RSS

MUSLIM RENDAH PRESTASI, MENGAPA?

15 Aug

Will Muslims Ever wake up?

Kapan NEGARA ISLAM Bangkit?
By Ali Sina


Dalam artikel berjudul “What went wrong?” (Apa yang salah?) Dr Farrukh Saleem, penulis freelance dari Islamabad memberikan gambaran dunia Islam yg mengenaskan dgn menunjukkan bahwa negara-negara Muslim adalah yang paling miskin, paling buta huruf dan paling terbelakang di dunia. Ditulisnya:

Total GDP/tahun dari 57 negara-negara Muslim masih dibawah US$2 trillion.

AS sendiri memproduksi barang dan jasa senilai $10.4 trillion;
China $5.7 trillion
Japan $3.5 trillion
Jerman $2.1 trillion.
Bahkan GDP India saja diperkirakan lebih dari $3 trillion.

Negara-negara kaya seperti Saudi Arabia, UAE, Kuwait dan Qatar secara kolektif memproduksi barang & jasa (minyak) senilai $430 billion; BELANDA saja masih memiliki GDP tahunan yang lebih besar, sementara Thailand memproduksi barang dan jasa senilai $429 billion.

Muslim bertotal 22 % dari penduduk dunia tapi memproduksi kurang dari 5% dari GDP dunia. Yang lebih menyedihkan adalah bahwa GDP negara-negara muslim secara menyeluruh semakin menurun. Orang Arab, khususnya, yang paling menyedihkan.

Menurut Arab Development Report PBB:
“Setengah jumlah wanita Arab buta huruf;
satu dari 5 Arab menerima kurang dari $2/hari;
hanya 1% dari penduduk Arab memiliki computer;
dan hanya 1% yang memiliki komputer memiliki akses Internet;
15% usia kerja Arab menganggur dan jumlah ini bis berlipat ganda pada tahun 2010;
pertumbuhan rata2 penghasilan per capita dalam 20 tahun terakhir dunia Arab hanya 1/2 % per annum, lebih buruk dari negara di sub-Sahara Africa.”

Negara-negara paling miskin di planet ini adalah Ethiopia, Sierra Leone, Afghanistan, Cambodia, Somalia, Sudan, Nigeria, Pakistan & Mozambik. (Jangan lupa ALBANIA = mayoritas Muslim! -red) Paling sedikitnya 7 dari negara paling miskin itu adalah negara-negara dengan mayoritas muslim.

Kesimpulan: Muslim adalah yang paling miskin dari jajaran negara miskin.

57 negara mayoritas muslim masing-masing hanya memiliki rata-rata 10 universitas dari jumlah total kurang dari 600 universitas bagi
1.4 milyar Muslim; India saja memiliki 8.407 universitas, AS 5.758.

Dari 1.4 milyar Muslim hanya dua orang : Abdus Salam dan Ahmed Zewail yang menang hadiah Nobel Prize dlm Kimia dan Fisika. Salam melakukan penelitiannya di ITALIA DAN UK, sementara Zewail di California Institute of Technology, Amerika Serikat. Dr Salam bahkan di negaranya tidak dianggap muslim, karena penganut Ahmadiyah.

Selama 105 tahun, 1.4 milyar Muslim hanya mampu menghasilkan 8 Nobel Laureat, sementara 14 JUTA YAHUDI menghasilkan 167 Nobel Laureat. Dari ke 1.4 milyar Muslim, kurang dari 300.000 dikualifikasikan sebagai ‘ilmuwan’, dan itu dikonversi ke dalam rasio 230 ilmuwan utk setiap 1 juta Muslim. AS memiliki 1.1 juta ilmuwan (4.099 ilmuwan per 1 juta orang); Jepang memiliki 700.000 (5.095 ilmuwan per 1 juta orang).

Fakta: dari 1.4 milyar Muslim 800 juta buta huruf (6 dari 10 Muslim tidak dapat membaca). Di negara-nehara Kristen, tingkat melek huruf adalah 80%.

Muslim dgn 22% total penduduk dunia, hanya 1% dari mereka berhasil memenangkan hadiah Nobel. Sementara Yahudi hanya berjumlah 0.23% dari penduduk dunia, tapi 22% dari mereka mendapatkan Hadiah Nobel.

Apa yang salah? Muslims miskin, buta huruf dan lemah. Mengapa bisa? Penting mencapai diagnosis yang tepat guna mendapatkan obat yang tepat.

Jadi, apa diagnosis Dr. Salim?

Diagnosis 1: Muslim miskin, buta huruf dan lemah karena mereka telah “meninggalkan warisan ilahi Islam’.

Obat: Kami harus kembali ke masa lalu kita.

Diagnosis 2: Muslim miskin, buta huruf dan lemah karena kami menolak maju sesuai jaman.

Yah, silahkan, maju sesuai jaman — sesuai Quran!

WHY DO MOSLEMS UNDERACHIEVE?

MENGAPA MUSLIM RENDAH PRESTASI?
Thierry Gattuso (2005/11/24)


Jumlah Muslim sedunia mencapai 22% jumlah penduduk dunia, tapi menurut United Nations’ Arab Human Development Report (Laporan Perkembangan Arab PBB):

“Setengah jumlah wanita Arab BUTA HURUF;
satu dari 5 Arab hidup dibawah US$2 per hari;
hanya 1% penduduk Arab memiliki komputer pribadi, dan setengah dari 1% menggunakan internet;
15% penduduk usia kerja Arab menganggur;
60% Muslim BUTA HURUF”.



Hanya dua yg muslim pernah memenangkan hadiah Nobel di bidang sains:
Dr. Abdus Salam th 1979 utk fisika dan Dr. Ahmed Zewail th 1992 utk Kimia (itupun, mereka berdua membuat karya ilmiahnya di negara Kafir, Italy/UK dan US). Dr Salam adalah pengikut Ahmadiyah asal Pakistan, shg tidak dianggap sbg Muslim dinegaranya.

Hanya 600 universitas melayani penduduk Muslim sebanyak 1.2 milyar di 57 negara. Setengahnya hanya terfokus pada pengajaran pendidikan dan sains Islam.

India saja memiliki 8.407 universitas bagi ke-1 milyar penduduknya
dan AS 5.758 univ bagi 280 juta penduduknya.

Jumlah total GDP (Pendapatan Kotor Domestik) tahunan dari ke-57
negara Muslim berada dibawah $2 trillion.
AS memproduksi barang dan jasa senilai $10.4 trillion;
Cina $5.7 trillion
Japan $3.5 trillion
India $3 trillion
Jerman $2.1 trillion

Sementara negara-negara kaya minyak, Saudi, Arab Emirat , Kuwait dan Qatar secara keseluruhan memproduksi barang dan jasa sebanyak $430 billion; Thailand saja memproduksi barang dan jasa senilai $429 billion.

Rendahnya prestasi Muslim ini akut di ke 57 negara Islam. Muslim mengatakan sedang merampungkan diri setelah periode lama kolonisasi dan de-kolonisasi dan efek-efek pemindahan orang-orang Palestina dari tanah Arab. Tapi bagaimana dengan prestasi Muslim yagn tinggal dan bekerja di Barat? Faktanya, mereka juga tidak lebih baik dari saudara-saudara mereka di negara-negara Muslim.

Di UK, sensus th 2001 utk pertama kalinya melihat latar belakang agama negara itu. Menurut sensus, Muslim berjumlah 2.8% dari penduduk total UK, Hindu 1%, Sikhs 0.6, Buddhists dan Yahudi cuma 0.5%.

Tapi dari angka populasi tersebut: 31% Muslim usia kerja tidak memiliki kualifikasi, ini angka tertinggi dari semua kelompok agama lainnya. Spt di banyak negara, memiliki rumah sendiri adalah prestasi besar dan tanggung jawab finansial. 82% Sikh diikuti oleh 78% dari Yahudi memiliki rumah sendiri di UK. Hanya 52% Muslim memiliki rumah sendiri, yang terendah dari semua kelompok agama lainnya. 14% Muslim menganggur, dibanding dgn 8% Sikh dan 6% Hindu.

Rendahnya prestasi Muslim lebih parah melihat asal usul para pendatang Muslim, Hindu, Sikh dan Buddhist di UK. 75% Muslim, 97% Hindu, 98 % Sikh dan 69% Buddis berada di UK, datang dari atau memiliki hubungan dengan Asia Selatan. Oleh karena itu faktor-faktor budaya bisa dihapus saat membedakan prestasi kelompok-kelompok agama ini.

TAPI hanya Muslim-lah yg mengeluh bahwa mereka harus menghadapi halangan bahasa dan menghadapi diskriminasi di UK dan menganggap ini sgb faktor rendahnya prestasi. Kaum Buddhis, Hindu dan Sikh juga menghadapi halangan yang persis sama TAPI prestasi mereka jauh lebih baik dari Muslim.

Rendahnya prestasi ini tidak mengherankan bagi mereka yang mengenal sifat Islam sebenarnya. Semua yang perlu diketahui Muslim ada dalam Quran, Hadis atau Sunnah. Muslim tidak didorong untuk mencari pengetahuan dan memperbaiki diri sendiri. Muslim adalah anti kemajuan, modernitas dan sains. Mereka yang mengontrol Islam tidak ingin melihat Muslim terdidik karena muslim terdidik akan menerapkan logika dan jalur pikir kritis terhadap Quran dan melihat dgn mata kepala sendiri bahwa isinya cuma koleksi dongeng dan tahayul rancu dari jalan pikir seorang Bedouin bandit abad ke 7, Muhammad.

PS: Muslim punya mantera bahwa mereka dianjurkan utk ‘mengejar ilmu sampai ke negeri Cina’. Loh.. mengejar ilmu kok harus ke negara kafir?! Pemakan babi pula?! Ah! Islam emang nggak konsisten!

Arab development : Self-doomed to failure

PERKEMBANGAN ARAB:

MENGUTUK DIRI SENDIRI

KE DALAM KEGAGALAN
The Economist, Jul 4th 2002


Satu lagi laporan dari para pakar Arab menjelaskan mengapa kawasan mereka begitu terbelakang!

APA sih yg tidak beres dgn dunia Arab? Mengapa mereka begitu ketinggalan jaman? Mereka punya minyak yang bisa membuat kawasan itu kaya raya, maju dan makmur. Tapi nyatanya?

Pemerintahan mereka otokratik, pemilu mereka sebuah lelucon besar, setengah penduduknya BUTA HURUF, pengangguran, kebodohan dan ajaran konservatif picik merajalela. Malah kebanyakan anak muda Timur Tengah memiliki impian utk satu hari bisa dapat visa tinggal di Barat. Kenapa oh kenapa?

Dimeja makan dari Maroko sampai ke Mesir, tidak henti-hentinya para pakar Arab saling bertanya, mengapa oh mengapa kita jadi begini? Mereka akhirnya menerbitkan diagnose mereka dalam “The Arab Human Development Report 2002”, yg diterbitkan minggu ini oleh UNDP.

Dunia Arab mencakup ke 22 anggota Liga Arab, yg mewakili 280 juta orang, hampir sama dgn penduduk Amerika Serikat. Dari 68 juta orang di Mesir, sampai 565.000 orang di Qatar. Kawasan itu memiliki proporsi anak muda yg paling tinggi didunia —38% orang Arab berada dibawah usia 14— dan diperkirakan, jumlah penduduk akan meningkat sampai 400 juta dlm 20 thn mendatang.

Jadi betapa anehnya bahwa total GDP SELURUH dunia Arab adalah US$531 billion yg berada DIBAWAH SPANYOL, satu negara saja!

Satu dari 5 orang Arab hidup dgn $2/hari. Dlm 20 thn belakangan ini, pertumbuhan pemasukan per kepala per tahun adalah 0.5%. Ini adalah angka yg paling rendah didunia, dan hanya bisa disejajarkan dgn Afrika sub-Sahara. Dgn tingkat rata-rata ini, kata laporan itu, diperlukan 140 tahun bagi rata-rata orang Arab utk melipatgandakan pemasukannya, sementara di bagian dunia lain, ini bisa dicapai dlm 10 thn.

Pertumbuhan stagnan, bersamaan dgn populasi yg meningkat pesat berarti hilangnya kesempatan kerja. Sekitar 12 juta orang, atau 15% dari jumlah buruh sudah menganggur, dan dgn trend spt sekarang ini, angka pengangguran bisa meningkat menjadi 25 juta di thn 2010.

Halangan bagi prestasi, menurut laporan ini, bukan kekurangan sumber, melainkan tiga esensi: kebebasan (demokrasi), pengetahun dan tenaga perempuan. Jika “defisit-defisit” ini tidak diberi kesempatan utk mencapai potensi mereka, maka akan timbul kombinasi membahayakan antara kekayaan dan kepicikan!

Kebebasan.
Defisit ini, menurut interpretasi UNDP, adalah AKAR dari segala mala petaka dlm dunia Arab: kelanjutan otokrasi-otokrasi absolut; pemilu-pemilu yg curang; percampuran antara bidang eksekutif dan legislatif (karena dlm bahasa Arab keduanya memiliki kata serupa); tekanan atas media dan masyarakat; serta sebuah patriarkhi yg tidak toleran dan kadang suasana sosial yg menyesakkan.

Kawasan ini penuh dgn penampilan luar sebuah ‘demokrasi.’ Pemilu sering dilakukan dan bahkan konvensi-konvensi hak azasi manusia ditandatangani. Namun, arus besar demokratisasi yg menyapu bagian-bagian dunia lain rupanya tidak menyentuh orang Arab sedikitpun. Demokrasi hanyalah ditawarkan sbg konsesi, bukan sbg hak.

“Peralihan kekuasaan lewat kotak pemilu bukan sebuah fenomena lazim dlm dunia Arab,” kata laporan itu. Lebih lagi, para pejabat, mulai dari menteri kebawah, ditunjuk HANYA karena koneksi. Ini mengakibatkan otoritas yg tidak responsif dan jajaran administrasi negara yg tidak kompeten.

Kebebasan berekspresi dan berserikat juga sangat dibatasi dgn tajam. Tidak ada negara Arab yg memiliki pers bebas, dan hanya tiga negara memiliki pers yg ‘sebagian bebas.’ Selebihnya hanyalah moncong suara pemerintah.

Pengetahuan.
Orang Arab menghabiskan persentase lebih tinggi dari GDP pada bidang pendidikan ketimbang kawasan berkembang lainnya. TAPI ini nampaknya percuma saja. Kualitas pendidikan sangat merosot dan ada petimpangan antara lapangan pekerjaan dgn sistem pendidikan. 65 juta orang dewasa buta huruf, 2/3 adalah perempuan. 10 juta anak-anak tidak pernah merasakan bangku sekolah sama sekali.

Dunia Arab semakin terbelakang dlm riset sains dan information technology. Investasi dlm riset & pembangunan kurang dari 1/7 rata-rata dunia. Hanya 0.6% penduduk menggunakan Internet dan 1.2% memiliki computer.

Kreativitas mati total. Dlm 1000 thn sejak berkuasanya Kalif Mamoun, kata laporan ini, dunia Arab menerjemahkan buku sebanyak buku yg diterjemahkan Spanyol dlm 10 thn!

•Status Perempuan.
Islam menghormati perempuan? Think again! Laporan ini mengkonfirmasikan apa yg selalu dikatakan kafir: dunia Arab tidak memperlakukan perempuan mereka sbg warga penuh dgn hak-hak yg jauh lebih sedikit ketimbang lelaki. Hanya satu dari dua perempuan Arab buta huruf total. Partisipasi mereka dlm kehidupan ekonomi dan politik negara mereka adalah YG PALING RENDAH DI DUNIA.

Menurut ukuran “gender-empowerment measure” UNDP, Arab menduduki tingkat terendah, sedikit diatas Africa sub Sahara.

Jangan tanya!

Laporan ini ditulis oleh orang Arab sendiri shg mereka dgn jitu menghindari topik PERAN ISLAM!

Memang dari usia sekolah, orang Arab sudah dijejali ancaman agar jangan sekali-kali membantah tradisi, otoritas dan Quran. Phobia mereka akan fawda (chaos) dan fitnah berakar kuat. “Peran pemikiran”, tulis seorang ilmuwan Syria “adalah utk menjelaskan dan mentransmisi… dan bukan utk mencari dan bertanya!”

Jadi kini dgn barisan Arab-arab muda yg menganggur, tanpa keahlian dan penuh kebencian terhdp masy mereka sendiri, paling tidak mereka menemukan sedikit harga diri dlm Islam. Dgn semua pintu tertutup, beberapa dari mereka mengarahkan kemarahan bahaya mereka itu kpd dunia Barat.

TRAGEDI DUNIA ARAB


Sudah menikmati cipratan rejeki dari minyak (yg notabene perlu bantuan kafir utk menggali, memproses, mendistribusi, menjual & membeli), keadaan dunia Arab tetap saja dibawah rata-rata!

  • Tidak ada satupun produk buatan Arab yg memiliki kualitas tinggi utk dijual di pasaran dunia. Karpet Iran? Ingat Iran BUKAN Arab!

  • Produktivitas Arab adalah yg paling rendah di dunia.

  • Tidak ada satupun universitas kelas dunia.

  • Tradisi ‘sains’ Arab (itu juga contek sains Yunani) hanya menampilkan sejumlah kecil program riset dlm bidang PERANG kimia dan biologis.

  • Tidak ada negara Arab yg merupakan negara demokrasi tulen.

  • Tidak ada negara Arab yg menghormati HAM.

  • Tidak ada negara Arab yg memiliki media independen.

  • Tidak ada satupun masy Arab yg menghormati hak2 wanita dan minoritas secara penuh.

  • Tidak ada satupun pemerintah Arab yg pernah menerima tanggung jawab atas kegagalannya sendiri.

Sumber:
http://www.faithfreedom.org/oped/sina51126.htm
http://www.faithfreedom.org/oped/ThierryGattuso51125.htm

 
1 Comment

Posted by on August 15, 2008 in Muslimer

 

One response to “MUSLIM RENDAH PRESTASI, MENGAPA?

  1. lion

    April 13, 2011 at 5:58 am

    MUSLIM CACAT ROHANI
    3 macam type muslim:
    1.muslim murtad,punya otak, pnya hati tp ga pnya roh islam (islam ktp)
    2.muslim taat, pnya hati, pnya rooh islam tp ga pnya otak(islam idiot)
    3.muslim jahat, pnya otak, pnya roh islam tp ga pnya hati (teroris)
    itulah yg mnyebabkan muslim sulit berprestasi, karena sibuk mnyeimbangkan pikiran, hati & ke'islam'an nya.

     

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: