RSS

Quran Bukan Turun Dari Langit

15 Aug

AL-QUR’An tidak

turun dari langit



M

uhamad mulai mendirikan agamanya setelah tahun 610 Masehi, ketika ia mengangkat dirinya sendiri sebagai utusan Allah, sebagaimana tertulis dalam Qur’an. Ia mengaku bahwa Malaikat Jibril yang memerintahkannya (tanpa satu saksi-pun yang bisa membenarkan pengakuannya).

Muhamad mengumpulkan cerita-cerita;

10% kitab Talmud Babilonia (bukan Taurat Yahudi, namun sebuat kitab lain yang mengandung banyak keanehan);

Sekitar 5% dari potongan Injil, tapi diselewengkan artinya. Mungkin diambilnya dari Maryam, budak yang beragama Kristen-Koptik dan Waraqah, salah satu istri Nasrani-nya yang juga sepupu Khadijah, dan dari perjalanan Muhammad sendiri ke Syria;

Sekitar 25% dari kuil Hindu/Allah/berhala/ritual dan kepercayaan-kepercayaan yang memang sudah ada saat itu di Saudi Arabia. (Kata “ALLAH” sendiri sebenarnya adalah sebuah kata Sansekerta, dan sesungguhnya tidak pernah ada Allah yang asli dari Islam);

Sekitar 10% Animisme (roh-roh, syaitan, Jinn, iblis, mahluk halus, dedemit, dsb.) diambil dari cerita rakyat dan dongeng-dongeng bangsa Arab yang telah lama beredar di zamannya; sekitar 10% tradisi-tradisi dan budaya bangsa Arab;

Dan 40% sisanya adalah khayalan dan karangan-karangan liar dari Muhamad dan para pengikutnya sendiri.


Semuanya itu membentuk ISLAM, agama baru. Karena Muhamad dan para pengikutnya buta huruf (tidak bisa menulis dan membaca) dan Muhamad memiliki daya ingat yang buruk, para pengikutnya yang lain menghafalkan/merumuskan untuknya ayat-ayat Qur’an yang telah mereka contek atau mereka karang. Namun pada perang Yamamah, hampir seluruh pengikutnya tewas dan ayat-ayat Qur’an yang asli hilang selamanya dan tidak pernah tersusun lagi menjadi sebuah buku sebelum akhirnya Muhammad sendiri tewas akibat diracun, 632M oleh budak Yahudinya, yang berkata “Jika memang engkau adalah seorang rasul, Allah seharusnya bisa menyelamatkanmu.”

Kalif Abu Bakar (632-634M) lalu mempercayakan Zayed Ibn Thabit untuk menyusun kembali Quran, dari ingatan-ingatan para istri, gundik, budak (mereka semua buta huruf), dan beberapa kenalan/sahabat yang mengaku mendengar beberapa ayat langsung dari Muhammad dan para pengikutnya. Zayed berhasil mengumpulkan kurang lebih 7900 ayat. Tetapi susunan pertama ini, mengandung banyak kontradiksi, kejanggalan, kelucuan, hal-hal yang membingungkan, dan kesalahan-kesalahan dan akhirnya menimbulkan kesulitan dan masalah yang besar selama beberapa tahun.

Di bawah pemerintahan Kalifah Uthman (644-656), diperintahkanlah agar semua salinan Al-Quran yang beredar ditarik dari peredaran dan dibakar. Zayed untuk kedua kalinya diperintahkan untuk menyusun dan menulis ulang Al-Quran supaya lebih masuk akal dan lebih meyakinkan dari Quran yang asli, yang disimpan oleh Hafsa (janda Muhammad). Zayed berusaha semampunya menulis ulang Quran dan lebih dari 2000 ayat yang kontradiktif, membingungkan, keliru dan tidak masuk akal dibatalkan atau dibuang, beberapa diganti, dan beberapa lainnya ditambahkan atau dicontek sedemikian supaya pembatalan atau perubahan-perubahan tersebut dapat lebih masuk akal. [katanya langsung turun dr langit, kok pake di-edit segala? –adm]

Quran edisi baru ini berkata di Surah 16:101-103 bahwa orang-orang Arab menuduh seorang budak Nasrani telah mengajari Muhammad dan ia lalu dianiaya, dan di 25:4-5 membenarkan dugaan pencotekan dari cerita-cerita rakyat, dan dongeng-dongeng bangsa Arab. Abu Al-Aswad Al Doaly menaruh titik-titik sebagai tanda baca, semasa kekuasaan Mu’awiyah Ibn Abi Sofyan (661-680). Huruf-huruf lalu diimbuhi oleh beragam titik oleh Nasir Ibn Asem dan Hayy ibn Ya’amor, pada masa Abd Al-Malek Ibn Marawan (685-705). Sistem penanda-bacaan yang lengkap (damma, fataha, kasra), diciptakan oleh Al Khalil Ibn Ahmad Al Faraheedy (wafat 786 M).

Saat ini Quran memiliki hanya 6241 ayat dari aslinya yang 7900 ayat. Meskipun demikian, mengingat kondisi yang ada saat itu dan fakta bahwa penyusunan mengandalkan sumber dari ingatan-ingatan kaum buta huruf, dsb; dapatlah dipahami bahwa Quran, karangan dan buatan manusia ini masih menyimpan banyak kontradiksi, sumber perbantahan, kejanggalan, keanehan, kekonyolan, hal-hal yang tidak masuk akal dan keliru, belum lagi theori-theori yang berlawanan dengan ilmu pengetahuan. Jadi, tebalnya ayat-ayat Quran yang ada sekarang sesungguhnya berasal dari kata-kata para istri, gundik, istri simpanan, budak dari Muhammad, dan disusun oleh Zayed Ibn Thabit (jadi, proses penyusunan quran tidak ada hubungannya sama sekali dengan keterlibatan Tuhan).

ISI QURAN

Bab-bab dalam Quran tidak disusun berdasarkan prioritas naratif, kontinuitas, biografi, kronologi, atau kesinambungan urutan, melainkan diatur berdasarkan panjangnya teks – bab yang terpanjang ditulis pertama dan bab terakhir berisi hanya 6 baris. Ayat-ayat ditempatkan tidak berdasarkan urutan logika tertentu dan bercampur-aduk di dalam sebuah tema atau topik-topik yang tidak berhubungan satu sama lain.

Orang-orang Nasrani akan terperangah jika melihat tidak adanya nubuatan, tidak ada urutan kronologi, tidak ada gambaran geografis, tidak ada biografi dari siapapun (bahkan tidak juga dari Muhammad), tidak ada aturan penulisan, tidak ada sejarah, amsal, metafora, mujizat, kidung mazmur, pendek kata yang ada di situ hanyalah perintah dan larangan, seperti halnya manual sebuah mesin cuci; dan disertai gambaran hukuman-hukuman, pembalasan, dan ganjaran.

Sebagai contoh perintah, seluruh umat Muslim harus membantai (membunuh) kaum non-Muslim seperti tertulis di Surah 4:74, 9:5 dan 9:29. Sebagai contoh hukuman, Surah 4:34 memerintahkan para suami untuk memukuli istri-istri yang tidak patuh dan meninggalkan mereka sampai mereka pasrah dan menyerah. Untuk non-Muslim ‘ganjarannya’ adalah, Surah 2:191 “Bunuhlah mereka (non-Muslim)… demikianlah ganjaran mereka yang menentang aqidah (Islam)”. Kaum Muslimin juga diperintahkan untuk melakukan perintah Sura 8:12 “Aku akan men-teror kaum kuffur. Karena itu, pukullah leher dan setiap sendi mereka dan lumpuhkanlah mereka. Pancunglah kepala mereka dan potonglah setiap jari tangan dan kaki mereka”.

Ada banyak lagi contoh “ganjaran jahat” seperti itu tertulis bagi kaum non-Muslim. Contoh untuk upah kaum Muslim yang berperang dan mati bagi Allah ada di Sura 52:17-20; 55:56-58; 55:70-74 dan 56:37-38, yang menjanjikan hadiah buah-buah terbaik, sungai anggur, dan 72 perawan cantik yg menggiurkan di Firdaus sebagai ganti nyawa mereka yang syahid dan menewaskan sebanyak mungkin kaum kaffir. Bahkan kaum Muslim yang homoseksual pun digambarkan akan diganjar dengan “anak-anak lelaki yang segar bak mutiara” Sura 52:20-24.

Al-Quran juga melarang kebebasan “BERPIKIR dan bertindak sesuai kata hati mereka, karena berpikir dianggap adalah pekerjaan Allah dan utusan-nya, Muhammad, lihat Sura 33:36 (dengan kata lain, kebebasan berpikir tidak diperbolehkan di dalam Islam). Nilai ini tertanam dalam umat Islam mulai dari masa kecil di Madrasah atau Pesantren sehingga tidak heran mengapa orang Muslim sangat takut untuk menantang Qurannya. Mempertanyakan logika Quran dianggap pelecehan dalam Islam (dan fatal hukumannya).

Ayat-ayat dalam Quran dimaksudkan hanya untuk dihafal dan dilantunkan dalam nada tertentu dan tidak memerlukan pengertian dari arti-artinya, dari tulisan Arab kuno itu. Sehingga, umumnya umat Muslim tidak mengerti dan tidak mempertanyakan Quran yang mereka baca, inilah kepercayaan buta. Perbedaan-perbedaan yang ada di dalam Quran saat ini menciptakan lebih banyak masalah, calon-calon haji yang tiba di Mekkah diperiksa dan apabila kitab Quran-nya berbeda dengan Quran kaum Wahabi, akan disita dan dibakar.

HADIS DAN SUNNAH

Karena Quran penuh dgn:

Ayat-ayat yang akhirannya terbuka (artinya terlalu luas);

Adanya hal-hal yang bersifat penjelasan umum ataupun tidak masuk akal ;

Dan menjurus kepada bermacam-macam tafsir ttg kondisi biografis seputar ucapan-ucapan, kebiasaan, dan perbuatan Muhammad dan para pengikutnya ;


Maka dibutuhkan penjelasan lebih lanjut untuk mengerti Quran dgn lebih seksama. Inilah yang dimaksud dengan HADIS, yang juga dianggap buku suci, tapi nomor dua setelah Quran.

Cukup banyak penulis menghasilkan bermacam Hadis sepanjang rentang waktu 600 tahun (mulai sekitar 800M sampai 1400M), dan ini malah menambah banyak kebingungan, perbantahan, dan distorsi, penyelewengan dalam banyak aliran (madhab) oleh berbagai penulis ini, karena hampir semua dari mereka tidak pernah mengenal Muhamad secara langsung.

SUNNAH adalah ‘jalan’ atau ‘cara’ (tersirat di dalamnya perbuatan-perbuatan dan kebiasaan Muhamad), dan juga dianggap suci, namun nomor 3 setelah Quran. Juga di sini, perbedaan-perbedaan yang besar dari berbagai penulis menghasilkan sangat banyak masalah yang tidak diketahui oleh khalayak dan malah menjurus ke kekacauan.

Tergantung dari macamnya aliran Islam, Hadis dan Sunnah yang mereka pilih untuk dituruti, perbedaan-perbedaan di antara umat Muslim sendiri bisa sangat besar sehingga benturan-benturan di antara aliran-aliran tersebut masih berlangsung hingga saat ini seperti di Pakistan, Indonesia, Aljazair, Afghanistan, dan Timur Tengah.

HUKUM SYARIAH ISLAM

Ada empat ‘penafsiran’ berkenaan dengan pemberlakuan hukum syariah Islam. Hukum-hukum ini perlahan-lahan berkembang dan diperbaharui, diubah bahkan sampai saat ini, dari negara ke negara, wilayah ke wilayah, namun semuanya selalu mendasarkan kepada model jurisprudensi abad ke-7.

Kelemahan terbesar syariah adalah bahwa hukum ini tidak memperkenankan ‘bukti-bukti lapangan,’ namun hanya mengakui kesaksian saksi mata untuk sebuah kasus kriminal. Sudah bukan rahasia bahwa di dalam hukum Syariah, mereka yang menginginkan pembalasan atau seseorang yang mereka benci dihukum, cukup membawa saksi-saksi palsu. Catatan rekor memperlihatkan bahwa kaum hawa (perempuan) adalah yang mendapatkan perlakuan paling tidak adil. Sebagai contoh, jika seorang gadis diperkosa, ia harus bisa memperlihatkan sekurangnya 2 atau 4 saksi mata yang ber-reputasi baik (tergantung Syariah mana yang diterapkan) untuk bisa menuduh si pemerkosa. Jika hanya ada seorang saksi mata, bebaslah sang pemerkosa dan bisa memperkosa lagi. Bukan itu saja. Jika si gadis yang diperkosa tersebut hamil akibat tindak perkosaan tersebut, dialah yang akan dihukum mati dengan cara dirajam batu, karena dianggap berzinah (hamil di luar nikah).

Dalam sebuah masyarakat yang demokratis dan modern, sangat diketahui bahwa 92% keputusan kasus kriminal bukanlah didapat dari kesaksian saksi mata melainkan dari ‘bukti-bukti lapangan’ dan penerapan ilmu pengetahuan (mis. DNA, dsb.), yang mana semuanya itu malah dilarang dalam Islam.

Syariah juga berlawanan dengan konvensi/kesepakatan PBB tentang hak azasi manusia (HAM). Dapatkah anda bayangkan hidup di sebuah masyarakat di mana pemerkosa, pembunuh, sex-maniak, dsb berkeliaran bebas karena Islam? Saya tambahkan di sini, juga FITNAH yang membawa akibat fatal bagi mereka yang tak bersalah, karena Syariah adalah hukum yang bersifat totaliter, sangat berdarah. Hanya rasa takut massa mayoritas yang menjadi ciri khas sistem macam ini.

Perempuan-perempuan yang tidak berpendidikan dari abad ke-7, yang merupakan sumber utama dari Al-Quran, terkenal oleh kemampuan fisik dan keahlian seks mereka, bukan oleh akal budi mereka. Mental terkebelakang dari sumber-sumber ini tercermin di dalam Islam. Itulah sebabnya, Islam bersifat regresif (berjalan mundur) dan menjurus kepada kebobrokan. Ini terlihat dari setiap komunitas Muslim. Masyarakat Muslim adalah yang paling cepat mengambil jalan kekerasan, meledak-ledak, berbahaya, pembenci, tidak maju alias terbelakang, tidak berkembang, kacau, dihinggapi berbagai penyakit, bencana dan lalu tanpa punya rasa malu sebagian kabur ke negara-negara non-Islam yg mereka sebut sebagai kafir.

Lewat migrasi inilah, Muslim membuktikan bahwa Islam itu jahat, islam itu adalah kemunduran, dan tidak manusiawi. Jutaan Muslim saat ini, meninggalkan Islam, meskipun “perangkap/perbudakan” Islam adalah benar-benar kejam dan berdarah dingin (membunuh mereka yang keluar/murtad dari agama). Yang tinggal di dalam kultus ini hanyalah mereka yang bodoh, masa bodoh, muslim KTP, atau yang terpaksa, karena tidak dapat berkutik terhadap tekanan-tekanan Islam. Bahkan kaum yang berwenang, ulama bereputasi tinggi dalam Islam pun sangat khawatir dengan cepatnya keruntuhan yang merongrong Islam dari setiap penjuru.

Tekanan kepada PBB untuk melarang Quran yang biadab itu bertambah setiap hari. Sangat tidak diragukan bahwa Islam itu hanyalah buatan manusia dan palsu. Keruntuhan Islam tidak bisa terbantahkan lagi dan bahkan mereka yang bodohpun dapat melihat hal ini. Kecuali mereka yang masa bodoh ataupun terpaksa. #



Sumber:
http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=744

 
5 Comments

Posted by on August 15, 2008 in AlQuran

 

5 responses to “Quran Bukan Turun Dari Langit

  1. optimsbisa

    December 18, 2008 at 4:55 pm

    yang turun dr langit itu hujan mas bukan Qur-an,Qur-an turun dr Alloh,nah injil turun dr siapa/dikarang siapa? oh,..banyak ada yohanes,markus,matius,lukas,yesaya dll,yesus sendiri tdk tau itu dia keburu diangkat Alloh ke langit sebelum disalib,lalu siapa yg di salib itu? orang yg dipersamakan ALLOH dgn dia(kalo di Qur-an ada sih ayatnya),lantas orang yg disembah nasrani yesus(isa) atau yg disalib(org lain)? au ah gelap,,tebak aja sendiri!!gitu aja ko, repot

     
  2. optimsbisa

    December 22, 2008 at 7:55 pm

    mana post comment nya, aah.. bisanya cuman bikin karangan hayalan,,heheheee.,lanjutin ah biarin ggk terbit juga mudah2an sampeyan baca semuanya ttg injilmu yg katanya turun dr langit,sy bicara masalah silsilah keturunan yesus yg berbeda antara dua pengarang injil yaitu,Mat(ius) dan lu(kas),injil matius memuat 25 nama keturunan Yes(us) mat:1:6-16, dan injil lu(kas)memuat 33 nama keturunan Yes(us)Luk:3:23-31, tuhan merk apa ko bisa salah ngasih wahyu,masih percaya mas bahwa kitab ini turun dr langit??kalau percaya,..waduh sy ggk bs ngomong dah udah dulu ah,. mumet.,

     
  3. optimsbisa

    January 3, 2009 at 3:53 pm

    ini lagi commentnya ggk terbit2, makanya mas otak gedein jgn mulut digedein entar dewer ente hehee..ulang ah. Quran turun dr ALLOH bukan dr langit,Quran ggk pernah ada yg malsu, karena kalaupun pernah ada yg ngerobah dikit pasti ketahuan(1984), injil? hehee jgn ditanya palsu ggknya ah malu,saya tahu ente malu jelasinnya karena ente punya datanya bahwa bibel ente punya udah sering direvisi(1611,1682,1881,1952,1971)dan ada sebelas susunan lagi yg jd data perubahan bibel, hehee sering banget dirubah mas? ini kitab suci apa kitab cuci? turun dr langit apa turun dr langit langit? wahyu tuhan apa wahyu yohan? jawab ah.. kan mas pinter.. masa pala doang yg gede otaknya segede jengklololololll….hehee..

     
  4. adm2i2h

    January 9, 2009 at 5:24 pm

    optimsbisa:<>Quran ggk pernah ada yg malsu, karena kalaupun pernah ada yg ngerobah dikit pasti ketahuan(1984)<><>Ya emang mungkin gak ada manusia yg ngerubah, tp cuma kambing congek yg ngerubah susunan ayat quran jd seperti yg skarang kamu punya. Gak percaya? Nih buka matamu nak; Ini sumber referensinya:Sunan Ibn Maja, Volume 2, Page 39, Published Karachi. # Musnad Ahmad ibn Hanbal, Volume 6, Page 269, Published Beirut. # The Interpretation of Conflicting Narrations, Page 310, Published Beirut.Ayesha: “When the verses “Rajm” [Stoning] and ayah “Rezah Kabir” descended, they were written on a piece of paper and kept under my pillow. Following the demise of Prophet Muhammad (S) a goat ate the piece of paper while we were mourning.” Terjemahan: Ayesha: “Ketika ayat Rajm dan ayat “rezah kabir” diturunkan, ayat-ayat itu dituliskan pada selembar kertas dan disimpan di bawah bantalku. Setelah kematian nabi muhammad, seekor kambing memakan lembaran kertas itu ketika kami sedang berkabung.” Another translation goes: The verse of stoning and of suckling an adult ten times were revealed, and they were (written) on a paper and kept under my bed. When the Messenger of Auwloh (SAW.) expired and we were preoccupied with his death, a goat entered and ate away the paper. Terjemahan: Satu terjemahan lainnya adalah sbb: Ayat rajam dan penyusuan orang dewasa sepuluh kali telah diturunkan, dan ayat-ayat itu ditulis pada selembar kertas dan disimpan di bawah tempat tidurku. Ketika rasul auwloh wafat dan kami sibuk dengan kematiannya, seekor kambing masuk dan memakan kertas itu.Mosok firman Tuhan bisa ilang gara2 dimakan kambing? Ahahahaha…PS: nyaris 100% respons anda di berbagai thread saya di blog ini Out of Context, melarikan diri ke hal/agama lain…Anda memang luar bia…dab!hahaha<>

     
  5. Setyawan

    April 15, 2011 at 9:35 am

    Al-Quran bukan dari Auwloh tetapi kitab karangan Muhammad Nabi Palsu & Nabi Mesum.Di tulis oleh sahabatnya 70 tahun setelah Si Mamat koit.
    Kacian yach Muhammad koit, nggak bisa hidup lagi, soalnya Auwlohnya dari Zat mati, Zat padat & Zat cair.
    Otak Muslim sudah di cuci dengan Doktrin AL-Quran maka mereka sulit menerima kebenaran.

     

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: