RSS

Muslim Moderat Adalah "Dead Muslim"

15 Aug

KOMPILASI TULISAN TTG MUSLIM MODERAT (9 ARTIKEL)


MITOS MUSLIM MODERAT

By Yashiko Sagamori

Dicetak ulang dari:
Truth in the Middle East

B

anyak orang percaya bahwa Islam hanyalah agama monoteis spt agama monoteis lainnya, tidak jauh beda dari Yahudi atau Kristen. Kalau itu benar, maka Muslim Moderat pasti eksis, spt juga kaum moderat dari agama lainnya. Tapi Kristen, misalnya, kalau ingin moderat, tidak perlu sampai mengorbankan ajaran agamanya.

Nah, bgm kita membedakan Muslim Moderat dari yg Ekstrimis? Mari tanyakan Muslim sendiri!

Irshad Manji, Muslimah yg betah hidup di Kanada, menerbitkan buku berjudul The Trouble With Islam’.

Karena kita jarang mendengar Muslim mengritik agamanya sendiri (lain dgn pengikut agama-agama monoteis lain), buku nona Irshad ini patut diperhatikan.

Disitusnya, ia mengatakan :
“Memang setiap agama memiliki pengikut yg literalis (mengartikan ajaran secara letterlijk atau harafiah). Mereka itu spt kaum Evangelis dlm agama Kristen dan kaum ultra-Orthodox dlm agama Yahudi. Bahkan Budhis pun banyak yg fundamentalis. Tetapi hanya dalam Islam LITERALISME dianut oleh mainstream (mayoritas).”

Nampaknya, istilah literalis dan fundamentalis diatas digunakan utk menggambarkan arti yg sama, sinonim dng ekstrimisme religius. Sayangnya, Nn Irshad lupa menyatakan apa beda paling penting “literalis” Islam dgn agama lain. Kaum Evangelis bisa saja percaya bahwa surga hanya utk mereka seorang dan Yahudi Ultra-Orthodox menganggap diri yang paling mengerti Talmud. Tapi tidak ada agama lain selain Islam yang mengajarkan eksterminasi fisik terhdp mereka yg kepercayaannya berbeda dari garis yg sudah ditentukan.

Konsep perang suci hanya eksklusif bagi Islam. Jihad adalah monopoli absolut Muslim. Tidak bisa disejajarkan dgn agama manapun didunia. (Ya, ya… saya juga dengar ttg tentara Salib TAPI ini bukan mandat agama Kristen.)

Nah, dalam bahasa yg sangat mudah dimengerti akan saya jelaskan kembali: Menurut Quran, perang suci terhdp kafir adalah kewajiban suci setiap muslim.

Jadi kesimpulannya juga sangat mudah dimengerti (kecuali bagi mereka yang buta dan tuli): Muslim mainstream menganggap perang melawan kafir – Kau dan Saya yg tidak percaya Allah dan konconya, Muhamad (atau lebih tepatnya, Muhamad dan konconya, Allah)– sbg kewajiban suci mereka.

Jadi begitu anda mengerti ini, anda tidak lagi perlu buku utk menjelaskan apa persisnya the Trouble with Islam. Buku The trouble with Islam berasal dari fakta bahwa Islam mainstream secara terbuka menyerukan pembunuhan bagi SEMUA kafir.

Itulah mengapa Islam bukan “agama spt layaknya agama lain”. Oleh karena itu lumrah kalau saya menyebut semua pengikutnya sbg ekstrimis.

Nah, kembali pada pertanyaan semula: dimana para Muslim moderat?

Di Palestina misalnya, seorang Muslim moderat adalah seorang Muslim mati (pengkhianat, kolaborator Yahudi, antek Nasrani!)… A moderate Muslim is a dead Muslim… jadi lupakan saja mimpi bagi adanya jalan keluar damai bagi perang Arab-Israel yg berkepanjangan.

Contoh lagi.
Afghanistan, yg dibebaskan AS dari tirani jaman abad ke 7 Taliban sudah mengumumkan UUD pertamanya yg didasarkan pada prinsip-prinsip Islam.
Negara itu menamakan diri Republik Islam Afghanistan.

Padahal kalau Nasrani atau Kristen yg menuntut agar agamanya menjadi dasar negara, mereka jelas tidak akan dicap ‘moderat,’ tetapi ‘ekstrimis’, fundamentalis, picik, tidak toleran! Ya toh?

Di AS misalnya, pemisahan antara Gereja dan Negara sangat dihormati sampai rakyat akan menyeret pemerintah ke pengadilan kalau menjejali rakyat dgn acuan kata-kata ‘God’ atau rujukan kpd the Ten Commandments.

Jadi kalau Islam hanya “agama spt layaknya agama lain”, mengapa kriteria yg sama tidak diberlakukan kpd negara-negara Muslim?

Dan pantas saja kalau kita menyebut President Afghanistan, Karzai, bukanMuslim moderat, melainkan ekstrimis/fundamentalis/picik/tidak toleran, bukan?

Bgm dgn seruan Tuan Mahathir bagi eksterminasi Yahudi, itupun menunjukkan bahwa ia ekstrimis, bukan?


Yang Sama Juga Akan Terjadi Di Irak

Dan mana para Muslim moderat yg dicari-cari dan sangat dibutuhkan pada saat ini? PM INggris, Tony Blair menyerukan kpd Muslim moderat agar melaporkan para ekstrimis yg hidup ditengah-tengah mereka. TETAPI mengapa tidak ada Muslim ‘moderat’ yg menanggapi seruannya itu? KARENA MEMANG SEMUA MUSLIM ADALAH EKSTRIMIS!

Perang Dunia II tidak akan pernah dimenangkan jika tentara sekutu mengganti Nazi Ekstrimis dgn Nazi MODERAT! Perang dimenangkan karena Nazisme di ERADIKASI! Dan memang dijaman itu Churchill tidak ambil pusing memisahkan mana Nazi yg moderat dan mana yg tidak.

Dan sekarang mitos Muslim moderat masih terus hidup ditengah-tengah kita.

Padahal, Muslim moderat –spt Big Foot, unicorn, monster Loch Ness, Nyai Loro Kidul– adalah mahluk misterius yang tidak pernah ada kalau sedang dicari, lebih sulit menemukan Muslim moderat ketimbang menemukan obat kanker: paling tidak obat kanker suatu hari dapat ditemukan, kecuali tentunya pada saat itu Islam menguasai dunia dan menyeret kita semua ke Jaman Gelapnya yg tidak berkesudahan.##

Yang Paling Berbahaya

Justru Muslim Moderat


Link-Source
Michael J. Totten melaporkan dari SULEIMANIYAH, IRAQ: “Ketika saya mengunjungi Timur Tengah, saya ingin sekali menemukan partai politik yg benar-benar moderat, mereka yg tidak hanya mempraktekkan, tetapi juga benar-benar PERCAYA (demokrasi).”

From his post Moderate Islamists Found, Excerpt:

Jemaat Muslim Mesir lebih baik dari Al Qaeda atau partai Hezbollah-nya Nasrallah yg agak psikotik. Mereka tidak bersenjata dan tidak pernah sekalipun mencoba membunuh tentara Israel, apalagi penduduk sipil Yahudi. Egypt’s Muslim Brotherhood is better. Tetapi mereka bisa disebut ‘moderat’ kalau dibandingkan dgn Islamis biadab lainnya. Secara ideologis mereka tidak berbeda banyak.

Serikat Islam Kurdistan atau the Kurdistan Islamic Union (KIU) memang nampak moderat. Mereka lebih mirip partai-partai konservatif Kristen Demokrat di Eropa ketimbang organisasi teroris religius di manapaun di Timur Tengah.
———————

Ia bertemu dgn Ali Muhammad, Direktur KIU bagian Suleimaniyah, partai terbesar ketiga Kurdistan di Irak. Komentar saya ditulis dlm warna.

“Barat adalah peradaban sukses,” katanya. “Tetapi kami menganggapnya terlalu materialistik dan teknologis. Jika Islam di timur bergabung dgn Barat yg beradab, maka seluruh dunia akan menarik manfaat.”

Komentar saya: Namun kalau merger macam itu terjadi, maka terciptalah budaya yg tidak lagi memerlukan materi ataupun teknologi tidak ada gunanya lagi manusia. Budaya macam itu pernah eksis dithn 722 M.

“Islam adalah perantara antara socialisme dan kapitalisme. Dlm sosialisme manusia kehilangan jiwanya. Dlm kapitalisme ada jurang luas antara kaya dan miskin. Dlm Islam kami bisa memiliki materi tanpa adanya jurang kekayaan yg luas.”

Ya, di AS kira-kira 13% rakyat adalah miskin dan 87% tidak. Di Saudi, gaji rata-rata SEMUA orang Saudi, termasuk para pangeran dan para sheik minyak
adalah $13,000 – sedikit dibawah Garis Kemiskinan Rata-rata di AS! Seluruh negara Saudi hidup dibawah garis kemiskinan – bahkan jika pemasukan dibagikan secara merata. Karena para pangeran tidak membagikan kekayaan mereka secara merata dgn penduduk, bayangkan saja sendiri jurang luas antara golongan kaya dgn golongan miskin dlm negara surga Islam itu.

BTW, mereka yg tinggal dibawah Garis Kemiskinan Rata-rata AS memiliki :
TV berwarna, 91%
microwave ovens, 74%;
Video player, 55%;
mesin pengering baju, 47%;
stereo , 42%;
mesin pencuci piring, 23%;
computer, 21%;
tempat sampah, 19%

Di Saudi, mereka yg hidup dibawah GKR memiliki:
onta, 2%
tenda, 92%
pasir, 98%
sandal, 43%
TV warna, ?? %
computer, ?? %;
tempat sampah 99.9% (dlm bentuk kambing pemakan sampah)

Juga, dari semua negara-negara Arab, satu-satunya dgn Human Development Index tertinggi adalah PALESTINA!! YA!! Orang Palestina yg kasiman itu, yg hidup dibawah tekanan Israeli BRUTAL hidup lebih enak dari saudara mereka di negara ARAB manapun!

“Kami menganggap peradaban Barat sbg bagian dari pengalaman seluruh umat manusia. Kami ingin mencoba utk mereformasinya. Bukan merusaknya. Kami tidak biadab. Kami mendukung perubahan bertahap. ”

Yah, ini sama saja dgn Muslim “moderat” di Denmark yg tidak mau menghancurkan peradaban Barat, tetapi sekedar mengubahnya lewat tuntutan mereka yg bertubi-tubi spt menuntut agar babi dilarang dari semua kantin sekolah umum.

Tidak lama lagi mereka akan menuntut agar poster film tidak menunjukkan bagian tubuh perempuan atau iklan BH ditutup dgn kain hitam disaat Ramadhan?

Sifat Muslim yg cepat tersinggung dan bermain dgn poster-poster sangar dan bom sampai membuat takut penduduk asli. Contoh: Museum seni modern di London, the Tate Gallery, mencabut karya seni artis avant-garde John Latham yg menunjukkan tercabik-cabiknya Quran, Injil dan Talmud. (Anda pasti sdh bisa mnduga, bukan injil & talmud yg brmasalah, tp quran).

Beberapa bulan sebelumnya, sebuah museum di Goteborg, Swedia, juga mencabut sebuah lukisan dgn motif seksual dan sebuah kutipan dari Quran.

Memang ternyata ada yg namanya Muslim ‘moderat.’ Totten menyimpulkan: “Jika semua Islamis bersikap spt saudara-saudara mereka di Kurdistan, maka tidak akan ada perang teror dan tidak akan ada pembicaraan ttg bentrokan peradaban.”
Bahaya yg dihadapi budaya barat (atau budaya sekuler manapun) bukan datang dari teroris Islam. Mereka mudah dimengerti dan mudah diperangi. Yg paling bahaya justru si Muslim ‘moderat.’ Pemilik toko rokok dari Pakistan yg baik hati itu tidak membom gedung-gedung kami, tetapi merekalah yg paling gencar menuntut macam-macam demi agama mereka. Merekalah yg ingin agar kita mencabut segala hal yg tergantung di museum, sekolah, rumah sakit, parlemen, toko kita dsb yg menghina mataNYA, kupingNYA & agamaNYA. Dan baru setelah ia mencapai semua ini, kami semua bisa hidup dama diduniaNYA.

Jadi anak-anak kami tidak dapat berenang di kolam yg kolam yg tidak terpisah, atau pergi ke kebun binatang, nonton sepak bola, memancing, berdansa dgn kawan-kawan mereka, minum dan bergembira, karena ini semua adalah produk barat najis.##

MENCARI DEFINISI “MUSLIM MODERAT”

by Fitzgerald

Link-Source



‘Tanggapan Muslim Moderat atas Terorisme Islam…

1. Apa sih “Muslim moderat”? Apa bukti “moderat?” Apakah bagi anda absten atau ketidaksetujuan atas terorisme berarti “moderat”? Bagi saya sih, tidak.

2. Kalau memang Muslim “moderat” eksis — bgm kita memastikan mana yg “moderat” dan mana yg cuma mengaku ‘moderat’ agar tetap dpt hidup dlm negara Barat? Muslim ‘moderat’ macam ini sih hanya memanipulasi dan menyiarkan propaganda kpd bule-bule yg rada tolol, dan terlalu percaya Muslim. Dan pada akhirnya, bgm kita dapat menilai Islam?

3. Kalau memang ada Muslim “moderat” yg dgn mudah bisa dideteksi, sejauh mana kita dapat bekerjasama?

Bahkan orang-orang atheis yg menganggap diri Muslim sangat sigap membela Islam, sekonyol apapun. Bahkan orang rasional yg hidup di Barat, tidak sudi membaca buku-buku ttg sejarah biadab Islam karangan Bat Ye’or.

Apakah mereka tidak interes sama sekali utk mempelajari perlakuan terhdp non-Muslim dibawah Islam?? Melihat buktinya? Masak sih tidak ada satupun Muslim yg sanggup?

Begitu para muslim ini merasa Islam ‘diserang’, mereka cepat-cepat mengalihkan perhatian dgn menunjuk kpd nenek mereka yg taat kpd Islam utk menunjukkan bahwa Islam tidak boleh diserang.

Well, Islam bisa di-analisa, doktrin-doktrinnya dgn mudah bisa ditelanjangi habis, tetapi jangan harapkan bantuan Muslim. ##



SIAPA YANG MEMBAKAR

API FUNDAMENTALISME?

Oleh Ali Sina

Link-Source

C

erita-cerita kekejaman dan kepicikan kaum muslim fundamentalis membuat malu kaum muslim moderat berintelek yang ingin hidup secara harmonis dengan tetangga non-muslim mereka. Sementara kita semua mengutuk para ekstrimis yang membom gedung-gedung dan melakukan kegiatan fanatisme lainnya, kita perlu bertanya kepada diri sendiri: bukankah kita (golongan moderat) sendiri juga terlibat secara tidak langsung dalam kegiatan teroris oleh saudara-saudara se-agama itu?

Bukankah kita, golongan muslim moderat, juga menguatkan fundamentalisme dengan tetap berpegang pada Islam?

Apakah Islam memang agama yang disalah-artikan dan disalah-gunakan oleh segolongan kecil orang? Atau memang kejahatan mereka di-INSPIRASI oleh ajaran Quran, buku yang kita sebut suci karena mengandung kata-kata sakral Allah?

Banyak yang percaya bahwa setiap agama sebenarnya murni tetapi lalu dirusak oleh interpretasi. Ini jauh dari kebenaran. Islam DIMULAI dengan kekerasan. Islam dalam bentuk murni, sebagaimana dimengerti dari Quran dan dicontohkan oleh penulisnya adalah agama yang tidak kenal kompromi & toleransi dan bersifat fundamentalis. Setiap usaha untuk menunjukkan Islam sebagai agama manusiawi bertentangan dengan ajaran Islam. Dimanapun Islam berekspansi disitulah para pengikut membakar nafsu fundamentalis dan meningkatkan terorisme.

Anda tidak dapat mengatakan Muhamad adalah Rasulallah dan Quran perkataan Allah sambil menuding mereka yang mencoba mengikuti perintahNya agar jangan membunuh, merampas harta dan hak kafir ataupun memukuli isteri. Mengapa tidak? Kalau Quran memang mengajarkannya, maka bukankah kita harus menuruti? Tidak percaya? Baca lagi Quranmu!

Menggambarkan Islam sebagai agama toleran dan manusiawi bukan hanya tidak mungkin tetapi juga tidak jujur. Ini tidak mungkin karena melawan inti Quran dan Sunah Nabi. Ini juga tidak jujur karena Islam yang toleran BUKAN lagi Islam, melainkan BID’AH, yaitu inovasi/penemuan, yang oleh Islam dianggap MURTAD dan menurut Islam harus dikenakan hukuman mati. Ini sama dengan kaum Nazi Jerman yang mencoba menunjukkan partai mereka sebagai partai manusiawi. Kalau memang dari sononya tidak benar, mengapa tetap mengikutinya atau kita hiasi dengan kata-kata manis?

Setidaknya para kaum Islam fundamentalis jujur dan konsisten. Kelakuan mereka KONSISTEN dengan ajaran agama. Mereka jujur. YANG TIDAK JUJUR DAN TIDAK KONSISTEN JUSTRU ADALAH GOLONGAN ISLAM MODERAT. Disatu pihak mereka setia dan mempromosikan sebuah doktrin yang menyebarkan kebencian, sementara dilain pihak mereka mengadakan “lips service” bahwa agama mereka mengajarkan “Cinta Kasih” dan “Toleransi”.

Memang tidak semua Muslim jahat. Rata-rata orang Islam tidak pernah membaca Quran. Jarang mereka membaca ataupun mengerti Quran. Kalau mereka membaca Quran, biasanya jarang mereka akan setia pada Islam. Tetapi para muslim baik-baik ini lebih sering membumbui ajaran agama mereka yang aslinya tidak manusiawi dan tidak mengenal toleransi. INILAH AKAR PERMASALAHANNYA.

Para pendiri Islam terdiri dari pembohong, tanpa rasa spiritual ataupun cinta kasih. Mereka picik, fanatik dan pandai mengelabui orang. Kharisma mereka seperti pemimpin “cult” modern jaman sekarang. Sedihnya, orang mempercayai manusia-manusia biadab itu dengan segala jiwa dan raga mereka. Orang bahkan bersedia mencabut nyawa orang lain demi menanamkan kebohongan mereka. Kebrutalan mereka dianggap sebagai bukti kebenaran. Ketika nabi wafat mereka menciptakan cerita-cerita mukjizat sehingga menarik perhatian dan mengundang rasa hormat.

Generasi berturut-turut menambah-nambahi ajaran absurd itu dan mencoba memaksakan macam-macam interpretasi agar masuk akal. Para filsuf dan ahli mistik memberikan versi interpretasi mereka terhadap pernyataan konyol sang “nabi” dan pada akhirnya sebuah doktrin berkembang menjadi cara hidup. Setiap muslim menunjukkan keberadaan mereka sebagai bukti kebenaran agama tersebut. “Bagaimana satu milyar orang bisa salah?” mereka bertanya dan hanya satu pertanyaan inilah yang membuat orang tetap taat.

Untuk itulah penting bagi kita, kaum muslim, untuk melepaskan tali emosi kita dengan Islam dan mempertanyakan kebenaran sebagaimana kita mempertanyakan teori-teori sains atau sejarah. Salah besar jika kita hanya mengutip Rumi atau kaum Sufi lainnya guna mendapatkan “arti mendalam” (inner meaning) Quran. Quran tidak punya arti mendalam. Quran sangat jelas. Setiap pengertian spiritual atau mendalam Quran adalah hasil interpretasi kaum intelek humanis yang tidak menerima absurditas dan kesalahan2 yang terdapat dalam Quran. Mereka menginterpretasikannya sedemikian rupa agar pengertian Quran sesuai dengan pandangan humanis dan intelektualitas mereka.

Sebuah buku tidak dapat diberikan arti spiritual dan diinterpretasikan sedemikian rupa agar sesuai dengan pandangan si pembaca. Kalau ada orang yang mengatakan bahwa “arti mendalam” perintah Hitler untuk menggas-mati jutaan orang-orang Yahudi adalah agar kau menjadi semakin spiritual, orang itu akan kau anggap gila. Anda tentu tidak bodoh jika orang mengatakan kepada anda bahwa tujuan Hitler mencaplok negara-negara lain adalah agar ia bisa membawa kedamaian dan kemakmuran dan cinta Tuhan kepada sesama manusia. Kalau ada yang mengatakan bahwa pembunuhan masal yang dilakukan Nazi adalah karena salah interpretasi perintah Hitler, anda juga tidak akan percaya. Lalu mengapa kita oke-oke saja kalau hal yang sama dilakukan Muhamad? Ia membunuhi 600 sampai 900 orang Yahudi setelah memutuskan saluran air ke rumah-rumah mereka, membakar perkebunan mereka dan memaksakan mereka kedalam perbudakan, semua dengan tujuan memperkaya dirinya secara finansial dan seksual. Ia mengirimkan pembunuh (assasin) ke rumah lawan-lawannya. Salah satu dari mereka adalah ibu 5 anak yang satu kesalahannya adalah menulis sajak yang dianggap Muhamad menghina dirinya. Ia memperkosa gadis-gadis cantik hasil tangkapan perampokan dan menjual selebihnya kedalam perbudakan. Apa “interpretasi spiritual” dari kebiadaban macam ini?

Berapa lama lagi kita sudi membiarkan diri dibohongi? Berapa lama kita ingin menguburkan kepala kita dalam tanah? Berapa lama lagi kita sudi mencari pengarahan spiritual dalam keranjang sampah?

Muslimin selalu semangat melihat meningkatnya jumlah pengikut dan cerita-cerita konversi (mualaf) yang begitu mereka banggakan. Kalau memang cerita-cerita tersebut tidak ada, mereka akan mengarangnya. Apakah penting bagi mereka bahwa Islam benar atau salah? Menurut mereka, bukanlah urusan mereka mencari kebenaran dan fakta. Jika mereka mendengarkan cerita-cerita konversi, itu sudah cukup bukti akan kebenaran Islam. Mereka mengatakan “tidak mungkin satu milyar orang salah” lalu mereka menerapkan teori-teori kekejaman Muhamad seperti diwahyukan dalam Quran dan Hadis, dan hasilnya anda bisa lihat sendiri.

Terserah kita sekarang untuk mengubah keadaan. Ceraikanlah diri dari tali genggaman Islam, kritiklah dan sebarkan tulisan-tulisan ttg wajah Islam sebenarnya. Dengan semakin meningkatnya jumlah orang-orang seperti kami, kita menarik perhatian muslimin dan pada akhirnya mereka akan merasa tidak enak dan mengikuti contoh kami. Ini satu-satunya jalan. Duduk ongkang kaki dan mengajarkan muslimin agar bertindak sopan tidak akan berhasil. Mengajarkan muslimin bahwa Islam agama damai dan menghormati perempuan dan kafir juga tidak akan sukses. Mengapa? Karena kita tahu itu semua bohong besar. Islam tidak berhasil selama 1400 tahun, dan tidak akan berhasil sekarang dan akan datang. Para Mo’tazalies mencoba dan gagal, kaum Sufi mencoba dan gagal juga, Kemal Ata Turk mencoba dan gagal.

Setiap upaya membuat Islam nampak manusiawi akan gagal karena Islam tidak manusiawi. Seperti dikatakan Talima Nasrin, “Fundamentalisme adalah tangkai beracun yang asalnya dari agama, batang pohonnya”. Selama kita tidak mencongkel akar pohon tersebut, tangkai beracun itu tetap akan berkembang biak.

Berikut artikel dari The New York Times yang menegaskan teori saya bahwa penambahan pengikut Islam di satu bagian bumi akan meningkatkan teror Islam di bagian dunia lain.

SRINAGAR JOURNAL (August 26, 2000)

DARI DALAM BURKA,
SEORANG FEMINIST MUSLIM


Oleh Barry Bearak

The New York Times


RINAGAR, KASHMIR — Dari dalam burka yang menutupi seluruh tubuhnya, Asiyah Andrabi menuntut persamaan hak bagi perempuan. Seorang muslimah konservatif dan feminis radikal, ia percaya bahwa perempuan boleh terdengar suaranya asal tidak kelihatan.

“Burka guna menjaga keamanan sebagaimana diinginkan Allah,” katanya, sambil mulut terselubungnya kadang diam menikmati Coca-Cola. “Jika emas dibiarkan nampak di jalanan, orang akan mencurinya karena namanya juga barang mahal. Sama halnya dengan perempuan yang tidak mengenakan tudung.”

Namun ada alasan lain mengapa Asiyah menutupi wajahnya. Ia seorang militan yang menentang kekuasaan India disana. Selama satu dekade, ia keluar masuk penjara, menghabiskan waktu memperjuangkan kebebasan perempuan dan Kashmir.

Agen-agen intel India mengatakan ia pandai mencari sumbangan bagi kelompok-kelompok gerilyawan. Sebagai kepala Dukhtaran-e-Millat, atau Puteri-puteri Komunitas, ia memimpin ratusan perempuan berdemo di jalanan. Kadang mereka menenteng kwas dan cat didalam burka mereka dan mencorengkan papan-papan iklan yang menunjukkan para model bergaun minim.

Kelompoknya juga tidak enggan menyirami muka para perempuan yang tidak bertudung dengan cat berwarna. Gaya berbusana Barat sangat populer di Srinagar, ibukota negara bagian Jammu dan Kashmir.

Dengan reputasi tinggi dan wajah tersembunyi, Asiyah, 37, nampak misterius. Namun ia tidak malu-malu dengan media, selalu mengingatkan reporter menjelang sebuah aksi protes. Mendapatkan wawancara dengannya sulit. Ia yang menelpon wartawan, bukan sebaliknya. Janji temu sering dibatalkan. Akhirnya, ia sampai juga, menggendong putera berumur 8 bulan yang tertidur dibahunya.

“Bagi anda saya nampak aneh,” katanya dalam bahasa Inggris fasih, askennya menunjukkan asalnya dari keluarga kelas atas dan pendidikan tinggi. “Namun saya tidak pernah merasa bahwa burka saya ini –purdah ini– menyulitkan pekerjaan saya.”

Tetapi bertentangan dengan sikap feminisnya, ia mengatakan ia malah merengek kepada suaminya agar mengambil lagi beberapa isteri. Katanya, “Allah mengatakan, lelaki dapat menikahi satu, 2, 3 atau 4 isteri, tetapi ia harus adil kepada semua. Jihad melawan India ini mengakibatkan banyak perempuan menjadi janda dan yatim piatu. Mereka juga tanggung jawab lelaki.”

Lalu ia menguraikan kisah hidupnya. Ayahnya seorang muslim taat. Namun walaupun ia mendorong puterinya agar berpendidikan, hanya putera-puteranyalah yang didorongnya mempelajari Quran.

Ia mempelajari biokimia di sekolah tinggi di Srinagar. Tetapi ketika ia ingin lanjutkan sekolah, keluarganya tidak mengijinkannya keluar rumah. Mulailah ia membaca buku karangan perempuan2 yang memilih Islam.

“Saya benar-benar kaget akan ketidaktahuan saya akan agama saya sendiri,” katanya. “Benar-benar tragis bahwa hanya lelaki yang boleh ke mesjid, dan ssatu-satunya tugas perempuan hanya jaga anak. Sebenarnya, Islam memberikan individualitas kepada perempuan dan lelaki. Di surga dihadapan Allah, lelaki maupun perempuan akan ditanyai tentang kelakuannya semasa hidup.” Ia kemudian mempelajari Quran — dan mendorong para perempuan lain melakukan hal yang sama. “Masyarakat kami menghalangi perempuan dari kata-kata Rasulullah, dari sekolah dari pekerjaan,” katanya. “Namun jaman sekarang ini perempuan bisa menjadi astronot.”

Pada tahun 1989, huru-hara pecah di Lembah Kashmir yang mayoritas Muslim, dan sekarang masih berlangsung. Asiyah percaya Kashmir harus menjadi bagian Pakistan, negara Islam yang menurutnya harus berbuat lebih banyak bagi perempuan dan lebih setia kepada agama.

“Saya percaya seluruh dunia harus ditundukkan dibawah Islam, dan Allah mengatakan semua muslim harus menyatu,” katanya.

Ia ingin agar puteranya tumbuh dengan senjata di tangan. ” Saya ingin mereka menjadi mujahid,” katanya. “Saya tidak pernah mimpi agar mereka menjadi dokter atau perdana menteri. Saya ingin mereka berjuang dalam Perang Suci Islam.” #

Nah, lihat sendiri. Cerita diatas menunjukkan seorang perempuan berpendidikan yang menjadi teroris, menyirami muka para perempuan lain yang tidak mengenakan Hijab dengan cat, mendorong kekerasan dan ingin mendidik putera-puteranya sebagai teroris. Mentalitasnya begitu rancu sampai mendorong suaminya beristeri lebih dari satu.

Apa yang mendorongnya menjadi teroris? Sebuah buku cerita tentang konversi (perpindahan agama) perempuan kedalam Islam. Itu saja yang diperlukan guna membangkitkan semangat fanatiknya dan menjadi teroris.

Setiap konversi menambah jumlah fundamentalis. Kaum muslim moderatlah biang penambahan fundamentalis. Setiap sukses penambahan pengikut melipatgandakan jumlah fundamentalis. Mengapa? Karena Islam adalah agama fundamentalis. Tidak percaya? Baca Quran dengan dua mata terbuka, seperti Aisiyah. Militansi memang didorong Quran, dan itu yang diikuti orang-orang konsisten seperti Aisiyah. Dan semakin menjalar akar Islam, semakin menjalar pula fundamentalisme. Anda tidak dapat memerangi fundamentalisme tanpa memerangi Islam.

Ini yang diajarkan Islam :

“Oh ye who believe! Murder those of the disbelievers and let them find harshness in you.” Q.9:123

“Slay the idolaters wherever you find them” Q. 9: 5

“Fight those who do not believe in God and the last day… and fight People of the Book, who do not accept the religion of truth (Islam) until they pay tribute by hand, being inferior” Q. 9: 29

“Fight them on until there is no more tumult and religion becomes that of Allah” Q. 2: 193

Muslim, Ini Tanggung Jawabmu!


A Contract With Allah

KONTRAK

DENGAN ALLAH

By Mumin Salih
Link-Source

M

emang banyak Muslim yg baik yg percaya pd nilai-nilai kemanusiaan universal sambil mempraktekkan agama mereka tanpa membahayakan orang lain. Tipe Muslimin macam ini sungguh-sungguh percaya bahwa Islam mengajarkan kedamaian & cinta kasih.

Kebanyakan mantan-Muslim pernah juga termasuk kategori ini, sampai suatu saat mereka mengorek dalam-dalam ttg Islam dan menemukan rahasia-rahasia Islam yg belum pernah terungkap.

Para muslim moderat ini, dan apologis Barat Islam, bersikeras bahwa masalahnya bukan pada Islam tetapi pada penafsiran dan penerapannya. Essay berikut ini akan menjelaskan bahwa teori ini salah dan setiap muslim moderat dgn mudahnya dpt berbelok menjadi radikal.

MARKETING ISLAM

Paket Islam datang dlm beberapa tahap. Tahap pertama: Muslim memperkenalkan aspek-aspek ajaran Islam yg damai yg dianggap harmonis
dgn naluri alami manusia, spt hubungan dgn ortu dan zakat. Yg sering dijual juga adalah “mukjizat” Quran yg hanya eksis dalam benak para pakar Islam. Ini hanya tahap pendahuluan yg dirancang utk menarik minat terhdp Allah dan ajaran Muhamad.

Ini prioritas utama paket perkenalan Islam. Cara Marketing Islam ini mengingatkan saya pd warung-warung di negara-negara Islam yg memajang peti-peti berisi buah-buahan dan sayur-sayuran: lapisan atas ditaruh buah-buah yg paling segar sementara buah-buah busuk ditempatkan dibawahnya.

Juga lazim bagi Islam utk menggunakan iming-iming uang utk membuat orang semakin tergiur utk memeluk Islam. Quran sendiri menegaskan bahwa parapendatang baru ini (Al Muaalafat Qulubohom) yg masih belum yakin dgn Islam diberikan uang Zakat utk membantu mereka mencapai keputusan, spt yg dipraktekkan di Arab Saudi.

Pada tahap inilah seorang Muslim menundukkan diri secara absolut dan total kpd Allah-sama dgn perjanjian kontrak dgn Allah yg langsung bersifat mengikat. Begitu tahap ini dilalui, selebihnya adalah membaca kalimat-kalimatterselubung ttg perbudakan, perang agresif dan perlakuan terhdp kafir. Hanya pada tahap ini mereka akan sadar bahwa Islam mengandung lebih banyak dari yg disangkanya.

COVENANT OF ALLAH (PERJANJIAN ALLAH)

Quran sering merujuk kpd perjanjian macam antara Allah dan Muslim, menggunakan kata Ahd (kata Arab bagi Perjanjian, persetujuan atau kontrak).

Lihatlah surah-surah berikut ini ttg kontrak dgn Allah itu (saya pakai terjemahan Yusuf Ali);

Q.2:27 Mereka yg melanggar perjanjian dgn Allah setelah diratifikasi, dan melanggar apa yg diperintahkan Allah agar dipersatukan, dan melakukan perbuatan buruk di dunia: ini mengakibatkan kerugian bagi mereka sendiri.

Q.2:40 …dan penuhilah Perjanjianmu dgn Saya spt Saya juga akan memenuhi Perjanjian Saya dgnmu dan jangan takuti siapapun kecuali Saya.

Q.16:91 Penuhilah Perjanjian dgn Allah jika kau sudah memutuskannya….

Q.16:95 Jangan menjual Perjanjian Allah dgn harga rendah: hadiah Allah lebih baik bagimu, seandainya kau tahu.

Q.13:20 Mereka yg memenuhi Perjanjian Allah dan tidak gagal dalam janji mereka;

Q.33:15 And yet they had already covenanted with Allah not to turn their backs, and a covenant with Allah must (surely) be answered for.

Q.33:23 Among the Believers are men who have been true to their Covenant with Allah: of them some have completed their vow (to the extreme), and some (still) wait: but they have never changed (their determination) in the least:

Q.48:10 …and anyone who fulfils what he has covenanted with Allah, Allah will soon grant him a great Reward.

Menurut kontrak ini, pihak kedua (Muslim) mengucapkan Shahadah bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan Muhamad rasulNya. Luar biasa berapa banyak Muslim yg mengucapkan kata-kata ini! Bagian pertama Shahadah saja sudah saling bertentangan. Kalau Muslim benar-benar percaya bahwa hanya ada SATU tuhan, mengapa Ia lalu memakai nama dewa bulan berhala arab?

Juga, menurut kontrak ini, pihak kedua (Muslim) akan mengikat diri pada kepercayaan total dlm ajaran Mohamad tanpa pernah boleh mempertanyakannya bahkan kalau ajarannya nampak aneh. Muslim tidak terikat utk percaya otak mereka kecuali otak mereka itu setuju dgn ajaran Mohamad, karena menurut mereka, otak manusia bisa salah. Islam (yg berarti submission atau tunduk, dan bukan perdamaian) menuntut kepercayaan buta yang total dari pengikutnya.

Kalau Mohamad mengatakan: celupkan lalat itu dalam makananmu karena sayapnya mengandung obat, itu bagi Muslim pasti benar, terlepas dr apa kata sains. Sahih Bukhari Volume 4, Book 54, Number 537– Diriwayatkan oleh Abu Huraira: Kata Nabi,”Bila ada lalat rumah yang jatuh ke dalam minuman salah seorang dari antara kamu, orang itu harus mencelupkan lalat tersebut (ke dalam minuman), karena satu diantara sayap-sayapnya mengandung penyakit sedangkan sayap yang lain mengandung obat bari penyakit tersebut.

Kaum intelektual Muslim merancang berbagai alasan utk membantu Muslimin menelan kemustahilan itu. Contoh: ‘Siapa tahu? Mungkin dimasa depan sains akan membuktikannya benar. Allah maha tahu.’

Secara efektif, Muslim setuju utk menguburkan logika mereka karena mereka memang tidak lagi perlu berpikir. Otak Muslim cukup dipakai utk membaca dan menghafal Quran, hadis dan ajaran Islam lainnya.

Diluar bidang Islam, otak Muslim hanya bisa digunakan utk menegaskan informasi yg sudah eksis dlm pustaka islam dan selalu harus mengambil kesimpulan yg mendukung ideologi islam. Lain drpd itu tidak akan ditolerir dan bahkan akan dianggap tindak kejahatan yg bahkan bisa kena hukuman mati.

Sbg gantinya, Allah (pihak pertama), menjanjikan kemenangan kpd Muslim selama hidupnya di bumi ini dan Surga di kehidupan berikutnya.
Allah adalah ALAT yg digunakan Mohamad utk mendispilinkan pengikutnya dan masih juga digunakan utk tujuan ini sekarang juga. Utk Menghindari hukuman kerasNya dlm kehidupan sekarang dan kiamat nanti, Muslim terus menerus takut akan menyinggung Allah, dan Quran tidak kekurangan contoh bgm IA nanti akan menghukum mereka yg bandel terhdpnya. Pd suatu saat, Allah hampir menghancurkan seluruh umat manusia dr muka bumi ini. Itulah alasan mengapa seorg Muslim taat diminta utk menjadi suicide bomber ia tidak memiliki pilihan selain patuh— apakah Muslim pernah berani menolak perintah Allah?

DARI MUSLIM MODERAT MENJADI MUSLIM RADIKAL

Muslim dikatakan moderat selama mereka masih memiliki kontrol penuh atas otak mereka. Tetapi tetap saja mereka tidak lepas dari cengkraman radikalis. Utk menjadikan orang-orang baik menjadi fundamentalis mudah saja: tunjukkan beberapa surah atau hadis radikal dan tunjukkan bahwa mereka sudah melanggar kontrak mereka dgn Allah dan para muslim moderat ini akan tutup mulut dan setuju. Kelemahan Muslim adalah: mereka setuju utk menyerahkan kemampuan mereka utk berpikir. Mereka menyerahkan otak mereka kpd seorang lelaki abad 7 yg belum pernah mereka lihat atau kenal —orang yg memberikan gambaran Allah yg brutal yg tidak boleh mereka debatkan bahkan satu detikpun.

Muslim Moderat mengidap virus bahaya sebuah cult; mereka merasa sehat, nampak sehat tetapi virus itu dpt sewaktu-waktu pecah menjadi penyakit meradang. Fakta bahwa mereka baik-baik malah mempertingi risiko bahwa mereka dgn rela mematuhi kontrak mereka dgn Allah. Begitu itu terjadi, tinggal tunggu waktu saja sebelum mereka akan disedot dlm lobang hitam Islam radikal. #

Mumin Salih’s email address: mumbo.mua884@googlemail.com


MODERATE” MUSLIMS

MUDDY THE WATERS

Muslim Moderat

Mengaburkan Inti Islam

Oleh Jacob Thomas
Link-Source

S

etiap hari Jumat The Wall Street Journal memuat artikel tentang agama di kolom “Houses of Worship”. Judul artikelnya pada tanggal 31 Maret 2006 adalah “Lebih Suci Daripada Kamu: Muslim Mengecam Satu Sama Lain Sebagai Murtad – Dengan Hasil Yang Mengerikan.” Penulisnya, Masood Farivar, adalah reporter dari Dow Jones Newswires.

Saya sangat menghargai apa yang Mr. Farivar tulis. Namun ketika saya sampai pada bagian akhir artikel itu, saya sangat kecewa. Sangat disayangkan, seperti sumbangan dari muslim ‘moderate’ lainnya, artikel ini lebih cenderung mengeruhkan air daripada mengambarkan inti Islam yang sebenarnya.

Pengarang mulai dengan menggambarkan penderitaan Muslim Afghanistan yang pindah ke agama Kristen.

“Huru-hara internasional tentang kasus Abdul Rahman, orang Afghan yang pindah ke agama Kristen dan diadili karena murtad, telah menarik perhatian dari praktek Islam yang lebih sering terjadi: saling menuduh penghinaan terhadap Islam oleh sesama Muslim, praktek yang dikenal sebagai takfir.”

“Dalam beberapa tahun terakhir ini, takfir telah berkembang menjadi senjata yang mematikan di tangan Muslim ekstrimis yang berkeras membersihkan Islam dari siapa saja yang tidak mau mengikuti cara pandang mereka. Sekarang, teroris jihad di Iraq mulai memakai takfir sebagai yel-yel mereka dalam keganasan melawan kaum Shiites.”

Mungkin saja kebanyakan pembaca Wall Street Journal belum pernah mendengar kata takfir. Kata ini berakar dari kata kafara yang berarti “menjadi kafir, atau menghina Tuhan.” Pertama kali saya mendengar kata takfir dalam hubungannya dengan nama grup Islam radikal di Inggris, “Al-Hijra wal-Takfir.” Pengikut grup ekstrimis ini mengaku mengikuti jejak langkah Nabi yang meninggalkan Mecca di tahun 622 Masehi dan menetap di Medina. Kejadian itu, dikenal sebagai Hijra (perpindahan) dalam bahasa Arab, menandakan pemisahan Muhammad dari orang-orang kafri (yang tidak percaya) di Mecca, untuk mendirikan komunitas murni di mana dia bisa menyebarkan Islam secara bebas.

Mr. Farivar menjelaskan konsekuensi yang terjadi ketika Muslim saling menuduh sesama telah menghina Islam.

“Tentu saja pengecaman terhadap agama bukanlah konsep yang hanya ada dalam Islam. Tetapi dalam hukum Islam, tuduhan murtad bukan hanya menakdirkan seseorang ke neraka tetapi juga mesti mati segera jika dia tidak bertobat.”

Dia kemudian memberi contoh dari sejarah tentang suatu kelompok Muslim yang mengutuk siapa saja yang tidak setuju dengan mereka. Dia berbicara tentang kebangkitan suatu kelompok di akhir abad ke-7 yang dikenal dengan nama Khawarij, yang anggotanya mengatakan bahwa melakukan dosa kecil termasuk penghinaan agama. Sebenarnya, dalam kasus kaum Khawarij, yang dalam bahasa Inggris disebut The Kharijites, lebih berbelit-belit dan perlu penjelasan lebih lanjut.

Ketika Ali, sepupu dan menantu Nabi, menjadi kalifah ke-empat di tahun 655, Mu’awiya, gubernur Syria , melawan dia dan menuduh Ali terlibat dalam pembunuhan Uthman, kalifa ke-tiga. Dalam perang yang terjadi berikutnya, pasukan Ali yang berposisi lebih kuat diarahkan untuk menerima tawaran gencatan senjata dari pihak lawan. Beberapa pendukung Ali tidak setuju dan meninggalkan pasukannya. Mereka disebut kaum Khawareij, yaitu kata dalam bahasa Arab yang berarti yang meninggalkan kelompok. Mereka lah yang menjadi model Islam radikal. Mereka membunuh Ali di tahun 661. Kemudian mereka mengumumkan bahwa semua Muslim yang tidak mengikuti mereka adalah kafir. Mereka menciptakan kekacauan jangka panjang di antara kaum Muslim di Timur Tengah. Inilah persamaan antara Khawarej di abad ke-7 dengan Takfiris masa kini.

Mr. Farivar meneruskan: Hingga belakangan ini, kaum Muslim pada umumnya menepiskan takfiris sebagai grup yang di sisi, ekstrim dari yang ekstrim. Tetapi dengan meningkatnya aksi terorisme yang tidak terkendalikan, reaksi tanggapan tampaknya diperlukan. Pemimpin Saudi Arabia, Mesi dan Jordan – mereka sendiri target dari tuduhan murtad – telah mengecap kaum takfiris.

”Cendekian Muslim umumnya juga telah mulai buka suara. Di AS, Mr Siddiqi telah memimpin grup cendekiawan Islam terkemuka mengeluarkan fatwa mengecam pengertian ekstrimis tentang Koran dan Hadith. Di Saudi Arabia, Sheikh Abd al-Muhsin Al-Abikan, cendekiawaan terkemuka, telah memberi wawancara yang mengajak kampanye melawan kebiasaan takfir di antara Muslim.”

“Apakah argumentasi ini timbul karena arus keganasan yang diinspirasi oleh takfir masih harus dilihat. Ketidak-adaannya pusat (council) yang menegaskan kekukuhan ajaran Islam membuat sangat sulit untuk mengeluarkan pernyataan yang melarang praktek itu. Apa yang diterima sebagai kepercayaan di satu negara atau di suatu masa, bisa dianggap sebagai ajaran yang menyimpang di negara/masa yang lain.”

“Ini tidak berarti tidak ada ortodoksi atau bahwa pemimpin agama tidak punya pengaruh. Mereka mungkin mau mengingatkan pengikutnya, terutama di zaman sekarang, akan ajaran Nabi. Seperti yang dikatakan Sheikh Al-Abikan : “Hak menyatakan takfir adalah hak Tuhan saja, manusia tidak punya hak itu.”

Memang nyaman rasanya membaca bahwa “di AS Mr Siddiqi telah memimpin grup cendekiawan Islam terkemuka mengeluarkan fatwa mengecam pengertian ekstrimis tentang Koran dan Hadit.” Namun membaca buku suci Islam akan menyingkapkan pendapat yang sangat negatif tentang orang-orang non-Muslim. Ambil saja contoh berikut ini, ayat-ayat yang sangat menuduh dari Quran:

“Maka disebabkan kelaliman orang-orang Yahudi, Kami haramkan atas mereka (memakan makanan) yang baik-baik (yang dahulunya) dihalalkan bagi mereka, dan karena mereka banyak menghalangi (manusia) dari jalan Allah” Surah 4:160

“Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara.” Surah 4:171

Terlebih lagi, kita tidak boleh lupa Surah pertama dari Quran, yang dikenal dengan nama Al-Fatiha, yang menghina orang Yahudi dan Kristen:

“Ihdina as-Sirata’l Mustaqeem, Sirata’l al-Latheen an‘Amta ‘Aleyhem, Ghayra’l Maghdoobi ‘Aleyhem, wala’Dalleen.”

“Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” Surah 1:6-7

Komentator Muslim menjelaskan bahwa orang Yahudi-lah yg dimaksud sbg “mereka yang dimurkai”; dan yg dimaksud sbg “mereka yang sesat” adalah orang Kristen. Surah ini yang merupakan doa permohanan kepada Allah, dihafalkan hampir semua Muslim. Surah ini menegaskan hubungan mereka buhan hanya dengan Allah, tetapi juga dengan “yang lainnya”. Sudah berakar dalam ingatan mereka, bahwa sementara anugerah Allah dilimpahkan kepada mereka, “yang lainnya” (the others) adalah sesat atau dimurkai Allah!

Media massa dan pemimpin politik kita terus menerus mengatakan bahwa
pada prinsipnya Islam itu tolerant dan dermawan. Mereka mungkin mengutip ayat-ayat di Quran yang mengajarkan kebebasan beragama. Banyak di antara kita yang sudah dengar berkali-kali ayat berikut ini:

“Tidak ada pemaksaan dalam agama…” Surah 2: 256a

Namun ayat ini harus dimengerti dalam konteks sejarahnya. Tanyalah masyarakat yang sudah menderita dalam dominasi Islam selama 1400 tahun arti sesungguhnya dari “La Ikraha fi’l-Deen,” (ayat tidak ada pemaksaan). Mereka akan memberitahu anda betapa menakutkannya status dhimmitude yang mereka dan nenek moyang mereka derita. Benar, orang-orang “berkitab” (Yahudi dan Kristen) diperbolehkan tetap mengikuti agama mereka, tetapi mereka dipaksa hidup dalam keadaan yang hina dan direndahkan sbg kaum dhimmi (kaum yg lebih rendah derajatnya dari muslim). Baca saja buku Bhat Ye’or tentang penghinaan ini yang dijatuhkan kepada penghuni asli Timur Tengah dan Afrika Utara. Dan janganlah lupa belajar tentang Devshirme-nya Ottoman, di mana beribu-ribu anak laki-laki kecil dari Balkan dirampas secara paksa dari orang tua mereka, di-Islamkan dan dilatih menjadi pasukan spesial Janissaries!

Kembali ke essay saya, “Moderate Muslims Muddy the Waters.” Baca paragraph terakahir lagi:

“Ini tidak berarti tidak ada ortodoksi atau bahwa pemimpin agama tidak punya pengaruh. Mereka mungkin mau mengingatkan pengikutnya, terutama di zaman sekarang, akan ajaran Nabi. Seperti yang dikatakan Sheikh Al-Abikan: “Hak menyatakan takfir adalah hak Tuhan saja, manusia tidak punya hak itu.”

Kata-kata kesimpulan seperti itu sangat menyesatkan. Dengan mengutip kata-kata Sheikh Al-Abikan orang-orang bodoh akan tertipu, tetapi kata-kata begitu tidaklah berbeda dengan mantra ‘Al-Islam hua al-Hall’ – Islam lah jawabannya!

“Hak menyatakan takfir adalah milik Tuhan saja.” Betapa salehnya kalimat ini. Ini mengingatkan saya akan siasat curang M Mu’awiya di tahun 661. Ketika pasukannya kalah dalam perang melawan pasukan Ali, mereka tiba-tiba mengangkat Quran dengan tombak mereka dan berseru, “Biarkan Allah yang memutuskan.” Penunjukan kesalehan yang murni! Tetapi Allah telah mengucapkan kata terakhirnya, dan kata ini mesti diartikan oleh manusia. Wasit yang disetujui oleh Ali dan Mu’awiya bukanlah wasit yang adil. Mereka menggulingkan Ali, dan mengangkat lawannya sebagai kalifah Islam yang sah. Kekacauan pun terjadilah. Baca saja cerita tentang kekejaman yang dilakukan oleh Khawarej untuk mempelajari akibat dari slogan kosong dan hambar ini!

Ini semua tergantung pada Muslim moderat, jika mereka dapat dipercaya, untuk memulai penafsiran kitab suci Islam, dan mencari jalan sehingga ayat-ayat dan ajaran yang mengutuk dan mengancam “orang lain” bisa dimengerti sebagai sesuatu dari zaman lampau yang sudah tidak berlaku lagi sekarang. Di dunia kita yang sudah terglobalisasi dan saling tergantung, tidak ada tempatnya bagi ideologi semacam takfiri. Aku tunggu dengan sangat berharap akan munculnya kaum moderat sejati yang tidak mengeruhkan air, yang mau mengakui kesalahan Islam di masa lalu. ##

MUSLIM ‘MODERAT’

DIINGGRIS

Link-Source

P

olling-polling pendapat dari Muslim UK menunjukkan bahwa Muslim yg walau minoritas jumlahnya cukup berarti, bersikap bak NAZI JERMAN alias FASIS:

13% mendukung serangan teror terhdp AS
6% mendukung serangan-serangan teror terhdp UK
13% sangat suka kpd teroris suicide bombers pd tgl 7/7 itu
16% Muslim UK mendukung suicide bombing di Israel
7% Muslim UK mendukung suicide bombing di UK
16% Muslim UK mendukung “sebab musabab” pemboman London

Orang-orang macam ini harus didepak dari Barat. Kalau mereka tidak suka kpd nilai Kebebasan sbg platform budaya Barat, mereka juga tidak pantas hidup dlm dunia bebas. Mereka harus disuruh angkat kaki sekarang juga! (Muslim gak tau diri! Sdh numpang hidup di ‘rumah’ orang, eh si tuan rumah pengen di bantai pula… anjing sj tdk akan menggigit tangan yg memberinya makan.. -adm)

Survey Muslim UK, Channel 4, Aug 2006 menyimpulkan:
24% setuju dgn alasan pemboman 7/7
45% merasa 9/11 dilakukan oleh AS atau Israel.
Hanya 17% Muslim UK percaya bahwa Arab melakukan 9/11.
50% mengatakan, mereka yg menghina Islam harus ditahan dan dihukum
80% mengatakan, mereka yg menerbitkan kartun Muhamad harus dihukum.
40% Muslim UK ingin Shariah di UK

Poll juga menunjukkan bahwa Muslim di UK adalah yg paling anti Barat di Eropa – Pew Survey, 2006.#

Klik-Link

MUSLIM ‘MODERAT’ DI JERMAN

Link-Source

June 14, 2006.
40% Para muslim Muda Maroko-Belanda MENOLAK DEMOKRASI
6-7% siap utk menggunakan kekerasan demi ‘membela’ Islam. ##

Phylis Chesler :

MENYADARI KEBIADABAN ISLAM

Link-Source


Merujuk kpd artikel Phylis Chesler diatas:
Saya tahu bahwa kebanyakan Muslim (yg tinggal di AS) — baik radikal maupun kurang-radikal — akan tersinggung oleh tulisan diatas. Namun sayapun sampai pada kesimpulan, spt dikatakan Dr. Chesler dlm wawancara radio baru-baru ini :

“Para muslim ‘damai’ (Peaceful Muslims) diantara kita sama saja dng “good Germans” di jaman Nazi, yg tidak setuju dgn Nazi, tapi TIDAK MELAKUKAN APA-APA utk menghindari tersebarnya dampak NAZI. Mereka malah MENIKMATI apa yg dicapai Nazi, dan pada saat semuanya berakhir, lalu angkat tangan, mata sambil melayang-layang seakan tidak tahu apa-apa. 12 juta orang mati akibat Nazi, Jerman akhirnya kalah, dan apa yg dikatakan “Good Germans” itu? Mereka cuma bercengeng-cengeng: “Kita khan nggak bisa apa-apa, khan.”

Keinginan Muslim utk menikmati kenyamanan di AS sambil mendukung saudara-saudara mereka yg teroris itu sebuah tindakan PENGECUT busuk dan munafik, walau mereka tidak senekad suicide bomber atau bersembunyi di goa Hira sambil memerintahkan jihad.

Katakanlah kalau secara metaforis, para tentara Iran menginvasi negara kami, SUDAH BISA DIPASTIKAN BAHWA ‘PARA MUSLIM DAMAI’ di negara kami ini akan bersikap entah, APATIS ATAU KOMPLISIT.


MAYORITAS YG ‘DAMAI’

by Paul E. Marek
Link-Source

S

aya pernah punya teman yg berasal dari keluarga Jerman ARISTOKRAT dlm Perang Dunia II. Mereka memiliki sejumlah pabrik besar dan tanah luas. Saya tanya padanya, berapa sih sebenarynya jumlah orang Nazi yg benar-benar Nazi? Dan jawabannya mengagetkan saya sampai saya tidak dapt melupakannya.

“Hanya sedikit orang yg benar-benar Nazi tulen,” katanya, “namun kebanyakan senang dgn terwujudnya kembali kebanggaan nasional Jerman, dan kebanyakan terlalu sibuk utk mengurusi soal Nazi.”

Saya menyangka bahwa orang-orang Nazi hanyalah segelintir orang-orang gila. Tetapi ternyata, penduduk Nazi ‘moderat’ yg mayoritas itu hanya duduk ongkang kaki tidak peduli dgn pembantaian massal oleh Nazi. Dan sebelum kita menyadari, mereka membom kita, menyita harta kita dan kita kehilangan kontrol, sampai akhir PD II. Keluarga saya kehilangan semuanya dan saya malah mendekam di kamp konsentrasi dan ironisnya, Sekutu menghancurkan pabrik saya.”

Kami terus dicekoki oleh para “pakar” dan media bahwa Islam adalah agama damai dan bahwa kebanyakan mayoritas Muslim ingin hidup dlm kedamaian.

Pernyataan itu hanya omong kosong yg didesign agar kami merasa lega dan tenang dan seakan-akan menghilangkan kenyataan bahwa sejumlah kelompok fanatik yg lalu lalang di dunia ini dlm nama Islam memang ingin memberangus kami. Faktanya adalah, kaum fanatik ITULAH yg menguasai Islam pada saat ini… Klik-Link


Jadi, kalau lain kali ada yg tanya, “Dimana suara Muslim moderat?”,
tanyakan kembali… apakah memang mereka pernah buka suara? Apakah mereka memang pernah protes melawan saudara-saudara mereka yg lebih fanatik itu?

Nah, sekali lagi kami berkali-kali dicekoki bahwa “Islam agama damai, Islam agama damai, islam agama damai” dan “mayoritas Muslim hanya ingin hidup dlm kedamaian.”

Walau pernyataan itu kemungkinan benar, faktanya adalah bahwa pernyataan itu SAMA SEKALI TIDAK RELEVAN. Ini hanya pernyataan kosong yg di-design utk memberi kami kenyamanan PALSU dan mencoba mengecilkan fakta bahwa kaum fanatik Islam merajalela diseluruh pelosok dunia, menghancurkan apapun yg berada di depan mata mereka demi Islam.

Faktanya adalah bahwa kaum Islam fanatiklah yg menguasai dunia. Kaum Islam fanatiklah yg berbaris diseluruh permukaan dunia, terlibat dalam 50 perang diseluruh dunia saat ini. Kaum Islam fanatik yg secara sistematis membantai kaum Kristen dan suku-suku tradisional diseluruh Afrika dan pelan-pelan mengambil alih seluruh benua dlm sebuah gelombang Islam. Kaum Islam fanatiklah yg mengebom, memenggal kepala, membunuh atau melakukan honor killing.

Fakta pahit menunjukkan bahwa “Muslim mayoritas yg cinta damai” hanya berbungkam diri, ketakutan dan tidak peduli.

Negara komunis Rusia terdiri dari orang-orang yg hanya ingin damai, namun tetap saja kaum Komunislah berhasil membunuh 20 juta orang Rusia. Mayoritas pencinta damai ini TIDAK RELEVAN.

Negara komunis Cina terdiri dari orang-orang pencinta damai, namun tetap saja kaum komunis berhasil membuuh 70 juta orang.

Jepang, selama PD II terdiri dari orang-orang pencinta damai, namun tetap saja Jepang berhasil melakukan orgy pembunuhan diseantero Asia, termasuk 12 juta penduduk Cina; yg kebanyakan dibunuh oleh pedang, pacul maupun bayonet.

Dan siapa yg bisa melupakan RUANDA, yg tiba-tiba pecah kedalam perang saudara biadab & pahit walau mayoritas orang Ruanda adalah pencinta damai?

Sejarah menunjukkan sebuah pelajaran yg sederhana dan blak-blakkan, namun tetap saja kita melupakan satu hal penting: Muslim pencinta damai, entah Muslim liberal atau Muslim moderat atau Muslim KTP adalah TIDAK RELEVAN. Mengapa? Karena mereka memilih utk tutup mulut. Para muslim pencinta damai ini mau tidak mau sudah menjadi MUSUH kita, karena mereka memilih utk terus berdiam. Spt teman saya dari Jerman itu, suatu hari mereka akan bangun dan menyadari bahwa saudara mereka yg lebih ‘fanatik’ menguasai mereka dan mengakibatkan kehancuran dunia.

Pencinta kedamaian di Jerman, Jepang, Cina, Rusia, Ruanda, Serbia, Afghan, Iraq, Palestina, Somali, Nigeria, Algeria, dan banyak lagi TELAH MATI KARENA MAYORITAS PENCINTA DAMAI TIDAK MAU BUKA MULUT, KECUALI SAAT SUDAH TERLAMBAT.

Dan bagi kita (non Muslim) yg hanya bisa menonton, kita harus lebih memperhatikan kelompok yg paling penting saat ini: kaum Muslim fanatik yg mengancam hidup kita.

Akhir kata, siapapun yg mengabaikan tulisan ini tanpa mengirimnya kpd teman-temannya, sama saja dgn menyumbang kpd ke-pasifan yg membawa pada membengkaknya masalah.

NAH, lakukan sesuatu! Sebarkan blog ini agar ratusan bahkan ribuah orang akan membaca, memikirkan dan mem-forward-nya lebih lanjut. ##



Muslim Moderat Tidak Eksis – Dr Mahathir

by: Raja Petra


(Bernama) — Tun Dr Mahathir Mohamad meminta agar Muslim tidak mengotak-ngotakkan diri sbg ‘moderat’ atau ‘tidak moderat’ karena agama Islam memang moderat dan karena hal ini akan memberi gambaran bahwa mereka hanya mengikuti sebagian saja ajaran Islam, sementara bagian lain dianggap ekstrim. (?)

“Islam memang agama moderat… kami tidak perlu menunjukkan bahwa kami lebih moderat dari yg lain. Kami Muslim… titik,” katanya pada AGM ke-45 Perkumpulan Kesejahteraan Muslim (Perkim).

Katanya, kalau ada Muslim dicap sbg ekstrimis, ini bukan karena ajaran Islam, namun karena mereka tidak mengerti Islam atau agama sedang dimanipulasi oleh pengikut tidak bertanggung jawab.

“Tidak ada yg ekstrim ttg Islam kalau kita mengikuti ajaran spt yg ada dlm Quran,” katanya.

Dr Mahathir mengatakan, umat dan negara-negara Islam harus meningkatkan upaya utk menghapuskan perasaan bahwa Islam = ekstrim, pengikutnya bodoh dan miskin, tidak tahu bgm memerintah negara dan paling doyan meminta bantuan orang lain (khususnya KAFIR!)

Katanya, kalau persepsi negatif terhdp Islam berlanjut, ini akan mengakibatkan jatuhnya agama, karena “tidak ada yg interes utk bergabung dgn agama yg dianggap sbg agama orang tolol.” ##

MODERATE ISLAM IS NO ISLAM

by Amil Imani
Link-Source

Banyak orang bertanya mengapa saya mempertaruhkan hidup saya dgn mencoba menelanjangi Islam. Mengapa? Karena saya lahir dlm keluarga Muslim. Karena saya menyaksikan dgn mata kepala saya sendiri kebiadaban Islamofasisme. Oleh karena itu saya akan sekuat tenaga menunjukkan bahwa Islam sbg dogma spiritual atau agama hanyalah dibungkus kebohongan dan jauh lebih bahaya dari Nazisme, Komunisme dan Fasisme.

Sekarang banyak orang membagi Muslim antara mereka yg moderat dan mereka yg radikal. Menurut saya, tidak mungkin menjadi Muslim tanpa menjadi radikal.

Tidak ada yg namanya Islam moderat! Tidak ada yg namanya Islam sekuler. Mana mungkin seekor ular atau ikan hiu dijadikan sekuler?
Tidak bisa! Begitulah sifat hewan buas. It’s the nature of the beast! Ada beberapa sekte dalam Islam. Kesemuanya ekstrim dan tidak satupun bersedia berubah. Perpecahan telah terjadi dan akan terus memecah belah Islam. Selama 1400 tahun, tidak pernah ada dan tidak pernah akan ada reformasi dlm Islam. Kitab Allah sudah terkunci. Titik.

Memang ada Muslim yg bersikap moderat dlm mempraktekkan agama mereka. Mereka ini adalah para muslim KTP, Muslim dari lahir, Muslim secara budaya. Mereka tidak mempraktekkan Islam sesuai dgn yg dimandatkan. Mereka memilih-milih mana yg baik dan mana yg buruk. Oleh karena itu “moderate Islam” BUKAN Islam. Tidak mungkin. Satu-satunya cara utk membendung Islam tulen, yaitu yg dikenal dgn nama ‘Islamofasisme’ adalah dng membuatnya ‘turun-mesin’ dan menyimpannya dlm museum.

Kaum ‘Islamis’ ini jelas mendapatkan dukungan mereka dari barisan Para muslim awam/moderat. Tanpa dukungan ini, Islamis tidak dapat bernafas. Oleh karena itu, tidak ada yg namanya Muslim “moderat.”

Muslim Moderat, atau “Para muslim yg tidak mempraktekkan Islam”, menjadi Muslim karena kecelakaan nasib. Spt jutaan rakyat Iran yg lahir dlm agama yg tidak mereka pilih, sebuah agama yg melarang mereka meninggalkan agama tsb. Mereka hanya Muslim KTP.

Orang-orang spt Ahmadinejad adalah para muslim tulen yg sudah dicekoki dgn kebencian, kecurigaan dan takhyul Islami tulen. Ia diindoktrinasi sejak lahir dan barisan imam dan mullah yg memerlukan pengikutnya utk mendukung dan menopang mereka.

Sbg warga AS keturunan Iran, saya oleh karena itu, merasakan sbg kewajiban saya utk memerangi Islam, ancaman paling berat sepanjang sejarah kemanusiaan.
—-
Amil Imani is an Iranian born, pro-democracy activist who resides in the United States of America. He is a poet, writer, literary translator, novelist and an essayist who has been writing and speaking out for the struggling people of his native land, Iran. Amil Imani’s Home Page: www.amilimani.com.

Islam moderat = Nazi moderat

Link-Source


Muslim yg benci kekerasan atau tidak menggunakan kekayaan mereka atau kekuatan raga mereka utk berperang dlm nama Muslim adalah para muslim BURUK! Atau spt kata Quran, mereka = “Munafikun“:

48.11. Orang-orang Badwi yang tertinggal (tidak turut ke Hudaibiyah) akan mengatakan: “Harta dan keluarga kami telah merintangi kami, maka mohonkanlah ampunan untuk kami”; mereka mengucapkan dengan lidahnya apa yang tidak ada dalam hatinya. Katakanlah: “Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah jika Dia menghendaki kemudharatan bagimu atau jika Dia menghendaki manfa’at bagimu. Sebenarnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

9.67. Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan. sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang munkar dan melarang berbuat yang ma’ruf dan mereka menggenggamkan tangannya [648]. Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang fasik. [648] Maksudnya: berlaku kikir

Jelas dari ayat-ayat diatas, seorang Muslim tulen HARUS berjuang dan membunuh demi Allah. Atau spt dikatakan Sahih Bukhari dlm “Buku Jihad”nya: “Jihad adalah perang suci demi Allah dgn persenjataan penuh. Jihad adalah rukun Islam yg paling genting. Lewat Jihad Islam berdiri, Allah dibuat superior dan Ia menjadi satu-satunya tuhan yg boleh dipuja….”

Hanya satu mahluk yg mampu mutar-balikkan kebaikan dgn keburukan, spt yg dilakukan Islam, yaitu: Setan.



Sumber:
http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=3741

 
Leave a comment

Posted by on August 15, 2008 in Muslimer

 

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: