, yang jelas-jelas hanya sebuah metafora/kiasan. Dg sedikit melenceng dari logika, saya percaya bisa menolong WARNER dari mimpi buruknya itu. Jika Quran bukan perkataan Tuhan, maka dia ngga usah khawatir, karena semua konsekwensi itu tidak akan pernah terjadi. Tapi jika Quran itu perkataan Tuhan, maka dia harus menyimpan keluhannya utk hari kiamat nanti pada Tuhan dan minta ampun karena kesalahannya, atau dia harus menerima kebenaran dan membebaskan dirinya yg sudah menyimpan ide-ide palsu. Dg demikian, WARNER tidak punya alasan kuat utk merasa takut masuk neraka. Mungkin keluhan WARNER kurang filosofi: “Kau lihat aku layak masuk neraka dan anda secara sadis menikmatinya.” No Sir, sebaliknya. Jika begitu, saya tidak akan mengundang anda utk mempelajari Quran tanpa menyimpangkannya dengan ide-ide palsu yg dipinjam dari liturgi-liturgi Sunni yang dikarang-karang belaka.

Sedangkan kebijakan luar negeri militer Amerika dan Agressi Jew-fasis melawan palestina dianggap “topik yg tidak relevan”, no sir. Kita tidak bisa mendiskusikan reaksi pergerakan islamis saat ini dan organisasi keji serta fasis mereka tanpa mempertimbangkan penyebabnya, efeknya, ekologi dan musuh-musuh mereka.

Sangat tidak jujur dan bodoh memfokuskan pada kekejian yang dilakukan oleh para muslim tapi mengabaikan kekejian yang jauh lebih besar yang dilakukan oleh mereka yang menyebut diri mereka “Dunia beradab” yang tidak menteror tapi “mengagetkan dan mempesonakan”, tidak menyiksa tapi “water boarding” (sejenis penyiksaan dengan air yang diteteskan terus menerus), tidak membunuh rakyat sipil dan anak-anak tapi mengubah jutaan spt mereka menjadi “collateral damage,” tidak mendukung diktator, tapi mendukung pemimpin, raja, jenderal korup dan opresif.

Tidak ada pembom bunuh diri diantara para muslim sampai Intifada Kedua, yang dimulai ketika 1 tentara israel berbanding 25 orang palestina, kebanyakan remaja, terbunuh sebelum tahun 2000. Tidak ada al-Qaeda sampai Afghanistan menjadi medan perang antara “dunia beradab” ditahun 1980. Sedikit sekali prospek munculnya Islamic Republic di Iran, sampai CIA menanamkan kembali diktatornya Shah Reza Pahlavi, dengan menggulingkan perdana menteri terpilih tahun 1950. Tidak ada Hamas, sampai ketika rejim Zionis menghancurkan kota-kota Palestina, membantai mereka di tenda-tenda dan kota-kota, memperlakukan mereka seperti binatang. Ya benar, ada ajaran Sunni dan Shiah yang membenarkan kekejaman, tapi ada juga ajaran kejam yang sama (dan sejarah mereka juga mempraktekannya) di ajaran Kristen dan Yahudi. Jadi, anda tidak bisa meminta kami utk menutup mata akan super barbar dan super kejam dari “dunia beradab”, dan hanya memfokuskan perhatian kami pada barbarnya muslim saja.

No sir, hanya mereka yang menjual rasa keadilan mereka sajalah yang akan membeli standar ganda anda. Jika kita ini untuk dunia yang damai, kita harus menunjukkan kebijakan, kejujuran dan keberanian utk menolak semua pihak yang melakukan dan mendorong kekejaman dan kebiadaban. Saya belum mendengar dari anda kutukan akan kekejaman yang dilakukan pada para muslim oleh para tentara kristen dan yahudi. That is telling.

Dan KASEM berhasil menyisipkan gelar “islamis scholar” ketika menjelaskan tentang diri saya. Saya anggap itu bukan keseleo lidah; tapi ancaman yang pathetic dan diperhitungkan. Kenapa? Karena saya tidak memakai standar ganda dalam mengutuk semua jenis terorisme dan barbarisme? Karena saya berdiri utk keadilan dan kedamaian bagi semua manusia? Kata sifat Islamis dipakai oleh media bagi sebuah kelompok kekuatan reaksioner yang tidak toleran akan perbedaan, kebebasan dan hidup damai bersama. KASEM berniat membuat saya menjadi target dari “dunia beradab”nya dengan penjajahan, penghancuran, karpet bom, “teknik interogasi keji”, Gitmo, Abu Gharib, jutaan anak yatim, janda, dan orang-orang yang terpaksa pindah tahun-tahun kemarin saja.

Saya tidak percaya KASEM memakai kata sifat itu dengan tidak sengaja, karena saat ini, dia tahu bahwa saya adalah salah satu dari organisator Konferensi Perayaan Bidah, saya penulis dari Quran: Terjemahan Reformis, dan dia tahu saya berani melawan para islamis dan guru serta kolega saya menjadi korban pertama dari teroris islam di USA. Meski semua fakta-fakta ini, dia tetap menempelkan atribut itu pada saya yang harusnya ditempelkan pada musuh saya. Saya mengerti maksud dia dengan baik: “Edip, jika kau terus mengungkapkan kekejaman dan kemunafikan dari sekutu saya, maka saya akan mencapmu dengan gelar tertentu agar dunia beradabku bisa mengurusmu.” Jawaban saya satu-satunya utk KASEM adalah : Seorang monoteis adalah orang bebas dan tidak bisa ditakuti dengan ancaman eksplisit atau implisit. Kita akan bertemu dihari kiamat nanti, dimana Tuhan sajalah yang jadi hakimnya.

KASEM melanjutkan:

Quote:

“Dia menuduh Jamie Glazov karena bersandarkan pada “kisah-kisah dongeng yang tidak bisa diandalkan” utk informasi mengenai Muhammad, tapi gagal memberitahu kita kenapa mayoritas besar muslim seluruh dunia bersandar juga pada “kisah-kisah dongeng yang tidak bisa diandalkan” yang sama, dan tidak menawarkan program apapun utk meyakinkan ratusan juta muslim “yang lemah sejarah bersandar dongeng” ini”

Salah lagi. Jika saja anda membaca terjemahan reformis saya atau membaca Manifesto untuk Reformasi Islam anda akan tahu bahwa kami menawarkan sebuah argumen yang sangat kuat dan secara teologis sangat konsisten utk membuang semua ‘dongeng-dongeng’ itu. Ngga heran, dengan sedikit saja usaha, pesan-pesan kami diterima oleh banyak orang diseluruh dunia.

KASEM juga melihat struktur Matematis Quran itu menggelikan, tapi dia tidak memberi argumen kuat satupun utk itu, kecuali mengklaim bahwa ada sebagian orang yang menolaknya:

Quote:

Kita ambil satu saja dari banyak contoh, dia menyatakan bahwa dalam Quran “kemunculan kata YaWM (hari) tepat sebanyak 365 kali.” Tapi penulis muslim lain mencatat bahwa YUKSEL mendapat angka itu bukan karena hasil menghitung banyaknya bentuk huruf tsb, tapi juga memasukkan kata yang termasuk dalam kata “that day” bukannya “the day” atau “a day”. Ketika teman-teman muslim Mr. YUKSEL menemukan ketidak akuratan hal ini dalam presentasinya, maka pastilah mereka tidak akan menerima program reformasi yg dia sampaikan.

Saya senang dia mengungkapkan ini. Well, jika dia melihat argumen itu secara keseluruhan, yang dipasang di situs web saya, dia bisa belajar bahwa musuh-musuh saya akhirnya menerima kesalahan mereka. Lihat: www.YUKSEL.org

Untuk MASSOUD, saya dengan singkat akan menyebut penyimpangannya akan ayat Quran 2.191. Agar sesuai agenda dia, dia mengambil dan memotong ayat itu keluar dari konteksnya. Ini sebuah usaha primitif tapi sangat biasa terjadi yang dipakai oleh para pecinta perang yang bangkrut secara intelektual dan mendorong adanya pembantaian berikut, kali ini terhadap para mulsim. Mari kita baca ayat itu bersama dengan konteksnya dari Quran: Terjemahan Versi Reformasi punya kami:

(saya ambil terjemahan versi DEPAG untuk ayat-ayat ini, jadi mungkin tidak akan diterima oleh Edip YUKSEL, yang ngotot bahwa terjemahan versi Reformasi punya dia sajalah yang benar, penerjemah)

2:190 Fight in the cause of God against those who fight you, but do not transgress, God does not like the aggressors.*
2:191 Kill them wherever you find them, and expel them from where they expelled you, and know that persecution is worse than being killed. Do not fight them at the Restricted Temple unless they fight you in it; if they fight you then kill them. Thus is the reward of those who do not appreciate.
2:192 If they cease, then God is Forgiving, Compassionate.
2:193 Fight them so there is no more persecution, and so that the system is God‘s. If they cease, then there will be no aggression except against the wicked.*

[[2.190] Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.
[2.191] Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidilharam, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikianlah balasan bagi orang-orang kafir.
[2.192] Kemudian jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
[2.193] Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang lalim.]

Keterangan:
2.190 Perang diijinkan hanya untuk membela diri. Lihat 9.5; 5.32; 8.19; 60.7-9
2.193 sistem Tuhan didasarkan pada kebebasan beriman dan berekspresi. Sistem Tuhan merekomendasikan republik egalitarian, dan sebuah sistem sekular yang federal yang membolehkan yurisdiksi ganda untuk agama-agama yang berbeda atau kelompok-kelompok non-agama. Lihat 58.12 dan 60.8-9

Sekarang mari kita lihat kutipan MASSOUD dari ayat ini. Dia tunjukkan keberanian untuk menghapus ayat ini dimana sebenarnya dia cuma menyimpangkan dengan mencomot dan memotong-motongnya:

“Dan bunuhlah mereka (kafir) di mana saja kamu jumpai mereka

MASSOUD mengingatkan saya akan sebuah anekdot tentang “Pebisnis” kacangan yang rencana briliannya bagi sebuah perusahaan perbaikan kaca jendela adalah dengan memecahkan jendela tetangga memakai ketapel oleh anak-anak muda berandalan. Simpangkan ayat-ayat Quran lewat terjemahan ngawur, potong dan ambil keluar konteks lalu promosikan perjuanganmu untuk menyelamatkan dunia dari ayat-ayat tsb. Dan Kesuksesan ditanggung pasti ada.

MASSOUD melakukan pemotongan dan penyimpangan juga dalam simposium ini, memakai kata-kata saya lagi! Mari kita lihat bagaimana dia menyimpangkan posisi saya.

Quote:

Saya tidak melihat ada alasan untuk menjawab kecaman Mr. YUKSEL. Muslim mana saja yang menganggap pembebasan dari lebih 50 juta orang Afghan atau Irak sebagai “pendudukan dan penjajahan militer kejam” oleh “koalisi penghasut perang yg dipimpin oleh Penipu gaya baru” atau yg percaya bahwa nabi atau Quran itu tidak bisa dikritik, adalah orang radikal.

MASSOUD dengan sengaja menyimpangkan posisi saya dengan mencampurkan Afghanistan dengan Irak, jadi para pembacanya akan kaget mendengar “ucapan saya”. MASSOUD pastilah salah seorang yang goblok dan mudah ditipu yang percaya mantera “pembebasan Irak”. Itu pilihan dia, tapi dia tidak punya hak utk menyimpangkan posisi saya tentanga Afghanistan. Bill Moyer, dalam filmnya baru-baru ini mengungkapkan serangkaian kebohongan dan penipuan yang dimainkan oleh administrasi Bush utk menuntun negara pada perang yang tidak perlu. Biaya perang tidak adil ini besar sekali: 4000 orang amerika mati, puluhan ribu terluka, satu juta orang Irak mati, jutaan lain terluka.. sekitar 600 Milyar Dollar dibuang utk pemusnahan sia-sia ini.

Saya juga, sejak 1986, tidak pernah mengklaim bahwa nabi Quran tidak boleh dikritik. Sebaliknya, dalam buku-buku dan artikel-artikel saya, saya menekankan sisi manusiawinya dan kelemahannya utk melakukan kesalahan. Hanya Tuhan kebal dari salah dan dosa. Dg demikian, dalam satu kalimat, MASSOUD berhasil mengarang dan menerapkan dua gagasan palsu pada saya, tapi saya masih hidup. Jika dia hidup beberapa abad lalu, mungkin dia akan ada diantara para pengarang hadis yang mengarang ribuan hadis atas nama Nabi Muhammad. Saya akan membiarkan argumen dia yang lainnya, karena terlalu mengambil banyak tempat dan waktu utk membenarkan banyak kesalahan faktual dan logis yg dia lakukan. Menariknya, dia kok bisa-bisanya tidak menanggapi kritik-kritik saya akan proyek dia.

Sekarang ijinkan saya mengakhiri ronde ini dengan WARNER..

Quote:

Lalu Allah berteriak-teriak pada kaum muslim betapa najisnya kami ini. Kata “Kafir” adalah kata terjelek dalam bahasa manusia. Tidak ada hal yg merendahkan yg begitu kejam, menghina, fanatik, penuh kebencian seperti kata kafir. Kenapa? Karena bukan Cuma para muslim saja yang percaya ini, tapi Allah sendiri juga.


Ini kiasan untuk WARNER: seorang pejalan kaki diserang oleh selusin orang javelina dan dia mulai melempar batu pada mereka sambil memaki-maki javelina itu. Setelah para javelina kabur, dia mendengar ada pejalan kaki lain dibelakangnya yang mengeluh: “Kau goblok, penghina dan pembenci. Aku juga orang javelina dan kau sakiti juga perasaanku.” WARNER secara sukarela bangga akan gelar kafir (tak tahu terima kasih, tidak tahu diri, tukang serang) seperti yang dijelaskan dalam Quran, tapi disaat sama dia mengeluh tentang artinya! Kafir dijelaskan Quran sebagai musuh aktif dari monoteis yang tidak tahu terima kasih dan suka menyerang, benci perempuan, rasis dan munafik. Lebih jauh lagi. Ada banyak jenis kafir dan masing-masing diperlakukan sesuai tingkat permusuhan, serangan dan kejahatan mereka. Contohnya, Quran mengutuk kafir karena menyerang lelaki lemah, perempuan dan anak-anak (4.75-76) dan perasaan WARNER terluka karena kami diminta utk melawan para kafir demikian.

Ngga heran WARNER membutakan dirinya akan pesan progresif Quran dan melihatnya tidak ada yang mulia didalamnya selain sebagai “Jihad dan Muhammad.” Saya mengundang dia untuk melihat daftar ayat-ayat awal Quran terjemahan Reformis yang menjelaskan muslim, islam dan Quran, tapi dengan sikapnya dia mungkin tidak mampu menghargai kebijaksanaan dalam Quran.

Saya menyebut dia “Brother WARNER.” Quran menyebut semua umat manusia sebagai “anak Adam,” dengan kata lain saudara. “O Anak-anak Adam, masuklah dalam kedamaian bersama-sama.” Tapi, sekarang setelah tahu WARNER adalah pihak yang memusuhi, aktifis kafir terhadap pesan-pesan Quran yang menyiarkan damai, kebebasan dan keadilan, saya tidak bisa lagi menyebut dia “Saudara” dalam konteks ini. Jadi sistem dialah bukan sistem saya yang memaksa ini.

WARNER mengeluh karena saya menghina dengan serangan ad hominem. Saya biarkan para pembaca membandingkan pernyataan kritis saya akan posisi WARNER dalam definisi ad hominem. Apa yang oleh WARNER disebut sorotan, dan saya akui dia sangat jago dalam hal itu. Jika orang menghina dan menyerang sebuah karakter sejarah berdasarkan sumber-sumber “dongeng” belaka, tuduhan saya akan kontradiksi dan ketidak jujuran dalam taktik demikian tidak bisa disebut ad hominem, karena sangat relevan sekali.

WARNER menuduh Quran karena mengutuk kafir (tak tahu terima kasih, tidak tahu diri, tukang serang):

Quote:

Dualisme mempengaruhi semua muslim. Menciptakan kurangnya empati akan penderitaan kafir dan ketidak mampuan melihat bagaimana Quran terisi dengan kebencian pada kafir ini.

Well, saya undang para pembaca utk membaca semua ayat-ayat yang menjelaskan dan mendefinisikan kafir lalu tanya diri sendiri apa orang yang bertindak demikian pantas diberi empati. Menurut Quran, kafir membunuh dan mengusir orang karena kepercayaan mereka, kafir melanggar perjanjian, kafir membunuh perempuan dan anak-anak, kafir melakukan perbudakan, kafir tidak menghargai berkat Tuhan, kafir menganggap perempuan lebih rendah dari pria, kafir tidak menolong orang miskin, dll.

WARNER melanjutkan kecaman dan serangan tajamnya:

Quote:

Tapi, etika islam mengijinkan muslim utk membohong atau berkata sebenarnya pada kafir. [Muhammad terus menerus mengatakan pada para pejihadnya mereka boleh berbohong dan menipu kafir demi kemajuan islam]. Nilai-nilai etika islam bahkan tidak mengijinkan definisi dari integritas, karena membolehkan penipuan.

Penipuan sesungguhnya dilakukan oleh WARNER, karena dia tahu bahwa saya tidak percaya pada hadis-hadis, dongeng-dongeng tentang Muhammad, sebaliknya malah saya menolak itu semua. Dia secara implisit menyerang integritas saya dengan mengacu pada sumber-sumber yang ironisnya sama-sama kita tidak percaya. Saya tantang dia utk menemukan satu ayat saja dalam Quran yang membolehkan muslim utk berbohong. Quran, adalah sebuah kitab realistis dan tidak menganjurkan prinsip Kantian (Filsuf Jerman, kantianisme, pen.) yang berkategori imperatif (perintah). Contohnya, jika orang takut luka atau mati karena pendapat dan tuduhannya, orang itu mungkin memilih menyembunyikan pendapatnya utk menghindari celaka padanya. Jika WARNER ditahan oleh Taliban, mungkin dia akan bertindak demikian agar tidak celaka. WARNER berat sebelah dan bermusuhan; dia buta akan ratusan ayat yang menganjurkan orang agar jujur, bahkan ketika bertentangan dengan kepentingan mereka dan keluarganya. Lebih jauh lagi, Quran menyarankan muslim agar jangan membela sekelompok muslim yang melanggar perjanjian antara muslim dan non muslim, dg demikian menempatkan aturan hukum diatas afiliasi agama.

WARNER mungkin membela posisinya dengan menunjuk tata cara Shiah dan Sunni. Kalau begitu, dia juga harus mengumumkan bahwa kristen dan yahudi juga tidak punya integritas dan kejujura, karena bible dan talmud berisi banyak ayat yang menyarankan penipuan dan standar ganda. Jika saya tidak punya integritas dan kejujuran, seperti kata WARNER, saya akan bertindak sebagai antek kekuasaan. Tapi, orang yang kenal perjuangan saya sejak muda akan tahu bahwa serangan WARNER akan integritas dan kejujuran saya adalah sebuah kebohongan yang menyedihkan. Ironisnya, dia lah yang menyerang pribadi saya bukan posisi saya, dan dialah yang memakai kepalsuan. Dialah yang mengeluarkan tuduhan diabolik, karena tuduhannya tidak bisa dipertanggung jawabkan. Apapun yang saya lakukan, katakan, tuduhan WARNER mengenai niat saya akan tetap tidak terjawab.

WARNER benar dg mengkritik penjajahan dan penyerangan muslim dimasa lalu. Saya mengutuk semua serangan apapun agama atau suku dari biang keroknya. Dalam artikel dan buku saya, saya telah mempromosikan posisi Quran dengan jelas. Tapi, WARNER, tidak mampu menghadapi saya dan teologi reformis saya, dan bersandar pada dongeng disakunya. Well, dia tidak hanya memakainya, malah memakannya juga. Contohnya, dia menaruh perkataan berikut dimulut saya dalam nada tuduhan: “Kami tidak akan mengakui bahwa islam akan selalu memusnahkan semua peradaban kafir.” SELALU? Well, surprise: Meski saya mempertanyakan identitas kerajaan islam yang dia sebut, saya tetap menerima pernyataannya secara umum, karena sejarah bertentangan dengan apa yang ingin WARNER utk kita percayai.

Muslim telah menjajah spanyol dan memerintah disana sekitar 500 tahun. Tapi, sebagian besar, populasi Yahudi dan kristen menemukan keadilan dan damai di Spanyol islam dulu. Terlebih lagi, ketika para muslim dipaksa keluar spanyol, kita tahu apa yang mereka tinggalkan: populasi kristen, perpustakaan, universitas, peradaban, benih-benih reformasi dan renaissance di Eropa. Sama juga dengan kekaisaran Ottoman. Mereka menjajah bagian Eropa Tenggara utk waktu yang lama dan kita tahu apa yang mereka tinggalkan. Bandingkan dua kerajaan besar itu, yang keduanya juga tidak saya suka, dan tindakan jahat mereka selama 1000 tahun kerusakan dan kebiadaban dari PT. Amerika yang dituntun oleh presiden “Kristen lahir baru” dan didukung oleh para penginjil kristen di Irak saja selama 5 tahun belakangan ini. WARNER tidak pernah mengutuk kebiadaban PT. Amerika, tapi saya punya banyak kutukan dalam bentuk tulisan, kutukan kebiadaban yang dilakukan oleh raja-raja muslim, kalifah-kalifah, dan kerajaan. Sekarang siapa yang jujur dan punya integritas? Saya tidak meminta WARNER yang mana dari topinya mengeluarkan angka 270 juta kematian, karena saya tahu dia akan mendapatkan kata SELALU meski ada beberapa ratus tahun perkecualian, saya kaget, kenapa dia tidak bilang saja 27 milyar yang mati.

FP: Banyak sekali retorika disini, saya jadi bingung mau mulai dari mana. Cukup berkata bahwa ketika Amerika membebaskan Irak, Amerika membebaskan 25 juta muslim dari seorang diktator fasis. Kehancuran dan kebiadaban yang ada bukan dilakukan oleh Amerika; itu hasil dari kebiadaban para islamis dan kekejian islam sektarian. Jika para pejihad tidak pernah berperang di Irak, jika mereka tidak bermaksud mendirikan kekalifahan, jika Sunni dan Shia tidak saling bantai, TIDAK AKAN ADA KEHANCURAN DAN KEBIADABAN; akan ada pembangunan masyarakat sipil, demokratis dan modern, yang memang menjadi tujuan dari Amerika kesana.

Tidak ada pembom bunuh diri diantara muslim sampai Intifada Kedua karena orang-orang Palestina belum mencapai puncak dari program pembantaian mereka terhadap Israel. Kultus kematian belum lagi berwujud sepenuhnya sebelum itu. Dan apakah yang memicu terjadinya Intifada kedua? Perdana Mentri Israel Barak menawarkan orang Palestina utk mendirikan negara mereka sendiri dan kemungkinan damai di Camp David bulan July 2000. Itu sebuah tawaran yang sangat dermawan. Tapi karena keinginan orang Palestina utk membunuh lebih banyak orang Yahudi dibanding punya negara sendiri, mereka menghukum keras orang israel karena tawaran ini dan mulai membunuh bukan saja orang yaudi tapi juga orang-orang mereka sendiri serta anak-anak mereka sendiri – dengan memasang bom pada tubuh mereka dan mengirimnya ke restoran-restoran dan kafe-kafe orang israel.

Mr. YUKSEL, saya terkejut akan persamaan yang anda terapkan pada ajaran Islam dan Yudais dan Kristen. Pastinya anda tahu jika orang kristen bertindak agresif, tindakan mereka TIDAKLAH didasarkan pada ajaran-ajaran kristen; tindakan-tindakan mereka malah disebut TIDAK KRISTIANI. Hal yang sama tidak bisa diterapkan pada muslim ketika mereka melakukan agresi dan tidak toleransi, karena tindakan demikian adalah pemenuhan dari mandat teologis mereka. SEMUA SEKOLAH-SEKOLAH HUKUM ISLAM mengajarkan bahwa itu adalah bagian dari tanggung jawab ummat utk menaklukan dunia non-muslim lewat JIHAD. Tidak ada dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru yang mengajarkan hal demikian.

KASEM, silahkan.

KASEM: Saya berterimakasih pada Robert SPENCER yg telah menunjukkan omong kosong besar dalam argumennya Khalim MASSOUD dan yg telah memperingatkan Fallacy Red Herring-nya Mr. YUKSEL yg marah dan bernada ‘ngajak perang’. Robert SPENCER telah dengan tepat mengidentifikasi masalah sebenarnya dalam Quran. Sama seperti dia, saya setuju bahwa usaha-usaha Mr. MASSOUD ataupun Mr. YUKSEL yang berusaha mengubah Quran dengan versi penafsirannya sendiri dan/atau relevansi kontekstual versi dia yang punya kepentingan dan arti yg kecil sekali dibanding dengan versi mayoritas muslim pada umumnya.

Lagi-lagi Mr. MASSOUD menyebut tentang pernyataan kontradiktif. Sulit utk melanjutkan dialog dengan pernyataan dan argumen omong kosong demikian. Contohnya: Jika saya mengajukan pertanyaan: Bagaimana mungkin Tuhan yang Maha Sempurna berkontradiksi dengan diriNya sendiri? Jawaban Mr. MASSOUD Cuma: “Tidak mungkin. Itu sebabnya kami percaya bagian yang kontradiktif dari Quran bukan berasal dari Tuhan.”

Lalu dibagian lain Mr. MASSOUD menulis:

Quote:

Ijinkan saya menjelaskan. Tuhan itu Sempurna. Jika tidak sempurna, bukanlah Tuhan.

Quote:

Saya tidak pernah bilang bahwa Quran itu sempurna dan bahwa Allah adalah satu-satunya penulis Quran Modern.

Quote:

Hampir tidak ada debat internal atau tulisan, ceramah dll tentang apakah Quran itu lengkap atau ‘sempurna’.

Quote:

Kami tidak mencoba mengubah Quran, justru kami mencoba mengembalikan Quran yang sudah dirubah itu kebentuk aslinya, unchange it.

Quote:

Usaha masa lalu utk mereformasi islam dilakukan didalam dunia islam ketika para reformer kalah jumlah. Sekarang kami punya non muslim yg berpihak pada kami.


Sejujurnya Mr. MASSOUD, saya tidak mengerti apa sih pesan asli yang ingin anda sampaikan pada para pembaca ini. Apa anda ingin mereformasi Quran dengan pernyataan berbelit dan sulit-dimengerti itu?

Spt Mr. HAIDON, saya tidak percaya polling anda. Pertama, ukuran sample yang anda pakai terlalu kecil utk dianggap punya arti secara statistik. Kedua, jika saya tambahkan figur-figur yang anda kutip utk jawaban muslim, itu Cuma 10 persen dan bukan 25 persen seperti yang anda klaim. Betulkah penafsiran saya akan statistik anda ini?

Mr. WARNER mendapatkan inti dari Islam ketika dia menyatakan:

Quote:

Islam itu sendiri adalah kontradiksi yg melekat, itu sifatnya. Tidak ada kompromi atau resolusi diantara kedua peradaban ini. Kita hidup dalam alam yang paralel.

Benar bahwa tidak akan ada kompromi dengan islam. Dalam islam, kalau bukan tunduk maka dimusnahkan. Dg demikian, sekarang ini, kita punya dua dunia, saling berhadapan: dunia Islam dan Dunia Bukan Islam. Kondisi Konfrontasi Terus Menerus ini dinyatakan dalam beberapa ayat di Quran (seperti: 4.76; 3.175; 40.51-52; 47.7; 58.19; 58.21). Kondisi perseteruan abadi ini menghalangi reformasi versi apapun untuk Quran dan Islam.

Mr. WARNER lebih jauh menyatakan:

Quote:

Jika anda mereformasi Quran dengan cara ini, 61% isinya terbuang. Tentu saja itu menghancurkan Quran. Argumen saya adalah utk mengasumsikan bahwa itu bisa direformasi tapi jika kita lihat hasilnya, sangat absurd. Reformasi berujung pada absurditas. Mr. KASEM dan saya sepakat, Quran tidak bisa direformasi, atau jika direformasi bukan lagi menjadi Quran.

Saya berterimakasih pada Mr. WARNER karena telah menyatakan realitas tentang kesia-siaan menciptakan QURAN BARU ala Khalid MASSOUD dan ala Edip YUKSEL.

Eniwei, akan sangat menarik utk mencatat nasib dari reformis Quran yg lain dimasa kita, Rashad Khalifa.

Mr. YUKSEL sangat suka melemparkan tantangan. Dia menantang:

Quote:

Saya tantang dia utk mengutip ayat-ayat yang sesuai deskripsi tsb dari Quran Terjemahan Reformis tanpa mengeluarkan ayat-ayat tersebut dari konteksnya.

Baik sekali Mr. YUKSEL meminta saya utk memenuhi tantanganya memakai Quran versi DIA SENDIRI. Bahkan orang paling goblok sekalipun tahu akan perangkap yang anda pasang. Kenapa saya harus percaya Quran versi anda sementara para penerjemah dan penafsir Quran yang dekat dengan jaman Muhammad banyak berserakan? Mr. YUKSEL, tolong katakan kenapa saya harus percaya tafsiran Quran versi anda yang sangat anda banggakan itu dibanding dengan karya Jalalayni, Ibn Abbas, Ibn Kathir, Maududi dan lain-lain? Apa anda mengklaim anda lebih hebat dan mereka lebih bodoh dalam mengerti tentang Quran? Saya bisa dengan mudah menantang anda utk membuktikan apakah para Akademisi Quran yang saya sebutkan itu salah. Dimana salahnya. Tapi saya menahan diri utk ini, karena itu membuat saya akan dianggap sebagai orang yang pendendam.

Setelah mengatakan semua itu, ijinkan saya memberikan satu saja contoh tentang bagaimana Quran memerintahkan para Muslim untuk memerangi dan membunuh kafir.

Mr. YUKSEL, saya yakin anda pernah mendengar tentang AYAT PEDANG. Mari kita baca apa yang ditulis oleh penafsir Quran mengenai ayat ini.

Setelah empat bulan suci (Rajab, Zulqad, ZulHajj, Muharram) berlalu, bunuh (perangi dan bunuh) kafir dimanapun (artinya, dibumi secara umum – ibn Kathir) mereka ditemukan. (Jangan menunggu sampai mereka menemukanmu, cari dan kepung mereka didaerah dan benteng mereka, kumpulkan informasi intelijen tentang mereka dibanyak tempat dan paksa mereka masuk islam. Jika mereka tidak mau memeluk islam, maka bunuh mereka. Ayat ini mengijinkan muslim utk memerangi non muslim sampai mereka masuk islam. Ayat-ayat ini mengijinkan utk memerangi orang-orang kecuali dan sampai, mereka memeluk islam dan mengimplementasikan aturan serta kewajibannya. Allah menyebutkan aspek paling penting dari Islam disini, termasuk aspek yang kepentingannya lebih rendah dari itu – ibn Kathir, Jalalayni, ibn Abbas. Juga lihat 2.190; 2.194; 5.2; 8.39; 9.36); Jika mereka bertobat dan menjadi muslim maka ampuni mereka (catatan: ayat ini disebut ayat pedang. Ayat ini mengabrogasi atau menggantikan/membatalkan semua ayat-ayat pengampunan terhadap kaum kafir, yakni, ayat ini membatalkan sekitar 124 ayat-ayat yang mendukung pengampunan, toleransi dan kemurahan hati terhadap kaum kafir)…9:5.

Saya yakin Mr. YUKSEL akan menyangkal tafsir-tafsir dari ibn Abbas, Jalalayni dan Ibn Kathir. Tapi tolong katakan pada kami siapa sih yang mengerti Quran lebih baik – mereka yang dekat dengan Muhammad (seperti ibn Abbas) serta scholar yang hidup di jaman yg dekat dengan jaman Muhammad, atau scholar abad 21 seperti anda ini?

Mr. YUKSEL lalu menyarankan saya untuk membaca tafsir versi dia akan ayat 9.29. Seperti telah disebutkan sebelumnya, apa sih yang salah dari tafsir para Ulama Besar Islam diatas itu?

Mr. YUKSEL menyatakan:

Quote:

Dia akan belajar bahwa Quran membenarkan perang terhadap agresor dan kafir yang keji, yaitu orang tak tahu diri yg gila perang bukan orang tak tahu diri yang cinta damai seperti KASEM dan WARNER.

Wajar. Jika kita mengembangkan logika Quran untuk membenarkan perang dan membunuh mereka yang suka perang lalu kenapa Mr. YUKSEL menyalahkan Barat utk apa yg mereka lakukan? Mereka cuma merespon pemberontakan bersenjata dari teroris islam. Kenapa cuma islam yang punya hak khusus untuk memerangi penindasan & ketidakadilan dan bukan pihak lain juga? Pastinya, anda sekarang terjebak dalam logika anda sendiri. Apa anda tidak berpikir bahwa negara-negara seperti India, Mesir, Turki, Tunisia punya hak untuk menyerang Saudi Arabia dan membalas persis seperti apa yang dilakukan para penjajah Arab ditanah mereka itu? Apa anda tidak setuju bahwa orang Yahudi dan Kristen punya hak untuk menyerang Medina, tanah nenek moyang mereka dulu, dimana mereka telah dengan paksa diusir keluar oleh Kalifah Umar? Adil dong, dan beritahu juga tentang hal ini pada kami.

Mr. YUKSEL bahkan mengeluarkan tantangan pada Mr. WARNER.

Quote:

Saya tantang dia utk menemukan satu ayat saja dalam Quran yang membolehkan muslim utk berbohong.

Well, Mr. YUKSEL, ini beberapa ayat utk anda telaah. Tentu saja ini bukan hasil terjemahan versi anda. Jika anda tidak percaya pada ulama penerjemah terkenal, kenapa kami harus percaya terjemahan karya anda?

Allah menilaimu dari niatmu yang paling dalam bukan dengan Sumpah Demi Allah. (Dasar dari taqiya ilsam dan alat utk berkata bohong dan melakukan penipuan demi Islam, semuanya dibolehkan dan diijinkan.

[3.28] Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa) Nya. Dan hanya kepada Allah kembali (mu).

Tafsir :Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi teman; waspada perlu utk berteman dengan mereka (dasar takiya islami). (jangan berteman dengan kafir, bahkan jika mereka itu adalah kerabat terdekat sekalipun. Dalam bahaya, Allah mengijinkan muslim utk memperlihatkan SEAKAN mereka berteman dengan mereka tapi didalam hati SEBENARNYA TIDAK sama sekali. Taqiya (berbohong) diperbolehkan sampai hari Kiamat tiba. Allah telah menyediakan siksaan bagi mereka yang memberi dukungan pada musuh, dan mereka yang memusuhi teman Allah – Ibn Kathir; boleh-boleh saja berbohong atau menipu demi islam. Maududi 3/25: Ini artinya bahwa diijinkan bagi muslim, dalam kondisi tak berdaya ditangan musuh islam dan dalam bahaya utk menciptakan kesan seakan dia berpihak pada musuh islam. Orang yang kemuslimannya diketahui diijinkan utk mengadopsi sikap pertemanan pada kafir demi menyelamatkan nyawanya. Jika dia menganggap dirinya tidak mampu melawan dia bahkan boleh menyatakan bahwa dia bukan muslim)…3.28

[40.28] Dan seorang laki-laki yang beriman di antara pengikut-pengikut Firaun yang menyembunyikan imannya berkata: “Apakah kamu akan membunuh seorang laki-laki karena dia menyatakan: “Tuhanku ialah Allah, padahal dia telah datang kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan dari Tuhanmu. Dan jika ia seorang pendusta maka dialah yang menanggung (dosa) dustanya itu; dan jika ia seorang yang benar niscaya sebagian (bencana) yang diancamkannya kepadamu akan menimpamu”. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang melampaui batas lagi pendusta.
[40.29] (Musa berkata): “Hai kaumku, untukmulah kerajaan pada hari ini dengan berkuasa di muka bumi. Siapakah yang akan menolong kita dari azab Allah jika azab itu menimpa kita!” Firaun berkata: “Aku tidak mengemukakan kepadamu, melainkan apa yang aku pandang baik; dan aku tiada menunjukkan kepadamu selain jalan yang benar”.

Tafsir: mukmin diantara Firaun, yang menyembunyikan imannya (Dia adalah sepupu dari Firaun – Jalalayni), membela Musa, tapi Firaun bilang dia (Firaun sendiri) memegang kuasa penuh. (Orang mukmin ini adalah Mesir Koptik, sepupu dari paman Firaun; hanya istri Firaun dan orang ini yang menjadi orang percaya atau mukmin/muslim. Mereka menyembunyikan iman mereka dari orang-orang Mesir – Ibn Kathir; dasar dari takiya islam; berbohong dan menipu demi islam itu diijinkan)..40.28-29

[16.106] Barang siapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar.
[16.107] Yang demikian itu disebabkan karena sesungguhnya mereka mencintai kehidupan di dunia lebih dari akhirat, dan bahwasanya Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang kafir.

Tafsir: Kemurkaan Allah utk orang murtad; murtad dibawah penindasan dibolehkan (dasar dari takiya islami; berbohong dan menipu demi islam dibolehkan; jika tidak, akan ada hukuman mengerikan bagi orang murtad)..16.106-107

[66.2] Sesungguhnya Allah telah mewajibkan kepada kamu sekalian membebaskan diri dari sumpahmu; dan Allah adalah Pelindungmu dan Dia Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Tafsir: Muhammad (berarti juga muslim) diijinkan utk melanggar sumpah dalam kasus-kasus tertentu (tidak disebutkan); Allah adalah pelindung dari Muhammad (artinya Muhammad diijinkan melanggar sumpah pada istrinya atau orang-orang lain; dasar dari takiya islam; berbohong dan menipu demi islam itu dibolehkan)…66.2

Untuk menghindar dari isu utama, Mr. YUKSEL berpaling pada Amerika, Palestina, Afghanistan dan seterusnya dan seterusnya. Taktik ini bukan taktik baru, dimanapun islam didesak, para islamis sering melakukan red herring (pengalih perhatian) utk mengalihkan perhatian dari topik utama. Meski demikian, tetap saja kami bisa menyanggah pengalih perhatian Mr. YUKSEL dengan cuma berkata bahwa apapun yang Amerika dan dunia non muslim lakukan itu adalah utk melindungi kepentingannya. Kenapa dunia harus lebih murah hati pada islam? Kenapa dunia islam pikir bahwa dunia itu harus bermurah hati pada mereka, bahwa mereka lebih punya hak untuk memerangi ‘ketidakadilan’ dan ‘penindasan’? Ketika Amerika tidak bertindak utk menyingkirkan diktator islam, Amerika dituduh mendukung tirani. Tapi ketika Amerika menggulingkan diktator tsb, seperti Saddam, Amerika dituduh menyerang Irak dan membunuhi orang tak bersalah.

Sekarang ini di Irak, peperangan utama adalah antara banyak faksi-faksi Islam. Di Pakistan, Mesir, Thailand, Bangladesh, Indonesia, tidak ada tentara Amerika, tapi apa yang kita baca dikoran? Menakjubkan, Mr. YUKSEL sepenuhnya pura-pura tidak tahu akan hal ini.

Mr. YUKSEL mencela saya karena menyebut dia seorang Islamis Scholar. Saya tidak berniat menyakiti perasaan anda, tidak juga saya bermaksud menyerang pribadi anda. Karena anda punya latar belakang yang impresif sajalah dalam pengetahuan tentang Quran dan Islam maka saya menyebut demikian. Apakah tidak adil utk menyebut anda Scholar of Islam? Anda bahkan telah menterjemahkan Quran (dengan cara dan versi anda sendiri). Hanya orang berpengetahuan tak ada bandingan dalam hal Quran dan Islam sajalah yang bisa melakukan hal itu. Jadi, salahkah menyebut anda Islamist Scholar? Jika anda terganggu dengan kata “Islamist” maka beritahu kami apa yang terbaik yg seharusnya dalam menjelaskan tentang anda.

Mr. YUKSEL menyatakan:

Quote:

KASEM berniat membuat saya menjadi target dari “dunia beradab”nya dengan penjajahan, penghancuran, karpet bom, “teknik interogasi keji”, Gitmo, Abu Gharib, jutaan anak yatim, janda, dan orang-orang yang terpaksa pindah tahun-tahun kemarin saja.

Itu dusta. Saya tidak pernah mengeluarkan ancaman pada Mr. YUKSEL. Tolong tunjukkan satu saja kalimat saya melakukan ancaman pada anda.

Mr. YUKSEL menyatakan:

Quote:

Saya tidak percaya KASEM memakai kata sifat itu dengan tidak sengaja, karena saat ini, dia tahu bahwa saya adalah salah satu dari organisator Konferensi Perayaan Bidah, saya penulis dari Quran: Terjemahan Reformis, dan dia tahu saya berani melawan para islamis dan guru serta kolega saya menjadi korban pertama dari teroris islam di USA. Meski semua fakta-fakta ini, dia tetap menempelkan atribut itu pada saya yang harusnya ditempelkan pada musuh saya. Saya mengerti maksud dia dengan baik: “Edip, jika kau terus mengungkapkan kekejaman dan kemunafikan dari sekutu saya, maka saya akan mencapmu dengan gelar tertentu agar dunia beradabku bisa mengurusmu.” Jawaban saya satu-satunya utk KASEM adalah : Seorang monoteis adalah orang bebas dan tidak bisa ditakuti dengan ancaman eksplisit atau implisit. Kita akan bertemu dihari kiamat nanti, dimana Tuhan sajalah yang jadi hakimnya.

Lagi-lagi ini sebuah permainan kuno utk pura-pura jadi korban. Mr. YUKSEL, I wish you all the best. Meski kita punya perbedaan pendapat, saya sangat hormat pada pengetahuan anda dan keberanian anda utk mereformasi islam lebih lanjut. Saya tidak punya kebencian pribadi pada anda, yakinlah.

FP: Mr. KASEM, kenapa anda menyebut Mr. YUKSEL seorang “Islamist Scholar”? Pastinya anda melihat kenapa dia tersinggung karena ini. Dia bilang dia bukan seorang Islamist dan dia sepertinya menentang islamisme dan ini sebabnya dia diancam oleh para islamis. Kenapa anda tidak menyebut dia “Islamic Scholar” saja? Pastinya anda tahu perbedaan kedua kata itu?

KASEM: All right, jika Mr. YUKSEL tersinggung oleh istilah “Islamist” maka saya minta maaf. Ya, saya tidak keberatan menyebut dia Islamic Scholar.

Sebabnya saya pikir dia mungkin seorang Islamist Scholar adalah sikapnya, dimana dia menyerang Amerika dan dunia non islam, menganggap mereka bertanggung jawab akan semua kesengsaraan dunia islam. Ini sikap yg persis sama dengan yang para islamist sering lemparkan kedunia non islam, utk membenarkan terorisme dan jihad mereka.

Sekarang, Mr. YUKSEL telah menjelaskan dirinya, saya akan menganggap dia seorang Scholar of Islam bukanhya Islamist Scholar. Saya harap ini sudah cukup.

FP: Thank you Mr. KASEM.

MR. YUKSEL, Mr. KASEM maksudnya benar, bukan? Jika anda sungguh-sungguh menjadi bagian dari agenda Anti Islamist dan ada dipihak Barat, kenapa anda menghabiskan banyak waktu dan energi anda disimposium ini untuk menyerang Amerika dan dunia non-islam, menyalahkan mereka akan tirani dan kegagalan islam? Kenapa anda terapkan moral ekuivalen dalam perang teror? Kenapa anda menyerang anggota terhormat dari panel ini yang telah berani menunjuk unsur-unsur islam yang menjadi pupuk dari teror islamik? Mereka mempertaruhkan nyawa utk mengatakan kebenaran. Pastinya anda sadar bahwa perkataan dan sikap anda dalam banyak bidang malah berpihak pada agenda kaum islamist, No?

Dan Mr. KASEM telah minta maaf akan label “Islamist” yang dia pakaikan pada anda, meski banyak keraguan dibenak orang-orang ini akan posisi dan serangan-serangan anda. Anda malah telah menyerang simposium ini juga. apakah Anda pikir anda tidak perlu minta maaf, atau semacamnya?

Karena simposium ini telah terlalu panjang dan anda malah mendapatkan giliran ekstra, tolong singkat sajalah.

YUKSEL: Karena saya diminta oleh moderator FP utk singkat, saya tidak akan bisa menjawab semua pelintiran dan penyiimpangan. Saya hanya akan menanggapi singkat beberapa poin dan belakangan akan memasang jawabannya secara mendetail di 19.org.

Mr. Glazov menyatakan,

Quote:

SEMUA SEKOLAH-SEKOLAH HUKUM ISLAM mengajarkan bahwa itu adalah bagian dari tanggung jawab ummat utk menaklukan dunia non-muslim lewat JIHAD. Tidak ada dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru yang mengajarkan hal demikian.

Sekolah kami tidak mengajarkan demikian. Sebaliknya, kami anggap kepercayaan dan praktek-praktek demikian sebagai anti-Quran dan Satanic. (Saya mengerti, lembaga inkuisisi modern akan terus menuduh saya dan Quran yang sebaliknya).

Sedangkan utk pernyataan moderator FP: Perjanjian lama berisi banyak instruksi-instruksi kekejian dan teror yang tidak bisa mungkin berasal dari Tuhan yang adil dan bajik. Semuanya tercampur dan dikenalkan bersama dengan instruksi-instruksi yang indah dan konstruktif.

“Lalu bersoraklah bangsa itu, sedang sangkakala ditiup; segera sesudah bangsa itu mendengar bunyi sangkakala, bersoraklah mereka dengan sorak yang nyaring. Maka runtuhlah tembok itu, lalu mereka memanjat masuk ke dalam kota, masing-masing langsung ke depan, dan merebut kota itu.
Mereka menumpas dengan mata pedang segala sesuatu yang di dalam kota itu, baik laki-laki maupun perempuan, baik tua maupun muda, sampai kepada lembu, domba dan keledai.” (Yosua 6:20.21)

“Jadi pergilah sekarang, kalahkanlah orang Amalek, tumpaslah segala yang ada padanya, dan janganlah ada belas kasihan kepadanya. Bunuhlah semuanya, laki-laki maupun perempuan, kanak-kanak maupun anak-anak yang menyusu, lembu maupun domba, unta maupun keledai.” 1 Samuel 15:3

“Aku akan membalaskan cemburuan-Ku kepadamu, sehingga mereka memperlakukan engkau dengan kemurkaan, hidung dan telingamu akan dikerat dan sisamu akan mati rebah oleh pedang. Mereka akan menangkap anak-anakmu lelaki dan perempuan dan sisamu akan dimakan api.” Yehezkiel 23:25

Dalam “Manifesto for Islamic Reform” (Manifesto untuk reformasi Islamik) saya menuliskan lusinan ayat-ayat bible yang menyatakan ajaran kekejaman, kekejian, rasis dan misogynis di Perjanjian Lama, yang cukup ‘ringan’ dibanding dengan Thalmud.

Perjanjian Baru, tapinya, berisi ajaran yang berbeda. Meski demikian, karena Perjanjian Baru bergantung pada banyak ayat di Perjanjian Lama dan ada kemenduaan mengenai tingkat validitas utk orang-orang kristen, orang-orang kristen membenarkan banyak tindakan barbar, kekejaman dan siksaan memakai ayat-ayat kejam baik di Perjanjian Lama maupun Baru. Contohnya, lihat saja:

– Matius 5:17-19, 29:30
– Matius 10:34
– Matius 19:12
– Matius 21:19
– Yohanes 15:6 (disiksa oleh gereja dan juga dipakai bersama-sama dengan Keluaran 22:18 utk membakar dukun sihir)
– 1 Petrus 2:13-14 (mengikuti instruksi disini, banyak kekejaman dan perang dilakukan oleh orang kristen).

Utk pertanyaan KASEM:

Quote:

Mr. YUKSEL, tolong katakan kenapa saya harus percaya tafsiran Quran versi anda yang sangat anda banggakan itu dibanding dengan karya Jalalayni, Ibn Abbas, Ibn Kathir, Maududi dan lain-lain? Apa anda mengklaim anda lebih hebat dan mereka lebih bodoh dalam mengerti tentang Quran?

Ini pertanyaan yang wajar, tapi juga memberitahu saya bahwa KASEM sama sekali tidak tahu tentang terjemahan dan argumen kami. Dia senang mengklasifikasikan saya dengan stererotype nya dan mengkritik saya dengan tanpa pengetahuan sama sekali. Karena saya harus singkat, saya undang para pembaca utk memeriksa terjemahan saya dan menemukan jawaban dari pertanyaan ini, yang akan terdengar masuk akal.

Saya akan mengakhiri ini dengan ayat-ayat berikut:

2:109 Many of the people of the book have wished that they could return you to being unappreciative after your acknowledgment, out of envy from themselves after the truth was made clear to them. You shall forgive them and overlook it until God brings His will. God is capable of all things
2:110 Observe the Contact prayer, and contribute towards betterment, and what you bring forth of good for yourselves, you will find it with God. God sees what you do.

[2.109] Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka maafkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
[2.110] Dan dirikanlah salat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahalanya pada sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan.

Keselamatan Abadi tidak khusus utk sebuah bangsa atau sekte saja.

2:111 They said, “None shall enter paradise except those who are Jewish or Nazarenes;” this is what they wish! say, “Bring forth your proof if you are truthful.”
2:112 No, whosoever peacefully surrenders himself to God, while being a good-doer; he will have his reward with his Lord. There will be no fear over them, nor will they grieve.

[2.111] Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata: “Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang (yang beragama) Yahudi atau Nasrani”. Demikian itu (hanya) angan-angan mereka yang kosong belaka. Katakanlah: “Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar”.
[2.112] (Tidak demikian) bahkan barang siapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

3:84 Say, “We acknowledge God and what was sent down to us and what was sent down to Abraham, Ishmael, Isaac, Jacob, the Patriarchs, and what was given to Moses, Jesus and the prophets from their Lord. We do not discriminate between them, and to Him we peacefully surrender.”

[3.84] Katakanlah: “Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, `Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka dan hanya kepada-Nya-lah kami menyerahkan diri.”

FP: Well, Mr. YUKSEL, anda bilang, “Sekolah kami tidak mengajarkan demikian.” Saya agak bingung. Apa sih nama dari Madhhab anda (Sekolah hukum-hukum islam)? Saya tidak pernah mendengarnya. Siapa yang mendirikan dan kapan didirikan? Berapa banyak muridnya? Bagaimana usul yg anda kemukakan untuk meyakinkan para muslim agar mengabaikan pandangan-pandangan tradisional dan mengikuti pandangan-pandangan anda?

Lagipula, orang bisa saja menemukan kutipan tentang kekejaman di Perjanjian Lama, tapi perbedaan kuncinya adalah bahwa tidak ada ajaran yang sama untuk menundukkan dan memaksakan kehendak pada dunia orang-orang yang tidak percaya islam.

Quran jelas-jelas mengajarkan bahwa muslim adalah “Umat Terbaik” (3.110) sementara orang-orang lainnya (kafir) adalah “seburuk-buruk makhluk” (98.6). Dan Makhluk terburuk ini harus masuk islam, dibunuh atau ditundukkan.

Tidak ada ajaran demikian di Kristen atau Yudaisme dengan terminologi tema yang sama. Dan itu sebabnya tidak ada kelompok-kelompok bersenjata berbendera Kristen atau Yahudi dimanapun didunia yang melakukan tindakan kekerasan dan membenarkan tindakan-tindakan itu DENGAN MENGACU PADA AYAT-AYAT KITAB SUCI MEREKA.

Dan sepanjang sejarah, ayat-ayat yang Mr. YUKSEL tunjukkan tsb, belum pernah dianggap sebagai PERINTAH ILLAHI yang harus atau bisa dipraktekkan oleh orang yang percaya. Dan inilah kuncinya: semua ayat-ayat (Alkitab) itu adalah DESKRIPTIF bukannya PRESKRIPTIF (bersifat sbg ketentuan; utk diterapkan). Kebalikannya dr sifat deskriptif ayat-ayat Alkitab tsb, ayat-ayat bengis, kejam & biadab dlm quran & hadis jelas-jelas merupakan sebuah ketentuan/perintah utk dilakukan (PRESKRIPTIF).

Tak satupun dari ayat-ayat Alkitab yg disebutkan Yuksel itu punya kapasitas utk menggerakkan massa orang yang percaya padanya. Didalam ayat-ayat itupun tidak ada perintah pada orang percaya untuk meniru atau mengikuti kelakuan kejam yang diterangkan didalamnya, atau untuk percaya dalam kondisi apapun bahwa Tuhan menginginkan pengikutnya utk bertindak sebagai kepanjangan tangan hukumNya dalam setiap situasi setiap waktu.

Dan ini sebabnya orang Yahudi dan kristen tidak membentuk kelompok-kelompok teror atas nama agama mereka dimanapun didunia ini dan mengiutip ayat-ayatnya untuk membenarkan pembunuhan rakyat/orang sipil tak bersenjata. Dan ini sebabnya Jihad kekerasan menjadi SEJARAH KONSTAN islam – dan kenapa peperangan dalam nama kristen tidak menjadi sejarah kristen yang konstan. Tidak pernah ada sebuah konsensus diantara orang Yahudi atau kristen bahwa ayat-ayat religius mereka membenarkan kekerasan dan tak ada satupun sekte penting/besar dari mereka yang mengajarkan demikian.

Anyway, telah dicatat bahwa Mr. KASEM menemukan alasan untuk minta maaf, tapi Mr. YUKSEL ternyata tidak melakukan hal yang sama.

Robert SPENCER, giliran anda.

SPENCER: Tak ada satupun dalam pertukaran pendapat ini yang menuntun saya utk mengubah pandangan saya bahwa, seperti kata Mr. HAIDON, “muslim tidak akan pernah menerima, dalam tingkat apapun, pembuangan sebagian dari Quran” Bukan cuma sebagian besar muslim tidak akan menerima Quran yang diedit secara drastis, tapi mereka juga tidak akan pernah berduyun-duyun mengikuti re-evaluasi keseluruhan dari teologi islam yang berisi pengabaian Hadis dan Sira dengan menganggap sebagai “dongeng belaka”.

Mr. WARNER benar: “Dan tidak ada mekanisme utk reformasi. Hasilnya – baik, jelek atau berbeda – tidak membuat perbedaan apapun. Tidak ada kelompok atau lembaga yang bisa melakukan voting atau setuju akan perubahan apapun.” Banyak hal aneh terjadi dalam sejarah dan saya tidak akan pernah berkata bahwa Reformasi Islam mutlak mustahil, tapi orang-orang barat sangat sangatlah bodoh ketika mereka berharap bahwa hal itu akan bisa terjadi dalam skala besar. Alih-alih kita perlu mengfokuskan usaha-usaha kita untuk membela diri kita sendiri, baik secara militer maupun secara budaya dari tantangan para pejihad ini, dan utk terus menerus menanggapi gertakan dari para reformer palsu yang pada akhirnya cuma berniat utk menipu orang-orang barat non muslim – banyak diantaranya yang malahan sangat semangat kepingin ditipu.

Karena sifat berurat akar dari ortodoksi islam, dan kesudiannya untuk melakukan kekerasan utk memaksakan keseragaman ala mereka, saya skeptis akan klaim-klaim yang diajukan baik oleh Mr. MASSOUD maupun Mr. YUKSEL akan berefek hingga para muslim akan berduyun-duyun mengikuti usaha-usaha mereka.

Pandangan Mr. WARNER sangat hebat – bahwa “semua akademisi didalam islam itu berasal dari sudut pandang kafir (kafir-sentris), dhimmi (dhimmi-sentris) atau orang percaya (muslim-sentris).” Didalam sebuah dunia dimana penelitian/pelajaran yang bersifat dhimmi-sentris dan muslim-sentris yang mendominasi universitas dan perlakuan media akan isu-isu islam, Mr. WARNER dan yang lainnya telah melangkah masuk dan mulai menyediakan analisa kafir-sentris untuk menolong para non muslim agar mengerti secara tepat berurusan dengan apa kita ini. Saya sendiri telah mencoba mengisi kekosongan dalam akademis kafir-sentris mengenai Muhammad dalam buku saya “The Truth About Muhammad”, dan mengenai Quran dalam Blogging saya tentang Quran di hotair.com. Pada titik ini, dengan kabut kebodohan yang pekat dan propaganda yang menutupi kita dan merintangi pengertian kita akan ancaman jihad, diberikan informasi yang tepat adalah langkah pertama yang sangat penting.

Dan Mr. WARNER lagi-lagi benar, bahwa “Bagi muslim, Allah itu bijak, pengampun, maha tahu dll dsb. Tapi bagi Kafir, allah itu pembenci, penyiksa, berkomplot, sadis dan musuh. Allah menjadikan kami kafir. Lalu Allah berteriak-teriak pada kaum muslim betapa najisnya kami ini.” Dualisme ini berakar dalam-dalam pada Quran, yang menyatakan agar murah hati terhadap sesama muslim tapi keras atau kejam pada kafir (48:29), dan bilang bahwa mereka adalah “makhluk terbaik” (3.110) sementara kafir adalah “Makhluk terburuk” (98:6). Lebih jelek lagi, kafir tidak punya kuasa akan nasib mereka – sementara dalam banyak ayat Quran yang menyatakan bahwa manusia punya free will, dalam sejarah islam awal, pendukung ide free will ini, Qadariyya, dikalahkan dan free will manusia diumumkan sebagai kemurtadan dari kedaulatan mutlak Allah.

Prinsip yang membimbing issu ini dalam teologi islam adalah Quran 10.99-100:

[10.99] Dan jika Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya?
[10.100] Dan tidak ada seorang pun akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya.

Allah bahkan membual bahwa dia bisa saja membuat semua orang beriman islam, tapi alih-alih malah lebih kepingin mengisi neraka dengan manusia:

[11.118] Jika Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat.
[11.119] Kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat Tuhanmu (keputusan-Nya) telah ditetapkan: sesungguhnya Aku akan memenuhi Neraka Jahanam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya.

Ini menempatkan kafir pada posisi korban dari keputusan (takdir) Allah yang tidak menjadikan dia sebagai orang beriman – sebuah keputusan (takdir ilahi) dimana kafir tidak punya kuasa, tapi akan mereka derita. Ini hanya memaksakan kehendak bahwa kafir – yg dibenci Allah, yang lebih buruk dari makhluk lain, tidak sesuai untuk dihargai sejajar dengan manusia lain. Adanya materi demikian dalam Quran pertama-tama mendemonstrasikan, bersamaan dengan supremasi islam dan materi kekerasan yang juga ada dalam Quran, bahwa Islam yang Percaya Quran Saja bukanlah otomatis seorang Islam yang dihargai oleh para muslim lain dan hidup damai dengan sesama mereka dengan sejajar.

Ketika, Mr. WARNER membuat penelaahannya yang luar biasa mengenai posisi bagaimana islam menempatkan kafir, Mr. YUKSEL yang tiada banding menjawab dengan menggaruk kepala heran, kenapa orang akan memasukkannya kedalam golongan kafir. “Ada banyak macam kafir,” kata dia memberitahu kita, “dan masing-masing diperlakukan sesuai tingkat permusuhan, serangan dan kejahatan mereka. Contohnya, Quran mengutuk kafir karena menyerang lelaki lemah, perempuan dan anak-anak (4.75-76) dan perasaan WARNER terluka karena kami diminta utk melawan para kafir demikian.” Tapi kecuali Mr. YUKSEL menjelaskan bahwa siapapun yang tidak percaya islam akan otomatis menyerang pria, perempuan dan anak-anak, maka dia telah menempatkan kereta didepan sang kuda itu sendiri.

Alasan fundamental kenapa Quran menajiskan kafir adalah karena mereka itu kafir, dan mereka percaya bahwa kejahatan apapun yang mereka lakukan, selain dari ketidak percayaan pada Allah, berasal dari ketidak percayaan itu sendiri. Ini menjadi semacam sikap, seperti banyak tindakan Mr. YUKSEL tunjukan disini, yang melawan pendirian akan penghargaan mendasar yang membutuhkan orang-orang yg berbeda pandangan hidup bersama dengan damai. Bagi muslims ortodoks, bahkan juga yang bukan ortodoks seperti Mr. YUKSEL, mampu punya penghargaan demikian membutuhkan mereka utk pertama-tama menolak semua ‘penjahatan kafir’ ini. Tapi ini semua sudah berurat akar secara mendalam di Quran.

Mr. YUKSEL salah ketika dia bilang Abul KASEM mengatakan sbb:

Quote:

Dia menuduh Jamie Glazov karena bersandarkan pada “kisah-kisah dongeng yang tidak bisa diandalkan” utk informasi mengenai Muhammad, tapi gagal memberitahu kita kenapa mayoritas besar muslim seluruh dunia bersandar juga pada “kisah-kisah dongeng yang tidak bisa diandalkan” yang sama, dan tidak menawarkan program apapun utk meyakinkan ratusan juta muslim “yang lemah sejarah bersandar dongeng” ini”

Sebenarnya saya yang mengatakan demikian, dan saya tetap berpendapat demikian. Mr. YUKSEL menjawabnya dengan berkata, “

Quote:

Jika saja anda membaca terjemahan reformis saya atau membaca Manifesto untuk Reformasi Islam anda akan tahu bahwa kami menawarkan sebuah argumen yang sangat kuat dan secara teologis sangat konsisten utk membuang semua ‘dongeng-dongeng’ itu.

Hebat, jika benar, tapi itu Cuma sebagian saja dari apa yang saya katakan. Karena Mr. YUKSEL tidak berkenan utk membagi “argumen yang sangat kuat dan secara teologis sangat konsisten” versi dia pada kita, tapi Cuma mengaku bahwa itu ada, saya tidak bisa mengevaluasi apakah hal itu punya kesempatan utk diterima secara besar-besaran di muslims dunia, itu tetap menjadi pertanyaan kunci. Saya belum pernah mendengar sekte islam atau sekolah hukum islam atau ulama dari negara muslim manapun yang memakai Terjemahan Reformis versi Mr. YUKSEL. Mungkin Mr. YUKSEL mau berbaik hati memberi kita daftar sekolahnya?

Mr. YUKSEL salah lagi ketika menuduh Abul KASEM dengan keberatan saya akan angka-angka ajaib Qurannya. Saya tunjukkan bahwa penulis muslim lain telah mencatat pemaksaan karakter buatan dari Quran versi Mr. YUKSEL, dan menyimpulkan bahwa “kalau saja teman-teman muslim Mr. YUKSEL tahu ketidak akurasian presentasi dia, sangat tidak mungkin akan banyak yang mau menerima program reformasi versi dia.” Tapi Mr. YUKSEL sekarang bilang bahwa “musuh-musuhnya pada akhirnya menerima kesalahan mereka.” Dalam hal ini dia tidak Cuma bilang saja, tapi memberi kita link ke situs nya – dan saya lihat ke situs itu Cuma mendapatkan sumber-sumber muslim yang saya sebutkan tadi itu berkata begini tentang Mr. YUKSEL:

“Dia orang yang mempublikasikan sebuah daftar, katanya kemunculan dari kata ‘day’ dalam Quran, dan daftar ini ternyata palsu dan bahkan lebih palsu lagi ketika kami menelaah secara detil. Jika saya salah dalam publikasi saya, saya minta dikoreksi, ini sesuatu hal yang tidak dilakukan oleh Mr. YUKSEL; malah dia benci hal itu.”

Inikah yang dikatakan Mr. YUKSEL sebagai musuh yang mengakui salah? Ini malahan sebuah gambaran akan kekalahan dari Mr. YUKSEL terhadap para islamist yang dia benci; ketidak mampuan utk menyanggah dalam hal kritik-diri, dan mengelakkan kesalahan seseorang ke orang lain, seperti yang dia lakukan dalam keluhannya pada Mr. WARNER yang dia sebut “serangan dan kecaman tajam,” ketika dia sendiri yang sebenarnya melakukan hal itu. Saya tidak bilang, setelah semua cekcok diatas, bahwa Mr. YUKSEL itu seorang islamist; tapi, sikap dia tetap berbau supremasis dan kebencian yang menjadi ciri seorang islamist. Saya dengan hormat menyarankan bahwa usaha-usaha reformasinya akan diterima dengan baik jika dia menghilangkan sikap-sikap demikian.

Terakhir, dia bilang bahwa dalam Quran Terjemahan Versi Reformis punya dia, kita…

Quote:

…akan belajar bahwa Quran membenarkan perang terhadap agresor dan kafir yang keji, yaitu orang tak tahu diri yg gila perang bukan orang tak tahu diri yang cinta damai seperti KASEM dan WARNER.

Sayangnya, melihat kenyataan kepercayaan muslim yang meluas bahwa sebuah perlawanan terhadap atau bahkan sebuah penolakan sederhana terhadap penarik-masukan pada islam dianggap sebuah “serangan”, atau bahwa non muslim adalah penyerang terhadap Allah karena menolak islam, ini tidak cukup untuk mendirikan sebuah kerangka hidup damai antara muslim dan non muslim yang setara.

Lalu, pertanyaan Abul KASEM yang brilian:

Quote:

Mr. YUKSEL, tolong katakan kenapa saya harus percaya tafsiran Quran versi anda yang sangat anda banggakan itu dibanding dengan karya Jalalayni, Ibn Abbas, Ibn Kathir, Maududi dan lain-lain? Apa anda mengklaim anda lebih hebat dan mereka lebih bodoh dalam mengerti tentang Quran?

Untuk ini, jawaban Mr. YUKSEL hanya bilang pada kita bahwa dia telah menjawabnya ditempat lain. Hebat. Tapi dalam sebuah simposium yang mendiskusikan gagasan tentang reformasi Quran dan Islam secara umum, akan baik sekali jika dia berkenan memberi kita kebijakan dia untuk pertanyaan ini. Dan lucunya dia malah menunjuk pada kutipan-kutipan Alkitab, yang tidak dipakai baik sekarang ataupun dulu baik oleh kelompok Yahudi ataupun oleh kelompok kristen manapun juga utk membenarkan kekerasan, dan ini telah dijawab dengan baik oleh Jamie Glazov. Tapi mereka berharap mungkin akan melihat usaha reformasi yang sungguh-sungguh muncul dari pembicaraan ini.

FP: Khalim MASSOUD, Abul KASEM, Edip YUKSEL, Thomas HAIDON, Bill WARNER and Robert SPENCER, thank you for joining Frontpage Symposium.



Sumber:

·http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=24794&start=0&postdays=0&postorder=asc&highlight=

·http://www.frontpagemag.com/Articles/Read.aspx?GUID=A00F3895-42BB-4A7D -9FA5-4A19F3286EAD

 
Leave a comment

Posted by on August 15, 2008 in AlQuran

 

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: