RSS

ISLAM ITU CUMA BID’AH

15 Aug

Gereja Orthodox Timur:

Islam adalah Bida’ah

St John of Damascus (647-749), adalah rahib Gereja Orthodox Timur di Mar Saba dekat Jerusalaem. John of Damascus adalah salah satu dari “Church Fathers”. Dibawah ini adalah terjemahan dari tulisannya mengkritik Islam yang dianggapnya sebagai bidat. Tulisan ini menarik karena ditulis pada masa awal berkembangnya Islam dan sudah pasti ia mengenal kondisi kehidupan pada masa itu.
————————————–


Ada juga tahayul keturunan Ismael yang sampai hari ini mempengaruhi dan menjadikan orang -orang tinggal tetap dalam kesesatan dan menjadi pertanda dari Anti Kristus. Mereka adalah keturunan Ishmael, yang lahir bagi Abraham dari Hagar dan oleh sebab itu mereka dipanggil Hagarit atau Ishmaelit. Mereka juga dipanggil Saracen yang berasal dari kata Sarras kenoi atau “destitute of Sara”, karena apa Hagar berkata kepada malaikat : ‘Sara mengirimku menjadi miskin.”[99] Mereka adalah penyembah berhala dan menyembah bintang pagi dan Aphrodite (Allat), yang disebut dalam bahasa mereka Khabar [100], yang berarti agung. Dan pada masa Heraclius mereka adalah para penyembah berhala yang sangat giat. Dari waktu itu muncul seorang nabi palsu bernama Muhammad yang tampil ditengah-tengah mereka. Orang ini, sesudah mengubah Kitab Perjanjian Lama dan Pernjanjian Baru dan juga, tampaknya, melakukan pembicaraan dengan rahib Arian[101], merancang bidaahnya sendiri. Kemudian, menjadikan dirinya sebagi orang yang diberi rahmat dengan kesalehan yang dibuat-buat. Dia menurunkan beberapa karangan (surah)yang menggelikan dalam buku nya (Quran) dan dia memberikannya pada mereka yang menjadikannya sebuah obyek penghormatan.

Dia berkata bahwa hanya ada satu Allah, pencipta segala sesuatu, baik yang tidak dilahirkan maupun yang dilahirkan.[102] Dia berkata bahwa Kristus adalah Firman Allah dan Roh daripada nya, tetapi juga seorang ciptaan dan seorang hamba, dan dia berasal, tanpa benih, dari Maria saudara Musa dan Harun (!).[103] Selanjutnya dia berkata, Firman Allah dan Roh memasuki Maria dan dia mengandung Jesus, yang menjadi nabi dan hamba Allah. Dan dia berkata bahwa Yahudi ingin menyalibkan dia karena pelanggaran hukum, dan bahwa mereka hanya menangkap bayangannya dan menyalibkan nya. Tetapi Kristus sendiri tidak disalibkan, maupun mati, tetapi allah karena kasihnya mengangkatnya kepadanya ke Surga.[104] Dan dia berkata ini, bahwa ketika Kristus diangkat ke Surga, Allah berkata kepadanya: ‘ O Jesus, tidakkah engkau berkata: “ Aku Anak Tuhan dan Tuhan”?’ dan Jesus, berkata, jawabnya:’ Bermurah hatilah kepadaku, Tuhan. Engkau mengetahui bahwa aku tidak berkata itu dan aku tidak memandang rendah menjadi hambamu. Tetapi para pendosa menulis bahwa aku membuat pernyataan itu, dan mereka berbohong tentang aku dan jatuh dalam kesesatan.’ Dan Allah menjawab dan berkata padanya: ”Aku tahu bahwa engkau tidak mengatakan kata-kata ini.”[105] Ada banyak hal-hal yang aneh dan sungguh menggelikan dalam buku ini dimana dia membual bahwa asalnya dari Tuhan. Tetapi ketika kami tanya: ‘Dan siapa di sana yang menyaksikan (menjadi saksi) bahwa Allah memberi dia kitab? Dan nabi yang mana yang meramalkan bahwa seorang nabi yang demikian akan bangkit?’ –mereka bungkam.

Dan kami berkomentar bahwa Musa menerima Hukum di Gunung Sinai, dan Tuhan muncul dalam penglihatan semua orang dalam awan, dan api, dan kegelapan, dan badai. Dan kami berkata bahwa semua nabi dari Musa sampai kebawah meramalkan kedatangan Kristus dan sungguh Allah Kristus (dan inkarnasi Anak Allah) datang dan disalibkan dan mati dan bangkit kembali, dan bagaimana dia akan menjadi hakim bagi orang yang hidup dan yang mati. Kemudian ketika kami berkata: ’Bagaimana bisa nabi mu tidak datang dengan cara yang sama, dimana yang lain memberikan kesaksian untuknya? Dan bagaimana bisa Allah yang tidak ada dihadapanmu memberikan orang ini sebuah buku dan menjadi rujukanmu, sebagaimana waktu dia memberi Hukum pada Musa, berikut orang-orang melihat dan gunung berasap, sedemikian sehingga engkau juga menjadi yakin? –mereka menjawab bahwa Allah melakukan apa yang diinginkannya. ‘Ini,’ kami katakan, ‘Kami tahu, tetapi kami menanyakan bagaimana kitab (quran) itu datang pada nabimu.’ Kemudian mereka menjawab bahwa kitab itu datang kepadanya sementara dia tertidur. Kemudian kami dengan olok-olok dapat mengatakan pada mereka bahwa, sepanjang dia menerima kitab dalam tidurnya dan tidak benar-benar dalam keadaan sadar, maka pepatah populer dapat diterapkan padanya (You’re spinning me dreams.) [106]

Ketika kami tanya kembali: ’Bagaimana bisa bahwa dia yang memungkiri kami dalam kitabmu ini tidak melakukan apapun atau menerima apapun tanpa saksi, engkau tidak berkata kepadanya: “Pertama bisakah engkau memperlihatkan pada kami lewat saksi-saksi bahwa engkau seorang nabi dan bahwa engkau datang dari Allah, dan menunjukan pada kami Kitab-kitab Suci yang memberi kesaksian tentang mu”’-mereka malu dan masih bungkam. [Kemudian kami lanjutkan:] ‘Sekalipun engkau mungkin tidak memperistri seorang istri tanpa saksi-saksi, atau membeli, atau memperoleh hak milik; sekalipun engkau tidak akan menerima seekor keledai maupun memiliki seekor binatang tunggangan tanpa saksi; dan engkau sendiri memiliki istri dan hak milik dan keledai-keledai dan seterusnya melewati saksi-saksi, hanya imanmu dan Kitab Sucimu yang engkau pegang tidak didukung saksi-saksi. Dia yang menyampaikan ini kepadamu tidak punya keabsahan dari sumber manapun, maupun kesaksian tentang dia sebelum dia datang. Pada kenyataannya, dia menerima ini sementara dia tidur.’

Lebih jauh, mereka menyebut kami Hetaeriasts, atau Associators, karena, mereka berkata, kami menyekutukan Allah dengan menyatakan Kristus Anak Allah dan Allah. Kami katakan kepada mereka jawaban: ‘Nabi-nabi dan Kitab Suci menyampaikan ini kepada kami, dan engkau, seperti yang engkau terus menerus jaga, menerima Nabi-Nabi. Maka, bila kami salah menyatakan Kristus adalah Anak Allah, siapakah yang mengajarkan ini dan menyampaikannya pada kami.’ Tetapi beberapa dari mereka berkata itu disebabkan salah tafsir bahwa kami mewakili Nabi-Nabi mengatakan berbagai hal itu, sementara yang lain berkata orang-orang Ibrani membenci kami dan menyesatkan kami dengan tulisan atas nama Nabi-Nabi maka kami mungkin tersesat. Dan kembali kami berkata kepada mereka: ‘Sepanjang yang kamu katakan bahwa Kristus Firman Allah dan Rohnya, mengapa engkau menuduh kami sebagai Hetaeriasts? Dalam hal firman, dan roh, tidak dapat dipisahkan dari yang secara alamiah eksis. Oleh karena itu, bila Firman Allah dalam Allah, pada saat yang bersamaan dia adalah Allah. Bila, bagaimanapun, dia di luar Allah, maka, menurutmu, Allah tanpa firman dan tanpa roh.

Konsekwensinya, untuk menghindari kecenderungan menyekutukan Allah, kalian memotong-motongnya. Ini akan jauh lebih baik untukmu untuk mengatakan dia mempunyai sekutu daripada memotong-motongnya, seperti bila kalian berhadapan dengan sebuah batu atau kepingan kayu atau beberapa object tak bernyawa. Dengan begitu, kalian berkata tidak benar ketika kalian mengatakan kami Hetaeriasts; kami menangkis dengan memanggilmu Mutilator Allah.’

Mereka lebih jauh menuduh kami penyembah berhala, karena kami memuliakan salib, yang mereka benci. Dan kami menjawab mereka: ‘Bagaimana bisa , pada saat yang sama, kalian menggosokan diri kalian pada batu di Ka’bah[107] kalian dan mencium dan memeluknya?’

Kemudian beberapa di antara mereka berkata bahwa Abraham berhubungan dengan Hagar di atasnya, tetapi yang lain berkata bahwa ia mengikatkan untanya padanya ketika ia pergi mempersembahkan Ishak.[108] Dan kami jawab mereka: ’Kitab Suci mengatakan bahwa bukit itu berhutan dan mempunyai pohon-pohon darimana Abraham memotong kayu api pengorbanan dan meletakkannya di atas Ishak, dan kemudian dia meninggalkan keledai di belakang dengan dua orang muda, mengapa bicara nonsense? Bahwa tempat itu tidak dipenuhi dengan pohon-pohon maupun jalan lintasan untuk keledai-keledai.’ Dan mereka dipermalukan, tetapi mereka masih mengatakan bahwa batu itu kepunyaan Abraham. Maka kami berkata: ’ Katakanlah itu milik Abraham, sebagaimana dengan bodoh engkau katakan. Maka hanya karena Abraham berhubungan dengan seorang wanita di atasnya atau menambatkan seekor unta padanya, kalian tidak malu untuk menciumnya, namun kalian menyalahkan kami untuk memuliakan salib Kristus yang olehnya kekuatan setan-setan dan penipuan Iblis dihancurkan.’ Batu ini yang mereka perbincangkan adalah sebuah kepala dewi Aphrodite yang mereka sembah dan mereka sebut Khabar. Bahkan pada hari ini, sejumlah kecil ukiran terlihat kalau diamati dengan hati-hati.

Dalam kaitan ini, Muhammad ini menulis banyak buku-buku (maksudnya surah) yang menggelikan, yang masing-masing dia beri judul. Sebagai contoh, ada buku (surah) Wanita,[109] dimana dengan sangat kentara dia membuat ketetapan sah untuk mengambil empat orang istri dan, bila mungkin, seribu gundik (maksudnya budak yang ditiduri)-sebanyak dia mampu menanggungnya, di samping empat istri. Dia juga menjadikan sah untuk menceraikan istri yang mana saja yang mungkin diinginkan, dan, mengambil untuk dirinya dengan cara yang sama. Muhammad mempunyai anak angkat ber nama Zeid.

Orang ini mempunyai istri yang cantik yang dengannya Muhammad jatuh cinta. Suatu ketika , ketika mereka duduk bersama, Muhammad berkata: ‘Oh, ngomong-ngomong, Allah memerintahkan aku untuk mengambil istrimu.’ Lawan bicaranya menjawab: ’Engkau seorang rasul. Kerjakan seperti Allah katakan padamu dan ambil istriku.’ Alih-alih –untuk menceritakan dari mula— dia berkata padanya: ’Allah memberiku perintah supaya engkau menceraikan istrimu.’ Dan dia menceraikan nya. Kemudian beberapa hari berikutnya: ‘Sekarang,’ dia berkata, ‘ Allah memerintahkan aku untuk mengambilnya.’ Kemudian, sesudah dia mengambil nya dan melakukan perjinahan dengannya, dia membuat hukum ini:’ Biarkan dia yang akan menceraikan istrinya. Dan bila, sesudah menceraikannya, dia harus kembali padanya, biarkan yang lain menikahinya. Adalah tidak halal untuk mengambil dia kecuali dia dinikahi oleh orang lain dulu. Lebih jauh, bila seorang saudara menceraikan istrinya, biarkan saudaranya menikahinya.[110] Dalam buku (surah) yang sama dia memberikan perintah seperti ini: ‘Olah tanah –(istrimu adalah ladangmu)– yang mana Allah berikan kepadamu dan percantiklah dia. Dan kerjakan ini, dan lakukan itu dengan cara itu.’ [111] – tidak mengulangi semua hal-hal tidak senonoh yang dia lakukan.

Kemudian ada buku Unta Allah. [112] Tentang unta ini dia berkata bahwa ada seekor unta yang berasal dari Allah dan bahwa dia meminum semua air sungai dan tidak dapat melewati dua gunung, karena tidak cukup ruang. Ada orang-orang di tempat itu, katanya, dan mereka meminum air pada suatu hari, sementara sang unta meminumnya pada saat berikutnya. Lebih jauh, dengan meminum air dia melengkapi mereka dengan tenaga, karena dia menyediakan mereka susu sabagai ganti air. Kemudian, karena orang-orang ini jahat, mereka bangkit, katanya, dan membunuh sang unta.

Bagaimanapun, dia mempunyai junior, seekor unta kecil, yang mana , katanya, ketika ibunya di bunuh, memanggil Allah dan Allah menariknya kepada dirinya. Kemudian kami tanya mereka: ‘Dari mana unta itu datang?’ dan mereka berkata bahwa ia berasal dari Allah. Kemudian kami katakan pada mereka: ’Apakah ada unta lain yang menjadi pasangannya?’ dan mereka berkata: ’Tidak’. ‘Lalu bagaimana,’ kami berkata,’apakah ia dilahirkan? karena kami melihat untamu tanpa ayah dan tanpa ibu dan tanpa garis keturunan, dan satu yang dilahirkan menderita akibat kejahatan . Dan tidak jelas siapa yang menternakkannya.Dan unta kecil ini telah diangkat. Maka mengapa nabi kalian tidak, yang menurut yang kalian, Allah berbicara, mengungkapkan tentang sang unta –dimana dia digembalakan, dan siapa yang mengambil susu dengan memerahnya? Atau apakah mungkin dia, seperti ibunya, bertemu dengan orang-orang jahat dan dihancurkan? Atau apakah dia masuk Firdaus sebelum kalian, maka kalian mungkin mempunyai sungai susu yang kalian dengan cara yang bodoh perbincangkan. Karena kalian berkata ada tiga sungai mengalir di Firdaus –satu air, satu anggur dan satu susu. Bila tanda kalian sang unta tidak di Firdaus, jelas dia akan keringkan oleh kelaparan dan haus, atau orang lain akan mengambil keuntungan dari susunya –dan maka nabimu telah membual berbicara dengan Allah, karena Allah tidak mewahyukan padanya mystery sang unta. Tetapi bila dia di Firdaus dia masih meminum air, dan kalian yang kekurang air akan mengering di tengah-tengah Firdaus kenikmatan. Dan bilamana di sana sudah tidak ada air karena sang unta meminum semua (air sungai) kalian akan sangat ingin meminum anggur yang mengalir, kalian akan mabuk meminum anggur murni dan kolaps dibawah pengaruh minuman keras dan tertidur. Kemudian menderita karena kepala yang berat sesudah tidur dan menjadi sakit karena anggur, kalian akan kehilangan kenikmatan Firdaus. Bagaimana, kemudian, tidakkah ini masuk dalam pikiran nabimu bahwa ini mungkin terjadi kepada kalian di Firdaus kenikmatan? Dia tidak pernah mempunyai ide kemana sang unta di bawa sekarang, namun kalian bahkan tidak bertanya kepadanya, ketika dia berbicara pada kalian mengenai mimpi-mimpinya tentang tiga sungai. Kami dengan sejujurnya meyakinkan kalian bahwa unta ajaib kalian mendahului kalian masuk ke dalam jiwa-jiwa keledai, dimana kalian, juga, bagaikan binatang-binatang ditakdirkan untuk pergi. Dan di sana ada kegelapan ruang luar dan hukuman kekal, api raungan, cacing-cacing yangtidak pernah tidur, dan setan-setan neraka.’

Kembali, dalam buku Meja, Muhammad berkata bahwa Kristus memohon kepada Allah untuk sebuah meja dan itu diberikan kepadanya. Allah, katanya, berkata kepadanya: ’Aku memberi engkau dan milikmu sebuah meja yang tidak berubah.’ [113]

Dan kembali, dalam buku Sapi muda,[114] dia mengatakan beberapa hal-hal yang bodoh dan menggelikan, yang mana, karena terlalu panjang, aku pikir harus diabaikan. Dia membuat sebuah hukum bahwa mereka harus disunat dan wanita, juga, dan dia memerintahkan untuk tidak memelihara Sabat dan tidak dibaptis

Dan, sementara dia memerintahkan mereka untuk memakan beberapa yang dilarang oleh Taurat, dia mengharamkan yang lain. Dia secara absolute melarang meminum anggur.

———————————————————————-

99. Cf. Gen. 16.8. Sozomen juga mengatakan mereka keturunan Hagar, tapi memanggil diri mereka keturunan Sara untuk menyembunyikan asalnya yang dianggap rendah (Ecclesiastical History 6.38, PG 67.1412AB).
100. Bahasa Arab kabirun berarti ‘agung’ baik ukuran maupun martabat. Herodotus menujnjuk ke pemujaan orang Arab kepada ‘Heavenly Aphrodite’ tetapi dikatakan orang Arab menyebutnya Alilat /Allat (Herodotus 1.131)
101. Ini barangkali rahib Netorian Bahira (George or Sergius) yang bertemu dengan kanak-kanak Muhammad di Bostra di Syria dan mengklaim mengenalinya pada Muhammad tanda seorang nabi.
102. Sura 112.
103. Sura 19; 4.169.
104. Sura 4.156.
105. Sura 5.Il6tf.
106. Manuscripts tidak mempunyai pepatah, tapi Lequien mengingatkan ini salah satu dari Plato.
107. The Ka’ba, disebut ‘Rumah Allah’ ………………..
108. Gen. 22.6.
109. Koran, Sura 4.
110. Cf. Sura 2225ff.
111. Sura 2.223.
112. Not in the Koran.
113. Sura 5.114,115.
114. Sura 2.

Catatan :
Dalam tulisan diatas kelihatanya Muslim masih menganggap Ishaklah yang diQurbankan. Tapi dikemudian hari, karena Quran tidak menyebutkan nama, maka Muslim mengubahnya menjadi Ishmael. Bagaimanapun rasanya janggal bila Muslim memperingati Ishak sebagai leluhur Yahudi musuh bebuyutan Muslim pada hari raya Qurban.

Batu hitam atau Hajar Aswad, belum pecah dan belum diselimuti logam. Menurut St John itu adalah kepala Allat. Sebagaimana diketahui, dalam pemujaan orang Arab Nabatean, pada awalnya yang dipuja adalah batu yang dianggap dihuni dewa (baetyl), kemudian secara perlahan batu itu diberi rupa manusia. Dan diketahui juga Hubal yang tangannya putus satu adalah juga ukiran batu akik merah.

Dalam surah 7, Allah melalui Salih memberikan tanda kapada orang-orang Tsamud, yaitu seekor unta betina.. Tanda ajaib apa, dalam Quran sama sekali tidak disebutkan, juga tidak disebutkan unta datangnya dari mana, tidak jelas jalan ceritanya tahu-tahu dibunuh oleh penduduk Tsammud. Cerita Quran yang tidak lengkap ini kemudian dicari referensinya dari berbagai ahli tafsir. Salah satunya mungkin berkaitan seperti yang diceritakan oleh St John. Dalam cerita yang lain dikatakan unta betina itu keluar dari karang…. Atau barangkali saja surah Unta Allah yang disebut St John berasal dari salah satu surah yang dibakar oleh Kalifah Uthman karena ia boleh dianggap masih sejaman dengan Kalifah Uthman :

http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=2278

Di bawah pemerintahan Kalifah Uthman (644-656), diperintahkanlah agar semua salinan Al-Quran yang beredar ditarik dari peredaran dan dibakar. Zayed untuk kedua kalinya diperintahkan untuk menyusun dan menulis ulang Al-Quran supaya lebih masuk akal dan lebih meyakinkan dari Quran yang asli, yang disimpan oleh Hafsa (janda Muhammad). Zayed berusaha semampunya menulis ulang Quran dan lebih dari 2,000 ayat yang kontradiktif, membingungkan, keliru dan tidak masuk akal dibatalkan / dibuang, beberapa diganti, dan beberapa lainnya ditambahkan atau dicontek sedemikian supaya pembatalan/perubahan-perubahan tersebut dapat lebih masuk akal.

Quran edisi baru ini berkata di Surah 16:101-103 bahwa orang-orang Arab menuduh seorang budak Nasrani telah mengajari Muhammad dan ia lalu dianiaya, dan di 25:4-5 membenarkan dugaan pencotekan dari cerita-cerita rakyat, dan dongeng-dongeng bangsa Arab. Abu Al-Aswad Al Doaly menaruh titik-titik sebagai tanda baca, semasa kekuasaan Mu’awiyah Ibn Abi Sofyan (661-680). Huruf-huruf lalu diimbuhi oleh beragam titik oleh Nasir Ibn Asem dan Hayy ibn Ya’amor, pada masa Abd Al-Malek Ibn Marawan (685-705). Sistem penandabacaan yang lengkap (damma, fataha, kasra), diciptakan oleh Al Khalil Ibn Ahmad Al Faraheedy (wafat 786 M).

Saat ini Quran memiliki hanya 6,241 ayat dari aslinya yang 7,900. Meskipun demikian, mengingat kondisi yang ada saat itu dan fakta bahwa penyusunan mengandalkan sumber dari ingatan-ingatan kaum buta huruf, dsb; dapatlah dipahami bahwa Quran, karangan dan buatan manusia ini masih menyimpan banyak kontradiksi, sumber perbantahan, kejanggalan, keanehan, kekonyolan, hal-hal yang tidak masuk akal dan keliru, belum lagi theori-theori yang berlawanan dengan ilmu pengetahuan. Jadi, tebalnya ayat-ayat Quran yang ada sekarang sesungguhnya berasal dari kata-kata para istri, gundik, istri simpanan, budak dari Muhammad, dan disusun oleh Zayed Ibn Thabit (tidak ada hubungannya sama sekali dengan Tuhan).


Webmaster note: The following passage is from Saint John’s monumental work, the Fount of Knowledge, part two entitled Heresies in Epitome: How They Began and Whence They Drew Their Origin. It is usually just cited as Heresies. The translator’s introduction points out that Fount of Knowledge is one of the most “important single works produced in the Greek patristic period,…offering as it does an extensive and lucid synthesis of the Greek theological science of the whole period. It is the first great Summa of theology to appear in either the East or the West.” Saint John (+ 749) is considered one of the great Fathers of the Church, and his writings hold a place of high honor in the Church. His critique of Islam, or “the heresy of the Ishmaelites,” is especially relevant for our times.


Sumber:
http://www.orthodoxinfo.com/general/stjohn_islam.aspx

 
Leave a comment

Posted by on August 15, 2008 in Islam

 

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: