RSS

MUSLIMAH CRY FOR REASON

15 Aug

The Caged Virgin

BOOK REVIEW :
Ada buku bagus dan WAJIB HUKUM-NYA
BAGI PARA PEREMPUAN untuk memilikinya;
judulnya THE CAGED VIRGIN,
ditulis oleh Ayaan Hirsi Ali.
Seorang perempuan penulis
“ex-muslim” yg membrontak thd Islam!
Tapi saya kok tidak yakin kalau buku ini
bakal dibolehkan beredar di Indonesia…
sayang banget yah…

Berikut ini sedikit info ttg buku tsb dan background penulisnya

Gue BRANI GARANSI, (Kalo ANDA PEREMPUAN YG PEDULI),
ANDA PASTI TERTARIK!
++ Kalo punya temen di Amerika atau Eropa,
Titip aja ke mereka utk cariin buku ini! ++

PERAWAN

YG DiKERANGKENG

By Ayaan Hirsi Ali

‘Saya tidak benci Islam,” kata aktivis Somali-Belanda Ayaan Hirsi Ali saat peluncuran buku pertamanya, The Caged Virgin, sebuah best-seller di Eropa yg menetapkan reputasinya sbg pengecam Islam paling berani. “Saya sadar akan adanya nilai-nilai agama itu yg indah, spt berzakat, keramah-tamahan, dan cinta kasih bagi fakir miskin.”

Katanya, “Saya juga kenal banyak lelaki Muslim yg memperlakukan ibu dan saudara-saudara perempuan mereka dgn baik.” Tapi, katanya dlm The Caged Virgin, hanya karena Muslim orang baik, ini TIDAK berarti bahwa Islam TIDAK memiliki segi-segi immoral. Ayaan tidak mau tutup mata atas praktek-praktek Islam paling kejam, hanya karena aturan-aturan keji ini tertulis berdampingan dgn aturan-aturan yg lebih manusiawi.

Dlm tradisi pemikiran rasional Barat, ini berarti ‘mengulas perbedaan.’ Didalam Islam, ini dinamakan ‘penghujatan.’ Muslim menerima Quran sbg “Perkataan Allah yg sempurna, bagi segala jaman dan tidak berubah,” Muhamad adalah “insan al kamil/mahluk paling sempurna,” dan keduanya (Quran dan Muhamad) tidak boleh dikritik. Oleh karena itulah Hirsi Ali dianggap menghujat Islam.

“Dalam nama Islam,” katanya, “perempuan dihadapkan pada praktek-praktek kejam, termasuk penyunatan (genital mutilation) dan pengusiran dari keluarga.”

Sebuah ayat Quran “memberikan lelaki hak utk memukul isteri-istri mereka.” Tradisi Muslim mengijinkan para ayah mengawinkan putri-putri mereka secara paksa, praktek yg oleh Hirsi Ali dianggap sbg “pemerkosaan yg diatur dan disetujui oleh seluruh keluarga.” Perempuan Muslim “dikucilkan dari kehidupan politik dan sosial,” dan UU “merugikan status perempuan.”

Ini adalah apa yg dinamakan Hirsi Ali dgn “moralitas adat (tribal morality),” atau obsesi Islam dgn keperawanan perempuan. Karena Islam menjadikannya kedalam sebuah “dogma,” tulis Hirsi Ali, “seorang perempuan yg keluar dari kerangkeng perawan ini dicap sbg LONTE” dan “esensi perempuan hanya terbatas pada sekedar selaput dara/hymen-nya.”

Sbg penerjemah bagi banyak perempuan Muslim imigran di Belanda, Hirsi Ali menyaksikan bgmn rejim inferioritas yg dipaksakan ini menjerumuskan nasib perempuan. Setiap kali mereka ditanya para petugas sosial, para perempuan Muslim yg dilecehkan itu hanya sanggup menjawab dgn lugu, “Terserah apa maunya suami saya,” atau “Insya Allah …” Kata Hirsi Ali, “MEREKA TIDAK PERNAH BELAJAR UTK MENGINGINKAN SESUATU BAGI DIRI MEREKA SENDIRI.” Perempuan muslim harus mematikan kemanusiaannya dng hidup tanpa keinginan dan harapan. Inilah Dehumanisasi yg sesungguhnya!

Dan Hirsi Ali tidak berhenti disini saja. Ia malah mengecam keras orang-orang Barat yg simpati kpd Islam dgn mengatakan, ‘Saya ingin mengundang semua orang yg dibesarkan dilingkungan Islam spt saya’ agar ‘membandingkan essay J.S. Mill berjudul “On the Subjection of Women” (1869) dgn apa yg dikatakan Muhamad …”

Katanya, Muhamad jatuh cinta pada gadis berumur 6 thn bernama Aisha dan tidak sabar menikahinya sampai ia berumur 9 thn. Di mata Barat, kata Hirsi Ali, Muhamad adalah “tidak bermoral” dan “individu menjijikkan.” Muhamad memerintahkan agar perempuan tidak keluar rumah, harus mengenakan jilbab, tidak boleh memiliki hak yg sama spt suami mereka dan mereka bisa DIRAJAM sampai mati kalau berani berzinah.

Ia mengecam Muslim yg menolak nilai-nilai Barat dlm menilai Muhamad.
Katanya, “fakta bahwa the Wright Brothers — si kafir najis, menurut islam — yg menciptakan kapal terbang pertama, BUKAN Muslim tidak merupakan halangan bagi Muslim utk memanfaatkan kapal terbang. Dgn menerima penemuan-penemuan teknologi Barat, tanpa keberanian utk berpikir secara independen, budaya Muslim telah mengakibatkan kemacetan bahkan kebangkrutan mental.”

Kpd Muslim yg menolak kritik, ia menjawab: “Kalau tidak ada kesalahan dlm Islam, mengapa kalau begitu, banyak Muslim mengungsikan dan mencari suaka (ke negara kafir)?… Mengapa Muslim berbondong-bondong pindah ke Barat “kafir” dan (menikmati hidup layak) sambil tidak ragu-ragu mengumpat dan mengutuknya? Apa yg dimiliki –kafir- Barat yg TIDAK dimiliki Muslim?” Kesimpulannya? Muslim harus mulai menjadi “kritis terhdp agama mereka dan mengkajinya ulang.”

The Caged Virgin menggabungkan kritik filsafat dgn laporan nasib sejumlah Muslimah, “10 Anjuran bagi Muslimah yg Ingin Meninggalkan Islam,” dan pengalaman Hirsi Ali sendiri yg juga disunat pada masa kecil, dipukuli oleh guru Qurannya sampai kepalanya terbelah dan dikawin paksa dgn lelaki yg tidak pernah dikenalinya – inilah yg mengakibatkannya lari dan mencari suaka ke Belanda, kalau perlu dgn berbohong ttg identitasnya.

Kehancuran mental dan kematian adik perempuannya karena tidak tahan akan tuntutan tradisi Islam dan 9/11, ini semua mempengaruhinya utk menulis. The Caged Virgin adalah sebuah buku yg menggambarkan keadaan kita sekarang.

Women’s treatment, to her, is the chief sin. Daring to reject the cruelties and abuse of Islam.
Perlakuan Muslim terhadap Wanita adalah dosa terbesar, menurutnya. Berani menguak kekejaman Islam. – By Carlin Romano – Inquirer Book Critic .

AYAAN HIRSI ALI (“Salman Rushdie”-nya Belanda) adalah cewek single dari Somalia yg mendapat suaka di Belanda dan menjadi anggota parlemen, teman Gogh yg dibunuh Muslim karena membuat film ‘Submission’ dan ia harus dijaga 24 jam karena ia juga diancam pembunuhan oleh Muslim sekarang bermaksud meninggalkan Belanda.

Para pengritiknya mengatakan bahwa Hirsi Ali mengangkat masalah Islam yang paling buruk spt rasisme dan pelecehan perempuan dan memproyeksikannya kepada semua Muslim. Hirsi Ali menjawab tudingan mereka ini dlm buku barunya “The Caged Virgin” (Perawan Terperangkap).

Hirsi Ali langsung menyerang jantung Islam. Katanya, kepercayaan dan kehidupan nabi Islam, Muhamad, harus dikonfrontasi, dianalisa dan dlm banyak hal harus ditolak.

“Jika 1,2 – 1,5 milyar manusia muslim menaati dan mengikutinya,” katanya, “dan mengatakan kami ingin seperti nabi kami, saya rasa ini hal urgen dan sangat penting.”

Katanya memang Muhamad mengajarkan beberapa hal baik, “spt nasehatnya agar berzakat kpd orang miskin dan yatim piatu.” Tetapi, Hirsi Ali bersikeras, secara keseluruhan ia TIDAK terpuji.

“Ia meminjam sedikit dari Yudaisme, sedikit dari Kristen, ia khususnya membunuhi para musuhnya secara brutal, ia juga melanggar aturan-aturan adat.”

Jauh sebelum radikal Islam mengecam setiap kritik terhdp Muhamad, para pakar Islam sendiri menerima bahwa Muhamad adalah tukang perang jamannya, dan meminta agar ia tidak dihakimi dgn standar modern.

Bahkan Bernard Lewis, pakar Islam ternama, mengarah pada interpretasi itu walau Hirsi Ali menganggapnya tidak terang-terangan: “Saya rasa Bernard Lewis ingin agar Arab tidak kehilangan muka…”
Tetapi ia tetap bersikeras bahwa “mengikuti orang ini [Muhammad] hanya akan berakhir pada satu hal FASISME .. .”

Hirsi Ali mengatakan ia memutuskan utk mengkonfrontasi sejarah Muhamad setelah Muslim Nigeria mengadakan huru hara berdarah, memprotes rencana Kontes Miss Dunia th 2002. Seorang wartawan Nigeria memanas-manasi keadaan dgn menulis bahwa (melihat betapa canti-cantiknya para peserta kontes) Muhamad sendiri akan mau mengawini salah satu kontestan. Huru hara itu menewaskan 200 orang.

“Jadi saya mengatakan,” kata Hirsi Ali, “Tahu nggak, hai para orang Eropa sayang, saya akan bercerita kepadamu ttg Muhammad!”

Ia kemudian mengumumkan bahwa sbg pemilik 9 isteri, Muhamad masih juga jatuh cinta pada Aisha pada saat ia (Aisha) berusia ENAM TAHUN! dan mengawininya saat ia berusia SEMBILAN TAHUN. Hirsi Ali membuat marah para Muslim Belanda karena menuduh Muhamad seorang Pedophil. (WONG KENYATAANNYA EMANG GITU KOK!!!)

Hirsi Ali serius saat mengatakan : “Saya harus mengatakannya karena semakin banyak lelaki mengambil anak dibawah umur sbg isteri dan mengatakan bahwa MUHAMAD ADALAH CONTOH MEREKA.” Hirsi Ali mengatakan, debat ini memberikannya harapan – ia terima satu surat dari Muslim yg menulis , “Saya tidak tahu apa yg kau lakukan, tetapi kau membuat saya BERPIKIR ….”

Ia juga ingin menantang Muslim kulit hitam di AS. Ia mengatakan, orang kulit hitam AS yg masuk Islam sama saja dgn YAHUDI yg memeluk NAZISME !!

“Saya ingin bercerita kpd mereka ttg Darfur,” katanya tegas. “Rakyat Darfur sedang dieksterminasi (oleh Muslim Arab) hanya karena mereka hitam. Jadi [Islam] juga doktrin rasis …. Orang tidak tahu apa yg terjadi di Saudi. Istana-istana Saudi PENUH DGN BUDAK HITAM! Jadi, orang hitam yg masuk Islam sama saja dgn secara sukarela menyetujui utk jadi BUDAK!”

Hirsi Ali sedang menulis buku beriktunya ttg nilai-nilai ‘Enlightenment’ – Voltaire adalah pahlawannya. Ia akan menerjemahkannya kedalam bahasa Arab dan Urdu, dan bahasa-bahasa penting lainnya dan membagikannya secara global dlm video dan audio.

“Saya akan membangkitkan Muhamad, dan ia akan mengadakan percakapan dgn [filsuf Inggris] Karl Popper dan saya dan [economic theorist] Friedrich Hayek.”

Hirsi Ali tersenyum. “Mudah-mudahanan saya bisa bertahan hidup selama mungkin utk menyelesaikannya.”

* Baca ulasan ttg “The Caged Virgin” Di Sini.

* Latar belakang siapa Ayaan Hirsi Ali lihat di link INI dan INI.

Berikut ini sedikit info ttg buku tsb dan background penulisnya. SAYA BRANI GARANSI, (BILA ANDA PEREMPUAN YG PEDULI), ANDA PASTI TERTARIK! Link

AYAAN HIRSI ALI (“Salman Rushdie”-nya Belanda) adalah cewek single dari Somalia yg mendapat suaka di Belanda dan menjadi anggota parlemen, teman Gogh yg dibunuh Muslim karena membuat film ‘Submission’ dan ia harus dijaga 24 jam karena ia juga diancam pembunuhan oleh Muslim sekarang bermaksud meninggalkan Belanda.

Para pengritiknya mengatakan bahwa Hirsi Ali mengangkat masalah Islam yang paling buruk spt rasisme dan pelecehan perempuan dan memproyeksikannya kepada semua Muslim. Hirsi Ali menjawab tudingan mereka ini dlm buku barunya “The Caged Virgin” (Perawan Terperangkap).

Hirsi Ali langsung menyerang jantung Islam. Katanya, kepercayaan dan kehidupan nabi Islam, Muhamad, harus dikonfrontasi, dianalisa dan dlm banyak hal harus ditolak.

“Jika 1,2 – 1,5 milyar manusia muslim menaati dan mengikutinya,” katanya, “dan mengatakan kami ingin seperti nabi kami, saya rasa ini hal urgen dan sangat penting.”

Katanya memang Muhamad mengajarkan beberapa hal baik, “spt nasehatnya agar berzakat kpd orang miskin dan yatim piatu.” Tetapi, Hirsi Ali bersikeras, secara keseluruhan ia TIDAK terpuji.

“Ia meminjam sedikit dari Yudaisme, sedikit dari Kristen, ia khususnya membunuhi para musuhnya secara brutal, ia juga melanggar aturan-aturan adat.”

Jauh sebelum radikal Islam mengecam setiap kritik terhdp Muhamad, para pakar Islam sendiri menerima bahwa Muhamad adalah tukang perang jamannya, dan meminta agar ia tidak dihakimi dgn standar modern.

Bahkan Bernard Lewis, pakar Islam ternama, mengarah pada interpretasi itu walau Hirsi Ali menganggapnya tidak terang-terangan: “Saya rasa Bernard Lewis ingin agar Arab tidak kehilangan muka…”
Tetapi ia tetap bersikeras bahwa “mengikuti orang ini [Muhammad] hanya akan berakhir pada satu hal FASISME .. .”

Hirsi Ali mengatakan ia memutuskan utk mengkonfrontasi sejarah Muhamad setelah Muslim Nigeria mengadakan huru hara berdarah, memprotes rencana Kontes Miss Dunia th 2002. Seorang wartawan Nigeria memanas-manasi keadaan dgn menulis bahwa (melihat betapa canti-cantiknya para peserta kontes) Muhamad sendiri akan mau mengawini salah satu kontestan. Huru hara itu menewaskan 200 orang.

“Jadi saya mengatakan,” kata Hirsi Ali, “Tahu nggak, hai para orang Eropa sayang, saya akan bercerita kepadamu ttg Muhammad!”

Ia kemudian mengumumkan bahwa sbg pemilik 9 isteri, Muhamad masih juga jatuh cinta pada Aisha pada saat ia (Aisha) berusia ENAM TAHUN! dan mengawininya saat ia berusia SEMBILAN TAHUN. Hirsi Ali membuat marah para Muslim Belanda karena menuduh Muhamad seorang Pedophil. (WONG KENYATAANNYA EMANG GITU KOK!!!)

Hirsi Ali serius saat mengatakan : “Saya harus mengatakannya karena semakin banyak lelaki mengambil anak dibawah umur sbg isteri dan mengatakan bahwa MUHAMAD ADALAH CONTOH MEREKA.”
Hirsi Ali mengatakan, debat ini memberikannya harapan – ia terima satu surat dari Muslim yg menulis , “Saya tidak tahu apa yg kau lakukan, tetapi kau membuat saya BERPIKIR ….”

Ia juga ingin menantang Muslim kulit hitam di AS. Ia mengatakan, orang kulit hitam AS yg masuk Islam sama saja dgn YAHUDI yg memeluk NAZISME.

“Saya ingin bercerita kpd mereka ttg Darfur,” katanya tegas. “Rakyat Darfur sedang dieksterminasi (oleh Muslim Arab) hanya karena mereka hitam. Jadi [Islam] juga doktrin rasis …. Orang tidak tahu apa yg terjadi di Saudi. Istana-istana Saudi PENUH DGN BUDAK HITAM! Jadi, orang hitam yg masuk Islam sama saja dgn secara sukarela menyetujui utk jadi BUDAK!”

Hirsi Ali sedang menulis buku beriktunya ttg nilai-nilai ‘Enlightenment’ – Voltaire adalah pahlawannya. Ia akan menerjemahkannya kedalam bahasa Arab dan Urdu, dan bahasa-bahasa penting lainnya dan membagikannya secara global dlm video dan audio.

“Saya akan membangkitkan Muhamad, dan ia akan mengadakan percakapan dgn [filsuf Inggris] Karl Popper dan saya dan [economic theorist] Friedrich Hayek.”

Hirsi Ali tersenyum. “Mudah-mudahanan saya bisa bertahan hidup selama mungkin utk menyelesaikannya.”
Baca ulasan ttg “The Caged Virgin” di sini

Latar belakang siapa Ayaan Hirsi Ali lihat disini dan disini.

Women’s treatment, to her, is the chief sin. Daring to reject the cruelties and abuse of Islam. Perlakuan Muslim terhadap kaum Wanita adalah dosa terbesar, menurutnya. Berani menguak kekejaman Islam.

By Carlin Romano – Inquirer Book Critic .

The Caged Virgin

PERAWAN YG DIKERANGKENG
By Ayaan Hirsi Ali

‘Saya tidak benci Islam,” kata aktivis Somali-Belanda Ayaan Hirsi Ali saat peluncuran buku pertamanya, The Caged Virgin, sebuah best-seller di Eropa yg menetapkan reputasinya sbg pengecam Islam paling berani. “Saya sadar akan adanya nilai-nilai agama itu yg indah, spt berzakat, keramah-tamahan, dan cinta kasih bagi fakir miskin.”

Katanya, “Saya juga kenal banyak lelaki Muslim yg memperlakukan ibu dan saudara-saudara perempuan mereka dgn baik.” Tapi, katanya dlm The Caged Virgin, hanya karena Muslim orang baik, ini TIDAK berarti bahwa Islam TIDAK memiliki segi-segi immoral. Ayaan tidak mau tutup mata atas praktek-praktek Islam paling kejam, hanya karena aturan-aturan keji ini tertulis berdampingan dgn aturan-aturan yg lebih manusiawi.

Dlm tradisi pemikiran rasional Barat, ini berarti ‘mengulas perbedaan.’ Didalam Islam, ini dinamakan ‘penghujatan.’ Muslim menerima Quran sbg “Perkataan Allah yg sempurna, bagi segala jaman dan tidak berubah,” Muhamad adalah “insan al kamil/mahluk paling sempurna,” dan keduanya (Quran dan Muhamad) tidak boleh dikritik. Oleh karena itulah Hirsi Ali dianggap menghujat Islam.

“Dalam nama Islam,” katanya, “perempuan dihadapkan pada praktek-praktek kejam, termasuk penyunatan (genital mutilation) dan pengusiran dari keluarga.”

Sebuah ayat Quran “memberikan lelaki hak utk memukul isteri-istri mereka.” Tradisi Muslim mengijinkan para ayah mengawinkan putri-putri mereka secara paksa, praktek yg oleh Hirsi Ali dianggap sbg “pemerkosaan yg diatur dan disetujui oleh seluruh keluarga.” Perempuan Muslim “dikucilkan dari kehidupan politik dan sosial,” dan UU “merugikan status perempuan.”

Ini adalah apa yg dinamakan Hirsi Ali dgn “moralitas adat (tribal morality),” atau obsesi Islam dgn keperawanan perempuan. Karena Islam menjadikannya kedalam sebuah “dogma,” tulis Hirsi Ali, “seorang perempuan yg keluar dari kerangkeng perawan ini dicap sbg LONTE” dan “esensi perempuan hanya terbatas pada sekedar selaput dara/hymen-nya.”

Sbg penerjemah bagi banyak perempuan Muslim imigran di Belanda, Hirsi Ali menyaksikan bgmn rejim inferioritas yg dipaksakan ini menjerumuskan nasib perempuan. Setiap kali mereka ditanya para petugas sosial, para perempuan Muslim yg dilecehkan itu hanya sanggup menjawab dgn lugu, “Terserah apa maunya suami saya,” atau “Insya Allah …” Kata Hirsi Ali, “MEREKA TIDAK PERNAH BELAJAR UTK MENGINGINKAN SESUATU BAGI DIRI MEREKA SENDIRI.” Perempiuan muslim harus mematikan kemanusiaannya dng hidup tanpa keinginan dan harapan. Inilah Dehumanisasi yg sesungguhnya!

Dan Hirsi Ali tidak berhenti disini saja. Ia malah mengecam keras orang-orang Barat yg simpati kpd Islam dgn mengatakan, ‘Saya ingin mengundang semua orang yg dibesarkan dilingkungan Islam spt saya’ agar ‘membandingkan essay J.S. Mill berjudul “On the Subjection of Women” (1869) dgn apa yg dikatakan Muhamad …”

Katanya, Muhamad jatuh cinta pada gadis berumur 6 thn bernama Aisha dan tidak sabar menikahinya sampai ia berumur 9 thn. Di mata Barat, kata Hirsi Ali, Muhamad adalah “tidak bermoral” dan “individu menjijikkan.” Muhamad memerintahkan agar perempuan tidak keluar rumah, harus mengenakan jilbab, tidak boleh memiliki hak yg sama spt suami mereka dan mereka bisa DIRAJAM sampai mati kalau berani berzinah.

Ia mengecam Muslim yg menolak nilai-nilai Barat dlm menilai Muhamad.
Katanya, “fakta bahwa the Wright Brothers — si kafir najis, menurut islam — yg menciptakan kapal terbang pertama, BUKAN Muslim tidak merupakan halangan bagi Muslim utk memanfaatkan kapal terbang. Dgn menerima penemuan-penemuan teknologi Barat, tanpa keberanian utk berpikir secara independen, budaya Muslim telah mengakibatkan kemacetan bahkan kebangkrutan mental.”

Kpd Muslim yg menolak kritik, ia menjawab: “Kalau tidak ada kesalahan dlm Islam, mengapa kalau begitu, banyak Muslim mengungsikan dan mencari suaka (ke negara kafir)?… Mengapa Muslim berbondong-bondong pindah ke Barat “kafir” dan (menikmati hidup layak) sambil tidak ragu-ragu mengumpat dan mengutuknya? Apa yg dimiliki –kafir- Barat yg TIDAK dimiliki Muslim?” Kesimpulannya? Muslim harus mulai menjadi “kritis terhdp agama mereka dan mengkajinya ulang.”

The Caged Virgin menggabungkan kritik filsafat dgn laporan nasib sejumlah Muslimah, “10 Anjuran bagi Muslimah yg Ingin Meninggalkan Islam,” dan pengalaman Hirsi Ali sendiri yg juga disunat pada masa kecil, dipukuli oleh guru Qurannya sampai kepalanya terbelah dan dikawin paksa dgn lelaki yg tidak pernah dikenalinya – inilah yg mengakibatkannya lari dan mencari suaka ke Belanda, kalau perlu dgn berbohong ttg identitasnya.

Kehancuran mental dan kematian adik perempuannya karena tidak tahan akan tuntutan tradisi Islam dan 9/11, ini semua mempengaruhinya utk menulis.

The Caged Virgin adalah sebuah buku yg menggambarkan keadaan kita sekarang. ***

 
Leave a comment

Posted by on August 15, 2008 in Muslimah

 

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: