RSS

Menyibak Strategi Imperialisme Islam

15 Aug

INSTRUMEN ISLAM

JAMAN SEKARANG

oleh: Vernon Richards

S

eperti sudah sering kali terjadi, muslim memakai penemuan-penemuan kita utk melawan kita dalam usaha utk menjatuhkan masyarakat yang juga menciptakan mereka. Karena muslim tidak punya satupun hal yang bisa ditawarkan pada dunia, dan dg demikian tidak mampu bersaing dalam dunia ide-ide, maka mereka memperalat kesuksesan kita sendiri agar berbalik melawan kita, juga dalam usaha utk melemahkan kita sedemikian sehingga mereka bisa memaksakan agama purba abad ke-7 mereka pada kita.

Tidak punya senjata atau misil ciptaan mereka sendiri, mereka pakai pesawat terbang kita utk menghancurkan menara kembar WTC dan membunuh ribuan orang dalam usaha tsb. Mereka pakai alat transportasi massa (bus/kereta api) utk dipasang bom dan mengakibatkan kehancuran dan korban yang banyak. Mereka menyerang sekolah-sekolah barat, sekolah anak-anak memakai senjata-senjata yang disempurnakan oleh orang-orang Rusia.

Mereka memperalat ‘rasa hormat’ barat terhadap agama-agama utk mempromosikan propaganda kebencian yang menginspirasi anak-anak muda mereka agar melakukan tindakan-tindakan brutal terhadap kelompok penganut agama lain. Mereka memakai internet utk berkomplot, berencana dan memerintahkan tugas yang jika sukses akan menghancurkan infrastruktur-infrastruktur agama-agama tsb.

Mereka memakai hasil-hasil efisiensi produksi mobil murah dan hasil-hasil konstruksi jalan utk meluncurkan senjata paling keji mereka, bom mobil bunuh diri, yang sudah jelas berhasil menghancurkan jalanan Afghanistan hingga sulit dilewati roda kereta keledaipun.

Diluar dari hasil pembelian minyak (yang dikembangkan oleh Barat) digabungkan dengan bantuan dunia Barat pula, negara-negara Arab masih juga tidak mampu memberi makan penduduk mereka, malah bergantung sepenuhnya pada produksi makanan barat, sementara mereka malah bekerja keras utk menghancurkan negara-negara dan masyarakat yang membeli minyak mereka, yang memberi mereka bantuan makanan, yang menolong para penduduk muslim miskin mereka.

Mereka membenci dan menyalurkan kebencian itu pada mekanisme dan budaya yang sebenarnya telah membuat mereka punya kenyamanan dan kebebasan utk berkonsentrasi penuh dalam jihad mereka. Mereka bergantung pada ekonomi, kebebasan dan transportasi yang sukses utk meluncurkan sel-sel teroris mereka. Jika dan kalau mereka bisa punya senjata pemusnah masal utk membunuh lebih banyak lagi kafir, maka pastilah keahlian yang mereka punya itu adalah hasil pencurian.

Sengsaralah dunia jika mereka sampai berhasil, jika cita-cita utopia mereka itu tercapai (kafir semua mati atau masuk islam), mereka akan kembali ke peperangan antar suku mereka yang tiada akhir, peperangan antara kelompok-kelompok muslim yang mereka tuduh sebagai muslim sesat.

Akan ada kemiskinan tiada akhir, kelaparan dan penyakit. Utk mencapai akhir tsb, terdapat alat-alat/senjata-senjata utama yang digunakan oleh para teroris dalam usaha mereka utk menghancurkan ‘para penyokong’ mereka, diantaranya adalah.

1. Kebodohan

Senjata paling utama dalam pergerakan penyebaran islam adalah keharusan absolut utk membuat korban-korbannya tidak sadar bahwa agama islam sebenarnya merencanakan kemusnahan kaum kafir.

Utk melengkapi penipuan ini, sekelompok besar islam ‘moderat’ terus menerus mengocehkan pengakuan-pengakuan menggelikan bahwa “islam berarti damai’ dg demikian mempertahankan non muslim utk benar-benar membaca Quran, Sirat, Hadis atau utk benar-benar mengamati kedalam sejarah mereka 1400 tahun belakangan ini. Para islamis juga menyangkal atau mengabaikan konsep “abrogasi”, yang mana menjadi metoda antar-islam yang universal utk menggantikan aspek-aspek agama mereka yang toleran dengan aspek-aspek yang menuntut tindak kekerasan dari para muslim dalam membasmi dan menaklukan kaum kafir.

2. Para pendukung Kebebasan Sipil dan Hak2 Pribadi

Kelompok ini tanpa sadar bergabung dengan taktik dan metoda para islamis. Dengan menentang semua aspek dari Patriot Act (Undang-Undang di negara Amerika yang membolehkan pemerintah menyidik dan menyelidik warganya), kebebasan sipil diprioritaskan agar secara efektif menentang pengungkapan diri kita pada ancaman yang sebenarnya, dengan tujuan utk melindungi amerika dari ancaman yang kata mereka ‘sebenarnya tidak ada’ demi kebebasan.

Kebodohan yang mendorong orang-orang ini utk menentang pemasangan kamera ditempat-tempat publik seperti yang pernah terjadi dalam pemboman di London. New York Civil Liberties Union (Persatuan kebebasan Sipil New York) menyiapkan tuntutan federal atas kebijakan kota New York yang secara acak memeriksa tas-tas para penumpang subway. Para idiot ini tidak sadar telah menjadi alat yang tepat bagi para teroris islam. Mereka berperan serta bersama para teroris dalam tuntutan hak-hak sipil agar para teroris itu bisa naik sistem transportasi tanpa terdeteksi, tanpa takut tas mereka diperiksa atau foto mereka direkam.

3. Para Liberal Garis Keras

Para demokrat liberal dibutakan oleh hasrat mereka akan kekuasan dan/atau kebencian mereka pada Bush hingga dengan mudah ditipu/dipengaruhi sampai mendukung agenda-agenda para islamis. Demokrat besar seperti Zell Miller tidak ada bedanya, sedikit sekali yang mau mengerjakan PR mereka utk menyidik hati dan perasaan musuh, musuh yang mana dengan pasti akan membunuh mereka jika berkuasa.

Bukannya memakai istilah seperti ‘multikultur’ utk mengutuk manusia paling toleran, mereka malah mampu memelintir istilah tsb utk mendukung masyarakat paling fanatik didunia, Islam. Mereka menuntut respek dan penghormatan akan Kitab/Buku Quran sementara para pengikut buta kitab tersebut membakari buku-buku pengritik islam dan membunuhi para penulisnya.

Untuk melawan gerakan hitam demikian tidak mesti memakai otak, khususnya utk kaum yang mengaku ‘progresif’. Malah, mereka terus mensejajarkan diri mereka dengan filosofi mati dan kehancuran yang mewakili kutub berlawanan dari setiap pembicaraan demokratis. “Relativisme Moral” (yang menjadi fondasi bagi yang disebut “political correctness”) didasarkan hanya pada sebuah kebohongan, tapi terus saja disambut oleh kaum kiri.

Dasar pikiran dibelakang “Relativisme Moral” adalah bahwa tidak ada hal jahat ataupun baik, dan dg demikian hal tsb tidaklah bisa diukur. Argumen omong kosong demikian menjadi opium bagi orang-orang lemah pikiran dan moral. Dengan mengabaikan akal sehat dan nurani, mereka yang setuju dengan argumen omong kosong itu berpikir bahwa mereka lebih pintar, yang benar adalah bahwa mereka hanya membuktikan betapa korupnya pikiran mereka.

Pemikiran demikian berjasa bagi pelemahan prinsip-prinsip dimana demokrasi kita berdiri, dan dg demikian membantu musuh-musuhnya mempercepat kehancuran demokrasi. Pihak-pihak jahat yang berusaha mengakhiri demokrasi dan mengembalikan kekalifahan mendapatkan bahwa sangatlah mudah mendapatkan kerja sama dari orang-orang idiot (useful idiot) dipihak kiri ini.

4. Program Kesejahteraan Sosial

Yasin Hassan Omar, pencari suaka orang somali, adalah pembom Warren Street 7/7 London yang tertangkap kamera. Omar, yang terakhir terlihat melompati penghalang di stasiun Warren Street, berbagi apartemen/flat dengan pembom bus no.26, Ibrahim, yang pindah keflat tsb bersama dia 2 tahun lalu. Omar mendapatkan uang kesejahteraan rumah sebesar £88/minggu utk membayar flatnya sejak 1999, dan juga menerima dukungan finansial lainnya, kata pegawai imigrasi.

Jadi selama enam tahun para pembayar pajak Inggris telah mendanai persiapan Omar, utk membunuh, sebesar £27.456 (hampir US$ 48 ribu) dalam bentuk sewa flat, plus dukungan keuangan lainnya.

Program Kesejahteraan sosial pihak Barat secara luas diperalat oleh imigran muslim seluruh dunia, yang cukup ahli dalam mengeksploitasi program-program demikian. Dalam skala nasional, bantuan keuangan Eropa dan Amerika bagi para makhluk tsb, seperti otoritas Palestina, tidak semuanya disimpan di akun bank-bank asing dari para pemimpin korup.

Sebagian dana tsb malah dipakai utk membiayai hidup para teroris dan senjata-senjatanya. Sisanya, yang membayar utk keamanan, terbuang percuma karena hanya berupa pintu putar magis belaka yang diterapkan bagi semua narapidana Palestina sementara mereka sendiri menolak utk menghadapi/melucuti kelompok-kelompok teroris.

Pemerintah US/Eropa yang mudah dikelabui berjuang keras utk mematuhi tuntutan-tuntutan Palestina akan lebih banyak lagi uang, peralatan, training dan infrastruktur, seolah-olah agar mereka bisa melakukan apa yang amerika minta mereka utk lakukan (yg sebenarnya tidak berniat utk mereka lakukan).

5. Media Mainstream

Kelihatannya sebagian besar publikasi dan siaran, pertama-tama harus lewat sebuah prisma, prisma yang terdiri dari para penganut “political correctness”, dalam usaha utk mempertahankan publik dalam mengetahui dan mengenali musuh sesungguhnya.

Kebanyakan sosialis, atau paling tidak orang-orang anti-Bush/anti-militer, banyak juga ‘jurnalis’ memperolok anak-anak kita sendiri dengan buruknya sambil memberi perlindungan pada para teroris dengan menyebut mereka sebagai pemberontak revolusioner/insurgent. Fokus tsb tidaklah berpengertian secara dalam, kecuali jika pengertian yang dimaksud adalah Bush berbohong, Islam artinya damai dan Amerika bersalah.

Semua ini adalah alat paling efektif utk mencuci otak orang Barat, dan sekalian menolong para teroris menjatuhkan mereka. Semua media bebas akan ditundukkan dan setiap jurnalis akan jadi yang pertama yang dipancung jika “United Caphilah of America” atau “Islamic States of America” berdiri.

6. Akademi

Dengan menolak mengajarkan fakta sejarah yang tidak berat sebelah/dipelintir tentang sejarah Islam, juga tentang dibesar-besarkannya sistem totaliterianisme yang sebenarnya gagal, akademi-akademi utama menjadi kepanjangan tangan yang penting bagi pergerakan islam.

Sampai anak-anak kita mengerti bagaimana mengidentifikasi totaliterianisme dalam segala bentuknya dan utk mengerti dengan jernih berbagai metode dan taktik yang dipakai sistem tsb utk mencuci otak orang banyak, mereka masih ada dalam risiko utk menjadi alat (tanpa mereka sadari) dari sistem demikian.

Mis-informasi, pelintiran dan propaganda sangat penting bagi tujuan-tujuan islamis dan mengontrol opini publik yang tanpa semua itu akan bisa dengan mudah mengenali ancaman serta tindakan utk memeranginya. Akadmia (dan media golongan kiri) adalah alat suka rela yang dengan teliti ditanam dan dengan ahli diperalat utk melakukan fungsi-fungsi vital tsb.

7. Penjual/Pemakai Obat Bius

Badan intelijen mengatakan bahwa keuntungan dari obat bius yang dikirim lewat Afghanistan dipakai al Qaeda dalam melakukan serangan 9/11. Produksi opium di Afghanistan terus mendanai usaha-usaha teroris Taliban.

Sementara mengutuk Barat demi membenarkan usaha-usaha mereka utk menggantikan hukum Barat dengan Sharia, para islami juga berperan besar menyumbang keruntuhan Barat dengan memompa obat bius kelingkungan perumahan kita. Mereka melakukannya dengan kesadaran penuh akan efek sosial/pribadi dengan penjualan tsb.

Mereka terus mempromosikan dan mengeksploitasi ketergantungan kita akan minyak arab, hingga mereka bekerja keras utk menghancurkan moral anak-anak kita lewat kecanduan obat dan semua penyakit yang berkaitan dengan pemakaian obat bius tsb. Pembunuhan, kafir, beri narkotik, perkosa, jarah, perbudak, apapun itu, semuanya sama saja bagi para islamis.

Para pengikut setia islam yang mengikuti contoh dan petunjuk ‘nabi’ mereka diajarkan bahwa ada dua standar moral yang terpisah; satu yang mengatur hubungan antara muslim dan satunya lagi yang mengatur hubungan antara muslim dan non muslim, dalam dua hal ini hampir semuanya berlaku berbeda.

Ada hubungan yang sangat beda antara teroris islam dan kriminal, khususnya yang berhubungan dengan obat bius. Baru saja terungkap bahwa Bin Laden berusaha memakai tempat-tempat islamis dalam hubungannya dengan rantai narkotik dunia, pengiriman kokain dari Columbia, utk meracuni lebih banyak lagi orang barat, tapi bisa dicegah oleh para pedagang obat bius kartel Columbia yang lebih berhaluan ke bisnis.

8. Peranakan/Rahim

Rahim perempuan adalah salah satu inkubator utama islam. Bagi semua binatang dan insect, tingkat reproduksi adalah komponen utama dalam penentuan sukses spesies, yang menentukan tingkat dominan atas kelompok lain.

Islamis memperbudak dan mendominasi perempuan, memakai mereka utk menyiarkan islam secara demografis. Dengan fatwa suci dan norma-norma budaya, para muslim secara teliti mengontrol perempuan muslim dan tingkat reproduksi mereka.

Poligami dan sikap memperbudak para muslimah, membuat mereka hanya menjadi pabrik anak saja, utk menghasilkan material mentah yang diperlukan islam demi tujuan-tujuan dan penyebarannya. Pria muslim juga dengan suka rela, jika tidak bisa disebut antusias, merekrut perempuan kafir agar menambah koleksi bahan mentah mereka. Tentu saja, memikat para perempuan dengan ketergantungan ataupun dengan kriminalitas (perkosaan) dianggap bagian dari jihad islam.

Sukses lewat umpan demikian juga memperkuat islam sekaligus memperlemah para musuhnya. Utk menjamin suksesnya penundukan rahim perempuan, islam mendorong penyunatan perempuan, pemukulan istri, mengecilkan keinginan utk berpendidikan dan bekerja bagi perempuan, mencegah agen-agen gerakan perempuan dan menyarankan gadis-gadis muda utk dinikahkan.

Gadis muda yang masih mentah secara emosi dan psikologi lebih mudah dimanipulasi dan dikontrol, utk menjadi budak virtual bagi suami mereka dan islam. Islam sangat mengenal dengan baik dimana kekuatan mereka sesungguhnya bergantung, itu sebabnya kenapa perempuan muslim yang menikah atau berhubungan dengan kafir berhak dibunuh demi kehormatan keluarga atau dihukum mati dipengadilan sharia.

Hubungan pria muslim dengan perempuan kafir didorong dan dipuji sebagai satu bentuk lain dari jihad, tapi hubungan perempuan muslim dengan pria kafir dicegah habis-habisan. Anda hitung saja sendiri. Sebuah dokumen penting yang harus dipelajari oleh para perempuan kafir utk mencegah terbujuknya mereka ke dalam islam adalah “Confessions of a Former Islamist” (Pengakuan Para Mantan muslim) oleh Ahmed Shalakamy.

9. Kekerasan, Teror dan Intimidasi

Selama 1400 tahun ini, metoda paling utama utk membuat orang masuk islam, menyebarkan islam dan memiliki massa islamik yang besar tetaplah sama, yaitu metoda yang dipakai langsung oleh Muhammad dan para begundalnya pada awal pendirian kultus agama ini.

Metoda efektif ini diteruskan oleh para kalifah “rightly-guided” setelah kematian bossnya (muhammad) dan juga oleh setiap pengikut setia islam. Tulisan-tulisan sejarah dan kejadian-kejadian belakangan ini yang banyak yang mendokumentasikan fakta mengejutkan ini tanpa keraguan sedikitpun.

Tindakan kriminal islam atas peperangan, penganiayaan, pembunuhan, perkosaan, penjarahan dan perbudakan memenuhi berjilid-jilid buku sejarah. Pilih saja beberapa buku akademis dan artikel utk membiasakan diri anda dengan sejarah keji yang mendukung islam. Bukan kebetulan bahwa metode-metode ini diteruskan sekarang, karena metode-metode itu sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari teologi inti Quran.

10. Demokrasi itu sendiri

Kebebasan agama, kebebasan pendapat dan berbicara, kebebasan pergerakan dan persekutuan (berserikat), kebebasan media pers, hak pribadi, perlindungan dari penggeledahan tanpa alasan, Hak legal, semuanya merupakan alat berguna bagi para islamis. Semua kebebasan/hak-hak ini tidak ada di Iran, dan akan dengan cepat menghilang jika para islamis berhasil mendirikan basis politis mereka utk mencapai runtuhnya konstitusi US.

Sementara ini, mereka belum begitu terbiasa dengan kebijakan masyarakat kita yang terbuka, yang bisa dengan bebas bagi mereka utk melakukan taqiya (doktrin ‘halal utk berbohong demi agama islam’), melindungi pejihad, dan menolong mereka utk berkuasa. Semua kebebasan ini harus diseleksi dan dipertimbangkan lagi dengan hati-hati jika menyangkut masalah islam, utk mencegah agar tidak diperalat oleh ideologi iblis mereka yang menyamar sebagai agama.

Sementara orang non muslim akan menganggap pemakaian semua alat-alat ini sebagai pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), islam memberi hak istimewa bagi muslim utk memakai semua instrumen-instrumen ini utk memperluas dominasi islam terhadap kemanusiaan.

Pemerintah Barat, institusi, teknologi, dan keluarga-keluarga, semuanya harus dilindungi dari penganiayaan dan penyalah gunaan semua instrumen-instrumen ini oleh islamis. Langkah pertama adalah menutup semua kelemahan-kelemahan kita yang bisa dipakai utk tujuan islam, dan pemelintiran pengenalan ancaman serta pendidikan komperhensif kita sendiri.

Kita secara harafiah, benar-benar mengundang lebih banyak penyalah-gunaan tsb jika kita menolak mengenali dan menghadapi instrumen-instrumen dan metode-metode yang dipakai para islamis utk memperlemah dan menghancurkan peradaban yang kita kenal. Mekanisme fisik dan legal harus dicari dan dikembangkan utk mencegah para islamis mempengaruhi ketergantungan dan infrastruktur kita utk melawan kita sendiri, sambil tetap mempertahankan nilai-nilai inti demokrasi.

Islam layak diperlakukan sebagai apa yang layak bagi kriminal, bukannya dipelihara dan dihormati sebagai agama “besar”. Tidak melakukan apa-apa bukanlah suatu pilihan, karena islam adalah racun bagi demokrasi, keluarga, lingkungan dan keseluruhan cara hidup kita.

Sumber:
http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=19490
http://www.islamundressed.com

 
Leave a comment

Posted by on August 15, 2008 in Teror Islam

 

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: