RSS

PEMBELA ISLAM TOP, TINGGALKAN ISLAM

15 Aug
Farhan Qureshi,
Pembela Islam Top,
Secara Publik Telah
Mengumumkan Keluarnya
Dari Islam
Oleh: Farhan Qureshi
Setelah bertahun-tahun bergabung dalam kelompok pemikir, group penasehat, da’wah untuk menyebarkan Islam dan melakukan pembelaan akademis terhadap Islam, aku sekarang mengambil keputusan untuk menerima kenyataan –karena sekarang aku telah mengerti– dan karena itu aku telah meninggalkan Islam. Keputusan ini merupakan hasil dari usaha berbulan-bulan berdoa, merenung, mengevaluasi dan mencari kebenaran. Usaha pencarian kebenaran ini mengakibatkan rasa sakit hati ketika aku menyadari bahwa selama bertahun-tahun aku telah mengikuti ajaran yang salah. Tapi di lain pihak aku juga mengalami kemerdekaan dan pencerahan yang menimbulkan rasa tenang dan damai dalam hatiku.
Aku meninggalkan Islam bukan karena aku tidak suka dengan Islam atau aturan ibadahnya, tetapi karena telah menyadari bahwa Islam ternyata bertentangan dengan pengetahuan modern seperti sains, filosofi, etika, anthropologi, dan bidang yang paling kugemari dan kupelajari yakni psikologi: ilmu dan penelaahan kelakuan manusia.
Di bulan-bulan mendatang, aku akan menyumbangkan artikel-artikel ke FFI (faithfreedom.org) yang menelaah perilaku manusia dan berbagai tipe kejiwaan Muslim:Muslim Barat, Sufi, Salafi, Muslim yang didorong tujuan politik (Hizb/Ikhwan) sebagaimana ada dalam berbagai kelompok Muslim, yang masing-masing mengakibatkan perilaku dan mentalitas yang berbeda.
Aku telah menghabiskan waktu dan tenaga untuk mempelajari berbagai aliran dan budaya dalam umat Islam. Karena telah mengalami sendiri pengalaman spiritual dan religius Islam, dan mempelajari imam-imam dan khotbah-khotbah mereka, membaca berbagai buku, artikel, argumen mereka, maka sekarang aku merasa sangat yakin bahwa aku mengerti keadaanpsikologi mereka, dan aku akan membahas hal ini lebihjauh dalam artikel-artikelku.
Aku sadar bahwa teologi Islam yang sudah berusia 1400tahun –bukanlah kebenaran sejati– tetapi merupakanusaha primitif untuk memahami dan menetapkanstandar sosial, spiritual, agama dan etika. Standar-standar abad ke 7 M ini bisa menunjukkan bagaimanakebudayaan Arab berkembang dari kebudayaansebelumnya, yakni ‘jahiliyah’, tapi lalu mengalamistagnasi dalam nilai-nilai tradisionalnya yang kaku, dantak mengijinkan budaya Arab berkembang lebih jauh.
Satu-satunya usaha untuk berkembang dilakukan olehkelompok Mu’tazila di abad ke 8 M, yang memungkinkantercapainya Jaman Keemasan Islam. Tapi para pemikirmaju ini malah dianggap sebagai bi’dah dan murtadsehingga akhirnya lenyap semua di abad ke 13.Sekarang yang berkembang di dunia Islam adalahSunnah atau dogma tradisional Islam.
Aku juga sadar bahwa aku menerima ancamanmati di bawah hukum Syariah atas keputusanku untuk keluar dari Islam. Hal ini sangatmengganggu pikiranku karena menunjukkan bahwa umat Muslimmenggunakan taktikmenakut-nakuti dengan hukum Syariah demi menjagakeutuhan agama dan tujuan politik Islamnya. Namun di lainpihak, yang membuatku senang (setelah meninggalkan Islam) adalah, aku bisamelihat evolusi kemanusiaan yang tidak lagiterkekangoleh bentuk primitif teologia dan hukum, sehingga bisaterus mengembangkan integritas, kejujuran,kerendahan hati, dan stabilitas moral.Ini merupakanmasa depan yang menjanjikan bagi umat manusia.
Farhan Qureshi saat masih menjadi seorang apologetIslam, dalam sebuah debatterbuka menghadapi Sham Shamoun mengenai topik“Trinitas”.
Dulu sebagai pembela Islam, aku berdebat denganberbagai pihak di mesjid, gereja, universitas, balaipertemuan dan perpustakaan. Aku juga berdebat
melawan para apologet Kristen seperti Dr. James White,Dr. Tony Costa dan Prof. David Wood. Dari mereka akubelajar tujuan pembelaan agamabukanlah untukberkonfrontasi tapi untuk mengerti akan kebenaran,bahkan jika ini berarti pandangan kita harus berubah.
Kita harus bersikap menerima kebenaran yang sudahjelas, dan bukannya melawannya. Jika kita melawankebenaran atau realitas yang sudah nyata, maka iniberarti kita bersikap munafik: sudah mengerti sesuatuitu benar, tapi masih ngotot saja menyangkalnya karenaalasan-alasan membenarkan diri sendiri atauketerikatan akan pemahaman yang salah. Aku inginberterima kasih pada Ali Sina karena memberikansarana untuk menyelidiki Islam dan menunjukkansifatnya yang primitif dan tidak sesuai lagi dengan
realitas modern.
 
Leave a comment

Posted by on August 15, 2008 in Mualaf

 

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: