RSS

MUHAMMAD BERTOBAT DARI ISLAM

15 Aug

TESTIMONI MANTAN MUSLIM:

MUHAMMAD BIN ABDULLA

NOW I AM GUIDED

SEKARANG AKU BERPEDOMAN

 

Ternyata mudah bagiku. Sekarang aku heran kenapa begitu mudah bagiku untuk mencapai hal itu yang bagi orang lain sangat sukar dicapai. Sepertinya bagi mereka meninggalkan agama sendiri adalah tindakan bunuh diri. Tampaknya meninggalkan agama membuat mereka jadi anak yatim piatu secara psikologis, dan terbuang karena dibenci dan dicampakkan oleh sanak saudara, teman-teman, masyarakat, tempat kerja, dll. Tapi sebenarnya, sebelum aku meninggalkannya, Islam memenuhi kebutuhanku. Suatu saat dalam hidup, kita merasa kalah, ditinggalkan, tanpa harapan, dan putus asa. Aku akui pada saat susah itulah orang harus punya tempat berlindung, tempat untuk memohon tanpa rasa malu. Agama berperan besar sekali untuk mengisi kekosongan mental di saat sukar. Agama itu bagi saya dulu adalah Islam.

Tapi sekarang tidak lagi. Prosesnya seperti metamorfosa yang lama, teratur, dan masuk akal, dari perbudakan hina di penjara ke kemerdekaan yang cemerlang, yang bisa bertahan dari segala ancaman, godaan, keserakahan, atau ketakutan. Aku anggap ini sebagai prestasi terbesar dalam hidupku. Untungnya, ini tidak timbul dari trauma pribadi yang bisa mengaburkan pandanganku. Ketidakpercayaanku pada Islam muncul dari sumber-sumber yang dapat dipercaya seperti pengalaman hidupku, belajar tahunan tentang Qur’an, Shahih Bukhari, biografi sang Nabi, dan sejarah Muslim yang ditulis oleh para ahli Muslim.

Apakah engkau ingin punya perjalanan yang luarbiasa dan penuh warna ke dalam imanmu sendiri? Ikutilah aku,engkau akan terpukau dengan kejutan, rasa sakit, tidak percaya, dan pada akhirnya kemerdekaan. Engkau tidak perlu jadi ilmuwan terkemuka atau terpelajar; hanya dibutuhkan sedikit akal sehat untuk menunjukkan padamu kebenaran yang sebenarnya berlawanan dengan yang telah ditunjukkan padamu dan diajarkan padamu sejak masih kecil, jika engkau seorang Muslim.

Aku mendengar tentang Tentara yang bersenjata lengkap yang tanpa pandang bulu membunuh jutaan penduduk sipil dan memperkosa dua ratus ribu perempuan. Aku dengar sekitar delapan juta orang yang terusir dari tempat tinggalnya berjalan dengan kaki telanjang untuk mengungsi ke negara tetangga.

Lembaga Kepemimpinan Islam mendukung para tentara penyerang ini dalam menangkap dan membunuh pejuang-pejuang dan orang-orang non-Muslim yang ingin merdeka, dan memperkosa para wanita dalam skala raksasa. Setiap mesjid yang berjumlah ribuan menjadi bangunan ideologi yang melambangkan pembunuhan dan pemerkosaan masal. Dan para pembunuh dan pemerkosa ini adalah orang-orang yang berasal dari daerah yang sama dengan para pejuang kemerdekaan dan para wanita yang diperkosa itu.

Penduduk sipil dan pejuang yang dibantai itu adalah orang-orang Bangladesh dan para tentara yang membunuh dan memperkosa itu adalah tentara Pakistan dan ini terjadi di tahun 1971. Semua negara-negara dan masyarakat Muslim di seluruh dunia diam saja dan memihak pembunuhan dan pemerkosaan di dalam nama Islam.

Pesannya sudah jelas. Ada sesuatu yang sangat salah, baik pada seluruh Pemimpin Islam atau pada agama Islam itu sendiri. Mengapa satu dari beberapa ribu pemimpin-pemimpin Islam selalu menjadi pembunuh dan pendukung para pembunuh?

Buku-buku menerimaku dengan tangan terbuka. Aku keranjingan mempelajari Qur’an, Shahih Bukhari, Sejarah Islam, Riwayat Hidup Sang Nabi, Syariah (Hukum Islam) dari berbagai sekte, dan beratus-ratus buku Islam. Buku-buku, Internet, percakapan dalam kelompok, kuliah-kuliah Islami, kaset dan video rekaman memenuhi ruang belajarku. Bumi diam-diam tetap berputar mengelilingi matahari. Hidupku pelan-pelan berubah jungkirbalik, keyakinan dan kebenaran imanku mulai berputar menyakitkan dalam kandungan waktu. Semua hobiku mundur dan melihat dengan penuh rasa ingin tahu dari jarak tertentu.

Tatkala semua informasi ini saling terjalin, aku mulai menulis di media dan mengalami interaksi dengan berbagai jenis manusia. Beberapa memujiku, yang lain ingin tahu. Beberapa ingin memasakku hidup-hidup. Aku waspada agar semua pujian dan kebencian padaku tidak mempengaruhi pandanganku. Puluhan tahun berlalu, sebuah pintu kebenaran yang misterius pelan-pelan mulai terbuka. Cahaya indah ke luar dari pintu itu. Semua hal jadi jelas, dan aku terpesona. Iya, memang benar! Semua 1,3 milyard orang Muslim itu salah. Mereka terjebak dalam khayalan utopia, istana impian yang romantis dan indah yang bernama Islam. Mereka semua itu salah, sama seperti semua orang di dunia salah waktu mengira dunia itu datar.

Istana Muslim yang indah mengapung di udara tanpa disangga oleh pilar-pilar kebenaran. Mereka tidak tahu akan hal itu. Mereka tidak mau tahu, mereka tidak akan pernah tahu. Kala kebanyakan Muslim hidup damai, Islam menyediakan ladang pembibitan yang sempurna bagi beberapa Maulana-maulana pembunuh yang dapat muncul setiap waktu. Mereka mendapat kekuatan hidup dari perintah-perintah kejam di Qur’an dan kehidupan Nabi. Dan obsesi tentang iman yang dipelihara para Muslim yang hidup damai justru memperkuat pertumbuhan orang-orang Islam pembunuh. Para Muslim diajar untuk percaya setiap huruf di Qur’an secara membuta dan memelihara kalimat-kalimat dan kata-kata di Qur’an/Hadis bahkan dengan bayaran nyawa manusia dari kelompok lain, orang lain, dan non-Muslim.

Kegiatan belajarku yang seksama terus berlanjut. Dalam riwayat hidup Muhammad, Shahih Bukhari dan sejarah Islam, kutemukan kekejaman luarbiasa dari Sang Nabi. Aku melihat kepemimpinannya yang hebat, kebaikan, dan sifat pemaafnya di kasus-kasus penyiksaan pribadi terhadap dirinya hanya di hari-hari awal Islam. Dan hanya bagian inilah yang diceritakan pada para Muslim, dan bukan kekejamannya di tahun-tahun berikutnya. Di awal periode Islam, pengabdian dirinya mengagumkan. Tatkala uang dan wanita ditawarkan pada dirinya agar ia berhenti mengajar Islam, ia berkata, “Bahkan jika aku diberi matahari di satu tangan dan bulan di tangan lainnya, aku tetap tidak akan berhenti berkhotbah.”.
-Dan lalu aku melihat Nabi yang sama ikut membantai suku-suku non-Muslim, menjual budak-budak dari segala usia, laki dan perempuan, anak-anak, tua dan muda.
-Aku melihat ia mengajar pengikutnya untuk membunuh orang lain dengan dasar iman, meniduri budak-budak wanitanya, mengawini anak kecil, nafsu berahinya (yang dengan jelas diungkapkan di buku-buku Islam) pada menantunya (istri dari anak angkatnya), merampas harta non-Muslim dan mengambil perempuan-perempuan yang paling cantik, berhubungan sex dengan para wanita tawanan yang para suami dan ayahnya baru beberapa hari yang lalu dibunuh.

-Lalu aku melihat kekejamannya yang luar biasa untuk mendirikan Islam, potong tangan/kaki dan menusukkan paku panas pada mata tawanannya sebelum akhirnya membunuhnya, mengutuki non-Muslim, membakar kebun buah mereka, menghancurkan patung-potong mereka.

-Aku melihat ia membunuh musuhnya kala mereka tidur, mengizinkan berbohong pada rekannya untuk membunuh musuh, permainan politiknya yang penuh tipuan di Khandak, menghipnotis pengikutnya untuk membunuh, bahkan ayah-ayah, kakak-adik, dan keluarganya sendiri yang non-Muslim. Ini semua ditulis di buku-buku Islam termasuk Shahih Bukhari, yang terus kupelajari.

-Tentu saja aku juga melihat ia mendirikan hak-hak para wanita yang tadinya tidak ada, tapi lagi-lagi ini dilakukannya dengan menetapkan hukum-hukum yang kejam dan menghina status para wanita yang sama itu pula. Meskipun begitu, ia tetap tampak sebagai “Yang pengampun pada seluruh dunia” di mata pengikut-pengikutnya yang terkelabui. Tidak dapat disangkal bahwa dari padang pasir dalam jangka waktu 1.500 tahun, ia tetap dianggap sebagai “Orang yang Paling Berpengaruh”( tapi bukan pengaruh baik).

-Aku menemukan suatu kenyataan dalam segala kekacauan di Qur’an/Hadith. Qur’an tidak berisi satupun ajaran kebajikan yang tidak terdapat sebelum Islam. Manusia tidak akan kehilangan satu pun nilai moral jika Islam tidak ada esok hari. Mengatakan hal-hal yang baik itu mudah. Semua kata-kata baik di Qur’an bisa dikatakan oleh siapapun yang punya hati nurani, bahkan seorang atheis sekalipun. Qur’an mengungkapkan banyak porsi yang ditujukan untuk membolehkan melakukan kekerasan pada non-Muslim dan orang Yahudi. Tidak ada yang dapat dikatakan sebagai “salah pengertian” di sini. Kamu tidak bisa salah mengerti arti kata “membunuh” (killing) jadi “mencium”(kissing) atau sebaliknya.

-Orang-orang Muslim tidak salah mengerti waktu membaca pemukulan pada istri, menikahi 4 istri, menceraikan istri sesukanya tanpa alasan jelas atau penjelasan pada siapapun, meniduri sebanyak mungkin budak-budak perempuan, berdagang budak, “membersihkan” Semenanjung Arab dari penganut kepercayaan lain, wanita hanya dapat ½ warisan, wanita kurang berharga sebagai saksi di pengadilan, hukum-hukum yang menindas non-Muslim.

-Omar tidak salah mengerti waktu ia menuruti satu dari tiga perintah Nabi yang terakhir dengan “membersihkan” gurun Arab dari orang-orang non Muslim. Bukankah kita juga masih melihat “nilai-nilai” Islam ini di hukum-hukum negara-negara Islam seperti Nigeria, Pakistan, Afghanistan?

Tidak seperti agama-agama lain, Islam mengontrol orang Muslim di setiap detik di setiap kegiatannya, termasuk menggunakan kaki kiri untuk ke luar dan kaki kanan untuk masuk ke dalam rumah. Ini juga mendorong bahaya kekuatan Muslim untuk membentuk negara Islam, bahkan jika itu harus dilaksanakan dengan menggunakan kekerasan dan pembunuhan orang-orang non-Muslim.

Qur’an juga tidak punya kronologi (urutan tulisan/keterangan yang jelas). 86.000 tulisan dikumpulkan, dibagi, dicampur aduk dengan cara yang sangat kacau. Untuk setiap topik, orang harus membaca loncat-loncat di seluruh Qur’an hanya untuk menemukan satu kalimat di sini dan yang lain di sana. Aturan-aturan dan hukum-hukum yang sangat penting dibiarkan tidak jelas dan secara riskan dibiarkan saja terbuka (multitafsir-multiintepretsi) untuk dimengerti dan diterapkan orang-orang dari berbagai kalangan dan moral. Tidak ada kesesuaian dari perintah satu dengan yang lain untuk masalah yang sama. Topik tulisan tiba-tiba berubah dari Kutub Utara ke Kutub Selatan di kalimat berikutnya. Bencana-bencana alam digunakan sebagai ancaman-ancaman. Tujuan Qur’an untuk menjebak orang dengan menakut-nakutinya tampak jelas. Usaha untuk menarik orang dengan “umpan“murahan” seperti sex dengan para wanita cantik (bidadari) di surga tampak nyata. Kelakuan ini semua tidak sesuai dengan agama illahi yang suci, agung dan terhormat.

Islam juga sangat sensitif dan sekaligus sangat terpikat pada sex. Penjabaran di Qur’an tentang sex terasa berlebihan dan terlalu aktif. Lelaki diperbolehkan meniduri budak-budak wanitanya tanpa menikahi mereka, tapi berhubungan sex selain dengan istri-istri dan budak-budak wanita, juga bahkan diantara dua orang dewasa sekalipun, dianggap sebagai dosa atau pelanggaran yang paling, mungkin yang PALING, berat di surga dan bumi. Islam sepertinya berpendapat bahwa semua orang laki di dunia akan loncat dan mencoba meniduri wanita manapun kalau ada kesempatan.

-Untuk “melindungi” manusia dari “pelanggaran seksual”, Islam tidak bertindak lebih bijaksana daripada sekedar memaksa para wanita menutupi tubuhnya dan memisahkan mereka. Pendidikan moral dengan hukuman/undang-undang tidak diutamakan sebagaimana harusnya. Ini menghina para pria yang bermoral dan berakhlak. Semua perlakuan terhadap sex ditujukan secara serius dan jelas buat pria untuk melawan kaum wanita.

-Qur’an tidak memandang malapetaka kriminal seperti pemusnahan ras (genocide)dan pemerkosaan masal sebagai kejahatan yang lebih serius daripada “pelanggaran seksual.” Konsep dan cara menangani berbagai bentuk kejahatan dalam Qur’an sangatlah miskin dan terbatas pada daerah Timur Tengah saja.

-Pandangan Qur’an tentang mencuri tidak melampaui batas waktu dan tempat asalnya tanpa pengertian betapa luas, kompleks, dan terselubungnya tindakan mencuri itu dapat terjadi. Hanya ada satu macam saja hukuman untuk mencuri, yakni “potong tangan pencuri”. Qur’an menjanjikan makanan untuk setiap orang tapi jutaan orang mati kelaparan dalam ribuan tahun terakhir ini. Qur’an mengumumkan belas kasihan pada pengikutnya tapi tidak dapat menyelamatkan ratusan jemaah haji yang mati terbakar sewaktu naik haji. Qur’an bahkan tidak dapat menyelamatkan pengikutnya dari aliran pengikut Islam yang lain seperti yang terjadi antara pembunuhan Shia versus Sunni dan/atau Ahmadiah.

-Dan setelah itu Islam mengumumkan untuk mengerjai non-Muslim.

-Dalam Islam, manusia dianggap sebagai keping-keping uang untuk membeli rasa senang Tuhan, seperti memerdekakan para budak untuk “membersihkan” diri dari dosa-dosa. Orang-orang kaya memilih untuk bisa memerdekakan budak-budak dan menjalankan ibadah haji. Kaum manusia dianggap sebagai musuh Tuhan. Meteor-meteor terbakar di langit dianggap sebagai panah-panah untuk setan. Para jin disebut suka naik ke angkasa untuk mendengar gosip para malaikat. Nabi Musa diceritakan lari telanjang di jalan yang ramai. Monyet-monyet dirajam karena melakukan perzinahan. Setelah “tenggelam”, matahari digambarkan menyembah Tuhan untuk minta izin terbit di keesokan harinya. Bayi-bayi yang baru lahir katanya menangis karena dicubit setan. Menguap dianggap sebagai sesuatu yang tidak disukai Tuhan. Tidak satupun hal dalam Qur’an yang melampaui daerah Arab. Semua nabi-nabi dan tokoh-tokoh, masalah-masalah dan pemecahannya, harapan-harapan dan inspirasi-inspirasi, sebab dan akibat, hanya berputar di sekitar Timur Tengah kuno belaka. Tidak seorang pun nabi atau tokoh Islam dan Qur’an melampaui daerah Timur Tengah, sama seperti semua dewa-dewa Hindu berasal dari India.

Setelah mempelajari Qur’an, Hadith, riwayat hidup sang Nabi, dan sejarah Islam selama bertahun-tahun dengan pikiran yang terbuka, aku menghubungkan waktu lampau dan waktu masa kini. Orang-orang mencoba untuk memperbaharui Islam. Tidak pernah berhasil. Lagi-lagi dan sekali lagi Islam digadaikan dalam tangan kekuasaan pemerintahan yang bengis, sedangkan dunia Muslim yang lain hanya bilang,”Itu bukan Muslim yang sebenarnya”. Sungguh sangat berbahaya bagi umat manusia bahwa tidak ada sesuatu pun yang dapat diperbuat untuk menghentikan Islam melahirkan pembunuh-pembunuh (teroris) kejam dari waktu ke waktu. Ini karena banyaknya perbuatan sang Nabi dan perintah-perintah Qur’an yang terus hidup menjadi lahan yang subur untuk membuahkan para pembunuh. Peristiwa-peristiwa yang terjadi di Palestina, Chechnya, Bosnia, Kashmir, Indonesia, Mesir, Pakistan, dan Bangladesh. Bencana 11 September (9/11) menggemparkan seluruh dunia.

Kuduga keputusan para pemimpin dunia Islam akan terbelah antara mendukung dan mengecam Bin Laden tergantung dari letak geografis negaranya. Dan ternyata dugaanku benar! Kebanyakan pemimpin Islam di Amerika Utara dan Eropa secara “Islami” mengutuk kekejaman pembunuhan ribuan orang oleh Bin Laden. Dan pemimpin Islam yang di Pakistan, Inggris, dan negara-negara Islam lain secara “Islami” mendukungnya sebagai seorang pahlawan. Sekali lagi dualisme sifat Islam tampak nyata. Islam punya dua pasang gigi seperti gajah. Satu pasang adalah gadingnya, yang membuatnya tampak anggun dan megah. Satu pasang gigi yang lain tersembunyi di dalam rahangnya dan itu digunakan untuk melumat dan menggerus. Semua kata-kata manis penuh damai di dalam Islam berhubungan dengan waktu dan tempat di mana Islam masih lemah di awal-awal tahunnya. Tapi di kala dan di mana Muslim jadi kuat di zaman dulu atau sekarang, mereka akan mengeluarkan hukum-hukum dan aturan-aturan yang kejam. KATAKAN KENAPA BENDERA-BENDERA KEBANGSAAN KEBANYAKAN NEGARA-NEGARA ISLAM ADA PEDANGNYA? Pedang itu bukan untuk memotong roti, tapi untuk membunuh. DENGAN KEMUNAFIKAN DAN TIPU DAYA PENUH NASEHAT MANIS DAN HUKUM YANG KEJAM, QUR’AN SECARA MEYAKINKAN SUDAH JADI BUKU YANG PALING BERBAHAYA UNTUK UMAT MANUSIA.

Populasi raksasa kaum Muslim di dunia ketiga frustrasi dengan berbagai kegagalan sosial-ekonomi-politik. Kepemimpinan Islami tidak mempedulikan pemecahan apapun bagi masalah-masalah modern tentang ekonomi internasional, politik nasional dan internasional, sosiologi, dll.

Hanya sekitar seabad yang lalu para pemimpin islam mulai menghubungkan kegagalan mereka dengan iman mereka. Mereka tadinya hanya tahu tentang Qur’an dan Hadith. Qur’an dan Hadith memuat janji bahaya untuk para Muslim sebagai pemecahan masalah untuk semua persoalan di dunia di segala waktu. Karena itu mereka hanya punya satu nasib: kekerasan yang menyatu dalam Qur’an/riwayat hidup sang Nabi. Tidak ada satu pun agama lain yang menjanjikan atau menuntut begitu banyak dalam setiap langkah hidup seperti Islam. Agama ini sangat menekankan dengan keras bagi para Muslim untuk mendirikan negara atau pemerintahan Islam dan menetapkan Sharia. Kehidupan seorang Muslim tidak lengkap tanpa itu. Sikap ini punya tujuan yang jelas 1.500 tahun yang lalu, tapi sekarang malah jadi beban yang besar untuk umat manusia, untuk Islam, dan untuk Muslim itu sendiri. Ini adalah perangkap dan mereka sampai sekarang masih terperangkap di dalamnya. Jika Islam bicara tentang damai, ini adalah kedamaian di atas kuburan non-Muslim, seperti yang terbukti dalam riwayat hidup sang Nabi pada peristiwa 11 September di New York.

Orang-orang frustasi, termasuk Muslim dan ex-Muslim makin lama makin ikut berpartisipasi mengritik Islam. Dunia haus akan keadilan sosial. Jika Islam dapat memberikan sosial sistem yang adil seperti yang dijanjikannya, maka dunia pun akan menerima Islam. Tapi sebaliknya yang terjadi, Islam masa kini menjadi beban sosial bagi umat manusia karena para pemimpin Islami mengakibatkan aneka masalah bagi kemajuan peradaban umat manusia.

-Islam bicara mengenai toleransi agama tapi Hukum-hukum Islam membunuhi non-Muslim. Memang kebanyakan pemimpin-pemimpin Islam salah, tapi ada sesuatu yang benar-benar salah dalam Islam itu sendiri. Kekejaman sang Nabi pada sesama manusia, juga kegagalan dan kekerasan yang berulangkali dilakukan para pemimpin Islam merupakan alasan yang cukup tepat untuk menolak sang Nabi dan agamanya. Kelakuannya terhadap budak-budak, para wanita, dan non-Muslim, sudah jelas menunjukkan keterbatasannya. Ia hanyalah seorang yang berpengaruh dengan tahu persis akan keinginannya tanpa mengindahkan kekejaman untuk mencapai tujuannya.Sesungguhnya tidak ada unsur illahi yang menerapkan kekejaman pada umat manusia sepanjang zaman.

SATU-SATUNYA ALASAN BERDIRINYA ISLAM ADALAH KARENA DUKUNGAN TERUS-MENERUS DARI PEMIMPIN-PEMIMPIN ISLAM SELAMA 700 SAMPAI 800 TAHUN. Lepas dari itu, Islam tidak lain hanyalah suatu ledakan kekuatan militer dalam sejarah manusia, yang lalu akan mati bersama waktu. Perbedaannya hanyalah, kekuatan militer ini bercampur dengan kepercayaan iman illahi Islami.

Dan sebagaimana dengan menyebarnya iman ini, maka menyebar pula bahasa dan pakaian model Arab, rasa hormat pada buah-buahan, air dari Arab, dll ke seluruh dunia. Ini adalah penjajahan yang diselubungi oleh iman. Upacara “Qurban” tidak ada gunanya bagi Muslim selama seribu tahun. Upacara ini berhubungan dengan Nabi Abraham yang meninggalkan istri dan anaknya di padang gurun untuk mati. Islam menyuruh Muslim untuk mengritik kejahatan sosial lain, tapi buta terhadap kekejamannya sendiri.

-Islam mengakui bahwa ilmu pengetahuan di Qur’an tidak pernah ditemukan sebelumnya. Ini jelas melupakan kenyataan bahwa ilmuwan-ilmuwan penemu ilmu pengetahuan itu tidak pernah memeluk Islam dan sama sekali tak pernah membaca Qur’an selama hidup mereka. Islam membajak hasil dari kerja keras ilmuwan Muslim sebagai karya Islam.

Sepanjang hidupku aku mencari satu saja “kode moral yang baru” yang diungkapkan oleh Islam. Tidak ada satupun. Semua hukum-hukum Islam tentang sosial, keluarga, moral, dan nasehat-nasehat sudah ada di pikiran manusia sebelum Islam. Juga, sungguh tidak adil dan tidak jujur untuk mengatakan bahwa sebelum Islam seluruh dunia berada di jaman “kegelapan” (jahiliah). Pernyataan ini menyangkal sumbangan-sumbangan begitu banyak pemikir dan filosof pada kemajuan umat manusia sebelum Islam. Terdapat banyak bukti bahwa beberapa kelompok masyarakat sebelum Islam malah punya hukum-hukum manusia yang lebih adil dan jelas daripada ketidakadilan Hukum Sharia Islam yang kejam.

Terus terang saja, aku sering merasa malu setiap kali aku membuka buku Hukum-hukum Sharia dari Sunni maupun Shia. Islam dengan jelas memang menghapus sistem sosial primitif dari masyarakat gurun yang terbelakang saat itu. Tapi mengaku membawa “terang” ke seluruh dunia merupakan penghinaan terhadap para filosof dan ilmuwan sepanjang waktu di semua tempat.

Masyarakat tidak ditentukan secara langsung oleh bentuk undang-undang, tapi lebih oleh aturan moral dan tradisi yang dijalankan. Itulah alasannya mengapa sebuah negara seperti Inggris dapat menjadi salah satu negara yang terkemuka di dunia tanpa memiliki undang-undang (UUD) yang tertulis yang rumit. Islam sama sekali gagal baik sebagai undang-undang atau pun sebagai tradisi.

Sebagian besar Muslim di dunia hidup damai karena dua alasan. Pertama, kebanyakan orang (sifat dasar manusia) selalu tidak suka akan kekejaman. Kedua, sisi kekejaman Islam tidak pernah diungkapkan pada kebanyakan orang. Kukatakan lagi. Jika esok pagi Islam lenyap di bumi ini, umat manusia tidak kehilangan nilai sosial kekeluargaaan apapun. Yang hilang hanyalah kekerasan yang sewaktu-waktu dilakukan oleh kelompok agama yang fanatik yang menderita kompleks kejiwaan ingin jadi superior mendirikan “negara terbaik” dengan izin “illahi” untuk menghina dan merendahkan orang lain (non-muslim), seperti yang dinyatakan oleh Qur’an mereka.

Aku bukan hanya telah meninggalkan Islam. Aku meninggalkan pandanganku di tulisan ini sebagai wakil diriku jika aku tidak berada di sini. Aku menyatakan bahwa setiap orang untuk mempelajari Qur’an, Shahih Bukhari, riwayat hidup sang Nabi, dan sejarah Muslim dengan hati terbuka akan setuju dengan yang kukatakan di sini. Aku juga mendidik anak-anakku untuk menjadi orang-orang yang baik dan lengkap dengan konsep persaudaraan antar umat manusia. Konsep ini telah dihina dan dihancurkan oleh konsep dan perlakuan yang bahaya dari persaudaraan Islami. Aku mengajar mereka untuk berpedoman pd hati nurani, dan bukan oleh rasa percaya (iman) yang buta.

Ya, sekarang aku berpedoman. Aku dibimbing oleh kesadaran kemanusiaanku, dan bukan lagi oleh Islam.

Thanks.

 

Muhammad Bin Abdulla.

(Mantan Muslim)

Sumber:http://www.secularislam.org/testimonies/testimonies4.htm

 
Leave a comment

Posted by on August 15, 2008 in Mualaf

 

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: