RSS

Klaim Muslim: Muhammad di Kitab Budha

15 Aug

.

DEBAT :


Muslim Klaim

Muhamad Diramalkan

Kitab Budha


Muhammad Not Foretold in Buddhist Scriptures

SEBUAH SANGGAHAN ATAS DR. ZAKIR NAIK

oleh S. Pradash, 2006/01/04


Pendahuluan
Pada artikel saya terdahulu, saya membuktikan kesalahan teori Muslim bahwa Muhammad telah diramalkan dalam kitab Hindu. Sekarang giliran kitab Buddha. Saya sungguh tidak mengerti bagaimana Dr. Zakir Naik mampu membodohi para pembacanya dengan klaim bahwa Sang Buddha Gautama telah menubuatkan Muhammad.

Anda dapat menemukan artikel Dr. Zakir Naik di sini:
Muhammad In Buddhist Scriptures dan disini.

Zakir menulis sbb (quote):

Buddha menubuatkan kelahiran seorang Maitreya:
A) Hampir semua buku Buddha berisi nubuat ini. Terdapat dalam Chakkavatti Sinhnad Suttanta D. III, 76:
“Akan muncul di dunia seorang Buddha bernama Maitreya (yg berhati mulia) seorang yg suci, seorang yg luhur, seorang yg tercerahkan, penuh kebijakan dalam tingkah laku, muncul pada waktu yg tepat, mengenali alam semesta.

“Apa yg telah dipahaminya melalui pengetahuan supernaturalnya akan diumumkannya kepada dunia ini. Dia akan mengkhotbahkan agamanya, mulia dari awalnya, mulia pada puncaknya, mulia pada tujuannya, dalam jiwa dan tulisan. Dia akan mendeklarasikan suatu kehidupan beragama, sepenuhnya sempurna dan murni sampai yg paling detail; bahkan ketika saya mengkhotbahkan agama saya atau sejenisnya kehidupanlah yg akan mengindikasikannya. Dia akan membuat komunitas rahib berjumlah ribuan, sedangkan saya sekarang membuat komunitas rahib berjumlah ratusan”

B) Menurut Sacred Books of the East volume 35 pg. 225:
“Dikatakan bahwa saya bukan satu-satunya Buddha yg kepadanya tergantung kepemimpinan dan aturan. Setelah saya seorang Budha Maitreya yg lain dengan penuh nilai moral akan datang. Saya sekarang pemimpin ratusan, dia akan menjadi pemimpin ribuan”

C) Menurut Gospel of Buddha by Carus pg. 217 and 218 (From Ceylon sources):
“Ananda berkata kepada Yang Terberkati, ‘siapa yang akan mengajar kami, jika engkau pergi?’

Yang Terberkati menjawab, ‘Saya bukan Buddha pertama yg datang ke bumi, juga bukan yg terakhir. Pada waktunya, sorang Buddha akan muncul di dunia, seorang yg suci, seorang yg sangat tercerahkan, penuh kebijakan dalam laku, datang pada waktu yg tepat, mengenal alam semesta, seorang pemimpin umat manusia tanpa tandingan, seorang tuan atas malaikat dan mahluk hidup. Dia akan menunjukkan kepadamu kebenaran abadi yg sama dengan yg saya ajarkan kepadamu. Dia akan mengkhotbahkan agamanya, mulia sifatnya, mulia pada puncaknya dan mulia tujuannya. Dia akan memperlihatkan sebuah kehidupan beragama, sepenuhnya sempurna dan murni seperti yang saya tunjukkan sekarang. Muridnya akan berjumlah ribuan sedangkan muridku ratusan.’

Ananda berkata, ‘Bagaimana kami bisa mengenali dia?’
Yang Terberkati menjawab, ‘Dia akan dikenal sebagai Maitreya'”


Kebanyakan umat Buddha Mahayana tidak mengetahui apa itu buku Chakkavatti Sinhnad Suttanta.

Buku-buku umum Buddha adalah:
(semuanya ditulis setelah Buddha meninggal. Ananda menuliskan pikiran pikiran dan upacara Buddha yang menjadi kitab utama agama Buddha.)

1- Tripitaka: The “three baskets“, meliputi upacara keagamaan Buddha, aturan untuk rahib dan ajaran filosofis dengan 100 volume, kira-kira setebal 70 kitab:
– Pidato pertama Buddha di Benares
– “Way of Mindfulness” of Buddha, with the cemetery meditations

2- Mahayana menambahkan “Lotus Sutra” dan “Perfection of Wisdom”, yang meliputi “Diamond Sutra”, “Heart Sutra”… dan banyak lagi, seperti “Lankavatara”, dengan jumlah total lebih dari 200 volume.

3- Vajrayana (Tantrism Buddhism), menambahkan lagi kitab suci “Kanjur” (108 volumes), dan “Tanjur” (225 volumes).

4- Literatur Tibet menerjemahkan dan menambahkan sejumlah lebih dari 300 volume.

5- Tulisan 6 anggota dewan Buddha juga dianggap kitab suci (400 volume lagi). Yg terakhir di Rangoon pada tahun 1954 juga dianggap kitab suci (terdiri dari 400 volume).

Dalam kelompok kitab utama ini, tidak ditemukan kitab Chakkavatti Sinhnad Suttanta. Saya bahkan mengkonfirmasikan dengan seorang Buddhist taat yg bilang bahwa ia tidak pernah mendengar Sutra atau Suttana seperti ini dan mungkin bila itu ada, sutra itu bukan kitab utama.

Tp okelah. Mari kita layani saja si pelawak muslim (Zakir Naik) ini. Sekarang Sabda Buddha berkata sbb:
Ananda, sambil mengusap air matanya, berkata kepada Yang Terberkati: “Siapa yang akan mengajar kami kalau engkau telah pergi?”

Yang Terberkati menjawab, “Saya bukan Buddha pertama yg datang ke bumi, juga bukan yg terakhir. Pada waktunya, sorang Buddha akan muncul di dunia, seorang yg suci, seorang yg sangat tercerahkan, penuh kebijakan dalam laku, datang pada waktu yg tepat, mengenal alam semesta, seorang pemimpin umat manusia tanpa tandingan, seorang tuan atas malaikat dan mahluk hidup. Dia akan menunjukkan kepadamu kebenaran abadi yg sama dengan yg saya ajarkan kepadamu. Dia akan mengkhotbahkan agamanya, mulia sifatnya, mulia pada puncaknya dan mulia tujuannya. Dia akan memperlihatkan sebuah kehidupan beragama, sepenuhnya sempurna dan murni seperti yang saya tunjukkan sekarang”

Ananda berkata, “Bagaimana kami bisa mengenali dia?” Yang Terberkati menjawab, “Dia akan dikenal sebagai Metteyya, yang berarti ‘dia yang namanya adalah kemurahan hati'”

Anda dapat melihat kata-kata yg ditebali. Buddha Gautama mengatakan seorang yg sangat tercerahkan, penuh kebijakan, mengenali alam semesta, dan tuan dari malaikat dan mahluk hidup akan datang.



Sekarang mari kita analisa point di atas:

 

PALING TERCERAHKAN
Apakah arti pencerahan dalam Buddha?

Pencerahan adalah memperoleh Kebijaksanaan. Beberapa tradisi Buddha menggambarkan pencerahan sebagai “secara keseluruhan” naik ke Nirwana. Yang lain: perolehan kebijaksanaan secara bertahap. Kilasan-kilasan kebijaksanaan digambarkan Surya Das sebagai “pencerahan mini”.

Terlepas dari bagaimana anda menggambarkannya, pencerahan berarti transformasi jiwa yg paling dalam dan realisasi diri dan perolehan tujuan tertinggi Buddha – kebijaksanaan! Juga dikenal dengan REALISASI DIRI dan EMPAT KEBENARAN SEJATI:

1. Hidup itu sulit, sebagai tempat ketidaksempurnaan dan penderitaan mahluk hidup.

2. Kesulitan atau “dukkha” ini disebabkan oleh hasrat akan hal-hal yg berbeda dengan yg didapatkan. Hal ini mencakup keterikatan, pendambaan, iri hati, kecemburuan, perebutan dll.

3. Hasrat dapat dihilangkan sehingga mengakhiri kesulitan dan penderitaan hidup.

4. Cara melakukan ini adalah mengikuti delapan langkah pelatihan dalam kebijaksanaan, etika.

Muhammad tak pernah menyadari atau percaya pada keempat kebenaran hakiki Buddha. Yang dikatakan Muhammad adalah TUHAN adalah satu dan polytheisme adalah salah. Dia juga menyebarluaskan kebencian atas umat Yahudi monotheis di Arab dan menyebut mereka babi dan monyet. Buddha Gautama tidak pernah melecehkan siapapun.

Muhammad tidak pernah kenal ke 8 langkah pencerahan.
Keenam Paramita:

1.Saya akan selalu membantu orang lain.

2.Saya akan mengikuti prinsip-prinsip Buddha (lihat Kelima Prinsip dibawah).

3.Saya akan sabar dan penuh pengertian.

4.Saya akan berusaha yg terbaik dlm segala hal.

5.Saya akan meditasi pada ajaran buddha.

6.Saya akan mencari cahaya kebenaran.


Kelima Prinsip :

  1. Saya tidak akan melukai mahluk hidup.
  2. Saya tidak akan mengambil apa yg bukan milik saya.
  3. Saya tidak akan bertingkah laku senonoh.
  4. Saya tidak akan berbohong alias ber-TAQQIYA!
  5. Saya tidak akan mengkonsumsi makanan atau minuman yg merusak.


Muhammad tidak pernah absen dari hasrat materi yg dikatakannya, ‘halal di mata Auwloh’ dan hanya melarang hal-hal yg memabukkan selama solat.

Muhammad menekankan penyerahan total kepada Auwloh dan dia tak pernah bicara ttg kesadaran atau realisasi-diri dan penghapusan penderitaan lewat pemutusan hubungan dgn diri. Nyatanya, dia berhasrat pada segala kesenangan materi.

Jadi kita dapat dengan mudah melihat bahwa Muhammad BUKANLAH yang tercerahkan dari sudut pandang Buddha.

MENGENAL ALAM SEMESTA
Buddha telah menubuatkan bahwa Buddha yg akan datang akan mengenali alam semesta dengan baik. Sekarang, mari kita lihat apakah Muhammad memenuhi kriteria ini:

Sahih Bukhari Volume 4, Buku 54, Nomor 537:
Nabi berkata “Jika seekor lalat jatuh ke dalam minuman seorang dari kamu, dia harus mencelupkannya (ke dalam minuman), karena satu sayapnya mengandung penyakit dan yg lain mengandung obat untuk penyakit itu”

Ilmu pengetahuan macam apa ini? Apakah ini adalah pengetahuan orang yg mengenali alam semesta? Anda dapat melihat dari link berikut bahwa lalat dapat menyebabkan beberapa penyakit.

Sahih Bukhari Volume 4, Buku 54, Nomor 538:
Rasul Auwloh berkata, “Seorang pelacur diampuni Auwloh karena, ketika melewati seekor anjing yg terengah-engah di dekat sebuah sumur dan melihat bahwa anjing itu hampir mati kehausan, dia melepas sepatunya dan mengikatnya dengan penutup kepalanya dan mengambil air untuk si anjing. Jadi Auwloh memaafkannya karena hal itu”

Volume 4, Buku 54, Nomor 539:
Nabi berkata, “Malaikat tidak memasuki rumah yg memiliki anjing atau gambar di dalamnya”

Volume 4, Buku 54, Nomor 540:
Rasul Auwloh memerintahkan semua anjing harus dibunuh

Volume 4, Buku 54, Nomor 541:
Rasul Auwloh berkata, “Jika seseorang memelihara anjing, dia kehilangan satu Qirat (pahala) dari kelakuan baiknya setiap hari, kecuali dia memeliharanya untuk tujuan pertanian atau untuk menjaga ternak”

Anda dapat melihat bahwa orang ini pada satu waktu mengatakan Auwloh mengampuni seorang wanita yang menyelamatkan anjing dari kehausan. Ini menunjukkan seolah-olah Auwloh dan Muhammad mencintai anjing. Tapi di hadis berikutnya dia menyatakan kebenciannya terhadap anjing dan berkata bahwa memiliki anjing berarti kamu kehilangan pahala dari Auwloh! Logika macam apa yg dimiliki orang ini sehingga bisa disebut sebagai “mengenali alam semesta”?

PEMIMPIN, TUAN ATAS MALAIKAT DAN MAHLUK HIDUP
Muhammad adalah pemimpin sekelompok suku di medinah yg bersedia menganut islam. Memanggilnya tuan atas malaikat dan mahluk hidup adalah seperti melakukan pelecehan terhadap Islam atau melawan Qur’an.

Qur’an mengatakan sebagai berikut: 006.062:
Kemudian mereka (hamba Auwloh) dikembalikan kepada Auwloh, Penguasa mereka yang sebenarnya. Ketahuilah, bahwa segala hukum (pada hari itu) kepunyaan-Nya. Dan Dialah Pembuat perhitungan yang paling cepat.

012.021
Dan orang Mesir yang membelinya berkata kepada istrinya: “Berikanlah kepadanya tempat (dan layanan) yang baik, boleh jadi dia bermanfaat kepada kita atau kita pungut dia sebagai anak.” Dan demikian pulalah Kami memberikan kedudukan yang baik kepada Yusuf di muka bumi (Mesir), dan agar Kami ajarkan kepadanya tabir mimpi. Dan Auwloh berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya.

001.004
Yang menguasai hari pembalasan.(Auwloh)

Qur’an juga menyebutkan banyak kali bahwa Auwloh adalah pencipta dan tuan atas malaikat, manusia, jin, dll. Sekarang Muhammad bukan tuan atas malaikat atau apakah kita harus beranggapan bahwa dia adalah partner Auwloh? Muhammad bukan tuan atas mahluk hidup. Ada hampir 4,5 milliar kuffar (orang kafir alias yang tidak percaya si Mamad) di muka bumi. Quran mengakui Muhammad hanya sebagai utusan TUHAN dan memberitahu Muhammad untuk tidak ikut campur dalam urusan manusia karena kendalinya ada pada AUWLOH. Jadi, bagaimana Dr. Zakir Naik dapat menyebut Muhammad sebagai tuan atas Malaikat dan mahluk hidup? Konyol banget seh?!

Lanjut;


“…kebenaran abadi yg sama seperti yang aku ajarkan kepadamu…”
Apakah Muhammad pernah mengajarkan hal yg sama dengan diajarkan Buddha? Tidak ada kemiripan sama sekali. Jadi, perkataan Buddha bahwa Maitreya akan mengajarkan ajarannya tidak dapat diterapkan pada Muhammad. [note: ada tabel perbandingan di alinea ini, tp tak dpt ditampilkan di page. Silakan klik link sumber dibawah].

Sekarang Dr. Zakir Naik melanjutkan pembuktiannya:
(i) Kata Sansekerta ‘Maitreya’ atau dalam bahasa Pali ‘Metteyya’ berarti mencintai, penuh kasih, pengampun dan berhati mulia. Ia juga berarti murah hati dan ramah, simpatik, dsb. Satu kata Arab yg sama dengan kata-kata tersebut adalah ‘Rahmat’. Dalam Surah Al-Anbiya:

Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. [QS 21:107]

Nabi Muhammad (pbuh) dipanggil yg membawa rahmat, yaitu ‘Maitri’.

(ii)Kata-kata Mercy (ampunan) and Merciful (pengampun) disebutkan dalam Qur’an tidak kurang dari 409 kali.

(iii) Setiap pasal dalam Qur’an, kecuali pasal 9, yaitu Surah Taubah dimulai dengan rumus pengampun yg cantik, ‘Bismillah Hir-Rahman Nir-Rahim’, yg berarti ‘Dengan menyebut nama Auwloh Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.’.

(iv)Kata Muhammad juga dieja dengan ‘Mahamet’ atau ‘Mahomet’ dan dengan berbagai cara lain dalam beberapa bahasa. Kata ‘Maho’ atau ‘Maha’ dalam bahasa Pali dan Sansekerta berarti Agung dan ‘Metta’ berarti ampunan. Karena itu ‘Mahomet’ berarti Ampunan yang Agung

Ini adalah argumen yang salah dan sangat buruk:

Qur’an 21:107 tidak mengartikan Muhammad sebagai orang yang penuh kasih. Baca tafsir ayat ini oleh Ibn Kathir:
“Di sini Auwloh memberi tahu kita bahwa Dia telah menciptakan Muhammad sebagai kemurahan kepada ‘Alamin, yaitu Dia mengutusnya sebagai kemurahan untuk mereka [umat manusia], jadi barangsiapa menerima kemurahan ini dan berterima kasih atas berkat ini, akan bahagia di dalam dunia ini dan di dalam Akhirat. Tapi barang siapa menolaknya akan kehilangan dunia dan akhirat”

Ketika saya memberikan sepotong roti kepada seorang miskin dan berkata “ini diberikan kepadamu olehku sebagai kemurahan hati untuk orang miskin”. Ini berarti saya memberi kepada si miskin roti untuk dimakan karena kemurahan hati saya. Tidak berarti bahwa roti itu adalah murah hati. Lebih jauh lagi jika kamu menolak apa yg saya berikan dan kemudian saya memutuskan menghukummu, ini adalah tanda bahwa saya adalah psikopat yg penuh dendam dan bukan orang yg murah hati.

Dr. Zakir menulis menggunakan bhs Inggris bagi kata ‘rahmat’ (merciful) dan mengatakan bahwa ‘merciful’ adalah “Maitri/Maitreya” dalam bahasa pali/Sansekerta. Kedua kata memang mirip, TAPI dia salah besar alias ngawur!

Dalam Sansekerta, kata MERCIFUL = kRpAnvita, paropakArin, sAnukroza, sadaya, AnRzaMsya, adhimAtrakAruNika. Dalam Pali, kata MERCIFUL = sānukampa, dayālū, kāruika. Maitreya disamping arti ‘berhati mulia,’ memiliki sebuah arti penting berdasarkan kitab suci, yi ‘Bodhi-sattva dan Buddha masa depan.’

Dr. Naik berkata bahwa kata “merciful” muncul tak kurang dari 409 kali. AH, masa’?! Sebenarnya kata itu cuma muncul 307 kali dalam Quran, tidak termasuk di dalamnya baris omong kosong “Bismillah Ir-Rahman Ir-Rahim” pada awal tiap surat. Ini ditujukan kepada Auwloh, bukan Muhammad. Jadi apa maksudmu Dr. Naik? Auwloh adalah Maitreya? Aya-aya waaaeee…

Tapi apa hubungannya dengan Maitreya? Apakah dia berusaha menyesatkan pembaca dengan data yg tidak ada hubungannya sama sekali? Mr. Naik, tahukah anda bahwa: Kata kafir (=orang yg tidak percaya Muhammad) muncul 153 kali dalam Quran? Kata perang/tempur muncul kira-kira 67 kali! Ada sekitar 164 ayat dalam Quran yg bicara tentang Jihad!

Pertama-tama, dalam bahasa Pali, kata untuk “GREAT” (=agung) bukan “maho” tetapi mahanta, parama, seṭṭha, tumula, uru, uttama, vipula, visāla. Kata Pali untuk “mercy” (=ampunan, kemurahan) bukanlah “metta” tetapi dayā, anukampā, karuā. Metta artinya cinta dan bukan ‘mercy‘ (rahmat). ‘Mercy‘ adalah pengampunan dan simpati, bukan cinta! LUAR BIASA KEBOHONGAN yg keluar dari mulut badut muslim ini !!!

Dr. Zakir Naik menulis:
Doktrin Buddha adalah Esoteric (=membina ke dalam) and Exoteric (=membina ke luar):

Menurut Sacred Books of the East, volume 11, hlm. 36 Maha-Parinibbana Sutta pasal 2 ayat 32:
“Saya telah mengkhotbahkan kebenaran dengan tanpa membedakan doktrin-doktrin exoteric dan esoteric, demi kebenaran, Ananda, Tathagata tidak lain adalah kepalan yg tergenggam dari seorang guru, yang menyembunyikan sesuatu”

Muhammad atas perintah Tuhan Yang maha Kuasa menyampaikan pesan dan doktrin dengan tanpa membedakan antara esoteric & exoteric. Quran dilafalkan secara terbuka pada zaman nabi dan tetap begitu sampai sekarang. Nabi melarang keras muslim untuk menyembunyikan doktrin.

TAPI terjemahan sebenarnya dari Maha-Parinibbana Sutta pasal 2 ayat 32 adalah:
Begitulah perkataan Ananda yg Terhormat, tapi Yang Terberkati menjawabnya, katanya: “Apa lagi yg diharapkan komunitas Bhikku dari saya, Ananda? Saya telah menyatakan Dharma dengan tanpa membedakan doktrin esoteric & exoteric; tidak ada lagi, Ananda, pelajaran yg disembunyikan Tathagata seperti kepalan yg tergenggam dari seorang guru yg menyembunyikan sesuatu.

Siapa saja boleh berpendapat bahwa yang harus memimpin komunitas bhikkus, atau tempat komunitas bhikku tersebut bergantung, adalah orang yang memberikan instruksi terakhir mengenai mereka. Tetapi, Ananda, Tathagata tidak berpandangan bahwa dialah yang harus memimpin komunitas Bhikku, atau bahwa komunitas Bhikku bergantung padanya. Jadi instruksi apa yang harus dia berikan berkenaan dengan komunitas Bhikku?”

“Sekarang saya lemah, Ananda, tua, berumur, uzur dimakan usia. Ini adalah tahun ke-80 saya, dan hidupku sudah habis. Seperti sebuah kereta tua, Ananda, disatukan dengan banyak kesulitan, jadi tubuh Tathagata hanya bisa bertahan dengan bantuan. Jadi, Ananda, hanya ketika Tathagata mengabaikan obyek external, dengan mematikan perasaan tertentu, meraih dan berada dalam konsentrasi penuh pikiran, shingga tubuhnya menjadi lebih nyaman.”

Buddha menyebut dirinya THATAGATA (gelar yg diberikan kepada dirinya yg berarti’ penyadaran-diri’ dan ‘yang tercerahkan’). Untuk mempraktekkan Buddhisme, dharma atau dhamma (bentuk tunggalnya) dipakai untuk mengartikan ajaran Buddha dan kadang-kadang disebutkan sebagai Buddha-Dharma.

Dharma adalah hukum universal tentang alam, dan dgn menyebutnya Buddha-Dharma berarti kemungkinan ada jenis Dharma yg lain. Istilah Buddha-Dharma hanya menunjukkan fakta bahwa ia ditemukan dan bukan diciptakan oleh Buddha.

Jadi Dhamma secara harafiah berarti KEBENARAN YANG DITEMUKAN SEORANG BUDDHA dan bukan sebuah doktrin atau jenis doktrin lain yang melibatkan Tuhan atau Auwloh atau malaikat atau tahayul lainnya.

Kebenaran Buddha tepatnya adalah penyadaran-diri untuk lepas dari penderitaan dalam hidup. Dia tidak pernah bicara tentang Tuhan. Jadi dharma tidak mencakup Tuhan di dalamnya.

Buddha memberitahu Ananda, bahwa para Bhikku (rahib Buddha) harus dipimpin Buddha dan setelah dia, Buddha berikutnya akan memimpin mereka. Bhikku tidak punya analogi dengan imam muslim. Bhikku adalah rahib yang menjalankan delapan langkah dan mempraktekkan dan mengkhotbahkan ajaran Buddha Gautama.

Sang Buddha ingin lebih menampilkan dharmanya dan bukan dirinya, sementara Muhammad dengan sengaja menempatkan dirinya sebagai utusan Tuhan. Buddha tidak pernah sekalipun mengaku sebagai utusan Tuhan.

Muhammad menyuruh pengikutnya untuk berserah penuh kepada Auwloh dan mencintai Muhammad lebih daripada yang lain termasuk keluarga mereka. Buddha tidak pernah memerintahkan hal seperti ini. JADI Dharma berbeda sama sekali dengan doktrin Muhammad.

Mengertikah anda, Dr Naik? Apa sih kebanggaan sebuah ajaran macam islam yg cuma berhasil dipromosikan lewat omong kosong & kebohongan?


Sumber:
http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=1216
http://www.faithfreedom.org/Articles/Prasadh60104.htm
http://www.faithfreedom.org/Articles/Prasadh60104p2.htm
http://www.faithfreedom.org/Articles/Prasadh60104p3.htm

 
8 Comments

Posted by on August 15, 2008 in AlQuran

 

8 responses to “Klaim Muslim: Muhammad di Kitab Budha

  1. insan kamil

    August 28, 2008 at 12:37 pm

    muhamMAD telah diramalkan di SEMUA kitab suci agama2 di dunia… baca di indonesia.FaithFreedom.org/forum selengkapnya

     
  2. GRACE

    October 12, 2008 at 6:57 pm

    “muhamMAD telah diramalkan di SEMUA kitab suci agama2 di dunia…”Diramalkan sebagai “nabi palsu” di semua kitab suci di dunia kecuali buku dongeng alquran

     
  3. van hayden

    January 7, 2009 at 9:04 am

    ISLAM dan Muhammad ANJING sama sekali TIDAK PANTAS direndengkan dengan BUDDHA yang begitu Mulia.ISLAM memang benar² BUSUK!!!

     
  4. adm2i2h

    January 8, 2009 at 5:53 pm

    van hayden – “Klaim Muslim: Muhammad di Kitab Budha”:<>ISLAM dan Muhammad ANJ*N6 sama sekali TIDAK PANTAS direndengkan dengan BUDDHA yang begitu Mulia.<><>Budha tdk pernah meniduri anak ingusan di bawah umur, Budha tdk pernah ngawini menantunya sendiri, Budha tdk pernah bikin skandal sex dng pembantunya sendiri, Budha tdk pernah menjarah, merampok, dan membantai manusia lainnya… Budha memang tdk pernah bisa seperti si Mamad sang preman arab..Amithaba, Budha bless you… *shaolin mode on*<>

     
  5. sharron

    May 12, 2009 at 5:21 am

    Ramalan dalam keyakinan Budha: “Ananda berkata kepada Yang Terberkati, ‘siapa yang akan mengajar kami, jika engkau pergi?’

    Yang Terberkati menjawab, ‘Saya bukan Buddha pertama yg datang ke bumi, juga bukan yg terakhir. Pada waktunya, sorang Buddha akan muncul di dunia, seorang yg suci, seorang yg sangat tercerahkan, penuh kebijakan dalam laku, datang pada waktu yg tepat, mengenal alam semesta, seorang pemimpin umat manusia tanpa tandingan, seorang tuan atas malaikat dan mahluk hidup. Dia akan menunjukkan kepadamu kebenaran abadi yg sama dengan yg saya ajarkan kepadamu. Dia akan mengkhotbahkan agamanya, mulia sifatnya, mulia pada puncaknya dan mulia tujuannya. Dia akan memperlihatkan sebuah kehidupan beragama, sepenuhnya sempurna dan murni seperti yang saya tunjukkan sekarang. Muridnya akan berjumlah ribuan sedangkan muridku ratusan.’

    Ananda berkata, ‘Bagaimana kami bisa mengenali dia?’
    Yang Terberkati menjawab, ‘Dia akan dikenal sebagai Maitreya'”

    Ramalan tsb menunjuk pada Tuhan Yesus Kristus:

    Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
    Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
    Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.(Yohanes 1:1-3)

    Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia.
    Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya.
    Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.
    Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;
    orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.
    Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. (Yohanes 1:9-14)
    “Aku, Yesus, telah mengutus malaikat-Ku untuk memberi kesaksian tentang semuanya ini kepadamu bagi jemaat-jemaat. Aku adalah tunas, yaitu keturunan Daud, bintang timur yang gilang-gemilang.” (Wahyu 22:16)

     
  6. yoga

    August 26, 2010 at 7:44 am

    Terus terang sy seorang hindu, dan selama sy membaca kitab suci agama sy, sy hanya mendapatkan tentang ajaran-ajaran tentang bagaimana berbuat baik dalam hidup ini secara universal tanpa menyinggung agama-agama lain. Sy tidak menjumpai adanya ramalan tentang nabi Muhammad dalam kitab suci sy, mungkin sy tidak membaca seluruhnya. Jika saudara Insan kamil mengatakan bahwa Nabi Muhammad telah diramalkan dalam semua kitab suci (itu berarti termasuk Hindu), sy minta tolong diberikan pada bagian kitab suci Weda yang mana yang meramalkan adanya Nabi Muhammad itu?
    Setahu sy, klo Budha Gautama memang telah diramalkan dan terakhir yang akan datang adalah Kalki yang akan turun saat dunia sudah mendekati kehancuran karena ke-egoan manusia semakin tinggi dan menyalahi norma-norma kehidupan.
    Trims untuk infonya klo saudara Insan Kamil bisa memberikan data di kitab suci saya yang menyebutkan ramalan tentang nabi muhammad.

     
  7. vanhelsing

    October 16, 2010 at 4:22 pm

    kasihan tuh om Sharron,…Keblinger ya,..? kalo ente ngga ngerti jangan suka sok koment2 dah, ntar jadi ketawaan orang2 yang ngerti, terutama yang beragama Budha,..begitu Bro,..yang diketahui dari literatur dan Kitab Suci Budhis, bahwa Maitreya itu akan terlahirkan kembali di dunia, apabila ajaran Budha sudah tidak ada lagi di Dunia ini,..dan konon kata kitab sucinya Maitreya sekarang masih berada di surga Tavatimsa,(kalo ngga salah) menunggu terlahirkan kembali ke dunia dan menjadi Budha,..gitu bro,..dasar kristen keblinger,..jadi apakah Maitreya lahir kembali pada dunia sekarang, siapa yang tahu,..malah dihubung-hubungin sama yesus,…baca tuh diatas Jelas!

     
  8. Andy

    September 29, 2011 at 1:14 am

    Apa sih untungnya menjelekkan agama lain? sudah bosan h***p ya?
    sepertinya kamu paham benar dengan Buddhism. jangan2 kamu buddhis lagi!
    Jangan malu2in aja kamu (yang nulis artikel ini)

     

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: