RSS

Muslim Tanya Kami Jawab

15 Aug
. 

ANDA BERTANYA
KAMI MENJAWAB

Soal #1
Islam is a an old religion. Some of its teachings may not applicable today. But Islam was and still is a great religion with a billion of believers. Islam played an important part in human civilization.
Islam adalah agama tua. Sebagian dari ajarannya mungkin tidak bisa diterapkan dewasa ini. Tetapi agama Islam telah dan masih merupakan agama yang luar biasa dengan satu milyar orang penganutnya. Agama islam memainkan bagian penting dalam peradaban manusia.

The greatness of a belief is not determined by the number of its adherents but by its coherence and its inherent truths, its usefulness and practicability. There was a time that everybody believed that the Earth was flat. All philosophers and prophets concurred and the common sense confirmed it. Yet it was not true.
Islam did play an important part in human civilization. But was that a positive or a negative role? How many human lives were sacrificed at the altar of Allah? Muhammad exterminated the Jews of Arabia who called that land home for 2000 years. They had alliances with their Arab compatriots and intermarried with them. They were completely Arabianized. There was no religious conflict in Arabia. Muhammad not only introduced religious intolerance, he undertook the ethnic cleansing of Arabia and instigated a ” divinely ordained” hatred between his followers and the Jews that is taking its toll even up to this day. His command to kill the idolaters destroyed more human lives in 1400 years than Hitler succeeded to destroy in 13 years. Only in India the death toll was close to 90 million. Yes Islam had a great impact on the minds of its followers. But we paid and keep paying with our lives for that impact. The suffering and backwardness of Muslims and the present wave of terrorism are the result of that impact.

Kebesaran sebuah kepercayaan tidak ditentukan oleh jumlah pengikutnya tetapi oleh pertalian dengan kebenarannya yang melekat, kegunaannya dan amalannya. Pernah pada suatu waktu semua orang percaya bahwa bumi ini bentuknya datar. Semua filsuf, intelektual dan nabi setuju serta pendapat umum pun mendukungnya. Namun kemudian kepercayaan atau keyakinan itu ternyata tidak benar. (Jadi, KEBENARAN tidak tergantung pada seberapa banyak orang yang mempercayai atau meyakini dan mengikutinya. Cara pikir yg salah [fallacy] ini disebut argumentum ad populum, mendasarkan kebenaran kepada jumlah orang yg sependapat).

Agama islam telah memainkan bagian penting dalam peradaban manusia. Tetapi apakah peranannya positif atau negatif? Berapa banyak manusia telah dikorbankan diatas altar auwloh? Muhammad membasmi orang Arab Yahudi yang telah menganggap negeri itu sebagai rumah/negeri mereka sendiri sejak 2000 tahun lalu. Mereka mempunyai pertalian erat dengan saudara Arabnya, dan mereka telah membaur dengan perkawinan campur. Mereka benar-benar telah diarabkan. Tidak ada konflik antar agama di Arabia sebelum muhammad datang dng agama karangannya, islam.

Muhammad tak hanya memperkenalkan intoleransi beragama, dia juga melakukan pembersihan etnik dan menanamkan kebencian yang dashyat kepada orang Yahudi dibenak pengikutnya yang masih berkelanjutan sampai hari ini. Perintahnya membunuh kepada para pemujanya telah membinasakan lebih banyak jiwa manusia dalam kurun waktu 1400 tahun daripada yang dilakukan Hitler selama 13 tahun. Di India saja korban kematian terhitung mendekati 90 juta jiwa. Ya, islam menghasilkan dampak luar biasa dibenak pengikutnya. Tetapi kita yang harus membayar dan terus mempertaruhkan nyawa kita akibat dampak islam itu. Penderitaan dan keterbelakangan masyarakat Muslim dan sekarang gelombang terorisme diakibatkan oleh dampak tersebut.

Question #2
What about the great minds of Islamic world, like Zakaria Razi, Ibn Sina, Ibn Rushd, Khayyam, Ibn Arabbi, Al Muari and many more? Shouldn’t we thank Islam for rearing these luminaries?
Bagaimana dengan pemikiran luar biasa dari dunia islam, seperti Zakaria Razi, Ibn Sina, Ibn Rushd, Khayyam, Ibn Arabbi, Al Muari dan banyak lainnya? Bukankah kita harus berterima kasih kepada islam karena telah melahirkan para pakar yg terkenal ini?

We should thank Islam for rearing Khomeini, Bin Laden, Umar and Ali. They killed people inspired by Islam. The thinkers of Islamic world were almost all apostates. Ibn Sina did not believe in the immortality of the soul and did not believe in a god that cares about the creation. His concept of God was very much similar to that of Espinoza. He was attacked vehemently by Ghazali because of that. But he was a genius who started to teach medicine at the age of 20. His life was spared because he was much needed and because in those days we had tolerant governors who were more secular than religious. Khayyam was obviously an apostate as you can see from every robai that he composed. Hafiz memorized Quran before he reached the age of 15. But as you see there is no praise of Muhammad in his poetries when he became an adult and could think independently. Only a non-religious humanist would say: “Mei bekhor manbar besoozan, mardoom aazaari makon.” (Drink and burn the pulpit but don’t hurt people). This is totally opposite with Muhammad’s instructions who prohibited drinking wine, used the pulpit and ordered killing the non-believers. Ar Razi spoke fearlessly against all the religions, calling the Prophets disdainfully “Billy Goats” and liars. These truths have been kept hidden from us. We have been lied to constantly. First the Muslims persecuted these apostates and after their death they credited Islam with their great works and contributions to science and learning.
The reason the Golden Age in the Islamic world became possible was because the rulers in those days were more secular than religious and they tolerated the apostasy of the great minds who in turn contributed to science.

Kita seharusnya “berterima-kasih” kepada islam karena telah menghasilkan para pendukung seperti Khomeini, bin Laden, Umar dan Ali. Mereka membunuh ribuan orang tak bersalah, diilhami oleh agama islam.

Hampir semua ahli pikir (intelektual) yg hidup di dunia islam sebenarnya adalah orang yg dapat dianggap “murtad” (tidak percaya ajaran islam). Ibn Sina tidak percaya pada keabadian jiwa dan tidak percaya pada Tuhan yang peduli akan ciptaanNya. Konsepnya ttg Tuhan sangat mirip dengan konsep Espinoza. Dia diserang hebat oleh Ghazali karena itu. Tetapi dia adalah seorang genius yang mulai mengajar ilmu obat-obatan pada usia 20 tahun. Hidupnya terselamatkan karena dia amat dibutuhkan dan karena pada waktu itu dunia islam mempunyai gubernur toleran yang lebih sekuler daripada agama (islam).

Khayyam nampaknya seorang murtadin, seperti bisa anda lihat dari setiap ‘robai’ yg dia ciptakan. Hafiz menghafal Quran sebelum dia mencapai umur 15 tahun.Tetapi seperti anda lihat tidak ada pujian kepada Muhammad di puisinya ketika dia menjadi dewasa dan ia bisa berpikir secara mandiri. Hanya humanis yang tak beragama akan mengatakan: “Mei bekhor manbar besoozan, mardoom aazaari makon (Minum dan bakarlah mimbar, tetapi jangan menyakiti hati orang lain).” Ini benar-benar berlawanan dengan perintah Muhammad yang melarang minum-minuman keras, tetapi menggunakan mimbar dan memerintahkan pembunuhan terhadap orang-orang yang tidak percaya. Ar Razi berbicara tanpa rasa takut, tegas menentang semua agama dan menyebut muhammad dengan penuh kehinaan “Billy Goats” dan pembohong.

Kebenaran ini tetap disembunyikan dari kita. Kita sudah dibohongi terus-menerus. Awalnya Muslim menganiaya orang-orang murtad tersebut dan setelah kematian mereka, muslim membanggakan bahwa karena agama islam-lah para murtadin itu menghasilkan karya agungnya yg memberi sumbangan bagi ilmu pengetahuan dan pendidikan (pembelajaran). Alasan zaman ke-emasan di dunia islam menjadi mungkin karena penguasa pada saat itu lebih sekuler dan mereka mentolerir para murtadin bagi pemikiran akbar yang berpaling menyumbang bagi ilmu pengetahuan.

Question #3
Does your criticism apply to Islam or to other religions as well?
Apakah kritik anda ditujukan kepada agama islam atau juga kepada agama lain?

I don’t believe in any religion. The very concept of God sending messengers to save us or to be known and worshipped is absurd. However, I am not against religions. I believe in freedom of thought and diversity. Diversity means having the luxury to think differently.
I respect all religions that preach love and unity and are tolerant of other beliefs even though I may not agree with their theological philosophy.
I fight against Islam, not because it is a religion or because it is false but because it preaches hate and divides mankind into “brothers” and “enemies”. Islam is fascism that tends to unite only the believers using the hatred of the non-believers as the leverage.

Saya tidak percaya pada agama yang mana pun. Konsep dasar bahwa utusan dikirim untuk menyelamatkan kita atau agar dipelajari dan disembah adalah tidak masuk akal. Tetapi, saya tidak menentang agama. Saya percaya pada kebebasan pemikiran dan keberagaman. Keanekaragaman maknanya memiliki kebebasan untuk berbeda pendapat.

Saya menghormati semua agama yang mengajarkan cinta kasih dan persaudaraan dan yang toleran kepada kepercayaan lain. Meskipun mungkin saya tidak setuju dengan falsafah teologis mereka.
Saya memerangi agama islam, bukan karena itu adalah agama atau karena agama palsu melainkan karena islam menyebarkan kebencian dan mengelompokkan manusia sebagai “saudara” dan “musuh”.

Agama islam adalah fasisme yang cenderung bersaudara hanya dengan orang yang seiman dengan menaruh kebencian kepada orang yang tidak seiman.

Question #4
You talk about the bad parts. How about the good parts? Do you see any good part in Islam or all what you see is bad?
Anda berbicara tentang hal-hal yang jelek. Bagaimana bagian-bagian yg baik? Adakah anda melihat ada bagian yang baik di agama islam ataukah semua apa yang anda lihat adalah jelek?

In every religion, there is something good, something bad and something very ugly. The good part is what is being preached, the inner peace and security that it promises. The bad part is the hidden agenda of their founders and how that religion is practiced. The ugly part is the terrible outcome and the disastrous toll that it takes from its followers and not followers. All the religions share the same characteristics. Except Buddhism that is not a religion but an agnostic philosophy of enlightenment. Buddhism makes no mention of God or any deity and Buddha never made any claim of receiving a revelation
I should also mentions that all religions have evolved and they are now positive forces of change. Islam is the only religion that has not changed and cannot change. Therefore Islam is the only dangerous religion that must be eradicated. All other religions have something good to contribute. Islam has none. It is sheer evil.

Di setiap agama, ada hal-hal yang baik, yang jelek dan yang sangat jelek. Bagian baik adalah apa yang telah dikhotbahkan, yaitu perdamaian dan keamanan yang dijanjikannya. Bagian jelek adalah agenda tersembunyi para pendiri dan bagaimana agama itu dijalankan. Bagian yang paling jelek adalah hasil yang mengerikan dan korban malapetaka, baik kepada umatnya maupun bukan umatnya. Semua agama mempunyai sifat yang mirip sama. Kecuali Buddhism yang bukan agama tetapi falsafah agnostik pencerahan. Buddhism tidak membuat sebutan Tuhan ataupun dewa dan Buddha tidak pernah mengklaim menerima wahyu.

Saya harus juga sebutkan bahwa agama-agama sudah berkembang dan sekarang ada kekuatan yg positif sebagai gantinya. Agama islam adalah satu-satunya agama yang tidak berubah dan tidak bisa berubah. Oleh karena itu agama islam adalah satu-satunya agama berbahaya yang harus dibasmi. Agama-agama lain memiliki sesuatu yang baik untuk disumbangkan bagi peradaban manusia. Agama islam tak mempunyai suatu apapun. Yang ada hanyalah kejahatan belaka.

Question #5
Do you suggest that Islam is bad for the people and they should accept other religions or no religion at all?
Apakah anda mengusulkan –agama islam jelek– untuk masyarakat dan mereka sebaiknya memeluk agama lain atau sama sekali tidak beragama?

It is not up to me to tell others what to believe. Personally I do not believe in any religion. I have turned to reason and rational thinking. I doubt everything and try to find my own light.

I the words of Krishnamurti.
‘Truth is a pathless land’. Man cannot come to it through any organization, through any creed, through any dogma, priest or ritual, not through any philosophic knowledge or psychological technique. He has to find it through the mirror of relationship, through the understanding of the contents of his own mind, through observation and not through intellectual analysis or introspective dissection. Man has built in himself images as a fence of security – religious, political, personal. These manifest as symbols, ideas, and beliefs. The burden of these images dominates man’s thinking, his relationships and his daily life. These images are the causes of our problems for they divide man from man. His perception of life is shaped by the concepts already established in his mind. The content of his consciousness is his entire existence. This content is common to all humanity. The individuality is the name, the form and superficial culture he acquires from tradition and environment. The uniqueness of man does not lie in the superficial but in complete freedom from the content of his consciousness, which is common to all mankind. So he is not an individual.”
If you look for meaning in life, don’t look for it in religions. Don’t go from one cult to another or from one guru to the next. You can spend all your life or look for eternity and will find nothing but disappointment and disillusionment. Happiness is in the service to humanity. You will find meaning in your love for other human beings. You can experience God when you have helped someone who needed your help. The only truth that counts is the love that we have for each other. Love is real. The rest is mirage, fancies of human imagination, and fallacies of our own making.

Bukan terserah kepada saya untuk mengatakan orang lain apa yang harus mereka percaya. Saya pribadi tidak percaya pada agama apapun. Itulah sebabnya Saya berubah menjadi rasional dalam berpikir. Saya menyangsikan segalanya dan mencoba menemukan cahayaku sendiri.

“Saya” kata Krishnamurti.
‘Kebenaran adalah negeri tanpa arah’. Manusia tidak bisa mencapainya lewat organisasi mana pun, lewat syahadat apapun, lewat dogma, pengkhotbah atau ritual mana pun, tidak lewat pengetahuan filsafat atau melalui teknik psikologis.

Dia mesti menemukannya lewat cermin perhubungan (mirror of relationship), lewat mengerti nalarnya sendiri, lewat pengamatan dan bukan lewat analisa intelektual atau penelitian mawas diri. Manusia membentuk gambaran dirinya sebagai pagar keamanan – agama, politik, pribadi. Ini memanifestasikan sebagai simbol, gagasan, dan kepercayaan. Beban gambaran diri ini menguasai pikiran, relationship dan kehidupan sehari-hari.
Semua gambaran diri ini merupakan penyebab permasalahan kita karena memisahkan manusia dari manusia lainnya. Persepsi hidupnya dibentuk oleh gagasan yang ada di pikirannya. Isi kesadarannya adalah keberadaan seluruhnya. Isi ini umum bagi semua umat manusia. Namanya adalah Kepribadian, bentuk dan kulit permukaan kebudayaan yang diperoleh dari tradisi dan lingkungan. Keunikan manusia tidak berada dipermukaan tetapi di kebebasan yang benar-benar dari isi kesadarannya, yang umum ada pada semua manusia. Jadi dia bukan seorang individu (belaka).

Jika anda mencari makna kehidupan, jangan mencarinya dalam agama. Jangan pergi dari satu kultus ke kultus lainnya atau dari ustad yang satu ke ustad yang berikutnya. Anda bisa menjalani seluruh hidup atau mencari kekekalan dan akan menemukan hanya kehampaan dan mengecewakan. Kebahagiaan adalah pengabdian kepada kemanusiaan. Anda akan menemukan arti dari cinta anda kepada orang lain.

Anda bisa merasakan Tuhan jika anda telah menolong orang yang memerlukan pertolongan anda.

Satu-satunya kebenaran yang bermakna adalah cinta kasih terhadap satu sama lain.

Cinta itu nyata. Sisanya ialah fatamorgana, fantasi imajinasi, dan kepalsuan kita sendiri.

 
3 Comments

Posted by on August 15, 2008 in Islam

 

3 responses to “Muslim Tanya Kami Jawab

  1. graphic & design

    April 25, 2010 at 12:39 am

    kenapa anda begitu menjelekan islam padahal sesungguhnya islam agama yang bnar…n anda harus tau dan sadar ciri agama yang bnar adlah mempunyai panutan yang menharah ke masa lalu masa sekarang dan masa depan n islam sudah menjelaskan akan masa lalu masa sekarang dan masa depan…termasuk hari ahir yang dimna akan terjadi…anda jangn mengexposekata” yang sewonor n tidak berdasar bila anda ingn tau kebenaran islam maka baca al-Quran dengan benar karena al-Quran itu g da yang salah itulah ciri kitab suci bila ada yang salah 1 maka itu kitab tidak suci atau buatan manusia….ngalaur

     
  2. Kenny

    February 26, 2011 at 5:38 pm

    mengerikan dan konyol sekali agama ini..mengerikan karena penuh dengan ayat-ayat yang memerintahkan kebencian, pemerkosaan, penganiayaan dan pembunuhan serta konyol karena imajinasi surga yang penuh dengan bidadari dan seks)bagaimana bisa orang yang mempunyai perilaku yang kejam dan cabul bisa dianggap sebagai Nabi???

     
  3. The Slytherin

    March 15, 2011 at 5:50 am

    wahahahahaha… ini tulisan mengarang semuaaaa,,,..

    tak berdasar fakta..

    SEKALI LGI TAK BERDASAR FAKTA..
    BLOG OMONG KOSONG!!!

     

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: