RSS

MUHAMMAD SEORANG PEDOPHILIA

15 Aug

Muhammad,

Nabi Pujaan Kaum Pedophile

Kalangan umat muslim sendiri terpecah dua dalam hal perkawinan Muhammad (54 thnn) dengan Aisha (6 thnn).

Satu kalangan dengan gagah mengatakan bahwa memang benar Muhammad mengawini Aisha pada umur 6 thn menidurinya pada umur 9 thn karena memang tercatat demikian dalam beberapa hadist Sahih (Bukhari dan Muslim) dan berupaya membela habis-habisan alasan Muhammad meniduri Aisha pada usia 9 thn dengan mengesampingkan seluruh nilai moral dan hati nurani yang ada, misalnya umur 9 thn sudah matang secara fisik atau sudah menstruasi yang artinya sudah siap utk ditiduri tanpa memperhatikan sisi psikologisnya sama sekali.

Kalangan lain, mungkin karena lebih memperhatikan nilai-nilai moral dan hati nurani, berupaya mati-matian menyanggah bahwa Muhammad menikahi Aisha pada usia 6 thn dengan mengajukan hipotesa-hipotesa bahwa Aisha waktu itu sudah berumur paling tidak 16 thn, dan dengan sendirinya menyanggah kesahihan hadist mereka sendiri yang sudah dinyatakan sahih (valid).

Kedua pendapat tersebut di atas sama-sama merupakan upaya untuk membersihkan “cacat” yang ada, tetapi upaya kedua kalangan tsb tidak menolong.

Jika memang benar Muhammad meniduri anak 9 thn yang masih bermain dengan bonekanya, maka nilai moral yang disunnahkan oleh Muhammad sangat “menjijikan” dan tidak bisa diterima oleh siapa saja yang masih bermoral dan berhati nurani. Seorang Nabi selayaknya memberikan standard nila moral yang tinggi dan bukan terbawa arus pada saat itu, dan juga menetapkan standar moral & etika yg dapat berlaku universal untuk segala jaman dan peradaban manusia.

Jika ternyata Muhammad mengawini Aisha bukan pada umur 6 thnn spt yang tercatat dalam berbagai hadist sahih, maka bagaimana kesahihan hadist-hadist tsb dapat dipertanggung-jawabkan. Dengan sendirinya Al Quran juga layak dipertanyakan kesahihan, keaslian, dan keabsahannya.

Tetapi untuk topik ini, kita akan mempertanyakan nilai-nilai moral apa yang hendak diajarkan oleh “Nabi Besar” itu kepada umat muslim dengan:

  1. Mencontohkan mengawini anak ingusan berusia 6 thn dan menidurinya pada usia 9 thnn.
    Sahih Bukhari. Vol 7, Book 62. Wedlock, Marriage (Nikaah). Hadithn 065.
    Narrated By ‘Aisha:
    Thnat thne Prophet married her when she was six years old and he consummated his marriage when she was nine years old. Hisham said: I have been informed thnat ‘Aisha remained withn thne Prophet for nine years (i.e. till his deathn).”

{Note: Apakah “consummated thne marriage” berarti melakukan hubungan intim (sexual intercourse)? Jawabnya YES!}

Sahih Muslim. Book 8. Marriage. Hadithn 3310.
‘Aisha (Allah be pleased withn her) reported: Allah’s Apostle (may peace be upon him) married me when I was six years old, and I was admitted to his house when I was nine years old.

  1. Menyatakan bahwa “legitnya” Aisha yang berumur 9 thn secara fisik, seperti thnarid (hidangan roti dan daging), yg tidak ada bandingannya.

    Sahih Bukhari. Volume 4, Book 55, Number 623:
    Narrated Abu Musa:
    Allah’s Apostle said, “Many amongst men reached (thne level of) perfection but none amongst thne women reached thnis level except Asia, Pharaoh’s wife, and Mary, thne daughter of ‘Imran. And no doubt, thne superiority of ‘Aisha to othner women is like thne superiority of Thnarid (i.e. a meat and bread dish) to othner meals.”

  1. Menganjurkan untuk mengawini anak-anak gadis perawan yang masih ingusan sehingga bisa meraba-raba mereka dan bermain-main dengan mereka.

    Sahih Bukhari. Vol 7, Book 62. Wedlock, Marriage (Nikaah). Hadithn 017.
    Narrated By Jabir bin ‘Abdullah :
    When I got married, Allah’s Apostle said to me, “What type of lady have you married?” I replied, “I have married a matron’ He said, “Why, don’t you have a liking for thne virgins and for fondling thnem?” Jabir also said: Allah’s Apostle said, “Why didn’t you marry a young girl so thnat you might play withn her and she withn you?’

Kebanyakan Muslims scholar mencari dalih mengenai umur Aisha, karena jaman sekarang menyetubuhi bocah umur 9 adalah kriminal berat apalagi ini dilakukan oleh kakek peot yang nota bene adalah (suppose) seorang “nabi” gitu-loh yang seharusnya tahu morality.Argumentasi dari Muslim bahwa pada usia 9 thnn Aisha sudah haid juga tidak tepat karena menurut hadist-hadist yang sahih pada usia tsb Aisha masih belum haid. Jika kita telusuri diskusi tentang ini biasanya Muslim yg tanggung akan berdalih bahwa pada Usia 9 thn Aisah sudah besar dan sudah menstruasi (alias sudah matang untuk digauli secara seksual tanpa peduli pribadi yg masih kekanak-kanakan yg dibuktikan pula dalam Hadist bahwa Aishah masih senang bermain boneka. Jadi jelas Aim-nya hanyalah pada Sexual Intercourse yg dirasionalkan halal. Dan bagi mereka yg tidak mengerti Bahasa Inggris dan hanya bisa Bahasa Indonesia dan ARAB bisa membuka resources tentang ISLAM disini.

Some modernist Islamic apologists try to cast doubt on thne age of Aisha when she married and had sex withn Muhammad despite thne many sahih hadithns in which Aisha explicitly and directly states thnat she was nine years old at thne time. Thney are clearly embarrassed thnat thneir pedophile Prophet married and had sex withn a nine-year-old CHILD, and thney sometimes seek to explain thnat Aisha was in fact not nine-years-old as thne SAHIH HADITHNS of Aisha’s own testimony claim, but some othner ages derived from indirect sources, fuzzy dating techniques, and downright slander.

Dari sumber hadist yang sahih, kita bisa melihat bahwa pada usia 9 thn saat digauli, Aisha masih belum akil baliq. Bahkan dari hadist-hadist tsb menyatakan pada usia sekitar 14-15 saat perang Khaybar, Aisha masih belum haid karena masih bermain dengan boneka. Dalam aturan hukum Islam yang ketat pada jaman Nabi, bermain boneka hanya diperbolehkan bagi anak-anak kecil yang belum akil baliq. Kesimpulannya, Aisha belum akil baliq pada usia 9 thn saat di-embat oleh si Mamad, bahkan pada usia 14-15 pun saat perang Khaybar dia belum haid.

Sunan Abu Dawud, Vol. 2, #2116:
“Aisha said, “Thne Apostle of Allah married me when I was seven years old.” (Thne narrator Sulaiman said: “Or six years.”). “He had intercourse withn me when I was 9 years old.”

Sahih Bukhari Volume 8, Book 73, Number 151
Narrated ‘Aisha: I used to play withn thne dolls in thne presence of thne Prophet, and my girl friends also used to play withn me. When Allah’s Apostle used to enter (my dwelling place) thney used to hide thnemselves, but thne Prophet would call thnem to join and play withn me. (Thne playing withn thne dolls and similar images is forbidden, but it was allowed for ‘Aisha at thnat time, as she was a little girl, not yet reached thne age of puberty.) (Fateh-al-Bari page 143, Vol.13)


Sunan Abu Dawud. Book 36. General Behavior. Hadithn 4914.
Narrated By ‘Aisha, Ummul Mu’minin : When thne Apostle of Allah (pbuh) arrived after thne expedition to Tabuk or Khaybar (thne narrator is doubtful), thne draught raised an end of a curtain which was hung in front of her store-room, revealing some dolls which belonged to her.

He asked: What is thnis? She replied: My dolls. Among thnem he saw a horse withn wings made of rags, and asked: What is thnis I see among thnem? She replied: A horse. He asked: What is thnis thnat it has on it? She replied: Two wings. He asked: A horse withn two wings? She replied: Have you not heard thnat Solomon had horses withn wings? She said: Thnereupon thne Apostle of Allah (pbuh) laughed so heartily thnat I could see his molar teethn.

Alasan bahwa Muhammad mengawini Aisha adalah untuk memperkuat tali persaudaraan dengan “suadara angkatnya” Abu Bakr juga tidak valid karena Abu Bakar jelas keberatan karena mereka adalah saudara angkat. Tetapi Muhammad tetap memaksa dan mengatakan tidak menjadi masalah padahal dia pernah menolak tawaran dari Hamza, saudara angkatnya juga, untuk menikasih puterinya:
Menurut hadist berikut Abu Bakr keberatan saat Muhammad melamar Aisah.

Sahih Bukhari. Volume 7. Book 62. No. 18
Narrated ‘Ursa: Thne Prophet asked Abu Bakr for ‘Aisha’s hand in marriage. Abu Bakr said “But I am your brothner.” Thne Prophet said, “You are my brothner in Allah’s religion and His Book, but she (Aisha) is lawful for me to marry.”

Abu Bakr sebenarnya tidak salah karena dalam tradisi bangsa Arab persaudaran walaupun saudara angkat sama artinya dengan saudara kandung. Demikian juga dengan anak angkat. Adalah tabu mengawini anak saudara angkat atau isteri anak angkat menurut moral bangsa Arab pada waktu itu.

Muhammad sendiri pun menolak saat di tawarin untuk menikah dengan anak Hamza (yang juga adalah saudara angkat spt halnya Abu Bakr) dengan alasan bahwa anak Hamza adalah keponakan angkatnya (seperti halnya Aisha juga adalah keponakannya):

Sahih Bukhari. Volume 7, Book 62, Number 37:
Narrated Ibn ‘Abbas: It was said to thne Prophet, “Won’t you marry thne daughter of Hamza?” He said, “She is my foster niece (brothner’s daughter). “

* Untuk bahan Review; Ada artikel bagus dr Jennifer King:

Pedophilia and Beastiality In Islam (by Jennifer King)
Untuk lengkapnya, kamu bisa kunjungi
situs ini


AISYAH UMUR 7 TAHUN

(DARI BUKU ISLAM INDONESIA)

Judul: Mengapa Nabi SAW berpoligami
Diterjemahkan dari JUDUL asli: Women In Thne Eyes And Heart Of Muhamad — Karya : Dr.Ali Syariati — Terbitan school Publication,Teheran.
Penerbit di Indonesia: PENERBIT MISBAH
Email : Pantera@cbn.net.id

Buku ini TANPA MALU-MALU mengakui AISYAH itu UMURNYA 7 TAHUN waktu di nikahi oleh MUHAMAD.

Dari mana Penulis itu mendapatkan umur 7 tahun? Tentu dari hadits seperti berikut ini :

Sahih Muslim Book 008, Number 3311
‘A’isha (Allah berkenan padanya) mengatakan bahwa Rasulullah (saw) menikahi dia ketika dia berusia tujuh tahun, dan dia dibawa ke rumah Nabi sebagai pengantin ketika berusia sembilan tahun, dan boneka2nya ikut bersamanya; dan dia (sang Nabi) mati ketika ‘A’isha berusia delapan belas tahun.

Sunan Abu-Dawud Book 41, Number 4915, also Number 4916 and Number 4917
Dinyatakan Aisha, Ummul Mu’minin:
Sang Rasul Allah menikahiku ketika aku berusia tujuh atau enam tahun. Ketika kami tiba di Medina, beberapa perempuan datang, menurut versi Bishr:Umm Ruman datang padaku ketika saya sedang bermain ayunan. Mereka memandangku, mempersiapkanku, dan mendandaniku. Kemudian aku dibawa ke Rasul Allah, dan ia hidup bersamaku sebagai suami istri ketika aku berusia sembilan tahun. Ia (Umm Ruman) menghentikanku di pintu, dan aku meledak tertawa.

[Anda mau setuju atau tidak setuju, itu bukan urusan saya.Yang JELAS hadits-hadist yang kami kutip tentang UMUR aisyah 6 dan 7 tahun itu BENAR adanya, BUKAN HADITS PALSU atau hadits yang DITAMBAH-TAMBAHAIN, terbukti dengan adanya pihak MUSLIM yang menyebut umur aisyah 7 tahun waktu dinikahi Muhammad, dan penulis juga mempercayai umur 7 tahun pada waktu dulu belumlah dewasa, tetapi masih kanak-kanak, ini sekaligus juga untuk membantah muslimers yang berargumen ‘jaman dulu itu walau umur 7 tahun,tapi sdh dewasa loh ‘. Seperti biasa, Kalau keberatan, proteslah ke email penerbit tsb]

Baik, langsung saja saya kutipkan cerita dari buku tsb dari Halaman 78

Di sisi lain, Aisyah, anak perempuan Abu Bakar, adalah gadis pertama yang lahir dalam keadaan Islam. Kualitas inilah yang membuatnya mempunyai keistimewaan tersendiri dibandingkan selainnya, dan telah memotivasi para sahabat dan teman-teman seperjuangan Rasulullah untuk menjadikannya sebagai istri Rasulullah. Hanya kelembutan hati nurani (dan bukan akal ataupun logika) yang mampu memahami keluruhan usulan itu. Manakala bunga pertama mekar di taman, manakala buah pertama matang di kebun, maka semua itu merupakan hasil usaha keras si tukang kebun. Hati manusia akan menyadari bahwa bunga atau buah pertama itu murni milik si tukang kebun dan kekayaan yang hanya layak dimiliknya.

Abu Bakar adalah figur manusia yang penuh kelembutan, kesetiaan dan kecintaan yang meluap kepada Rasulullah. Dia sangat mengharapkan Rasulullah untuk mengawini anak perempuannya itu. Tetapi, waktu itu Aisyah baru berusia 7 tahun, sedangkan Muhammad saw telah berusia di atas 50 tahun. Di rumah beliau ada Fatimah yang masih membutuhkan kasih sayangnya. Di luar rumahnya musuh-musuh berkeliaran, seperti Abu Jahal, sementara kehidupan beliau masih terkungkung dengan kepahitan, kekerasan dan penderitaan. Yang paling beliau butuhkan pada situasi semacam itu adalah pasangan jiwa (soulmate) untuk berbagi suka dan duka. Dan beliau merasa bahwa putri Abu Bakar yang baru berusia 7 tahun itu kurang cocok untuk situasi yang demikian.

Akan tetapi, dengan berbagai pertimbangan, Muhammad saw pada akhirnya meminangnya (dan baru dua tahun kemudian mereka hidup bersama). Maka, anak perempuan pertama yang lahir dalam keadaan memeluk Islam dan merupakan barisan pertama generasi Islam itu menjadi istri Rasulullah. Dengan perkawinan tersebut, Muhammad dan Abu Bakar telah menjalin ikatan kekerabatan. Sosiologi Baduwi dan kesukuan mengakui bahwa ikatan kekerabatan pada zaman dan situasi waktu itu merupakan bentuk ikatan yang paling kuat untuk menyatukan dua manusia.

Aisyah merupakan satu-satunya istri Rasulullah yang masih gadis (perawan. -adm) ketika dinikahi, dan satu-satunya yang kecantikan dan kefemininannya menarik hati Nabi Muhammad. note : Kecantikan opo? wong masih ingusan..kekekeke

Meski demikian, kecantikannya itu bukan merupakan alasan utama kebersamaan mereka, karena bagaimana mungkin kecantikan seorang gadis kecil berusia 7 tahun mampu membangkitkan perasaan seseorang yang telah berusia 50 tahun.

Perkawinan mereka lebih merupakan perpaduan simbolis yang dikaitkan dengan kelayakan yang bisa diterima akal. Tidak tepat menganggap hasrat dan cinta sebagai alasan perkawinan itu. Baru dua tahun kemudian ketika berada di Madinah mereka memulai hidup bersama.

Kita mesti menyadari bahwa cinta Muhammad saw terhadap Aisyah tepat seperti apa yang diungkapkan oleh penulis kontemporer Mesir, Muhammad Husayn Haykal: “…Berkembang setelah perkawinannya dan bukan sebelumnya. Sulit dipercaya Muhamad jatuh cinta pada gadis kecil berusia 7 tahun. Jadi tak bisa dinyatakan bahwa perkawinan itu hanya karena cinta semata.”

Dengan kata lain, perkawinannya dengan perempuan yang paling muda dan paling cantik di antara istri-istri Muhammad adalah demi kepentingan sosial dan politis semata …

 

Lanjut…ya
baru dapet lagi neh…

Majalah Salafy Edisi XV/Dzulqa’idah/1417/1997

Disini diceritakan Aisyah adalah ‘gadis’ UMUR 6 TAHUN.

Istri-istri Rasulullah : Aisyah binti Abu Bakar
Kamis, 10 Maret 2005 – 02:49:24 :: kategori Keperempuanan
Penulis: Majalah Salafy Edisi XV/Dzulqa’idah/1417/1997
.: :.

Hari-hari indah bersama kekasih Allah dilalui dengan singkatnya ketabahan menghiasi kesendiriannya guru besar bagi kaumnya pendidikan kekasih Allah telah menempanya.

Dia adalah putri Abu Bakar Ash-Shiddiq , yang Rasulullah saw lebih suka memanggilnya “Humaira”. ‘Aisyah binti Abu Bakar Abdullah bin Abi Khafafah berasal dari keturunan mulia suku Quraisy.

Ketika umur 6 tahun, gadis cerdas ini dipersunting oleh manusia termulia Rasulullah saw berdasarkan perintah Allah melalui wahyu dalam mimpi beliau.

Note: 6 tahun dibilang gadis? Xixixi..xintink

Rasulullah saw mengisahkan mimpi beliau kepada ‘Aisyah: ”Aku melihatmu dalam mimpiku selama tiga malam, ketika itu datang bersamamu malaikat yang berkata: ini adalah istrimu. Lalu aku singkap tirai yang menyembunyikan wajahmu , lalu aku berkata sesungguhnya hal itu telah ditetapkan di sisi Allah.” (Muttafaqun ‘alaihi dari ‘Aisyah radilayallahu ‘anha)

‘Aisyah radhiyallahu ‘anha memulai hari-harinya bersama Rasulullah sejak berumur 9 tahun. Mereka mengarungi bahtera kehidupan rumah tangga yang diliputi suasana Nubuwwah. Rumah kecil yang disamping masjid itu memancarkan kedamaian dan kebahagiaan walaupun tanpa permadani indah dan gemerlap lampu yang hanyalah tikar kulit bersih sabut dan lentera kecil berminyak samin (minyak hewan).

Di rumah kecil itu terpancar pada diri Ummul Mukminin teladan yang baik bagi istri dan ibu karena ketataatannya pada Allah, rasul dan suaminya. Kepandaian dan kecerdasannya dalam mendampingi suaminya, menjadikan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat mencintainya. Aisyah menghibur Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat mencintainya. Aisyah menghibur Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika sedih, menjaga kehormatan diri dan harta suami tatkala Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berda’wah di jalan Allah.

Wallahu’alam bishowwab.

Muslimers … adakah diantara kalian yang mempunyai akhlak sebijaksana Abu bakar?? Ane mau cari ‘gadis’ 6 tahun neh…

jadi inget kata-kata ginian :
‘ISLAM adalah agama yang sempurna’
sempurna opo nye….umur asiyah aja gak kelar-kelar,masih berselisih.


Lanjut lagi ya.
Dari sirah nabi tertua,biasanya disebut juga sirah nabi IBNU ISHAQ

SIRAH NABAWIYAH IBNU HISYAM JILID 2
Penulis: Abu Muhammad Abdul Malik bin Hisyam Al-Muafiri,
Penerjemah: Fadhli Bahri, Lc.;
Cetakan V, Darul Falah Jakarta, 2006
704 him; 15,5×24 cm.
Judul Asli: As-Sirah An-Nabawiyah li Ibni Hisyam
Penerbit: Darul Fikr, Beirut 1415 H/l994 M
ISBN 979-3036-17-6


632 —Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam-Il

Aisyah binti Abu Bakar Radhiyallahu Anhuma

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa SaJ/am menikahi Aisyah binti Abu Bakar Ash-Shiddiq di Makkah ketika Aisyah berumur tujuh tahundan menggaulinya di Madinah ketika ia berusia sembilan atau sepuluh tahun. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sal/am tidak menikahi perempuan gadis selain Aisyah binti Abu Bakar. Beliau dinikahkan dengan Aisyah oleh Abu Bakar dengan mahar empat ratus dirham.

Saudah Binti Zam’ah Radhiyallahu Anha
Shallallahu Alaihi wa Sal/am menikah dengan Saudah binti Qais bin Abdu Syams bin Abdu Wudd bin Nashr bin Malik bin Hisl bin Amir bin Luai dan orang yang menikahkan beliau dengannya ialah Salithn bin Amr dengan mahar empat ratus dirham. Ada yang mengatakan bahwa orang yang menikah­kan beliau dengannya ialah Abu Hathnib bin Amr bin Abdu Syams bin Abdu Wudd bin Nashr bin Malik bin Hisl.”
Ibnu Hisyam berkata, “Ibnu Ishaq kontradiksi dalam hadits ini, padahal ia pemah menyebutkan bahwa Salithn bin Amr dan Abu Hathnib bin Amr berada di daerah Habasyah ketika pernikahan tersebut terjadi.”
Ibnu Ishaq berkata, “Sebelum diperistri Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Salam, Saudah binti Zam’ah diperistri As-Sakran bin Amr bin Abdu Syams bin Abdu Wudd bin Nashr bin Malik bin Hisl.

Zainab Binti Jahsy Radhiyallahu Anha
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menikah dengan Zainab binti Jahys dan orang yang menikahkan beliau dengannya ialah saudara Zainab binti Jahsy, Abu Ahmad bin Jahsy, dengan mahar empat ratus dirham. Sebelum itu, Zainab binti Jahsy diperistri Zaid bin Haritsah, mantan budak Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Tentang Zainab binti Jahsy, Allah Tabaraka wa Ta’ala menurunkan ayat berikut,..dst.. [baca sendiri seterusnya tuh buku].

lanjut ya..

sumber :

Judul Asli:
‘Atsyah Qudwatun Nisaa’ul Mu’minin wa Habiibatu Rasuulu Rabbul ‘Aalamiin
Penulis: Khalld Abu Shaleh | Edisi Indonesia:

UMMUL MU’MININ ‘
Penerjemah: Wafi’ Zaanuddin Lc,
Editor; Team At-Tibyan
Desain Sampul: Team At-Tibyan Layoiil Team At-Tibyar;
Penerbil: At-Tibyan – Sola Jl. KyaJ Mojo 5B, Solo, 57117
telp./Fax (0271| 652540
email: pustaka@at-tibyan.com, http://www.at-tibyan.com

PERNIKAHAN DENGAN NABI

halaman : 13
Rasulullah menikahi Aisyah saat dia berusia 6 atau 7 tahun. Beliau mengumpuli , nya saat usianya 9 tahun. Dan Rsulullah wafat saat ‘Aisyah berusia I5 tahun. (HR. Riwayat Muslim).

“Aisyah berkata, ” Rasulullah menikahiku saat aku berumur 6 (enam) tahun dan mengumpuliku saat aku berusia 9 (sembilan) tahun.” Dia berkata, “Kami dan datang ke Madinah, dan kau sakit panas.1. selama satu bulan,kemudian rambutku telah tumbuh kembali hingga kedua telingaku..Ummu Ruman mendatangiku di saat aku berada di ayunan bersama teman-temanku. Dia berteriak memanggilku, aku pun datang, tak tahu apa yangt diinginkan dariku. Maka dia menghentikanku di depan pintu. maka aku berkata, ” hah hah, hingga nafaskn habis.” Kemudian dia memasukkanku ke dalam sebuah rumah yang ternyata, di dalamnya banyak kaum perempuan dari anshar. Mereka berkata, “Semoga senantiasa dalam kebaikan penuh barakah dan dikaruniai nasib yang baik.” Maka aku diserahkan kepada mereka, kemudian mereka memandikan kepalaku dan menghiasiku, tidak pernah aku dikejutkan atas kedatangan seseorang dengan tiba-tiba kecuali saat kedatangan Rasulullah diwaktu dhuha, kemudian mereka menyerahkanku kepada-nya.” (Mutafaqun ‘alaihi).

Quote:

[tambahan saya]
Hadits diatas tersebur KOMPATIBLE dgn hadits :
Sahih Bukhari Volume 7, Buku 62, Nomer 64
Dikisahkan oleh ‘Aisha:
Bahwa sang Nabi menikahinya ketika ia berusia enam tahun dan sang Nabi menyetubuhinya ketika dia berusia sembilan tahun, dan dia terus bersama sang Nabi selama sembilan tahun (sampai Nabi mati).

Sahih Muslim Buku 008, Nomer 3310:
‘A’isha (Allah berkenan padanya) melaporkan: Rasulullah (saw) menikahiku ketika aku berusia enam tahun, dan aku diterima di rumahnya pada waktu aku berusia sembilan tahun.

Sahih Bukhari Volume 7, Buku 62, Nomer 88
Dikisahkan oleh ‘Ursa:
Sang Nabi menulis (kontrak kawin) dengan ‘Aisha ketika dia berusia enam tahun dan menyetubuhinya ketiak dia berusia sembilan tahun dan dia tinggal bersama sang Nabi selama sembilan tahun (sampai Nabi mati).

Sahih Bukhari 5.234
Dikisahkan oleh Aisha:
Sang Nabi bertunangan denganku ketika aku masih seorang gadis kecil berusia enam (tahun). Kami pergi ke Medina dan tinggal di rumah Bani-al-Harithn bin Khazraj. Lalu aku sakit dan rambutku rontok. Tak lama kemudian rambutku tumbuh (lagi) dan ibuku, Um Ruman, datang padaku ketika aku bermain ayunan bersama beberapa dari kawan perempuanku. Ibu memanggilku, aku pergi menghadapnya, tidak tahu apa yang dia inginkan dariku. Ibu memegang tanganku dan membawaku berdiri di depan pintu rumah. Aku tak bisa bernafas, dan ketika aku bisa bernafas lagi, dia (Ibu) mengambil air dan membilas wajah dan kepalaku. Lalu dia membawaku masuk ke dalam rumah. Di dalam rumah kulihat perempuan2 Ansari yang berkata, “Salam sejahtera dan Berkat Allah dan semoga selamat.” Lalu dia (Ibu) menyerahkanku kepada mereka dan mereka mempersiapkanku (untuk perkawinan). Secara tak terduga, Rasul Allah datang padaku di pagi hari dan ibuku menyerahkanku kepadanya, dan pada saat itu aku adalah seorang gadis berusia sembilan tahun.

Sahih Bukhari Volume 7, Book 62, Number 90
Dinyatakan Aisha:
Ketika sang Nabi menikahiku, ibu datang padaku dan membawaku ke dalam rumah (sang Nabi) dan TIDAK ADA YANG LEBIH MENGAGETKANKU SELAIN KEDATANGAN SANG NABI ALLAH PADAKU DI PAGI HARI.


lanjutttt….

Beberapa Faedah Dari Hadits Di Atas. 4(Syarh AN-Nawawi’Ala Sahih Muslim 9/210.211)

Diperbolehkan seorang bapak menikahkan anak perempuannya yang masih kccilr meskipun tanpa seizinnya, sebab dia tidak memiliki (kuasa) izin. Kaum muslimin ber-IJMA’ tentang diper-bolehkan seorang bapak menikahkan anak perempuannya yang masih kecil dan perawan, ber-dasarkan hadits ini.
Mayoritas riwayat menjelaskanbahwa usia ‘Aisyah adalah enam tahun,dan dalam sebuah riwayat lain disebutkan tujuh tahun.Dengan menggabungkan antara riwayat-riwayat yang ada kita bisa katakan bahwa usia beliau adalah enam tahun lebih(masuk ke tujuh),karena dalam sebuah riwayat dinyatakan jumlah tahunnya saja,sedangkan riwayat lain menyebutkan hitungan tahun yang sudah dimasukinya;

– Kata kata perawai (Sedangkan dia masih bersama mainannya): maksudnya adalah mainan anak-anak perempuan yang layaknya dimainkan oleh anak-anak perempuan yang masih kecil. Jadi,riwayat ini menunjukkan usianya yang masih kecil.

Quote:

{tambahan saya}
Saya bingung dgn komentar diatas tsb yang saya beri warna HIJAU, karena tidak ada haditsnya,tapi saya yakin hadits yang dimaksud pastilah ini:

Sahih Bukhari Volume 8, Book 73, Number 151
Dinyatakan oleh ‘Aisha:
Aku biasa bermain dengan boneka-boneka di depan sang Nabi, dan kawan-kawan perempuanku juga biasa bermain bersamaku. Kalau Rasul Allah biasanya masuk ke dalam (tempat tinggalku) mereka lalu bersembunyi, tapi sang Nabi lalu memanggil mereka untuk bergabung dan bermain bersamaku. (Bermain dengan boneka atau bentuk-bentuk yang serupa itu dilarang, tapi dalam kasus ini diizinkan sebab Aisha saat itu masih anak kecil, belum mencapai usia pubertas) (Fateh-al-Bari halaman 143, Vol.13)

hayooo… siapa muslim yang masih MEMBANTAH aisyah BUKAN anak kecil yang masih main boneka???
jadi ingat f4/montir kepala yang NGOTOT aisyah bukan anak kecil..dan berkata “orang dewasa pun masih main BONEKA”
tapi syukurlah sang PERAWI dan penulis buku tsb JUJUR dan berkata :

lanjutan utk MEMBUNGKAM muslim KERAS KEPALA yang menganggap aisyah sudah DEWAS walaupun masih main boneka, silahkan simak kata-kata JUJUR dari muslim ini;

Al-Qadhi menyatakan ,” ini menunjukkan diperbolehkannya mainan,dan diperbolehkann anak kecil memakaianya untuk bermain. Dalam hadits lain disebutkan bahwa NABI melihat hal tersebut,dan beliau tidak mengingkarinya. mereka mengatakan, sebabnya adalah sebagai latihan buat mereka untuk mendidik anak-anak (kelak) dan memberikan yang terbaik untuk kemaslahatan rumah tangga.


A. Pernikahan Rasulullah dengan Aisyah
Gambar Aisyah telah turun kepada Nabi sebelum beliau menikahinya. Aisyah menceritakan bahwa Rasul pernah bersabda,
“Aku diperlihatkan gambarmu dalam mimpi selama tiga malam. Seorang malaikat membawanya dalam sebuah tempat dari sutra. la kemudian berkata, ‘Ini adalah istrimu. ‘ Aku kemudian melihat wajahmu dan ternyata gambar yang diperlihatkan oleh malaikat itu adalah gambarmu. Aku kemudian berkata, ‘Jika ini memang dari Allah, maka Dia akan melaksanakan-nya.'” (HR Bukhari)

Dalam riwayat lain dari Aisyah disebutkan,
“Malaikat Jibril datang dengan gambarnya dalam selendang sutra berwarna hijau kepada Nabi saw. seraya berkata, ‘Ini adalah istrimu di dunia dan akhirat.'” (HR Tirmidzi)

Aisyah menceritakan berapa umurnya ketika menikah dengan Nabi, ia berkata, “Rasul menikahiku ketika aku berumur enam tahun dan aku masuk bersamanya ketika umur sembilan tahun, Aku pernah bermain ayunan kemudian Nabi mendatangi-ku untuk mengambil dan mempersiapkanku masuk rumahnya, dan gambarku diperlihatkan dalam sutra.”(HR Abu Dawud)

Rasulullah adalah figur suami yang paling utama. Beliau memperlakukan Aisyah seperti anak kecil dan bukan seperti istri-istri yang tua. Rasul bermain-main, berlomba-lomba, bercanda, bergurau, dan memanjakannya. Aisyah berkata, ‘Aku pernah bermain dengan anak-anak perempuan di sisi Rasul. Mereka mendatangiku dengan bercadar karena ada Rasul dan Rasul merasa senang dengan mereka.” (HR Muslim)

Makna hadits ini adalah, ketika Aisyah asyik bermain boneka bersama teman-temannya, tiba-tiba Rasul datang sehingga teman-teman Aisyah bersembunyi karena malu. Akan tetapi, karena kelembutan dan kasih sayangnya, Rasul justru ikut bermain dan mengizinkan mereka ber¬main bersama Aisyah.
Sikap-sikap Aisyah bersama Rasul sangat banyak sekali, dan di sini kami cukup menyebutkan dua sikap yang menunjukkan keutamaan dan kelebihan Aisyah.

 

Link sumber video


Rasulullah sering berkunjung ke rumah Abu Bakar untuk bermusyawarah dalam urusan dakwah. Pada saat itu, Aisyah masih kecil dan baru berusia enam tahun sehingga tidak seorang pun yang ingin menikahinya. Lagi pula, siapa yang mau menikahi anak kecil? Apakah dia akan bisa membantu meringankan beban suaminya atau malah sebaliknya, akan merepotkannya? Akan tetapi, Nabi ingin menjalin hubungan yang kuat dengan tangan kanan dan pembantu pertamanya,

**mau denger muslim berdongeng?? nih baca lanjutannya **

Pernikahan Rasul dengan istri-istrinya, semuanya untuk kemaslahatan agama dan bukan untuk kepuasan hawa nafsu belaka.

Pernikahan Rasul dengan Aisyah disebabkan karena adanya hubungan yang erat dengan orang kepercayaan-nya, Abu Bakar.

Pernikahan Rasul dengan Hafshah disebabkan karena adanya hubungan erat dengan khalifah kedua, Umar bin Khathnthnab.

Pernikahan Rasul dengan Saudah disebabkan karena suaminya telah wafat dan tidak seorang pun yang meng-urusinya.
Pernikahan Rasul dengan Zainab binti Jahsy adalah untuk menunjukkan bahwa menikah dengan mantan istri anak angkatnya adalah tidak terlarang, sekaligus sebagai bantahan terhadap orang-orang musyrik yang melarang menikahi istri anak angkatnya.

Pernikahan Rasul dengan Shafiyyah binti Huyaiy adalah karena alasan politis, yaitu sebagai upaya pendekatan terhadap orang-orang Yahudi sehingga mereka mau masuk Islam. Pernikahan Rasul dengan Ummu Habibah adalah untuk menarik simpati Abu Sufyan agar mau masuk Islam. Lebih-lebih karena suaminya telah masuk agama Kristen dan meninggalkan Islam. Selain iru, bapaknya adalah pemimpin kaum kafir.

Pernikahan Rasul dengan Ummu Salamah adalah untuk memelihara anak-anak yatim yang diasuhnya serta untuk mengurusi keperluannya. Pernikahan Rasul dengan Maimunah adalah untuk manyambung tali silaturrahim. Pernikahan Rasul dengan Zainab binti Khuzaimah adalah untuk menjaga dan mengurusi kebutuhannya.

Itu artinya bahwa pernikahan Nabi dengan istri-istrinya karena dinikahkan dan bukan karena keinginan pribadi-nya. Semua pernikahan yang dilakukan oleh Nabi adalah…bla..bla..

===
** Kita perhatikan yang diwarnai BIRU.

Pernikahan Rasul dengan Shafiyyah binti Huyaiy adalah karena alasan politis, yaitu sebagai upaya pendekatan terhadap orang-orang Yahudi sehingga mereka mau masuk Islam.

Benarkah demikian?
Kok kisah si Muhammad membunuh AYAH dan SUAMI Safiyah di tutup-tutupin???
mari kita liat bukti sejarah dari SUMBER asli. Klink links berikut;

Pembunuhan Suami SAFIYAH oleh MUH SAW

Pembunuhan Ayah dari SAFIYAH oleh Muhammad yg bernama Huyai bin Akhthnab

Pernikahan Rasul dengan Saudah disebabkan karena suaminya telah wafat dan tidak seorang pun yang mengurusinya.

Bagaimana kelanjutan pernikahan ini? Klik link berikut:
Malangnya Nasib Istri Rasul

SUPLEMEN:

Usia IDEAL untuk MENIKAH

Selasa, 9 Maret 2004 22:04:40 WIB

USIA IDEAL MENIKAH
Oleh
Syaikh Abdul Aziz bin Baz

Pertanyaan.
Syaikh Abdul Aziz bin Baz ditanya : Berapa usia ideal untuk menikah bagi perempuan dan laki-laki, karena ada sebagian remaja putri yang menolak dinikahi oleh lelaki yang lebih tua darinya? Dan demikian pula banyak laki-laki yang tidak mau menikahi perempuan yang lebih tua daripada mereka. Kami memohon jawabannya. Jazakumullahu khairan

Jawaban.
Saya berpesan kepada para remaja putri agar tidak menolak lelaki karena usianya yang lebih tua dari dia, seperti lebih tua 10,20 atau 30 tahun. Sebab hal itu bukan alasan. Rasulullah SAW sendiri menikahi Aisyah RA, ketika beliau berusia 53 tahun, sedangkan Aisyah baru berusia 9 tahun. Jadi usia lebih tua itu tidak berbahaya, maka tidak apa-apa perempuannya yang lebih tua dan tidak apa-apa pula kalau laki-lakinya yang lebih tua.

Rasulullah SAW pun menikahi Khadijah RA yang pada saat itu berumur 40 tahun, sedangkan Rasulullah masih berusia 25 tahun sebelum beliau menerima wahyu. Itu artinya Khadijah lebih tua 15 tahun dari Rasulullah SAW. Kemudian menikahi Aisyah RA sedang umurnya baru enam tahun atau tujuh tahun dan beliau menggaulinya ketika dia berumur sembilan tahun sedang beliau lima puluh tiga tahun.

http://www.almanhaj.or.id/content/429/slash/0

Buku : AISYAH SAJA NIKAH DINI!
Mengintip Asyiknya Pernikahan Aisyah dengan Rasulullah

Penulis : Ummu Aisyah
Penerbit : Samudra, Surakarta, 2008
ISBN : 978-979-1256-12-4
Tebal Buku : 104 Halaman
Warna Cover : Hitam-Kuning
Email Penerbit : penerbit_samudera@yahoo.com
Telepon : 0271-726452, 720426
Grup Penerbit : Arafah

Bagi muslims yg merasa tdk enak membaca ini, maaf ini bukan pendapat ana, ana hanya mengutip buku islami tsb, silahkan langsung menelpon penerbit islami tsb bila ente tdk setuju.

PEMBUNUH GADIS CILIK,

JONBENET RAMSEY & MUHAMAD

Anda sempat baca berita yg sedang hangat di AS? Itu tuh … ttg berlanjutnya kasus pembunuhan bocah cilik berusia ENAM tahun, JonBenet Ramsey. 10 tahun lalu, gadis ini ditemukan mati terbunuh secara mengenaskan di rumahnya.

Berita ini mencuat kembali karena tertuduh pembunuh, John M. Karr, lelaki berusia 41 tahun, guru dan ayah 3 anak, mengaku bahwa ia berada dirumah JonBenet pada saat kematiannya.

Media sibuk tebak menebak, tetapi dari hasil penyelidikan terhdp DNA lelaki itu nanti, yg akan disamakan dgn DNA yg ditemukan pada kuku JonBenet, baru kita akan tahu benar tidaknya Karr sbg pembunuhnya.

Yang menarik dari kasus ini adalah bahwa lelaki berusia 41 tahun ini telah mengirimkan email kpd seorang profesor di Universitas Colorado dan mengakui cintanya kpd JonBenet (hanya 6 tahun ketika tewas). “JonBenet, cintaku, hidupku,” tulis Karr. “Saya mencintaimu dan akan selalu mencintaimu. Saya berdoa agar kau dapat mendengar suaraku memanggilmu dari kegelapan saya — kegelapan yg kini memisahkan kita.”

Orang yg menulis ini tidak lain adalah orang yg mengidap penyakit jiwa pedofilia. Isterinya menceraikannya ketika kecendrungan pedofilianya terungkap. Ia sakit jiwa dan harus dijauhkan dari hubungan dgn anak-anak kecil. Pedofil membahayakan keselamatan anak-anak kita. Mereka harus mendekam di penjara dan kunci sel mereka dibuang. Mereka tidak dapat mengontrol nafsu birahi mereka dan tidak ada yg dapat menjamin bahwa mereka akan berhenti memangsa anak-anak.

Tapi apa hubungan kasus ini dgn situs kita, FFI? Missi FFI adalah utk mengekspos Islam, dan hubungannya ini: pendiri Islam JUGA SEORANG PEDOFIL. Aisha, isteri kedua Muhamad, seumur dgn JonBenet ketika Muhamad yg ketika itu berusia 51 tahun, jatuh cinta padanya dan langsung melamarnya kpd ayahnya, Abu Bakar. Seakan-akan dgn ‘pernikahan’, sifat jijik dan kriminal tindakan tsb menjadi sah.

Bukti bahwa Muhamad mimpi basah, berangan-angan ttg Aisha, yg 6 thnn itu, tercatat secara luas di hadis.

Sahih Bukhari 9.140
Narrated ‘Aisha: Allah’s Apostle said to me, “You were shown to me twice (in my dream) before I married you. I saw an angel carrying you in a silken piece of clothn, and I said to him, ‘Uncover (her),’ and behold, it was you. I said (to myself), ‘If thnis is from Allah, thnen it must happen.’ Thnen you were shown to me, thne angel carrying you in a silken piece of clothn, and I said (to him), ‘Uncover (her), and behold, it was you. I said (to myself), ‘If thnis is from Allah, thnen it must happen.'”

Bahkan Imam Agung, Ayatollah Montazeri, dlm suratnya kpd saya menulis: “Sbg prinsip, seorang lelaki 53 thnn tidak bisa memiliki rasa seksual terhdp perempuan berusia 9 tahun.”

Ayatollah itu memang benar. Tidak ada orang dewasa normal yg bisa mimpi basah terhdp anak-anak dibawah umur. Mereka yg melakukannya dianggap berkelainan jiwa, alias pedofil. Mereka bukan manusia normal, mereka monster. Mereka membahayakan anggota masyarakat yg paling lemah: anak-anak kita.

Jadi mengapa sang ayatolah dan 1,5 milyar Muslim masih dgn bangga menyebut Muhamad yg sakit jiwa itu sbg “nabi”? Menyebut pedofil sbg nabi adalah kegagalan KOLOSAL Muslim dlm menilai karakter orang.

Ketimbang mengamini segala kelakuan jijik Muhamad, Muslim seharusnya MALU! Adakah hal yg lebih jijik ketimbang memuja-muja seorang PEDOFIL, 5 kali sehari? Bisakah seorang pedofil membawa manusia pada keselamatan? Mengantar kita ke Tuhan? Dan mengapa Tuhan memilih seorang pedofil sbg rasulNya?

Ini sama sekali tidak masuk akal. Ini sebuah tragedi.

Sumber:

AISYAH umur 7 TAHUN (Dari buku islam yang ada di INDONESIA)
http://www.indonesia.faithnfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=4827

ENGLISH VERSION

 
25 Comments

Posted by on August 15, 2008 in Muhammad Xpose, Nabi Palsu

 

25 responses to “MUHAMMAD SEORANG PEDOPHILIA

  1. MATEMATIKAWAN

    January 16, 2009 at 2:30 pm

    fuck you(jare adikq ancik lho)hai kaum yang g punya Tuhan (katanya yesus,kok lebih tinggi maryam khan ibunya,katanya maryam tp kok punya ayah,wah ada istilah bokap n nyokapnya tuhan),kembalilah ke jalan yang benar tuhan kok rambutnya panjang suruh kerumah gue aku potong biar rapi,bila perlu anux tak sunat,he he (Asyhadu Allah illaha illalloh,wa asyhadu anna muhammadarrasululloh)

     
  2. adm2i2h

    January 24, 2009 at 5:05 pm

    MATEMATIKAWAN, said:<>fuck you(jare adikq ancik lho)<><>Salam fuck you & Jancuk jg mas matematikawan😉<>—<>hai kaum yang g punya Tuhan (katanya yesus,kok lebih tinggi maryam khan ibunya,katanya maryam tp kok punya ayah,wah ada istilah bokap n nyokapnya tuhan),kembalilah ke jalan yang benar<><>Kalo tuhan ente yg adalah dewa bulan di padang pasir Arab itu, gimana yah? Hehehe..<>—-<>tuhan kok rambutnya panjang suruh kerumah gue aku potong biar rapi,bila perlu anux tak sunat,..<><>Kalo mnurut injilnya orang kresten, Isa disunatkan. Dan tradisi sunat adl murni tradisi Yahudi yg di jiplak mentah-mentah & diklaim sbg milik islam oleh si Mamad nabi cabul. Btw, mumpung lg ngomong soal sunat, tolong dong tunjukin ke gw, di ayat & hadis mana yg bilang kalo si Mamad nabi ente itu udah sunat? Kapan, bagaimana & dimana?Mosok matematikawan gak bisa jawab… Heheheheh..<>

     
  3. assayaa

    March 22, 2009 at 5:10 pm

    anjing lo sini gw bunuh biar mampus lo …….lo kan cuma numpang doang ditanah indonesia ini……….agama lo juga agama najis pemakan babi yang kotor, pemakan anjing, pemakan tai babi, tai anjing,…..idup cuma numpang diindonesia aja belagu lo………dasar babi……….

     
  4. adm2i2h

    April 4, 2009 at 7:12 pm

    assayaa, said: <>anjing lo sini gw bunuh biar mampus lo…….<><>Hahahahaaa… islami banget deh lo… agamai damai nih yeee…<><>lo kan cuma numpang doang ditanah indonesia ini…..<><>emang orang2 arab islam di indo jg bukannya numpang doang disini coy?<><>agama lo juga agama najis pemakan babi yang kotor, pemakan anjing, pemakan tai babi, tai anjing,….. dasar babi…….<><>Weellleeehhhh… smua kata2 mutiara di obral deh.. frustrasi mas?! Hahahahaaaa…<>

     
  5. Rahmat

    April 6, 2009 at 9:57 am

    kepada pembuat blog ini,,,saya harap kamu bertobat,,,kamu bilang Muhammad SAW Pedophil??atas dasar apa kamu bilang kayak gitu,,,coba baca shiroh rasul,,,rasulullah merupakan suri tauladan yang terbaik,,,bahkan saking baiknya,,,seorang micheal heart pun menempatkan dirinya di posisi pertama,,,dan untuk kepercayaan kamu,,,saya g akan mendesak kamu,,,saya cuma mau kamu jawab dengan jujur,,,mulai dari dogma trinitas,,,di agama kamu ada yang namanya trinitas,,,yang maksudnya tuhan itu ada 3,,,lantas,,,gimana caranya,,,masa tuhan ada 3,,,yang ada pada berebut kekuasaan,,,lagipula,,,yang kamu anggap tuhan yesus(nabi Isa) yang disalib itu,sebenarnya bukanlah nabi isa,,,akan tetapi dia adalah yudas iskariot yang berkhianat terhadap nabi isa,,,sehingga Allah menukarnya dengan yudas,,,dan terlebih,,,di dalam injil(yang masih original) mu pun,,,tidak ada yang menyebutkan kalau yesus itu tuhan,,akan tetapi Allah lah tuhan sebenarnya,,,jadi,,,pelajari injil(yang asli) dengan sebaik”baiknya,,,saya do’akan semoga kamu mendapat hidayah dari Allah SWT agar kembali ke jalannya yaitu jalan orang-orang islam,,,yang semua ajarannya merupakan kebenaran yang mutlak,,,kunjungi website saya : http://www.whitekingdom.co.cc

     
  6. adm2i2h

    May 3, 2009 at 4:08 pm

    Rahmat, said:

    <>kepada pembuat blog ini,,,
    saya harap kamu bertobat,,,<>—–
    <>Kpd PEMBACA blog ini,,,
    Saya harap kamu bertobat,,,<>///////////////////

    <>kamu bilang Muhammad SAW Pedophil??
    atas dasar apa kamu bilang kayak gitu,,,coba baca shiroh rasul,,,<>
    —–
    <>Atas dasar :
    Sahih Muslim Book 008, Number 3310:
    ‘A’isha mengatakan: rasulullah (saw) menikahi saya ketika saya berusia ENAM TAHUN dan saya masuk rumahnya ketika saya SEMBILAN TAHUN.

    Sahih Bukhari Volume 7, Book 62, Number 64
    Diriwayahkan ‘Aisha: bahwa nabi menikahi saya ketika saya berumur ENAM dan ia melaksanakan perkawinan itu saat saya SEMBILAN TAHUN, dan kemudian ia tinggal bersama nabi selama sembilan tahun (yi. sampai kematiannya).

    Sahih Bukhari Volume 7, Book 62, Number 65
    Diriwayahkan ‘Aisha: bahwa nabi menikahinya saat ia ENAM TAHUN dan ia melaksanakan perkawinan saat ia SEMBILAN TAHUN. Hisham mengatakan: Saya diberitahu bahwa ‘Aisha tinggal bersama nabi selama 9 tahun …’

    Sahih Bukhari Volume 7, Book 62, Number 88
    Diriwayahkan ‘Ursa: Nabi menulis kontrak per-kawinan dgn ‘Aisha saat ia ENAM TAHUN dan melangsungkan perkawinan dgnnya saat ia SEMBILAN TAHUN dan ia tinggal dgn nabi selama 9 tahun …

    Ada muslim yang bersikeras bahwa Abu Bakr yang mendatangi Muhamad dan memintanya mengawini puterinya. Ini jelas tidak benar dan ini buktinya.

    Sahih Bukhari 7.18 = Narrated ‘Ursa:
    Nabi meminta Abu Bakr bagi ijin perkawinan dgn ‘Aisha. Abu Bakr mengatakan “TETAPI SAYA SAUDARAMU.” Nabi mengatakan, “KAU SAUDARA SAYA SE-UKUWIYAH, TETAPI IA (Aisha) HALAL BAGI SAYA utk saya kawini.”<>////////////////////////

    <>rasulullah merupakan suri tauladan yang terbaik,,,bahkan saking baiknya,,,seorang micheal heart pun menempatkan dirinya di posisi pertama,,,<>—–
    <>Kamu goblok! Buktinya kamu bahkan gak tau apa isi buku Michael Hart itu. Buku usang tahun 80-an dan sdh dibuang dr perpustakaan Barat krn isinya cuma cari sensasi biar laku. Kalo kamu tau isi buku itu, pasti kamu akan tersinggung karena si muhammad disejajarkan dng tokoh2 bengis semacam Hitler, dan tokoh2 komunis atau atheis seperti Karl Marx & Darwin. Michael Hart cuma mengatakan bahwa Muhammad punya pngaruh yg hebat TETAPI tdk meneruskan dng pertanyaan; apakah si Mamad punya Pengaruh buruk atau Pengaruh baik? Coba kamu tanya kpd Michael Hart ttg itu, dan dengar apa pendapatnya. Oya, satu lagi, tanyakan jg kenapa si Mr. Hart sendiri gak jadi mualaf ya? Hahahaha….
    Dasar muslim goblok lu. Dikadalin bule amerika mau aja!!!<>///////////////////

    <>dan untuk kepercayaan kamu,,,saya g akan mendesak kamu,,,saya cuma mau kamu jawab dengan jujur,,, mulai dari dogma trinitas,,,<>—–
    <>Lari ke kresten lageeeeee….
    Kamu tuh udah muslim, goblog pula! Sial amat…<>

     
  7. BOEMI YANG SELALU CUEX

    May 22, 2009 at 10:25 am

    apakah nabi kami (MUHAMMAD SAW)di lahirkan hanya untuk dihina, kalau pun benar sekarang dia sudah tidak ada, mengapa sudara hingga belum terbuaka mata. kami doakan anda cepat dapat hidayah

     
  8. gratisasli

    January 21, 2010 at 11:10 am

    Blog ini merupakan blog keputus asaan dari seorang kristen pengecut,tanpa gambar tanpa foto,tapi berbicara tanpa fakta dan menyadur hadits secara sembarangan tanpa membahasnya,bila memang agama kristen bodoh anda ini agama benar,kenapa para pendeta2 anda tidak ada yg bisa menang berdebat dengan seorang ahmad deedat atau abdul zikr naeek,saya yakin anda tidak punya ilmu,baik itu islam ataupun kristen,karena itu tadi kebodohan anda tidak tertandingi oleh apapun

     
  9. Carolus Astabrata

    January 21, 2010 at 3:26 pm

    tenang2… santai aja kali.
    gmn klo kita ga sling ngata2in agama?
    banyak orang islam baik dan banyak pula orang kristen baik. yang jahat dari masing2 agama itu orangnya, bukan agamanya kan? salam peace…

     
  10. erickdunk

    January 22, 2010 at 2:14 am

    Rosulullah Muhammad bukan seorang PEDOFIL.., tolong baca bukti2 dibawah ini dan smoga Allah mengampuni dan memberikan petunjuk-Nya pada anda.. amin..
    BUKTI #2 : MEMINANG
    Menurut Thabari (juga menurut Hisham ibn `Urwah, Ibn Hunbal and Ibn Sad), Aisyah dipinang pada usia 7 tahun dan mulai berumah tangga pada usia 9 tahun.
    Tetapi, di bagian lain, At-Thabari mengatakan: ”Semua anak Abu Bakr (4 orang) dilahirkan pada masa jahiliyah dari 2 isterinya” (Tarikhu al-umam wa al-muluk, At-Thabari (died 922), Vol. 4,p. 50, Arabic, Dara’l-fikr, Beirut, 1979). Jika Aisyah dipinang 620M (Aisyah umur 7 tahun) dan berumah tangga tahun 623/624 M (usia 9 tahun), ini mengindikasikan bahwa Aisyah dilahirkan pada 613 M. Sehingga berdasarkan tulisan At-Thabari, Aisyah seharusnya dilahirkan pada 613 M, Yaitu 3 tahun sesudah masa jahiliyah usai (610 M). Thabari juga menyatakan bahwa Aisyah dilahirkan pada saat jahiliyah. Jika Aisyah dilahirkan pada era Jahiliyah, seharusnya minimal Aisyah berumur 14 tahun ketika dinikahi. Intinya: Thabari mengalami kontradiksi dalam periwayatannya.
    KESIMPULAN: Al-Thabari tak reliable mengenai umur Aisyah ketika menikah.

    BUKTI # 3 : Umur Aisyah jika dihubungkan dengan umur Fatimah
    Menurut Ibn Hajar, ”Fatima dilahirkan ketika Ka`bah dibangun kembali, ketika Nabi saw berusia 35 tahun… Fatimah 5 tahun lebih tua dari Aisyah” (Al-isabah fi tamyizi ash-shahabah, Ibn Hajar al-Asqalani, Vol. 4, p. 377, Maktabatu’l-Riyadh al-haditha, al-Riyadh,1978).
    Jika statement Ibn Hajar adalah faktual, berarti Aisyah dilahirkan ketika Nabi berusia 40 tahun. Jika Aisyah dinikahi Nabi pada saat usia Nabi 52 tahun, maka usia Aisyah ketika menikah adalah 12 tahun.
    KESIMPULAN: Ibn Hajar, Thabari, Ibn Hisham, dan Ibn Humbal kontradiksi satu sama lain. Tetapi tampak nyata bahwa riwayat Aisyah menikah usia 7 tahun adalah mitos tak berdasar.

    BUKTI #4 : Umur Aisyah dihitung dari umur Asma’
    Menurut Abdur Rahman ibn Abi Zannad: ”Asma lebih tua 10 tahun dibanding Aisyah” (Siyar Al-a’lam An-nubala’, Al-Dzahabi, Vol. 2, p. 289, Arabic, Mu’assasatu’l-risalah, Beirut, 1992).
    Menurut Ibn Kathir: ”Asma lebih tua 10 tahun dari adiknya [Aisyah]” (Al-Bidayah wa an-nihayah, Ibn Kathir, Vol. 8, p. 371,Dar al-fikr al-`arabi, Al-jizah, 1933).
    Menurut Ibn Kathir: ”Asma melihat pembunuhan anaknya pada tahun 73 H, dan 5 hari kemudian Asma meninggal. Menurut iwayat lainya, dia meninggal 10 atau 20 hari kemudian, atau bebrapa hari lebih dari 20 hari, atau 100 hari kemudian. Riwayat yang paling kuat adalah 100 hari kemudian. Pada waktu Asma Meninggal, dia berusia 100 tahun” (Al-Bidayah wa An-nihayah, Ibn Kathir, Vol. 8, p. 372, Dar al-fikr al-`arabi, Al- jizah, 1933)
    Menurut Ibn Hajar Al-Asqalani: ”Asma hidup sampai 100 tahun dan meninggal pada 73 or 74 H.” (Taqribu At-tahdzib, Ibn Hajar Al-Asqalani,p. 654,Arabic, Bab fi’l-nisa’, al-harfu’l-alif, Lucknow).

    Menurut sebagaian besar ahli sejarah, Asma, Saudara tertua dari Aisyah berselisih usia 10 tahun. Jika Asma wafat pada usia 100 tahun di tahun 73 H, Asma seharusnya berusia 27 atau 28 tahun ketika hijrah (622M). Jika Asma berusia 27 atau 28 tahun ketika hijrah (ketika Aisyah berumah tangga), Aisyah seharusnya berusia 17 atau 18 tahun. Jadi, Aisyah, berusia 17 atau 18 tahun ketika hijrah pada taun dimana Aisyah berumah tangga. Berdasarkan Ibnu Hajar, Ibn Katir, dan Abdur Rahman ibn Abi Zannad, usia Aisyah ketika beliau berumah tangga dengan Rasulullah adalah 19 atau 20 tahun. Dalam bukti # 3, Ibn Hajar memperkirakan usia Aisyah 12 tahun dan dalam bukti #4 Ibn Hajar mengkontradiksi dirinya sendiri dengan pernyataannya usia Aisyah 17 atau 18 tahun. Jadi mana usia yang benar ? 12 atau 18..?
    kesimpulan: Ibn Hajar tidak valid dalam periwayatan usia Aisyah.

     
  11. erickdunk

    January 22, 2010 at 2:15 am

    BUKTI #2 : MEMINANG
    Menurut Thabari (juga menurut Hisham ibn `Urwah, Ibn Hunbal and Ibn Sad), Aisyah dipinang pada usia 7 tahun dan mulai berumah tangga pada usia 9 tahun.
    Tetapi, di bagian lain, At-Thabari mengatakan: ”Semua anak Abu Bakr (4 orang) dilahirkan pada masa jahiliyah dari 2 isterinya” (Tarikhu al-umam wa al-muluk, At-Thabari (died 922), Vol. 4,p. 50, Arabic, Dara’l-fikr, Beirut, 1979). Jika Aisyah dipinang 620M (Aisyah umur 7 tahun) dan berumah tangga tahun 623/624 M (usia 9 tahun), ini mengindikasikan bahwa Aisyah dilahirkan pada 613 M. Sehingga berdasarkan tulisan At-Thabari, Aisyah seharusnya dilahirkan pada 613 M, Yaitu 3 tahun sesudah masa jahiliyah usai (610 M). Thabari juga menyatakan bahwa Aisyah dilahirkan pada saat jahiliyah. Jika Aisyah dilahirkan pada era Jahiliyah, seharusnya minimal Aisyah berumur 14 tahun ketika dinikahi. Intinya: Thabari mengalami kontradiksi dalam periwayatannya.
    KESIMPULAN: Al-Thabari tak reliable mengenai umur Aisyah ketika menikah.

    BUKTI # 3 : Umur Aisyah jika dihubungkan dengan umur Fatimah
    Menurut Ibn Hajar, ”Fatima dilahirkan ketika Ka`bah dibangun kembali, ketika Nabi saw berusia 35 tahun… Fatimah 5 tahun lebih tua dari Aisyah” (Al-isabah fi tamyizi ash-shahabah, Ibn Hajar al-Asqalani, Vol. 4, p. 377, Maktabatu’l-Riyadh al-haditha, al-Riyadh,1978).
    Jika statement Ibn Hajar adalah faktual, berarti Aisyah dilahirkan ketika Nabi berusia 40 tahun. Jika Aisyah dinikahi Nabi pada saat usia Nabi 52 tahun, maka usia Aisyah ketika menikah adalah 12 tahun.
    KESIMPULAN: Ibn Hajar, Thabari, Ibn Hisham, dan Ibn Humbal kontradiksi satu sama lain. Tetapi tampak nyata bahwa riwayat Aisyah menikah usia 7 tahun adalah mitos tak berdasar.

     
  12. erickdunk

    January 22, 2010 at 2:20 am

    Rosulullah Muhammad SAW bukan seorang PEDOFIL! itu hny fitnah belaka! Tolong baca bukti2 dibawah ini dan smoga Allah SWT mengampuni dan memberikan petunjuk-Nya pada anda. amin…

    BUKTI #1 : PENGUJIAN TERHADAP SUMBER
    Sebagaian besar riwayat yang menceritakan hal ini yang tercetak di hadits yang semuanya diriwayatkan hanya oleh Hisham ibn `Urwah, yang mencatat atas otoritas dari Bapaknya yang mana seharusnya minimal 2 atau 3 orang harus mencatat hadist serupa juga. Adalah aneh bahwa tak ada seorang pun yang di Madinah, di mana Hisham ibn `Urwah tinggal, sampai usia 71 tahun baru menceritakan hal ini, disamping kenyataan adanya banyak murid-murid di Madinah termasuk yang kesohor Malik ibn Anas, tidak menceritakan hal ini. Asal dari riwayat ini adalah dari orang-orang Iraq, di mana Hisham tinggal disana dan pindah dari Madinah ke Iraq pada usia tua. Tahzibu at-Tahzib, salah satu buku yang cukup terkenal yang berisi catatan para periwayat hadist, menurut Yaqub ibn Shaibah mencatat : ”Hisham sangat bisa dipercaya, riwayatnya dapat diterima, kecuali apa-apa yang dia ceritakan setelah pindah ke Iraq” (Tahzibu at-Tahzib, Ibn Hajar Al-`Asqala’ni, Dar Ihya al-turath al-Islami, 15th century. Vol 11, p.50).

    Dalam pernyataan lebih lanjut bahwa Malik ibn Anas menolak riwayat Hisham yang dicatat dari orang-orang Iraq: ”Saya pernah diberitahu bahwa Malik menolak riwayat Hisham yang dicatat dari orang-orang Iraq” (Tahzibu at-Tahzib, IbnHajar Al- `Asqala’ni, Dar Ihya al-turath al-Islami, Vol.11, p. 50). Mizanu al-I`tidal, buku lain yang berisi uraian riwayat hidup para periwayat hadist Nabi saw mencatat: ”Ketika masa tua, ingatan Hisham mengalami kemunduran yang mencolok” (Mizanu al-I`tidal, Al-Dzahabi, Al-Maktabatu’l-athriyyah, Sheikhupura, Pakistan, Vol. 4, p. 301).

    KESIMPULAN: berdasarkan referensi ini, Ingatan Hisham sangatlah jelek dan riwayatnya setelah pindah ke Iraq sangat tidak bisa dipercaya, sehingga riwayatnya mengenai umur pernikahan Aisyah adalah tidak kredibel.
    KRONOLOGI: Adalah vital untuk mencatat dan mengingat tanggal penting dalam sejarah Islam:
    pra-610 M: Jahiliyah (pra-Islamic era) sebelum turun wahyu
    610 M: turun wahyu pertama dan Abu Bakar menerima Islam
    613 M: Nabi Muhammad saw mulai mengajar ke Masyarakat
    615 M: Hijrah ke Abyssinia.
    616 M: Umar bin al Khattab menerima Islam.
    620 M: dikatakan Nabi meminang Aisyah
    622 M: Hijrah ke Yathrib, kemudian dinamai Madinah al-Munawwarah
    623/624 M: dikatakan Nabi saw berumah tangga dengan Aisyah

     
  13. erickdunk

    January 22, 2010 at 2:23 am

    Rosulullah Muhammad SAW bukan seorang PEDOFIL! itu hny fitnah belaka! Tolong baca bukti2 dibawah ini dan smoga Allah SWT mengampuni dan memberikan petunjuk-Nya pada anda. amin…

    BUKTI #1 : PENGUJIAN TERHADAP SUMBER
    Sebagaian besar riwayat yang menceritakan hal ini yang tercetak di hadits yang semuanya diriwayatkan hanya oleh Hisham ibn `Urwah, yang mencatat atas otoritas dari Bapaknya yang mana seharusnya minimal 2 atau 3 orang harus mencatat hadist serupa juga. Adalah aneh bahwa tak ada seorang pun yang di Madinah, di mana Hisham ibn `Urwah tinggal, sampai usia 71 tahun baru menceritakan hal ini, disamping kenyataan adanya banyak murid-murid di Madinah termasuk yang kesohor Malik ibn Anas, tidak menceritakan hal ini. Asal dari riwayat ini adalah dari orang-orang Iraq, di mana Hisham tinggal disana dan pindah dari Madinah ke Iraq pada usia tua. Tahzibu at-Tahzib, salah satu buku yang cukup terkenal yang berisi catatan para periwayat hadist, menurut Yaqub ibn Shaibah mencatat : ”Hisham sangat bisa dipercaya, riwayatnya dapat diterima, kecuali apa-apa yang dia ceritakan setelah pindah ke Iraq” (Tahzibu at-Tahzib, Ibn Hajar Al-`Asqala’ni, Dar Ihya al-turath al-Islami, 15th century. Vol 11, p.50).

    Dalam pernyataan lebih lanjut bahwa Malik ibn Anas menolak riwayat Hisham yang dicatat dari orang-orang Iraq: ”Saya pernah diberitahu bahwa Malik menolak riwayat Hisham yang dicatat dari orang-orang Iraq” (Tahzibu at-Tahzib, IbnHajar Al- `Asqala’ni, Dar Ihya al-turath al-Islami, Vol.11, p. 50). Mizanu al-I`tidal, buku lain yang berisi uraian riwayat hidup para periwayat hadist Nabi saw mencatat: ”Ketika masa tua, ingatan Hisham mengalami kemunduran yang mencolok” (Mizanu al-I`tidal, Al-Dzahabi, Al-Maktabatu’l-athriyyah, Sheikhupura, Pakistan, Vol. 4, p. 301).

    KESIMPULAN: berdasarkan referensi ini, Ingatan Hisham sangatlah jelek dan riwayatnya setelah pindah ke Iraq sangat tidak bisa dipercaya, sehingga riwayatnya mengenai umur pernikahan Aisyah adalah tidak kredibel.
    KRONOLOGI: Adalah vital untuk mencatat dan mengingat tanggal penting dalam sejarah Islam:
    pra-610 M: Jahiliyah (pra-Islamic era) sebelum turun wahyu
    610 M: turun wahyu pertama dan Abu Bakar menerima Islam
    613 M: Nabi Muhammad saw mulai mengajar ke Masyarakat
    615 M: Hijrah ke Abyssinia.
    616 M: Umar bin al Khattab menerima Islam.
    620 M: dikatakan Nabi meminang Aisyah
    622 M: Hijrah ke Yathrib, kemudian dinamai Madinah al-Munawwarah
    623/624 M: dikatakan Nabi saw berumah tangga dengan Aisyah

     
  14. erickdunk

    January 22, 2010 at 2:24 am

    BUKTI #2 : MEMINANG
    Menurut Thabari (juga menurut Hisham ibn `Urwah, Ibn Hunbal and Ibn Sad), Aisyah dipinang pada usia 7 tahun dan mulai berumah tangga pada usia 9 tahun.
    Tetapi, di bagian lain, At-Thabari mengatakan: ”Semua anak Abu Bakr (4 orang) dilahirkan pada masa jahiliyah dari 2 isterinya” (Tarikhu al-umam wa al-muluk, At-Thabari (died 922), Vol. 4,p. 50, Arabic, Dara’l-fikr, Beirut, 1979). Jika Aisyah dipinang 620M (Aisyah umur 7 tahun) dan berumah tangga tahun 623/624 M (usia 9 tahun), ini mengindikasikan bahwa Aisyah dilahirkan pada 613 M. Sehingga berdasarkan tulisan At-Thabari, Aisyah seharusnya dilahirkan pada 613 M, Yaitu 3 tahun sesudah masa jahiliyah usai (610 M). Thabari juga menyatakan bahwa Aisyah dilahirkan pada saat jahiliyah. Jika Aisyah dilahirkan pada era Jahiliyah, seharusnya minimal Aisyah berumur 14 tahun ketika dinikahi. Intinya: Thabari mengalami kontradiksi dalam periwayatannya.
    KESIMPULAN: Al-Thabari tak reliable mengenai umur Aisyah ketika menikah.

    BUKTI # 3 : Umur Aisyah jika dihubungkan dengan umur Fatimah
    Menurut Ibn Hajar, ”Fatima dilahirkan ketika Ka`bah dibangun kembali, ketika Nabi saw berusia 35 tahun… Fatimah 5 tahun lebih tua dari Aisyah” (Al-isabah fi tamyizi ash-shahabah, Ibn Hajar al-Asqalani, Vol. 4, p. 377, Maktabatu’l-Riyadh al-haditha, al-Riyadh,1978).
    Jika statement Ibn Hajar adalah faktual, berarti Aisyah dilahirkan ketika Nabi berusia 40 tahun. Jika Aisyah dinikahi Nabi pada saat usia Nabi 52 tahun, maka usia Aisyah ketika menikah adalah 12 tahun.
    KESIMPULAN: Ibn Hajar, Thabari, Ibn Hisham, dan Ibn Humbal kontradiksi satu sama lain. Tetapi tampak nyata bahwa riwayat Aisyah menikah usia 7 tahun adalah mitos tak berdasar.

    BUKTI #4 : Umur Aisyah dihitung dari umur Asma’
    Menurut Abdur Rahman ibn Abi Zannad: ”Asma lebih tua 10 tahun dibanding Aisyah” (Siyar Al-a’lam An-nubala’, Al-Dzahabi, Vol. 2, p. 289, Arabic, Mu’assasatu’l-risalah, Beirut, 1992).
    Menurut Ibn Kathir: ”Asma lebih tua 10 tahun dari adiknya [Aisyah]” (Al-Bidayah wa an-nihayah, Ibn Kathir, Vol. 8, p. 371,Dar al-fikr al-`arabi, Al-jizah, 1933).
    Menurut Ibn Kathir: ”Asma melihat pembunuhan anaknya pada tahun 73 H, dan 5 hari kemudian Asma meninggal. Menurut iwayat lainya, dia meninggal 10 atau 20 hari kemudian, atau bebrapa hari lebih dari 20 hari, atau 100 hari kemudian. Riwayat yang paling kuat adalah 100 hari kemudian. Pada waktu Asma Meninggal, dia berusia 100 tahun” (Al-Bidayah wa An-nihayah, Ibn Kathir, Vol. 8, p. 372, Dar al-fikr al-`arabi, Al- jizah, 1933)
    Menurut Ibn Hajar Al-Asqalani: ”Asma hidup sampai 100 tahun dan meninggal pada 73 or 74 H.” (Taqribu At-tahdzib, Ibn Hajar Al-Asqalani,p. 654,Arabic, Bab fi’l-nisa’, al-harfu’l-alif, Lucknow).

    Menurut sebagaian besar ahli sejarah, Asma, Saudara tertua dari Aisyah berselisih usia 10 tahun. Jika Asma wafat pada usia 100 tahun di tahun 73 H, Asma seharusnya berusia 27 atau 28 tahun ketika hijrah (622M). Jika Asma berusia 27 atau 28 tahun ketika hijrah (ketika Aisyah berumah tangga), Aisyah seharusnya berusia 17 atau 18 tahun. Jadi, Aisyah, berusia 17 atau 18 tahun ketika hijrah pada taun dimana Aisyah berumah tangga. Berdasarkan Ibnu Hajar, Ibn Katir, dan Abdur Rahman ibn Abi Zannad, usia Aisyah ketika beliau berumah tangga dengan Rasulullah adalah 19 atau 20 tahun. Dalam bukti # 3, Ibn Hajar memperkirakan usia Aisyah 12 tahun dan dalam bukti #4 Ibn Hajar mengkontradiksi dirinya sendiri dengan pernyataannya usia Aisyah 17 atau 18 tahun. Jadi mana usia yang benar ? 12 atau 18..?
    kesimpulan: Ibn Hajar tidak valid dalam periwayatan usia Aisyah.

     
  15. erickdunk

    January 22, 2010 at 2:28 am

    BUKTI #5 : Perang BADAR dan UHUD
    Sebuah riwayat mengenai partisipasi Aisyah dalam perang Badr dijabarkan dalam hadist Muslim (Kitabu al-jihad wa as-siyar, Bab Karahiyati al-Isti`anah fi al-Ghazwi bikafir). Aisyah, ketika menceritakan salah satu momen penting dalam perjalanan selama perang Badar, mengatakan: ”ketika kita mencapai Shajarah”. Dari pernyataan ini tampak jelas, Aisyah merupakan anggota perjalanan menuju Badar. Sebuah riwayat mengenai pastisipasi Aisyah dalam Uhud tercatat dalam Bukhari (Kitabu al-jihad wa as-siyar, Bab Ghazwi an-nisa’ wa qitalihinna ma`a ar-Rijal): ”Anas mencatat bahwa pada hari Uhud, Orang-orang tidak dapat berdiri dekat Rasulullah. [pada hari itu,] Saya melihat Aisyah dan Umm-i-Sulaim dari jauh, Mereka menyingsingkan sedikit pakaian-nya [untuk mencegah halangan gerak dalam perjalanan tsb].” Lagi-lagi, hal ini menunjukkan bahwa Aisyah ikut berada dalam perang Uhud dan Badr. Diriwayatkan oleh Bukhari (Kitabu al-Maghazi, Bab Ghazwati’l-khandaq wa hiya’l-ahza’b): ”Ibn `Umar menyatakan bahwa Rasulullah tidak mengijinkan dirinya berpastisispasi dalam Uhud, pada ketika itu, Ibnu Umar berusia 14 tahun. Tetapi ketika perang Khandaq, ketika berusia 15 tahun, Nabi mengijinkan Ibnu Umar ikut dalam perang tsb.”
    Berdasarkan riwayat diatas, (a) anak-anak berusia dibawah 15 thn akan dipulangkan dan tidak diperbolehkan ikut dalam perangm, dan (b) Aisyah ikut dalam perang badar dan Uhud.

    KESIMPULAN: Aisyah ikut dalam perang Badar dan Uhud jelas mengindikasikan bahwa beliau tidak berusia 9 tahun ketika itu, tetapi minimal berusia 15 tahun. Disamping itu, wanita-wanita yang ikut menemani para pria dalam perang sudah seharusnya berfungsi untuk membantu, bukan untuk menambah beban bagi mereka. Ini merupakan bukti lain dari kontradiksi usia pernikahan Aisyah.

    BUKTI #6 : Surat al-Qamar (Bulan)
    Menurut beberapa riwayat, Aisyah dilahirkan pada tahun ke delapan sebelum hijriyah. Tetapi menurut sumber lain dalam Bukhari, Aisyah tercatat mengatakan hal ini: ”Saya seorang gadis muda (jariyah dalam bahasa arab)” ketika Surah Al-Qamar diturunkan (Sahih Bukhari, kitabu at-tafsir, BabQaulihi Bal al-sa`atu Maw`iduhum wa’l-sa`atu adha’ wa amarr).

    Surat 54 dari Quran diturunkan pada tahun ke delapan sebelum hijriyah (The Bounteous Koran, M.M. Khatib, 1985), menunjukkan bahwa surat tsb diturunkan pada tahun 614 M. Jika Aisyah memulai berumahtangga dengan Rasulullah pada usia 9 di tahun 623 M or 624 M, Aisyah masih bayi yang baru lahir (sibyah n Arabic) pada saat Surah Al-Qamar diturunkan. Menurut riwayat diatas, secara aktual tampak bahwa Aisyah adalah gadis muda, bukan bayi yang baru lahir ketika pewahyuan Al-Qamar. Jariyah berarti gadis muda yang masih suka bermain (Lane’s Arabic English Lexicon). Jadi, Aisyah, telah menjadi ariyah bukan sibyah (bayi), jadi telah berusia 6-13 tahun pada saat turunnya surah Al-Qamar, dan oleh karena itu sudah pasti berusia 14-21 tahun ketika dinikahi Nabi.
    Kesimpulan: riwayat ini juga mengkontra riwayat pernikahan Aisyah yang berusia 9 tahun.

     
  16. erickdunk

    January 22, 2010 at 2:30 am

    BUKTI #7 : Terminologi Bahasa Arab
    Menurut riwayat dari Ahmad ibn Hanbal, sesudah meninggalnya isteri pertama Rasulullah, Khadijah, Khaulah datang kepada Nabi dan menasehati Nabi untuk menikah lagi, Nabi bertanya kepadanya ttg pilihan yang ada di pikiran Khaulah. Khaulah berkata: ”Anda dapat menikahi seorang gadis (bikr) atau seorang wanita yang pernah menikah (thayyib)”. Ketika Nabi bertanya ttg identitas gadis tsb (bikr), Khaulah menyebutkan nama Aisyah. Bagi orang yang paham bahasa Arab akan segera melihat bahwa kata bikr dalam bahasa Arab tidak digunakan untuk gadis belia berusia 9 tahun. Kata yang tepat untuk gadis belia yang masih suka bermain-main adalah, seperti dinyatakan dimuka, adalah jariyah. Bikr disisi lain, digunakan untuk seorang wanita yang belum menikah serta belum punya pertautan pengalaman dengan pernikahan, sebagaiaman kita pahami dalam bahasa Inggris “virgin“.
    Oleh karena itu, tampak jelas bahwa gadis belia 9 tahun bukanlah “wanita” (bikr) (Musnad Ahmad ibn Hanbal, Vol. 6, p.210,Arabic, Dar Ihya al-turath al-`arabi, Beirut).
    Kesimpulan: Arti literal dari kata, bikr (gadis), dalam hadist diatas adalah ”wanita dewasa yang belum punya pengalaman sexual dalam pernikahan.” Oleh karena itu, Aisyah adalah seorang wanita dewasa pada waktu menikahnya.

     
  17. erickdunk

    January 22, 2010 at 2:30 am

    BUKTI #8 : Teks Qur’an
    Seluruh muslim setuju bahwa Quran adalah buku petunjuk. Jadi, kita perlu mencari petunjuk dari Qur’an untuk membersihkan kabut kebingungan yang diciptakan oleh para periwayat pada periode klasik Islam mengenai usia Aisyah dan pernikahannya. Apakah Quran mengijinkan atau melarang pernikahan dari gadis belia berusia 7 tahun? Tak ada ayat yang secara eksplisit mengijinkan pernikahan seperti itu. Ada sebuah ayat, yang bagaimanapun, yang menuntun muslim dalam mendidik dan memperlakukan anak yatim. Petunjuk Qur’an mengenai perlakuan anak Yatim juga valid diaplikasikan ada anak kita sendiri sendiri. Ayat tsb mengatakan : ”Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik. (Qs. 4:5) Dan ujilah anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin. Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta), maka serahkanlah kepada mereka harta-hartanya. ?” (Qs. 4:6)

    Dalam hal seorang anak yang ditinggal orang tuanya, Seorang muslim diperintahkan untuk (a) memberi makan mereka, (b) memberi pakaian, (c) mendidik mereka, dan (d) menguji mereka thd kedewasaan “sampai usia menikah” sebelum mempercayakan mereka dalam pengelolaan keuangan.

    Disini, ayat Qur’an menyatakan ttg butuhnya bukti yang teliti terhadap tingkat kedewasaan intelektual dan fisik melalui hasil test yang objektif sebelum memasuki usia nikah dan untuk mempercayakan pengelolaan harta-harta kepada mereka. Dalam ayat yang sangat jelas di atas, tidak ada seorangpun dari muslim yang bertanggungjawab akan melakukan pengalihan pengelolaan keuangan pada seorang gadis belia berusia 7 tahun. Jika kita tidak bisa mempercayai gadis belia berusia 7 tahun dalam pengelolaan keuangan, gadis tsb secara tidak memenuhi syarat secara intelektual maupun fisik untuk menikah. Ibn Hambal (Musnad Ahmad ibn Hambal, vol.6, p. 33 and 99) menyatakan bahwa Aisyah yang berusia 9 tahun lebih tertarik untuk bermain dengan mainannya daripada mengambi tugas sebagai isteri. Oleh karena itu sangatlah sulit untuk mempercayai, bahwa Abu Bakar,seorang tokoh muslim, akan menunangkan anaknya yang masih belia berusia 7 taun dengan Nabi yang berusia 50 tahun. Sama sulitnya untuk membayangkan bahwa Nabi menikahi seorang gadis belia berusia 7 tahun.

    Sebuah tugas penting lain dalam menjaga anak adalah mendidiknya. Marilah kita memunculkan sebuah pertanyaan,”berapa banyak di antara kita yang percaya bahwa kita dapat mendidik anak kita dengan hasil memuaskan sebelum mereka mencapai usia 7 atau 9 tahun?” Jawabannya adalah Nol besar. Logika kita berkata, adalah tidak mungkin tugas mendidik anak kita dengan memuaskan sebelum mereka mencapai usia 7 tahun, lalu bagaimana mana mungkin kita percaya bahwa Aisyah telah dididik secara sempurna pada usia 7 tahun seperti diklaim sebagai usia pernikahannya?

    Abu Bakr merupakan seorang yang jauh lebih bijaksana dari kita semua, Jadi dia akan merasa dalam hatinya bahwa Aisyah masih seorang anak-anak yang belum secara sempurna sebagaimana dinyatakan Qur’an. Abu Bakar tidak akan menikahkan Aisyah kepada seorangpun. Jika sebuah proposal pernikahan dari gadis belia dan belum terdidik secara memuaskan datang kepada Nabi, Beliau akan menolak dengan tegas karena itu menentang hukum-hukum Quran.
    Kesimpulan: Pernikahan Aisyah pada usia 7 tahun akan menentang hokum kedewasaan yang dinyatakan Quran. Oleh karean itu, Cerita pernikahan Aisyah gadis belia berusia 7 tahun adalah mitos semata.

     
  18. erickdunk

    January 22, 2010 at 2:30 am

    BUKTI #9: Ijin dalam pernikahan
    Seorang wanita harus ditanya dan diminta persetujuan agar pernikahan yang dia lakukan menjadi syah (Mishakat al Masabiah, translation by James Robson, Vol. I, p. 665). Secara Islami, persetujuan yang kredible dari seorang wanita merupakan syarat dasar bagi kesyahan sebuah pernikahan. Dengan mengembangkan kondisi logis ini, persetujuan yang diberikan oleh gadis belum dewasa berusia 7 tahun tidak dapat diautorisasi sebagai validitas sebuah pernikahan. Adalah tidak terbayangkan bahwa Abu Bakr, seorang laki-laki yang cerdas, akan berpikir dan menanggapi secara keras ttg persetujuan pernikahan gadis 7 tahun (anaknya sendiri) dengan seorang laki-laki berusia 50 tahun. Serupa dengan ini, Nabi tidak mungkin menerima persetujuan dari seorang gadis yang menurut hadits dari Muslim, masih suka bermain-main dengan bonekanya ketika berumah tangga dengan Rasulullah.

    Kesimpulan: Rasulullah tidak menikahi gadis berusia 7 tahun karena akan tidak memenuhi syarat dasar sebuah pernikahan islami ttg klausa persetujuan dari pihak isteri. Oleh karena itu, hanya ada satu kemungkinan Nabi menikahi Aisyah seorang wanita yang dewasa secara intelektual maupun fisik.

    SUMMARY:
    Tidak ada tradisi Arab untuk menikahkan anak perempuan atau laki-laki yang berusia 9 tahun, Demikian juga tidak ada pernikahan Rasulullah saw dan Aisyah ketika berusia 9 tahun. Orang-orang arab tidak pernha keberatan dengan pernikahan seperti ini, karean ini tak pernah terjadi sebagaimana isi beberapa riwayat.

    Jelas nyata, riwayat pernikahan Aisyah pada usia 9 tahun oleh Hisham ibn `Urwah tidak bisa dianggap sebagai kebenaran, dan kontradisksi dengan riwayat-riwayat lain. Lebih jauh, tidak ada alasan yang nyata untuk menerima riwayat Hisham ibn `Urwah sebagai kebenaran ketika para pakar lain, termasuk Malik ibn Anas, melihat riwayat Hisham ibn `Urwah selama di Iraq adalah tidak reliable. Pernyataan dari Tabari, Bukhari dan Muslim menunjukkan mereka kontradiksi satu sama lain mengenai usia menikah bagi Aisyah. Lebih jauh, beberapa pakar periwayat mengalami internal kontradiksi dengan riwayat-riwayatnya sendiri. Jadi, riwayat usia Aisyah 9 tahun ketika menikah adalah tidak reliable karena adanya kontradiksi yang nyata pada catatan klasik dari pakar sejarah Islam.

    Oleh karena itu, tidak ada alasan absolut untuk menerima dan mempercayai usia Aisyah 9 tahun ketika menikah sebagai sebuah kebenaran disebabkan cukup banyak latar belakang untuk menolak riwayat tsb dan lebih layak disebut sebagai mitos semata. Lebih jauh, Qur’an menolak pernikahan gadis dan lelaki yang belum dewasa sebagaimana tidak layak membebankan kepada mereka tanggung jawab-tanggung jawab.

     
  19. reyhan fauzan

    April 21, 2010 at 1:48 am

    mening yang buat blog ini dari sekarang siap2 aja dehh…bungkus baju lo ke dalam koper n nunggu di jemput malaikat n langsung ditempatin ke neraka jahannam..dasar blog pengecut,berani di dunia maya doang,,tunjukkin batang hidung loo.. ..allahu akbar..

     
  20. Point of View

    April 22, 2010 at 7:37 am

    Allahuma Shali'ala Muhammad, Wa'ala ali Muhammad

    Semoga anda penulis blog ini cepat disadarkan oleh Allah.

    Bagi umat muslim yang lain, mohon tidak berkomentar kotor, karena itu bukan ajaran agama kita.

    Pena memang bisa lebih tajam dari pedang, tapi keimanan kami umat muslin tidak akan goyah karena tulisan2 semacam ini, justru sebaliknya, semakin menguatkan iman kami.

     
  21. loe

    September 8, 2010 at 4:27 am

    Sabda Nabi SAW:”Demi Dzat yang diriku dalam Kekuasaan-Nya(Allah),turunnya Isa (Yesus) menjadi hakim yang adil semakin dekat. dia akan menghancurkan kayu salib, babi dibunuh,pajak dihapus,sehingga harta kekayaan melimpah. lalu tidak ada yang mau menerima shadaqah. satu kali sujudnya(kepada Allah) lebih baik dibandingkan dunia se-isi-nya.”(H.R. Bukhari)

     
  22. loe

    September 8, 2010 at 4:38 am

    setelah hari kiamat,keadaan bumi rusak selama 40 tahun. kemudian Allah Ta'ala berfirman:”Wahai dunia yang hina terhina,sekarang dimanakah para raja! dimanakah anak-anak raja! dimana para penguasa yang sombong! dan dimana pula orang-orang Pemberian-KU akan tetapi mereka menyembah selain Aku!(Allah Ta'ala bertanya lagi dalam lanjutan). pada hari ini, milik siapakah segala kerajaan! satupun tidak ada makhluk yang menjawab,maka Dia(Allah) menjawab untuk Dzat-Nya sendiri dalam Firman-Nya:SEMUANYA KEPUNYAAN ALLAH YANG MAHA PERKASA!

     
  23. eximsub@

    December 8, 2010 at 8:37 am

    Muhammad nabi palsu, penyebaran islam dengan pedang, Muhammad yang haus darah kafir.

     
  24. simon

    June 13, 2011 at 5:39 pm

    pedophilia apa kaga ane ga ngaruh (soalnya masalah ini di daerah abu abu, bahkan muslim sendiri ga bisa menjelaskan), cuma ane anti poligami. Apa yg diajarkan tentang poligami sangat merusak moral manusia, mengajarkan nafsu dan keserakahan serta mengikuti hasutan setan untuk memnuhi nafsu belaka.

     
  25. Antistress Man!

    August 5, 2011 at 2:08 pm

    Sahih Muslim. Book 8. Marriage. Hadithn 3310.
    'Aisha (Allah be pleased withn her) reported: Allah's Apostle (may peace be upon him) married me when I was six years old, and I was admitted to his house when I was nine years old.

    Hadist itu menunjukkan jelas-jelas bahwa si AISYAH sendiri yang mengatakan bahwa IA DISETUBUHI OLEH MUHAMMAD KETIKA BERUMUR 9 TAHUN.

    Aisyah sendiri yg bilang, otomatis menjatuhkan seluruh bantahan-bantahan yg dilancarkan komentar muslim yg belom baca ini.

     

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: