RSS

RIBUAN MUSLIM SAUDI TINGGALKAN ISLAM

15 Aug

PULUHAN RIBU

WARGA SAUDI

MUSLIM MURTAD!!

Rahasia Terselubung:

WARGA MUSLIM SAUDI

MURTAD MENINGGALKAN ISLAM!!

Warga Saudi Kristen – bagian 1.

Jika orang berpikir tentang agama Saudi Arabia, maka tentunya orang ini akan berpikir tentang ibadah Haji di Mekah dan pusat Islam. Akan tetapi terjadi perubahan di arus bawah yang tak kelihatan dalam demografi agama di Saudi Arabia. Di pertengahan tahun 2000, menurut World Christian Encyclopedia (WCE), terdapat 21.607.000 jiwa di Saudi Arabia. Sekitar 93,7% atau 20.251.925 orang adalah Muslim. 3,7% (798.000 jiwa) adalah Kristen. Di pertengahan 2025, diperkirakan populasi Saudi Arabia akan mencapai 39.965.000 jiwa, dan yang Muslim berjumlah sekitar 90.9%. Sekitar 4.8% (1.900.000) dari populasi ini adalah Kristen.

Menurut WCE, di pertengahan tahun 1990-an, populasi Saudi Arabia diperkirakan adalah 16.045.000 dengan 94.1% (15.103.600 jiwa) adalah Muslim.

Dua agama terbesar di Saudi setelah Islam adalah Kristen dan Hindu.

Perubahan tahunan demografi agama menunjukkan perubahan cepat dari Saudi Arabia yang hanya beragama Islam menjadi Saudi Arabia yang beragama macam² (multi-agama).

Dari tahun 1990 sampai 2000 jumlah Muslim meningkat karena kelahiran mencapai 5.235.365. Dalam periode ini, sekitar 87.038 Muslim Saudi murtad dan mengubah agama mereka. Di Saudi Arabia, kejadian ini terjadi dengan perbandingan 1:60 dari seluruh populasi Muslim di Saudi. Laporan² di atas diambil dari fotokopi halaman WCE, edisi tahun 2001.

Kristen Saudi: Kehidupan Rahasia

Sebuah artikel Koran Saudi tanggal 17 Desember, 2004 menyatakan:

Seorang warga Saudi yang murtad dan lalu memeluk Kristen ditangkap dan dipenjara. Emad Alaabad ditangkap di Hofuf di bagian Selatan Saudi Arabia. Sumber local yang dikutip menyatakan bahwa “Emad bukanlah satu²nya Saudi Kristen yang dipenjara saat itu. Ada beberapa orang lainnya.”

Fatima bint Mohamed bin Uthman Al-Mutairi adalah wanita Saudi berusia 26 tahun dan dia adalah salah seorang dari orang² Saudi Kristen yang mengambil keputusan mengumumkan pemurtadan mereka pada keluarga mereka. Hal ini ternyata menjadi hal yang terakhir baginya. Fatima dibunuh oleh saudara lakinya yang adalah anggota Polisi Syariat Saudi.

Orang yang dituduh menghujat Islam akan dijatuhi hukuman mati. Muslim murtad dan ajakan murtad oleh kafir juga akan dihukum mati.

Terdapat tiga jenis gereja di Saudi Arabia:

1. Gereja² yang ditoleransi dan berada di gedung² kedutaan besar asing.

2. Gereja² bawah tanah yang dikelola oleh orang² Kristen non-Saudi.

3. Gereja² rumah tersembunyi yang dikelola oleh orang² Saudi Kristen dan tidak pernah berkumpul dalam jumlah besar.

Gereja jenis nomer 1 diijinkan karena terletak dalam wilayah kedaulatan kedutaan² besar dankarena orang² Kristen melakukannya diam² dan tidak boleh mengajak warga Saudi. Gereja nomer 2 beranggotakan warga pendatang non-Saudi yang beragama Kristen. Gereja nomer 3, nah ini dia, adalah gereja rahasia yang beranggotakan warga Saudi yang sangat merahasiakan identitas mereka.

Para warga Saudi Kristen hidup di dunia rahasia yang tak diketahui oleh keluarga dan Pemerintah Saudi. Mereka termasuk orang² Kristen yang tetap bergaul dengan warga Islam tapi diam² mendengarkan siaran radio Kristen dari Seychelles dan Ecuador. Mereka diam² bertemu di rumah² rahasia yang dijadikan gereja di Jedah, Mekah, Taif, sampai perbatasan Yemen dekat Laut Merah.

Warga Saudi Kristen bergabung secara rahasia dengan orang² Arab Kristen yang tinggal di negara² Arab sekitar yang lebih toleran, misalnya Bahrain. Mereka berkomunikasi dengan bahasa kode agar tak tertangkap Polisi Moral Saudi. Mereka tidak diketahui masyarakat umum dan di tahun 1995 saja diperkirakan jumlah mereka sudah mencapai puluhan ribu.

Titik² merah menunjukkan:

“Kurang dari 2% penginjilan. Tiada gereja yang aktif.”

Titik² merah ini terutama banyak terdapat di Mekah dan daerah Metropolitan At-Taif dan sebelah barat dekat Laut Merah.

02 August 2009, PEJABAT SAUDI : ATHEISME MENINGKAT DI SAUDI.

Gara-gara media, internet dsb, para pemuda negara-negara Teluk Persia dan khususnya Saudi mulai mempertanyakan agama mereka sendiri.

Saudi officials : Atheism is on the rise

http://www.youtube.com/watch?v=uyWsoWu3elU

Dr Abdul Aziz : ‘Kami belum pernah melihat arus konversi ke atheism yang begitu besar. Karena siaran internasional dan debat-debat di internet … mereka mulai mempertanyakan kepercayaan dan Hari Kiamat .. yang membuat mereka mempertanyakan eksistensi Allah. Dr Ayad al Dosarisendiri mengatakan telah bertemu dgn 15 pemuda Arab di Riyadh, kesemuanya atheis dan terbuka pada pendapat para filsuf dan ia sudah lama berdebat dengan mereka dan menulis tentang ini di surat kabar Al-Watan. Jadi di negara konservatif ini kami menghadapi meningkatnya atheisme. Dan Raja Abdullah memang serius ketika ia mengatakan bahwa kita bersama-sama harus menghadapi atheisme …’

INTERVIEW WITH AN ARAB ATHEIST

Q: Do you think there are many Arab atheists?

A: I think there are many Arab agnostics or Muslims who are quite careless about religion. Many young people here are doubtful of the existence of God, but very few of them actually become active atheists. A lot of them aren’t even interested in religious debate and consider it too personal for public discussion. The atheists I know in the Arab world are pretty outspoken though not many are given the platform to speak in. We face a lot of censorship, atheism is a taboo topic.

SEMAKIN BANYAK

ORANG ALJAZAIR

TINGGALKAN ISLAM

Algerians Turning

Away from Islam

By Jacob Thomas

Sebelum invasi Islam ke Afrika Utara abad 7 & 8, Kristen merupakan mayoritas. Malah Santo Agustin (Santo Agustin dari Hippo, 354-430), salah seorang pendiri gereja Kristen abad 4, berasal dari sana. Dan baru2 ini, Januari 2009, saya membaca dari harian aafaq online, bahwa semakin banyak anak2 muda Aljazair meninggalkan Islam dan kembali memeluk agama nenek moyang (pra-Islam) mereka, agama Kristen.

Ini isi artikel tsb secara singkat :

“Sejumlah situs Amazigh1mengungkapkan bahwa banyak anak2 muda Aljazair meninggalkan Islam dan memeluk Kristen. Mereka melakukan demikian karena melihat buruknya tindak2 pidana yg dilakukan oleh dakwah dan jihad kaum Salafi terhdp penduduk sipil. Mereka sangat kecewa pada Islam, dan mengatakan bahwa Islam bertanggung jawab atas para jihadi ini yg menteror dan membunuh orang2 tidak bersalah.

“Situs itu mencatat bahwa agama Kristen bahkan menyebar ke kawasan2 yg sepenuhnya dibawah pengaruh Islamis, spt di Aljazair Timur. Ekspansi Kristen ini tidak dilakukan secara eksklusif oleh para misionaris, spt sering didengungkan kelompok2 Islam. TAPI alasannya bisa ditemukan dlm Islam sendiri. Di benak anak muda, Islam di-asosiasikan dgn Irhab,

asasinasi dan kejahatan melawan orang2 tidak bersalah. Mereka mengingat bahwa kejahatan2 yg dilakukan di thn 1990an, di desa2 terpencil Aljazair dgn penculikan wanita2 muda, dibawa ke pegununang sbg “tawanan,” diperkosa secara ramai2 dan lalu dibunuh dgn cara leher mereka digorok. Adegan2 biadab tsb terjadi diseluruh Aljazair selama beberapa tahun dan mengakibatkan kata “Islam” menjadi sinonim dgn Irhab!

Para wanita Aljazair, korban perang antara pemerintah dan kaum Islamis (FIS)

“Laporan ini menambahkan bahwa dlm Islam, seorang wanita dianggap sbg musuh yg harus diperangi dgn segala cara. ia harus dihukum karena kesalahan yg paling sepelepun, sementara lelaki diloloskan dari segala hukuman jika mereka melakukan kesalahan yg sama. Jadi, seorang wanita dianggap bertanggung jawab atas tindakan yg paling sepele, dan harus dihukum mati karena sifat seorang wanita adalah spt “Syaitana” yi setan wanita. Pandangan misogynis terhdp wanita ini mengakibatkan para lelaki mengkhawatirkan saudara2 perempuan, ibu2 serta anak2 perempuan mereka.

“Kaum Irhabi yg melakukan kejahatan2 terhdp wanita ini berpandangan bahwa Islam menganggap diskriminasi antar kelamin sbg sesuatu yg normal. Mereka percaya bahwa ranjanglah satu2nya alasan eksistensi wanita. Di Aljazair Utara saja, 5.000 wanita DIPERKOSA. Mereka menganggap diri sbg ‘penjaga2 Allah di bumi’ yg menolak bertindak sbg manusia beradab.

“Situs ini mengakhiri komentar dgn semakin menjauhnya pemuda Aljazair selama Islam eksis dan tidak berkembang sesuai dgn kebutuhan sebuah masyarakat beradab yg terbuka bagi cinta, toleransi dan ko-eksistensi. Ini akan terus meng-alienasi anak2 muda. Pada akhirnya, justru kaum Irhabi-lah yg bertanggung jawab atas masuknya lebih dari 20.000 orang Aljazair selama dekade 90-an yg berdarah dan gelap ke agama KRISTEN.”

Ini berita menggembirakan, apalagi karena tampil di situs berbhs Arab yg dibaca secara luas. Dlm 5 hari saja (27 Januari), 17 komentar muncul di situs aafaq ini. Lima orang menuntut bahwa hukum syariah harus diberlakukan terhdp para murtadin tsb; dan jika mereka menolak utk kembali ke Islam, mereka harus dibunuh. Beberapa juga mengatakan bahwa Islam tidak bertanggung jawab atas kelakuan Islamis.

Diseantero dunia Muslim, berita2 tg meningkatnya ketidakpuasan anak2 muda dgn Islam jarang atau bahkan tidak pernah dilaporkan. Kami perlu belajar ttg fenomena ini utk membantah Muslim2 propagandis yg doyan berteriak2 bahwa semakin banyak orang Barat masuk islam dan bahwa Islam adalah agama damai dan harmonis. Pengalaman orang Aljazair dlm 2 dekade belakangan ini jelas bertentangan dgn propaganda kosong ini.

Aljazair, negara kaya minyak yg tetap miskin

—————–

1.Amazigh adalah nama yg disukai oleh penduduk asli Afrika Utara. Arab2 penjajah menyebut mereka kaum Berber. Setelah merdeka dari Perancis, orang2 Aljazir non-Arab mulai kembali menggunakan nama asli mereka, ‘Amazigh.’ Khususnya di kawasan2 dimana agama nenek moyang, Kristen, kembali populer.

Utk membaca artikel diatas dlm bahasa Arab, silahkan klik:

http://www.aafaq.org/print.aspx?id_print=7858

Los Angeles Times (CA)

24 June 1996

TERROR

ON ALL SIDES

IN ALGERIA

Author:

JOHN-THOR DAHLBURG;

TIMES STAFF WRITER

* Mereka membunuh 2 dari 3 kakak lelakinya serta ibunya, seorang wanita soleh berusia 55 thn yg menyambung nafkah dgn membungkus telor ke bungkus2 karton. Kini kaum Islamis juga ingin membunuh Houria Zaidat, juara judo wanita sejak thn 1992. Ancaman mati itu ditandatangani dgn darah. Pesan yg disampaikan dlm pensil itu menjelaskan mengapa wanita 23 thn itu tidak diijinkan utk hidup lebih lama lagi. “Bunuh mereka yg tidak mengenakan jilbab,” katanya. “Bunuh mereka yg melakukan olah raga.”

* Gadis yg baru berusia 17 thn itu mengatakan kpd TV negara bahwa ia diculik seorang emir, seorang pemimpin kaum ekstrimis Muslim Aljazair, dan dijadikan gundiknya. Setiap hari selama 2 minggu, katanya, ia diperkosa. “Ia memperingatkan bahwa jika saya menolak, ia akan bunuh saya. Saya ketakutan. Pada hari terakhir saya ditawan, sang emir menutupi mata saya dan melecehkan saya secara seksual. Lalu saya diserahkan kpd asisten2nya yg memasukkan saya kedalam mobil dan mengantar saya kerumah orang tua saya.

* Mangkok sup itu menjadi pemicu pembunuhan Naima Hashi, 39 th. Wanita itu suatu malam sedang berjalan kerumahnya, seorang lelaki mendekatinya dan menembak kepalanya. “Ia dibunuh karena ia memberi seorang polisi satu mangkok sup dan roti utk membantunya buka puasa disaat Ramadan,” kata adiknya, Safia Mihob.

* Di Aljazair, seorang wanita halal darahnya gara2 satu mangkok sup. Seorang murid sekolah bisa dibunuh karena menolak mengenakan jilbab atau hijab. Seorang guru mengambil risiko ditembak kalau mengajar bidang2 yg dianggap “tidak Islami” spt musik, bhs Perancis, atau hanya karena berani mengajar.

Lambang FIS

Selama 4 1/2 thn dilancarkan perang kotor utk menciptakan negara Islam murni. Lebih dari 50.000 orang tewas sejak pemerintah membatalkan pemilu, Januari 1992, yg memberikan kemenangan kpd partai Islam, FIS, atau the Islamic Salvation Front.

Dari Somalia sampai Liberia, banyak negara2 di Afrika porak poranda karena perang saudara dan pemberontakan, tapi tidak ada yg bisa mengalahkan campuran puritanisme, kebiadaban, metoda dan kekacauan spt dlm perang saudara Aljazair. ini satu2nya konflik dlm sejarah dimana pemilik salon masuk kategori risiko khusus, karena mereka membuat wanita menjadi semakin cantik dan oleh karena itu membangkitkan birahi lelaki. [Ingat, artikel ini ditulis thn 1996, sebelum dunia mengerti ttg eksistensi Taliban, yg lebih parah dari para Muslim Aljazair]

Bidan dan dokter2 wanita yg merawat pasien2 lelaki dan dokter2 lelaki yg merawat pasien2 wantia, anak2 muda yg menghadiri sekolah dgn mengenakan rok pendek atau bersikeras utk mengejar karir, harus membayar dgn nyawa mereka. Tetapi bukan wanita saja yg merupakan target teroris2 Islam Aljazair, bahkan lebih dari 60 jurnalis tewas sejak pecahnya perang saudara. Negara itu menjadi negara yg paling berbahaya bagi reporter, editor atau fotografer.

Lebih dari 100 orang asing dibunuh, baru2 ini tujuh BIARAWAN tidak bersenjata, juga dibantai secara biadab di kawasan Medea. Ratusan sekolah hancur, bis2 diledakkan dan jalur2 kereta api disabotase, dan dalam satu tahun saja, lebih dari 400 polisi tewas.

“Semua lapisan masyarakat, dari petani paling sederhana sampai pejabat tinggi, ditargetkan teroris (Islam),” kata Naama Abbas, editor harian Aljazair, Horizons. Pemerintah sendiri juga disalahkan karena membunuh dgn keji mereka2 yg dituduh sbg Islamis.

* Setelah perang melawan penjajah Perancis, adanya pemerintah yg dianggap sbg sekutu Barat, dan stagnasi ekonomi, mesjid2 mulai mengumandangkan bahwa “Islam adalah solusi.”

Thn 1990, pemilu multi partai pertama sejak kemerdekaan diadakan. Partai Islam (FIS) menang 4,3 juta suara dibanding dgn partai pemerintah (FLN) yg cuma menangkap 2,2 juta suara.

FIS mulai mewujudkan impian mereka bagi terbentuknya masyarakat Islammurni. Wanita dilarang dari tempat2 umum spt pantai2 dan pusat2 budaya, bis2 dipisahkan menurut jenis kelamin dan mata pelajaran olah raga serta fisika dilarang bagi wanita. Wanita2 terdidik dan berbahasa Perancis khususnya dianggap sbg “mata2 neo-kolonialisme.”

Bahkan sejak 1984, parleman yg didominasi FLN (sekuler islam) meloloskan UU Keluarga yg membatasi hak2 wanita, demi menyenangkan kaum ulama. UU itu mengijinkan suami utk bercerai tanpa menunjukkan alasan dan memberikan kpd suami hak atas rumah nikah. Akibatnya, banyak wanita2 yg dicerai, dilempar ke jalanan dan banyak yg jadi WTS. WTS, khususnya, menjadi target islamis. Dlm sebuah kasus, seorang tertuduh WTS dibakar hidup2 di rumahnya.

“UU itu menjadikan wanita Aljazair sederajad dgn anak dibawah umur,” kata Meriam Belala, sekjen S.O.S. Women in Distress, yg dibentuk guna menampung wanita2 yg menjadi tuna wisma dan tuna susila akibat UU Keluarga ini.

WANITA SBG TARGET

Dlm perang saudara ALjazair, wanita2 khususnya terjepit diantara aturan Islami dan gerilyawan2 Islam yg gemar menyerang wanita. Kelompok Islam bersenjata, GIA–adalah yg paling biadab diantara kelompok2 pemberontak Islam yg memerangi pemerintah–bahkan memperingatkan bahwa wanita2 yg tidak mengenakan jilbab akan dianggap sbg target militer.

Segera setelah peringatan itu, dua siswa SMA, 17 & 18 tahun, dibunuh oleh orang2 bersenjata yg mengendarai motor, saat mereka berdiri–tanpa jilbab — menunggu sebuah bis di Boumerdas, 25 mil dibagian timur Aljazair.

“Mereka membunuh wanita yg keluar rumah, yg bekerja, yg menuntut persamaan derajad dgn wanita,” kata Fatima Zohra Flici, 40, ibu 5 anak yg suaminya, seorang dokter, dibunuh di kliniknya oleh teroris2 yg berpura2 sbg pasien.”Bagi mereka, wanita selalu harus tunduk kpd lelaki.” Karena ketakutan, wanita2 Aljazair mulai mengenakan jilbab, hal yg asing bagi orang2 Aljazair yg berbudaya Berber itu.

Bukan hanya dlm cara berbusana, gadis2 muda dipaksa utk melakukan pernikahan sementara dgn para mujahid. Penolakan akan berakibat penculikan atau kematian. Di kawasan Blida, mayat dua kakak beradik, 15 & 21 tahun, ditemukan dipinggir jalan. Mereka diperkosa secara ramai2 dan dipotong kepala mereka karena menolak menikah dgn Islamis. Bahkan sang ibu yg mencoba melindungi kedua puterinya JUGA diperkosa dan dibunuh.

Bagi orang Aljazair, kehidupan sehari2 diliputi dgn ketakutan. Tindakan2 spt membaca surat kabar Perancis, ke salon atau ke tempat pemandian, mendengarkan radio, musik, menyanyi, minum alkohol, pergi ke bioskop atau stadion sepak bola, mengenakan celana pendek atau menjadi anggota militer atau bersahabat dgn polisi, bisa dianggap sbg anti-Islam.

***

Copyright (c) 1996 The Times Mirror Company; Los Angeles Times

Record Number: 0D6F414C5F10FFB5.

*Penterjemah: Adadeh& ali5196

Sumber:

http://indonesia.faithfreedom.org/forum/puluhan-ribu-warga-saudi-muslim-murtad-t33767/

http://indonesia.faithfreedom.org/forum/semakin-banyak-orang-aljazair-meninggalkan-islam-t31084/

*Info: Menembus blokir website http://www.newipnow.com

 
4 Comments

Posted by on August 15, 2008 in Mualaf

 

4 responses to “RIBUAN MUSLIM SAUDI TINGGALKAN ISLAM

  1. Antistress Man!

    April 16, 2011 at 1:54 am

    gw tw pasti bnyk bnget org2 muslim yg ngebaca artikel ini tapi gengsi untuk memberikan komentar,.. :DD

     
  2. Setyawan

    May 23, 2011 at 7:45 am

    Islam adalah satu2nya agama yg memerintahkan hukuman Mati bagi yg Murtad.
    Islam agama yg mengajarkan kebencian,permusuhan & kekerasan terhadap kafir, Yahudi & Murtad.
    Dimana ada Islam di situ ada Jihad (perang).
    Dimana ada Muslim di situ ada Bom Bunuh Diri & Teroris.

     
  3. Antistress Man!

    August 5, 2011 at 2:25 pm

    kok ga ada muslim yang kome setelah ngebaca FAKTA ini?

    🙂

     
  4. natvan

    October 13, 2011 at 4:43 am

    SADIS TERAMT SADIS ITU RACUN ISLAM TELAH MEMBUAT MANUSIA SEPERTI MONSTER
    TAK BERAKAL BUDI DAN NURANI,
    SMOGA TUHAN MENGAMPUNI MEREKA!

     

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: